
Chapter 270. KESAKSIAN HISKI READBULLD.
\=
Setelah di tegur pamannya, Hiski Readbulld langsung menenangkan diri! Akhirnya beberapa menit berlalu, hingga akhirnya kondisi Hiski Readbulld tenang.
Itu juga karena ahli medis yang di tempatkan di ruangan rawat inap yang di gunakan keluarga Readbulld sangat ahli, sehingga kondisi Hiski Readbulld langsung stabil dan cukup baik.
"Sekarang katakan kepada paman, apa yang sebenarnya terjadi di ruang 203!" Ucap Ahsan Readbulld dengan serius.
"Apa paman belum menemukan apa-apa di sana?" Ucap Hiski Readbulld dengan sedikit kejutan yang dalam di benaknya.
Jika keluarganya saja tidak mampu mencari kebenaran yang terjadi di balik masalah ini, lalu bagiamana dia yang ingin balas dendam kepada Alda dan terutama kepada Hana.
Karena Hana lah dia sangat trauma! Sehingga ingin sekali wanita iblis itu mati di tangannya apa pun yang terjadi.
Bahkan sekarang di hatinya langsung terobsesi, dia ingin menekan Hana di bawah tubuhnya! Ingin menyiksa Hana hingga wajah cantik Hana ketakutan saat melihat dia menyeringai kepadanya.
Namun sayang, itu semua hanya obsesi hatinya sekarang! Karah hanyalah seperti itu hal yang sangat tinggi, meskipun itu bagi tuan muda keluarga Readbulld.
Karena apa, Hana adalah mantan organisasi pembunuh bayaran internasional! Meskipun tidak ada perlindungan dari Alda, keluarga Readbulld masih akan sangat sulit untuk menekan Hana ke jalan buntu.
Apa lagi sekarang Hana adalah bagian dari Alda dan kelompoknya! Sehingga itu lebih mustahil lagi.
"Belum, makanya kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi!" Ucap Ahsan Readbulld kembali.
Setelah itu, Hiski Readbulld tersadar dari lamunannya dia sebelumnya! Dia mengerutkan keningnya dan mengingat-ingat apa yang telah terjadi pada malam itu.
"Malam itu kami bertemu dengan perwakilan dari Grup Brighton, dia bernama Alda dan Hana, setelah kami yakin akhirnya kakek mencoba menekan mereka! Namun yang tidak di duga mereka langsung menyerang kami semua...!" Ucap Hiski Readbulld sambil m mengingat-ingat kejadian malam itu.
Hiski Readbulld terus membuat kesaksian! Bahkan dia sedang melebih-lebihkan, kejadian saat malam itu cerita dia sampai dia tidak sadarkan diri karena di benturan ke meja kaca yang tebal di tengah ruangan 203 itu.
Hiski Readbulld terus menceritakan apa yang dia ketahui, namun hingga selesai dia bercerita Ahsan Readbulld masih belum paham.
"Bagiamana bisa, dua anak muda bisa mengalahkan delapan pengawal elit keluarga Readbulld?" Gumam Ahsan Readbulld tidak begitu percaya, namun dia melihat bahwa 8 pengawal elit itu langsung sakit bahkan sampai sekarang belum sadarkan diri, dari masa koma mereka di rumah sakit.
__ADS_1
Ahsan Readbulld terus berpikir, karena menurutnya ini janggal! Cerita Hiski Readbulld terputus, sedangkan dia ingin cerita lengkap.
Bahkan yang buat Ahsan Readbulld kecewa, Hiski Readbulld adalah orang yang pertama tidak sadarkan diri di ruangan 203! Sehingga kejadian yang lainnya terputus begitu saja.
"Paman tapi, kami di sana dengan pak Harto sedangkan dia tidak ada di ruangan ini maupun di ruang pengawal keluarga Readbulld di rawat, apa yang terjadi dengan pak Harto itu?" Hiski Readbulld akhirnya ingat.
Ada pak Harto yang ikut dengan mereka! Karena mereka sudah sangat yakin bahwa akan dapat merampok Alda di ruang 203, namun kejadiannya malah semakin parah.
"Pak Harto yang memegang bagian keuangan Grup Readbulld?" Tanya Ahsan Readbulld dengan tidak percaya.
Ternyata masih ada orang lain, namun dia tidak mendapatkan berita mengejutkan itu! Hingga akhirnya, Ahsan Readbulld menghubungi orang-orang milik.
