
Chapter 280. KERUSUHAN.
\=
Malam hari ini di kota Westa seperti ada yang berbeda! Pinggiran kota yang bisa di katakan sebagai kota yang kumuh dan awalnya sedikit sepi, kini semakin mencekam.
Toko-toko yang tutup semuanya di coret-coret dengan kata-kata kasar! Namun hal yang paling mencolok adalah kata-kata yang baru di buat dengan sangat besar tertulis di sana.
'Kerusuhan'.
Kata-kata baru itu muncul pada sore hari tadi! Bahkan ada juga yang catnya masih basah di berbagai rolling door toko yang tutup.
Mereka bukannya mau tutup! Namun saat sore tadi, para gangster bahwa tanah sudah bermunculan dan mengancam siapa saja yang malam ini masih buka, toko mereka akan di bakar.
Sehingga para pelaku usaha kecil hanya bisa menunduk dan menutup sesuai apa yang para berandalan itu inginkan.
Sejak sore tadi, saat Tama menerima berita! Kerusuhan di beberapa tempat sudah terjadi, membuat kota Westa sedikit heboh.
Para keluarga besar kelas satu dan kelas 2 yang memiliki orang di area bawah tanah kota Westa langsung mendapatkan semua informasi terbaru.
Sehingga, mereka langsung mengadakan pertemuan! Termasuk keluarga Lims, juga mengadakan pertemuan darurat.
Mereka padahal sedang senang sebelumnya, karena Cika Lims generasi muda keluarga Lims mendapatkan kepercayaan penuh dari Grup Brighton, perusahaan pendatang yang sedang jadi topi pembicara para pengusaha kota Westa.
Namun baru juga merayakan sebentar, langsung mendapatkan berita kerusakan di beberapa tempat di pinggiran kota Westa! Membuat mereka keluarga Lims dan orang-orang berkuasa lainnya menjadi waspada.
Kediaman keluarga Lims.
Tepatnya di halaman belakang.
Tuan besar Lims, sedang duduk di kursi goyang! Di sampingnya ada Enan Lims sedang duduk dan sibuk dengan ponselnya.
Karena tuan besar Lims sudah cukup tua, dia sering menghabiskan di halaman belakang! Karena di sini banyak binatang satwa yang dia pelihara dan beberapa tanaman hias yang banyak jenisnya.
Apa lagi ada hutan buatan yang kecil, namun sangat sejuk! Padahal kediaman keluarga Lims ada di tengah kota, namun setelah masuk ke kediaman keluarga Lims apa lagi bagian belakang sangat sejuk dan adem, membuat orang betah di sini.
Apa lagi, banyak kicau burung yang menggema! Suara gemericik air mengalir seperti sungai kecil yang jernih, membuat lama-lama di sini sangat fresh.
"Ayah, sepertinya! Orang-orang antek milik keluarga Readbulld sengaja membuat ulah seperti ini." Ucap Enan Lims setelah menerima laporan lengkap dari orang milik keluarga Lims di area bawah tanah kota Westa.
__ADS_1
"Siapa yang mereka serang?" Ucap tuan besar Lims masih dengan ketenangan yang dalam di wajahnya.
Keluarga besar masing-masing memiliki antek di area bawah tanah! Hanya keluarga Aditya yang tidak memiliki, karena mereka memegang pejabat dan hukum di kota Westa.
Sehingga tidak memiliki hubungan dengan mafia dan para gangster kecil di kota Westa ini.
Tak terkecuali keluarga Lims! Mereka juga memilikinya, namun tidak sebesar keluarga Readbulld.
Namun yang paling parah, keluarga Readbulld bermain di dua sisi yang membuatnya berbahaya! Keluarga Readbulld bermain pejabat dan para mafia sehingga mereka merasa seperti berkuasa di kota Westa ini.
"Mereka tidak menargetkan salah satu dari keluarga besar! Hanya saja mereka memfokuskan keseluruhan kota pinggiran dan membuat kerusuhan, sepertinya keluarga Readbulld ingin mendorong pengusaha kecil ke jalan buntu." Jawab Enan Lims dengan serius.
"Hemm, ternyata keluarga Readbulld ingin mengacaukan ekonomi kota Westa dari para pengusaha kecil." Jawab tuan besar Lims.
Akhirnya, dia langsung menegakkan punggungnya! "Ambilkan ponsel ku." Ucap tuan besar Lims.
Akhirnya tuan besar Lims langsung mencari kontak yang tersimpan di ponselnya, hanya ada sedikit sekali kontak yang tercantum.
Hingga akhirnya, menemukan nama Praja Aditya! Orang itu adalah kakeknya Tama.
Tut..!
