
Chapter 129. KELUARGA JINK.
\=
Setelah memutuskan panggilan tadi, Alda kembali menelpon kali ini dia menghubungi Jhonatan Brighton.
"Paman Jo, jangan sentuh dulu properti dan semua yang berhubungan dengan keluarga Dorman! Sedangkan untuk properti milik Gerry paman bebas melakukan apapun!" Ucap Alda setelah tersambung.
"Baik tuan Alda! Kami juga belum berani sebelum mendapatkan perintah dari tuan Alda." Ucap Jhonatan Brighton di sebrang sana.
Suaranya seperti terdengar sangat lelah, sepertinya memang belum istirahat sejak malam tadi.
"Baiklah, paman apa Dion berada di sana?" Alda langsung teringat Dion.
"Ya, dia ada di sini! Baru saja beristirahat karena sejak malam dan pagi ini sibuk." Jhonatan Brighton langsung memberitahukan bahwa Dion baru saja istirahat.
Karena dia takut Alda akan mengganggunya, dia terlihat sangat kasihan setelah pagi ini sibuk dan terus menangis namun entah itu tangisan bahagia apa duka.
Namun karena melihat Dion baik-baik saja setelah itu, paman Jo bisa bernafas lega tapi mendengar Alda bertanya Dion jadi dia ingin sedikit melindungi Dion agar tidak di ganggu dalam istirahat.
"Baiklah, aku hanya menanyakan dia saja! Karena setelah pulang dia langsung pergi begitu saja sehingga setelah siang menjelang namun belum ada kabar darinya membuat sedikit khawatir! Sebaiknya setelah ini paman Jo juga istirahat!" Jawab Alda mencoba menjelaskan apa maksudnya menanyakan keberadaan Dion.
Paman Jo mendengar ini hatinya bergetar, dia senang karena tuan muda Dion yang dulu di jaga dengan nyawanya kini memiliki teman yang sangat pengertian dan perhatian! Jika saja paman Jo tahu masih ada 8 lainnya yang akan siapa melindungi Dion jika terjadi sesuatu, paman Jo pasti akan menangis bahagia.
"Baik tuan Alda, saya mengerti!" Jawab paman Jo.
Setelah itu Alda memutuskan sambungan telponnya! Dia mendesah pelan.
Waktu berjalan dengan lambat, Alda terus berada di ruangan pribadi itu! Hingga akhirnya ada pemberitahuan bahwa informasi di komputer miliknya sudah masuk.
Dengan cepat, dia langsung melihatnya! Setelah melihat dengan lama dan membacanya dengan teliti akhirnya Alda mengerutkan keningnya.
"Sial ternyata, keluarga Dorma adalah antek dari keluarga Jink itu!" Gumam Alda.
__ADS_1
Tring...!
Notifikasi pesan dari Tama, bawah semua informasi yang bisa dia dapatkan hanya itu saja! Namun bagi Alda ini sangat banyak dan penting.
Alda ragu-ragu sejenak, karena kekuatan Keluarga Jink hanya berbeda satu level di bawah keluarga Button! Namun yang Alda tidak terima keluarga ini sudah lama berkolusi dengan keluarga Button cabang 2.
"Apa mereka juga ada hubungannya dengan perpecahan keluarga Button! Sial semakin rumit saja." Keluh Alda dia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
Sambil berpikir! Bagiamana caranya agar berusaha dengan keluarga Jink tidak menimbulkan kecurigaan dengan keluarga Button cabang ke 2, karena dia ingin memberikan tekanan mendadak setelah Grup Brighton besar.
Namun sialnya, baru saja muncul di permukaan! Sudah di hadapkan dengan raksasa dari ibu kota, apa lagi Keluarga Jink berkolusi erat dengan keluarga Button cabang 2 itu.
"Tidak masalah, jika benar-benar tercium oleh mereka maka aku tinggal minta bantuan pada kakek." Putus Alda di benaknya.
Akhirnya dia langsung membereskan informasi itu dan menyusun semuanya dengan rapih! Dia harus bersikap melawan raksasa bawah tanah keluarga Jink ibu kota.
*
Di hotel permata kota Mako.
Sehingga jika ada hal mendadak yang harus di urus bisa bergerak cepat! Itulah kenapa dia memilihnya.
