Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
215 WELLCOME KOTA WESTA


__ADS_3

Chapter 215. WELLCOME KOTA WESTA.


\=


Malam berlalu dengan tenang di kota Westa, begitu juga di kota-kota lainnya! Meskipun negara Trukotan sangat besar dan ada beberapa wilayah yang memiliki zona waktu yang berbeda, namun di wilayahnya yang banyak di huni hanya kota-kota besar yang ada di pesisir pantai di sepanjang benua dan juga di tengah benua, sedangkan di wilayah pegunungan tinggi tidak ada yang menghuni.


Itu semua pengetahuan banyak orang di berbagai kota negeri ini! Namun bagi segelintir orang yang menguasai negeri ini, mereka cukup tahu di atas pegunungan dan hutan lebat itu banyak kekuatan bersembunyi di dalamnya.


Kini matahari sudah terbit di ufuk timur, kota Westa kembali ramai seperti biasanya! Embun pagi kini sudah pergi di bawa oleh terpaan udara.


Seperti biasa, Alda sudah bangun pagi-pagi sekali dia melakukan gerakan beladiri dasar di halaman belakang kediaman keluarga Aditya.


Alda di temani oleh Hana dan Hani! Sedangkan Tama masih saja mengurung diri di dalam kamar, entah apa yang sedang lakukan Tama di dalam sana.


Saat suasana sudah benar-benar terang, tuan besar Aditya berjalan menggunakan tongkat yang bener-bener bagus dan halus, dia berjalan dengan perlahan menuju ke halaman belakang di mana Alda sedang berlatih gerakan ringan.


"Alda di mana Tama, apa dia masih di dalam kamarnya? Aku kira dia sedang berlatih bersama kalian." Ucap tuan besar Aditya setelah sampai di halaman belakang.


Di sana terdapat ruang terbuka dengan rumput yang sangat tertata rapi! Udara pagi yang segar membuat orang betah berlama-lama di sini, memang selera keluarga Aditya cukup tinggi dalam hal dekorasi rumah.


Alda menoleh, lalu menyudahi latihan ringan hari ini.


"Entah, sepertinya dia sedang tidak bersemangat untuk berlatih!" Ucap Alda, setelah itu dia mengelap keringat menggunakan handuk yang sedikit hangat dan lembab.


Saat tuan besar Aditya mau berbicara lagi kepada Alda, dari dalam rumah wanita cantik menggunakan piama biru muda keluar dengan cepat langsung berucap.


"Selamat pagi semuanya, selamat pagi kakek Aditya!" Ucap wanita itu yang tidak lain adalah Cika Lims.


Dia belum mandi, namun aroma harum masih tercium samar dari tubuhnya! Apa lagi mereka semua adalah orang-orang yang memiliki penciuman yang tajam termasuk tuan besar Aditya.


"Eh di mana kakak Tama, apa dia belum bangun?" Ucap Cika Lims sedikit kaget.


Dia menatap Alda ingin mendapatkan jawaban segera, namun Alda yang di tatap seperti itu hanya mengangkat bahu tanda dia tidak tahu.


"Pergilah, bangunkan dia! Bilang kepadanya, suruh dia menemui ku secepatnya." Ucap tuan besar Aditya kepada Cika Lims.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Cika, tuan besar Aditya langsung berbalik dan pergi! Dia langsung pergi menuju tempat dia menghabiskan waktu sepanjang hari jika waktunya senggang.


"Baik Kakek..!" Jawab Cika Lims.


Alda tidak mempedulikan daram dari pasangan yang di jodohkan sejak kecil itu! Menurutnya Tama sedang tidak ingin berbicara dengan dia sementara karena semalam sudah di buat tidak bisa berkutik dan protes, sehingga Tama kali ini memilih diam dan bersembunyi.


Setelah tubuhnya bersih dari keringat karena tadi berlatih gerakan dadar yang sangat lama! Akhirnya Alda duduk dan menikmati teh hangat di halaman belakang.


Waktu berjalan dengan lambat.


Kini pagi hari sudah hampir menjelang siang, hingga akhirnya Tama keluar dengan Cika Lims yang sudah berdandan dengan sangat rapi.


Alda melihat itu mengerutkan keningnya, setelah itu dia langsung berkata.


"Apa kalian berdua akan kencan?" Ucapnya dengan senyum tipis, sambil melihat ponselnya itu.


