
Chapter 148. TIDAK ADA KESEMPATAN KEDUA.
\=
Roland Jink langsung terjatuh, karena kekuatan kakinya tiba-tiba menghilang entah kemana.
Rasa sakit di wajah dan tangannya datang kembali, mungkin karena efek dari rasa takut yang mendalam! Sehingga saraf yang sedang terluka langsung bereaksi.
Baammm...!
Tama langsung menendang Mike Denim hingga orang itu terpental jauh ke belakang dan menabrak dinding ruangan.
Seketika Mike Denim langsung tidak sadarkan diri karena menerima benturan yang sangat keras di kepala dan dadanya! Bisa di lihat sebelum dia tidak sadarkan diri darah keluar dari sudut bibirnya.
Setelah itu, Tama menghampiri Roland Jink dengan cepat! Dengan tenaga yang tersisa Roland Jink langsung mundur sambil terus berteriak.
"Jangan mendekat, jangan mendekat! Aku adalah tuan muda keluarga Jink, kamu akan mati jika menyentuh ku!" Teriakkan Roland Jink menggema di seluruh ruangan kaisar.
Namun Tama tidak peduli dengan itu semua! Dia terus maju dengan langkah besar membuat jantung Roland Jink hampir melompat karena ketakutan.
"Paman Sem tolong aku...!" Roland Jink kembali berteriak.
"Kalian semua, serbu bajingan itu...!" Bentak Sem Broko terhadap puluhan orang yang di bawa sebelumnya.
Namun setelah teriakan itu, tidak ada dari mereka yang maju! Mungkin karena sudah takut terlebih dahulu, karena Mike Denim saja di hajar seperti pecundang di hadapan Tama sehingga mereka semua sudah ketakutan juga.
"Kalau kalian tidak maju, keluarga Jink akan menghukum kalian semua!" Sem Broko akhirnya hanya bisa mengancam mereka.
Woosss..!
Woosss..!
Akhirnya mereka dengan enggan dan putus asa langsung maju menyerbu Tama! Namun Alda menyongsong pergerakan rombongan itu.
Baammm..!
Plaakkk..!
Braakk..!
Tendangan dan pukulan Alda yang secepat kilat langsung membuat mereka terbang mundur! Mereka langsung terkapar di depan pintu masuk ruangan kaisar depan kondisi mengenaskan.
__ADS_1
Ada yang merintih kesakitan, ada juga yang dia tidak berkutik seperti sudah mati.
Hanya kurang dari satu menit puluhan orang yang maju itu di kalahkan oleh Alda! Sedangkan yang beberapa dari mereka berpura-pura mati dan tidak sadarkan diri meskipun hanya terkena terpaan angin pukulan Alda.
Alda tahu, namun dia tidak memperdulikan pengecut seperti itu, dia menengok ke arah Sem Broko.
"Kamu...!" Ucap Sem Broko terputus karena seketika Alsa langsung mencekik leher orang tua itu cukup kuat.
Sedangkan di sisi Tama.
Dia sudah di depan Roland Jink! Tatapan santai dia begitu menakutkan bagi Roland Jink.
Baammm...!
Buukk..! Kraakkk..!
"Cih, tulang lunak seperti ini bisa juga bermulut besar! Bahkan daging ini tidak sekuat daging babi." Rutuk Tama setelah menendang dan memukul Roland Jink beberapa kali.
Setelah itu dia langsung tidak berminat lagi memukul Roland Jink.
Sem Broko mencoba bernegosiasi lagi dengan Alda.
"Tuan Alda, berapa banyak kompensasi yang harus kami keluarkan agar kami di ampuni?" Ucap Sem Broko setelah cekikan Alda telah mengendur sedikit karena melihat Sem Broko tidak bisa bernafas lagi.
Baammm..!
Kreeek.. Kreeek..!
Setelah itu, dia langsung membanting Sem Broko ke lantai membuat tulang kaki dan beberapa tulang punggung dia patah! Sudah di pastikan bahwa dia akan menjadi orang tua yang akan hidup di kursi roda selama sisa hidupnya.
Alda bersikap kejam karena dia cukup marah karena terus di provokasi! Sedangkan dengan kompensasi kecil seperti saat itu dia tidak butuh, Alda bukan orang yang kekurangan uang sehingga dia langsung menolak tanpa berpikir panjang.
"Bocah kamu akan mati karena berani memprovokasi keluarga Jink seperti ini!" Ucap Sem Broko terengah-engah karena menahan rasa sakit.