Ahsan Readbulld mengeluarkan ponselnya dan menghubungi orang-orang yang telah dia tempatkan untuk melakukan tugas besar ini.
Tidak butuh waktu lama informasi yang di butuhkan Ahsan Readbulld di dapatkan dengan mudah.
Tanpa ada orang yang tahu, setelah kejadian besar itu! Pak Harto langsung mengundurkan diri dengan sepihak dari perkejaan dia, lalu entah ke mana dia menghilang dari kota Westa bersama semua keluarganya.
Baaammmm...!
Hiski Readbulld sedikit ketakutan dengan reaksi pamannya itu.
"Paman apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Hiski Readbulld ingin tahu.
"Kamu istirahat saja di sini dengan tenang! Ini urusan paman." Ucap Ahsan Readbulld, setelah itu dia bergegas pergi dari rumah sakit internasional kota Westa.
Hiski Readbulld tersenyum samar, melihat pamannya yang sudah begitu serius seperti sekarang! Pasti kedepannya akan ada hal-hal besar di kota Westa.
Hiski Readbulld bahkan langsung menghayal dia menginjak Hana dan Alda di bahwa kakinya, dengan kekuatan yang dia punya dia mengendalikan kedua orang itu sesuka hati.
*
Kini malam hari telah tiba di kota Westa.
Alda bersama Hana keluar berdua! Dia keluar seperti orang akan pergi bermain, menggunakan pakaian biasa.
__ADS_1
Namun kali ini, Alda keluar dengan megah dan sangat mencolok untuk memancing para master yang beberapa hari ini sudah memantaunya.
Meskipun mereka semua tidak memantau sampai ke kediaman keluarga Aditya, namun mereka sangat tahu bahwa Alda ada di sana, mereka semua bersembunyi di kegelapan untuk mencari kesempatan.
Yang mereka anggap kesempatan adalah sebuah jebakan yang di siapkan oleh Alda dan yang lainnya.
Alda dan Hana kembali keluar menggunakan mobil sport berwarna putih milik Tama, namun kali ini mereka berjalan cukup lambat meskipun jalanan kota Westa cukup sepi.
"Alda, apa kamu yakini rencana ini akan berjalan dengan baik?" Ucap Hana yang ada di dalam mobil itu bersama Alda.
"Sepertinya, namun aku belum yakin!" Jawab Alda sambil terus menyetir mobilnya.
"Cara menjebak seperti ini masih banyak celah, jika mereka sudah mengumpulkan semua informasi tentang kita! Bisa jadi mereka tidak akan keluar dari persembunyiannya." Ujar Hana, dia berucap seperti itu karena sudah terbiasa menjadi orang yang bersembunyi di kegelapan untuk membunuh.
"Hemm, lalu jika orang yang bersembunyi di kegelapan itu kamu, akan melakukan apa jika terget kamu keluar dengan cara terbuka seperti sekarang ini?" Alda juga penasaran, karena dia tidak pernah dalam posisi seperti ini.
"Jika orang itu bodoh, pasti akan terpancing dan segera menguntit targetnya! Lalu ada lagi orang yang pastinya langsung menguntit targetnya adalah orang yang yakin akan kekuatan yang mereka miliki." Ucap Hana langsung memberikan kesimpulan.
"Anggap saja mereka semua adalah orang-orang yang kamu bicarakan itu! Bahkan aku berharap orang itu yakin dengan kekuatan yang mereka miliki! Karena itu akan semakin mudah." Jawab Alda dengan senyum tipis.
Hana yang melihat itu hanya mengangguk mengerti dan ikut tersenyum.
Perkiraan Alda memang tepat! Karena mereka adalah para master yang hebat di negaranya, sehingga mereka sombong dan sangat percaya diri dengan kekuatan yang mereka miliki.
Sehingga setelah melacak keberadaan Alda, orang-orang itu langsung bergegas mengejarnya.
Tidak butuh waktu lama, setelah Alda masuk ke wilayah kota Westa yang padat! Dia langsung berbelok ke arah utara, arah menuju daerah perbukitan yang memiliki banyak pohon yang berderet.
"Riko, Dion apa kalian sudah di lokasi! Dalam waktu kurang dari 30 menit kita akan sampai ke hutan perbukitan utara kota Westa." Ucap Alda di dalam sambungan teleponnya.
"Baik, kami sudah ada di posisi yang di sepakati." Ucap Dion dengan tenang.
\=
\=
__ADS_1
...