"Jangan banyak bertanya, sebaliknya kalian bersiap karena kita akan membawa kalian melihat kota Westa ini." Jawab Tama, namun dia langsung duduk seperti tidak semangat.


"Baiklah, aku juga penasaran dengan kota Westa ini!" Jawab Alda, setelah itu dia langsung bangun dan menuju kamarnya.


Sehingga kota ini hampir sama dengan kota Katao! Namun ibu kota sekarang dulunya adalah kota besar ke 2 dan di kuasai oleh beberapa keluarga bangsawan.


Jadi kota Westa ini termasuk jajaran kota penting di negara Trukotan! Sehingga di lindungi oleh pasukan tentara negara yang besar.


Setelah lewat beberapa menit, Alda keluar! Dia mengenakan pakaian yang sangat sederhana, hanya dengan kemeja dan jas sederhana tanpa menggunakan dasi namun terlihat sangat pas dan cukup elegan.


Alda dan yang lainnya menunggu di halaman belakang, setelah cukup lama Hana dan Hani keluar dengan menggunakan gaun yang sangat indah! Gaun itu di siapkan oleh keluarga Aditya sehingga termasuk gaun mahal.


Gaun yang di gunakan kedua sangat pas di tubuh masing-masing, seperti di buat khusus buat mereka.


"Wah, kalian berdua sangat cantik!" Ucap Cika dengan senyum manis.


Dia langsung menghampiri Hana dan Hani, lalu dengan seenaknya langsung memutari Hana lalu beberapa kali! Setelah itu memutari Hani.


"Benar-benar sangat cantik!" Cika Lims kembali berucap.

__ADS_1


"Tidak, kamu yang lebih cantik nona Cika!" Ucap Hana.


"Jangan panggil nona, sepertinya kamu dan aku seumuran jadi panggil saja aku Cika!" Cika Lims langsung enggan di panggil nona karena menurutnya kedudukan Tama dan Alda itu sama.


Karena Cika Lims kira bahwa Hana itu adalah wanitanya Alda, sehingga dia tidak ingin di panggil nona.


"Baiklah, jika seperti itu aku panggil Cika aja." Ucap Hana dengan senyum ramah.


"Sudah siap semua akan, segera kita berangkat." Tama langsung memotong obrolan semuanya.


"Sudah...!" Yang menjawab adalah Cika.


Setelah itu semuanya langsung pergi ke parkiran kediaman keluarga Aditya! Setelahnya terdengar suara yang menggelegar dari tiga mobil sport, ketiganya langsung meraung seperti binatang buas yang kelaparan, melesat cepat di jalan raya depan kediaman keluarga Aditya.


Semuanya sudah pergi dari kediaman, di kejauhan ada beberapa pengawal keluarga Aditya langsung mengikuti mereka, itu karena perintah dari tuan besar Aditya! Namun mereka mengikuti dari jarak jauh tidak dekat seperti pengawal pada umumnya.


Alda, Hana dan Hani seperti memberi salam! Wellcome kota Westa.


Tidak butuh waktu lama hanya kisaran 25 menit berkendara, tiga mobol sport yang saling beriringan itu sudah memasuki kota Westa yang padat akan bangunan modern dan kuno lalu gedung-gedung tinggi pencakar langit terlihat oleh mereka semua.


Tiga mobil Ferrari sport yang mempunyai warna cerah langsung di perhatikan banyak orang! Meskipun di kota Westa banyak orang kaya, namun tetap saja banyak orang hidup dalam kalangan menengah ke bawah.


Sehingga tiga mobil Ferrari sport itu menjadi pandangan yang menyenangkan bagi mereka.


Hani yang ada di dalam mobil paling belakang terus memperhatikan ke sekeliling! Dia penasaran dengan kota Westa ini, karena dulunya kota ini adalah ibu kota kekaisaran! Sehingga banyak sejarah di dalamnya.


Mobil di depan adalah Tama dan Cika! Sedangkan Alda dengan Hana menyetir mobil yang sekarang beriringan di bagian tengah, itu juga karena saran dari Tama.


Sehingga Alda mengikuti saran itu dengan mudah! Alda yakin Tama masih belum menerima keputusannya sehingga melakukan ini semua.


Akhirnya, tiga mobil Ferrari sport itu masuk ke dalam parkiran hote yang besar! Hotel ini bernama Hotel Puncak.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2