Dia terus menggertak giginya, karena sakit di punggung pinggang dan kakinya begitu terasa di tulang tua yang dia miliki, apa lagi di sebrang sana anaknya terus merintih kesakitan.
Amarah Sem Broko tersulut, dengan gemetaran dia berusaha mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi tuan besar Jink.
"Tuan besar, saya dan taun muda Roland telah di lumpuhkan oleh Alda orang dari Grup Brighton." Ucap Sem Broko dengan susah payah.
"Kamu bodoh..!" Bentak orang di seberang sana.
__ADS_1
Terlihat bahwa orang di seberang sana sangat emosi, hingga langsung mematikan sambungan telponnya.
"Bocah, kamu akan mati! Tuan besar Jink pasti akan turun tangan, tunggu saja kematian yang kamu gali sendiri." Ucap Sem Broko dengan tatapan tajam.
Baammm..!
Alda langsung menendang kepala Sem Broko dengan keras, hingga orang itu langsung tidak sadarkan diri karena kepalanya membentuk lantai cukup keras.
Ayah dan anak dari keluarga Radcliffe hanya bisa tertegun! Mereka tidak menyangka anak-anak muda di hadapan mereka semua saat ini benar-benar gila.
Membantai orang-orang kuat hanya seperti membalikkan telapak tangan! Setelah itu Mananta Radcliffe menelan ludah dengan susah payah.
Dia bersyukur, bahwa anaknya bisa membuat orang-orang kuat ini bekerja sama dengan keluarga Radcliffe! Mananta Radcliffe terus memuji anaknya di benaknya saat ini karena tidak menarik musuh seperti Alda dan yang lainnya.
Lalu memikirkan kejayaan keluarga Radcliffe kedepannya, perasaan Mananta Radcliffe kembali tenang! Sedangkan Daniel Radcliffe hanya bisa tertegun, dia memang di awal hanya tertarik dengan Alda karena dia sangat berani melawan Reyes Dorman, namun dia tidak menyangka bahwa kekuatan Alda yang sebenarnya sangat mengerikan.
Jika saja Daniel Radcliffe tahu bahwa kekuatan yang di tunjukkan Alda saat ini hanya seperti setetes air dalam kolam, mungkin Daniel Radcliffe akan jantungan karena terlalu terkejut.
"Tuan Alda, mereka dari keluarga Jink! Saya pernah mendengar reputasi mereka sebagai salah satu keluarga besar di ibu kota! Bahkan saat itu yang menghalangi keluarga kita untuk melebarkan sayap bisnis ke ibu kota juga keluarga Jink, taun Alda harus hati-hati kedepannya!" Ucap Mananta Radcliffe setelah maju sedikit ke arah Alda berdiri.
Mananta Radcliffe mengingatkan seperti itu, hanya berniat baik karena mereka sedang dalam perahu yang sama untuk saat ini.
Begitu juga karena keluarga Jink memang benar-benar saat hebat! Bahkan keluarga Radcliffe mereka tidak bisa berkutik sama sekali untuk melawan keluarga Jink.
"Terimakasih atas sarannya! Tuan Radcliffe tenang saja, aku sudah tahu kekuatan mereka sampai di mana batasnya! Apa lagi kami memang berasal dari satu kota sebelumnya." Jawab Alda dengan tenang.
Ucapan Alda sangat lirih, sehingga hanya tuan Radcliffe saja yang bisa mendengar percakapan itu.
"Baiklah, jika tuan Alda memang sudah tahu tentang itu! Karena keluarga Jink ini benar-benar licik dan seperti memandang rendah hukum negara ini." Jawab Mananta Radcliffe dengan perihatin.
Sebenarnya dia ingin membalaskan kekesalan dulu! Karena ulah keluarga Jink ini investasi mereka hanya mendapatkan kerugian besar.
Saat itu juga, keluarga Jink mengangkat keluarga Dorman di kota Mako ini menjadi keluarga hebat, jadi tidak heran keluarga Dorman terus menekan keluarga Radcliffe sepanjang waktu! Karena perintah dari keluarga Jink.
Itulah kenapa keluarga Radcliffe terus bersaing dalam segala hal dengan keluarga Dorman sebelumnya.
Setelah itu, Mananta Radcliffe menyuruh keamanan Hotel Permata untuk membuang mereka di jalan pinggiran kota.
Dengan cepat, para petugas keamanan langsung mengerjakan perintah dari kepala keluarga Radcliffe itu! Ini juga saran dari Alda, karena Alda ingin memancing kemarahan keluarga Jink.
\=
__ADS_1
...