
Chapter 287. TIGA SAUDARA SEPERGURUAN TURUN GUNUNG.
\=
Suara keras deru mobil off-road langsung melaju menuju ke utara dari kota Westa! Di dalam mobil lima orang hanya diam, sedangkan Tama langsung mengaktifkan rada yang terpasang di mobile.
Setelah cukup lama berkendara akhirnya, Tama menghela nafas sedikit lega! Karena setelah keluar dari kediaman keluarga Aditya dan kini berada di pinggir kota Westa, belum ada yang mencurigakan.
"Aku tidak menyangka, mereka bertiga lebih memilih turun gunung sekarang! Seharusnya jika memilih turun gunung juga, lebih baik saat bersama kita saja waktu itu, jadi tidak membebani Riko dan mengurangi kekuatan tempur kita saat ini!" Keluh Tama.
Tiga saudara seperguruan turun gunung mendadak, karena tempat Riko berasal adalah kota terdekat dari pegunungan selatan, sehingga mereka turun ke kota Emerald dan mendatangi keluarga Riko.
Setelah Riko mendapatkan kabar tentang sekte tersembunyi bergerak, dia kembali mendapat kabar bahwa ada tiga saudara seperguruan yang datang ke rumah dan segera menyuruh Riko kembali karena ada banyak hal penting yang harus di sampaikan mereka.
Sebenarnya Alda dan yang lainnya juga di sarankan untuk pergi bersama Riko! Namun karena Alda memiliki rencana tersendiri, sehingga dia memilih hanya Riko yang kembali sendirian menggunakan pesawat.
Sedangkan dia menuju ke ibu kota menggunakan mobil yang sudah di rencanakan sebelumnya! Namun Tama malah menyalahkan saudara seperguruan yang turun gunung di saat tidak tepat.
"Mungkin ada alasan mereka mencari kita! Makanya setelah Riko mendapatkan informasi itu, kita bisa bicarakan kembali rencana kita." Jawab Alda menjawab keluhan Riko.
Tapi pikiran Alda berpikir lain! Dia mempunyai firasat bahwa turunnya tiga saudara seperguruan lainnya itu terkait pergerakan dari sekte tersembunyi.
Namun karena belum pasti, sehingga Alda tidak menyuarakan pemikirannya itu sekarang! Dia lebih memilih menunggu kabar terbaru dari Riko.
"Ya, aku rasa memegang ada alasannya!" Ucap Dion membenarkan ucapan Alda.
Hana menengok ke arah Alda, lalu dia bertanya dengan nada lirih.
"Alda sebenarnya kalian memiliki berapa teman, apa kekuatan kelima memang setara semua?" Hana sangat penasaran, karena jika tebakannya benar bahwa mereka masih ada beberapa lagi yang kehebatannya setara maka mereka adalah kelompok yang sangat mengerikan.
"Sebenarnya kami ada 9 orang dan ya kami semua bisa di bilang setara, hanya saja saat kita turun gunung dari perguruan terpencil kami hanya berempat, sedangkan lima lainnya memilih tinggal di perguruan! Namun entah kenapa tiga dari mereka malah memilih turun gunung sekarang." Ucap Alda menjedanya sebentar.
"Karena mereka hanya tahu kota asal Riko dan memang kota Emerald yang terdekat dari pegunungan selatan, sehingga mereka hanya bisa mencari Riko! Itulah kenapa Riko memilih kembali secepatnya." Lanjut Alda.
Mendengar ada 9 orang seperti mereka! Jantung Hana berdetak kencang, dia bernafas lega karena mereka akhirnya berteman dengan mereka semua, padahal dulu pernah bermusuhan.
Jika saja dulu mereka berhasil membunuh salah satu dari mereka, maka hanya kematian yang menunggu mereka kedepannya.
Begitu juga Hani, dia mendengar percakapan mereka dengan jelas! Akhirnya dia terkejut, jangankan 9 orang.
__ADS_1
Satu dari mereka saja sangat sulit di hadapi, apa lagi ada 9 orang! Hani langsung yakin, jika 9 orang ini membentuk organisasi pembunuh maka tidak akan ada terget yang lolos dari kematian.
Saat Alda dan Hana mengobrol, Dion sibuk menyetujui sedangkan Tama sibuk dengan tablet di tangannya.
*
Di kota Emerald.
Kediaman keluarga Setiadi.
Tiga anak muda sedang duduk di ruang tamu! Di sambut oleh kepala keluarga Setiadi dan tuan besar Setiadi.
Mereka adalah tiga saudara seperguruan Riko, setelah di perintahkan oleh gurunya turun gunung dan membantu dua orang lainnya yang menangani sekte tersembunyi yang bergerak.
Mereka bertiga malah kehilangan jejak, Ewin dan Keeno yang pergi tiga hari lebih cepat dari mereka! Hingga akhirnya hanya bisa mencari bantuan ke Alda, Riko dan yang lainnya namun tidak tahu harus mencari mereka kemana, hingga akhirnya sampai ke kediaman keluarga Riko.