"Tuan besar! Keluarga Luton sangat mengecewakan, bahkan dia tidak tahu sama sekali dengan kejadian besar ini!" Ucap Sem Broko di teleponnya.
"Memang Keluarga Luton tidak berguna! Pantas saja mereka tersingkirkan dari lingkaran keluarga Button, sampah." Ucap seorang tua di sebrang sana.
Dia adalah tuan besar Jink, orang hang sangat berkuasa di bisnis bawah tanah ibu kota, karena keluarga Bamtoro Button dari cabang 2 sama-sama berada di bidang yang sama sehingga mereka bekerja sama dengan jalinan yang mesra.
Karena keluarga Jink juga takut dengan kekuatan keluarga Button yang sesungguhnya! Sehingga dia memilih untuk bergandengan tangan.
Meskipun dia tahu bahwa keluarga Button cabang 2 tidak sehebat keluarga utama! Namun kekayaan keluarga Button cabang ini lebih melimpah sehingga ini keuntungan tersendiri.
"Bagiamana kelanjutan urusan ini, tuan besar?" Tanya Sem Broko.
__ADS_1
"Bagiamana, apa kamu masih bertanya urus seperti biasa!" Ucap tuan besar Jink.
Tanpa basa-basi lagi, dia langsung mematikan sambungan telpon itu! Sehingga membuat Sem Broko memejamkan matanya jantungnya hampir saja melompat keluar.
Padahal hanya lewat sambungan telepon, namun rasa takut dari Sem Broko nyata! Karena dia tahu bagaimana kekejaman dari tuan besarnya itu.
Dia sudah menemani tuan besar Jink sejak masih muda! Dia mendominasi kasar dan brutal, namun ada yang bisa membuat dia mundur perlahan.
Itu adalah keluarga Button! Namun setelah sama-sama tua dan berkuasa, tuan besar Jink lebih hati-hati meskipun keberanian sekarang lebih besar karena keluarga Button sudah terpecah belah.
"Harus ku mulai dari mana mengurus masalah ini?" Gumam Sem Broko sambil berpikir keras.
Dia ingin menggunakan kekuatan mutlak dari area bawah tanah seperti yang biasa dia lakukan di ibu kota, namun ini kota Mako! Bahkan dia sudah sedikit dengar kekuatan tiran dari kelompok kalajengking merah sudah di gilas habis oleh kekuatan misterius.
Sehingga jika menggunakan ini sangat beresiko! Akhirnya hanya bisa menggunakan cara bisnis.
Dia melihat ponselnya kembali, lalu menghubungi keluarga Luton.
"Tuan Luton, bantu aku untuk bertemu dengan pimpinan Grup Brighton!" Ucap Sem Broko setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Tuan Broko, sepertinya ini akan sangat sulit! Mungkin jika permintaan ini di ajukan sebelumnya, masih bisa di jalankan namun sekarang sepertinya keluarga Luton sudah tidak memiliki kualifikasi." Jawab Rendy Luton dengan nada yang sangat menyesal.
Sem Broko hanya bisa menahan amarahnya, meskipun dia sudah melakukan sejauh ini namum keluarga Luton tidak membantunya sedikit pun.
"Apa begitu berat, padahal itu hanya Grup baru berdiri tidak lama ini bahkan bisa di bilang kecil! Apa masih tidak bisa?" Ucap Sem Broko sedikit tinggi dalam nada suaranya.
"Tuan Broko, keluarga Luton ku, dulunya hanya setara dengan Grup Champion Ship bahkan mungkin lebih buruk! Di bandingkan dengan Grup Dorman juga kalah dalam hal kekayaan, namun sekarang dua Grup besar itu berada di bawah kekuasaan Grup Brighton bagian keluarga Luton ini bisa di sebut di depan mereka!" Rendy Luton menjelaskan apa yang dia pikirkan.
"Huff, hanya untuk bertemu saja sangat merepotkan!" Keluh Sem Broko, akhirnya dia hanya bisa menyerah dan basa-basi dengan sedikit ancaman keluarga Jink.
Mendengar ancaman itu, Rendy Luton hanya bisa mencibir di benaknya dan tidak berani terus terang.
"Sial, apa begitu sulit?" Ucap Sem Broko menggenggam ponselnya dengan erat, wajahnya sudah begitu emosi.
__ADS_1
\=
...