"Oh ternyata kamu Dekon, aku baik..!" Jawab orang di seberang sana, yang pastinya adalah Praja Aditya.
Tuan besar Lims bernama, Dekon Lims! Teman dekat dari Praja Aditya.
"Praja, apa kamu sudah menerima kabar dari orang-orang mu bahwa mafia bawah tanah kota Westa mulai berulah?" Ucap tuan besar Lims kembali.
"Ternyata bener, orang-orang ku masih mencari apa penyebabnya! Apa kamu tahu sesuatu?" Praja Lims sedikit ingin tahu.
"Itu orang-orang keluarga Readbulld! Sepertinya mereka sudah putus asa karena di dorong ke jalan buntu oleh Grup Brighton, sepertinya akan ada gejolak besar lagi di kota Westa ini." Jawab Dekon Lims.
Enen Lims, duduk dengan tenang! Dia mendengarkan ayahnya yang sedang berbincang dengan orang di seberang sana, dia tahu bahwa itu adalah tuan besar Aditya.
Sehingga dia yang sebagai junior, langsung diam membisu karena tidak ingin mengganggu percakapan penting! Karena ucapan dua orang yang bisa di bilang berkuasa ini bisa menimbulkan dampak yang besar bagi kota Mako.
"Keluarga Readbulld ya, mereka sepertinya sudah harus di turunkan dari keluarga kelas atas! Karena mereka sudah lupa daratan." Ucap Praja Aditya.
Deg..!
__ADS_1
Enen Lims yang mendengar itu, meskipun sangat kecil langsung terkejut! Karena siapa yang berani berbicara dengan entengnya bahwa keluarga kelas atas bisa di turunkan dengan mudah karena terlalu berkuasa dan merajalela dan lupa daratan.
"Hai, ucapan kamu terdengar sangat mengerikan! Ternyata kamu memang tidak pernah berubah, he-he-he.." Tanggapan Dekon Lims sangat santai dan malah terkekeh.
Dia sudah berteman sangat lama dengan Praja Aditya! Sehingga dia sangat tahu bagaimana sikap dan perilaku Praja Aditya itu, sehingga jika dia berkata seperti maka akan di lakukan.
Sehingga, Dekon Lims hanya menanggapi itu dengan tenang!
"Kota Westa tidak akan berubah dari jaman kekaisaran! Lalu mereka ingin merubahnya? Mereka pikir siapa." Praja Aditya masih bersikap serius.
"Ya, terserah kamu saja! Yang pasti keluarga Lims akan berada di samping keluarga Aditya jika kamu ingin bergerak." Jawab Dekon Lims, kini sudah mulai serius.
"Bagus, karena aku seperti mencium konspirasi dari orang-orang berkuasa di ibu kota! Namun entah apa, sepertinya mengorbankan salah satu keluarga kelas atas masih bisa di terima oleh masyarakat." Jawab Praja Aditya.
"Ha-ha-ha, aku akan menantikan kerusuhan itu!" Jawab Dekon Lims, lalu mereka berdua mengobrol sebentar dan akhirnya mengakhiri panggilan teleponnya.
"Ayah, apa situasi ini akan benar-benar gawat? Lalu apa yang harus keluarga Lims kita lakukan?" Enan Lims sedikit gugup.
Dia sangat berbeda dengan ayahnya, karena ayahnya bersikap selalu tenang dan kadang di selingi tawa dan gurauan.
"Tidak perlu mempersiapkan! Kita hanya perlu maju mengikuti perkembangan dengan fleksibel, karena jika dengan rencana kita tidak akan siap dengan perubahan mendadak." Dekon Lims masih sempat-sempatnya menasehati anaknya itu.
"Baik ayah.."
"Cukup awasi saja orang-orang keluarga Readbulld! Karena mereka akan membuat kota Westa ini sedikit meriah." Ucap Dekon kepada anaknya sebelum anaknya pergi dari halaman belakang.
"Baik ayah, aku akan melakukan dengan baik.." jawab Enan Lims langsung menghilang di belokan lorong.
"Grup Brighton sepertinya mempunyai pendukung kuat di belakangnya, tapi siapa mereka? Apa yang di maksud orang dari ibu kota adalah orang yang berada di balik Grup Brighton ini?" Dekon Lims langsung memikirkan ucapan Praja Aditya barusan.
Dia memang tenang, namun jika kerusuhan yang terjadi akan di luar kendalinya! Dekon Lims juga akan kewalahan juga kedepannya .
Akhirnya dia terus berpikir, apa yang harus dia persiapkan untuk menekan badai yang kapan saja bisa datang lalu menyerang keluarganya.
\=
\=
...
__ADS_1