Ketiganya adalah David, Xavi dan Yuon! Sedangkan di hadapan mereka saat ini, tuan besar Setiadi yang biasanya di tukan kini lebih menyambut saudara dari cucunya.
Apa lagi melihat aura mereka yang kuat, membuat keluarga Setiadi yang termasuk keluarga petarung tersenyum getir.
"Nak David, tunggu sebentar! Sepertinya Riko sedang dalam perjalanan pulang karena kami sudah menghubunginya." Ucap tuan besar Setiadi.
Karena dia sebelumnya berbicara dengan Riko di sambungan telepon katanya kota Westa ke kota Emerald butuh beberapa jam di tempuh menggunakan pesawat.
Sehingga dia sedikit terkejut jika Riko akan sebentar lagi sampai.
"Ya, itu hanya beberapa jam saja, bagiamana kelau kita pergi ke arena latihan milik keluarga Setiadi untuk menunggu kedatangan Riko." Ucap tuan besar Setiadi.
Sebenarnya tuan besar Setiadi menyarankan seperti itu agar mereka tidak terasa menunggu kedatangan Riko! Di tambah dia ingin David dan yang lainnya membimbing talenta muda keluarga Setiadi.
Karena semenjak kepergian Riko ke kota Mako saat itu! Pelatihan anak muda dari keluarga Setiadi sedikit menurun, sehingga tuan besar Setiadi ingin mengambil kesempatan ini dengan baik.
"Sepertinya menarik." Ucap Yuon dengan senyum tipis.
Matanya yang sipit kini malah terlihat lebih sipit lagi karena dia tersenyum tipis! Lalu jika seperti itu bagaimana jika senyum lebar dan tertawa, sepertinya mata dia akan terlihat seperti garis lurus saja.
Tapi ketenangan dan ke keanggunannya sangat terpancar jelas dari tubuhnya! Membuat orang yang melihat Yuon seakan langsung tahu bahwa dia adalah master kuat.
Karena Yuon sudah setuju, hingga akhirnya yang lainnya ikut ke arena latihan milik keluarga Setiadi.
__ADS_1
Tempat itu besar seperti aula pada umumnya, namun terdapat beberapa ring kecil untuk pertandingan! Namun yang paling mencolok adalah ring besar di tengah arena pelatihan.
Setelah melihat tuan besar Setiadi masuk dengan beberapa orang, Sinta yang memang sedang giat berlatih menengok ke arah mereka.
"Kakek, siapa orang-orang ini?" Ucap Sinta penasaran sambil mendatangi kakeknya dan saudara seperguruan lainnya dari perguruan terpencil.
"Mereka adalah saudara seperguruan Riko!" Jawab tuan besar Setiadi dengan senyum cerah.
"Cih, apa kakek percaya begitu saja dengan ucapan mereka? Jika mereka hanya menipu bagaimana?" Ujar Sinta yang kini sudah menatap tajam ke arah tiga pemuda di depannya.
Mata Sinta seperti akan menembus ke arah dalam dari isi kepala Yuon, David dan Xavi! Hingga akhirnya Sinta tersenyum miring.
"Jika kalian adalah saudara seperguruan dari kakak Riko, apa kamu mampu mengalahkan aku hanya dengan beberapa gerakan? Karena jika tidak bisa, bagaimana kalian bisa di sandingkan dengan kak Riko, yang lainnya." Ucap Sinta meremehkan.
Dia berucap seperti itu karena tidak percaya, meskipun dia merasa aura berbahaya dari Yuon yang menguar keluar saat dia meremehkannya.
Yuon sedikit tertegun, dia tahu Riko adalah orang yang tegas dan tanpa pandang bulu kepala lawannya! Namun menurutnya gadis kecil ini lebih dari Riko sikapnya.
"Kenapa apa kalian tidak berani?" Tantang Sinta kembali.
Akhirnya tiga orang itu saling pendang satu sama lainnya! Hingga akhirnya tatapan ketiganya jatuh ke tuan besar Setiadi karena tidak tahu harus bereaksi seperti.
Jika saja itu orang luar, bukan bagian keluarga dari Riko! Mungkin David maupun Xavi sudah menendang Sinta hingga lumpuh.
Tapi karena mereka datang ke sini secara baik-baik, hingga ketiganya tidak enak kepada tuan besar Setiadi.
"Turuti saja anak bandel itu, jika nantinya terbaring di tempat tidur tidak perlu merasa bersalah!" Jawab tuan besar Setiadi dengan sedikit canggung.
"Baiklah..!" Jawab David, dia tidak meminta persetujuan dari Yuon dan Xavi langsung maju tanpa pikir panjang.
Dia tanpa basa-basi lagi langsung naik ke ring besar di tengah-tengah arena pertarungan.
Sinta juga langsung tersenyum girang! Karena dia yakin dengan kekuatan miliknya sekarang, berkat latihan beberapa bulan ini dia menjadi lebih kuat! Sehingga langsung naik juga ke ring pertarungan.
\=
\=
...
__ADS_1