Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
232. TAMA YANG MENDOMINASI


__ADS_3

Chapter 232. TAMA YANG MENDOMINASI


\=


Hani dan Tama kini keduanya sampai di sebuah area yang luas, namun hanya ada beberapa bangunan saja! Sedangkan ada salah satu dari beberapa bangunan itu yang sangat besar dan memancarkan cahaya terang di beberapa ruangannya.


Tama menatap lurus ke arah bangunan yang memiliki cahaya! Sedangkan Hani menatap ke segala arah untuk memastikan bahwa di sekitar mereka sudah aman.


Keduanya kini masih bersembunyi untuk memastikan bahwa di dalam bangunan besar itu tidak memiliki penembak jitu.


Mata Hani memeriksa dengan sangat cermat, setelah memastikan benar-benar aman Hani juga ikut menatap lurus ke bangunan yang di tatap oleh Tama tadi.


"Sepertinya mereka benar-benar di dalam sana!" Ucap Tama tanpa menoleh ke arah Hani namun masih menatap lurus ke arah bangunan yang memiliki cahaya itu.


"Ya aku rasa juga seperti itu!" Jawab Hani.


"Ayo kita periksa! Tangan ku sudah gatal." Ajak Tama, lalu langsung keluar dari persembunyian! Keduanya melangkah dengan hati-hati dan terus waspada.


Meskipun sudah memastikan aman, tetap mereka berhati-hati takut ada orang yang tidak mereka ketahui sedang bersembunyi dan menyerang mereka mendadak.


*


Sedangkan di dalam bangunan besar itu! Max, Josep dan Baron sedang berdiskusi kembali setelah telfon anak buah Baron di angkat oleh orang lain.


"Max apa kamu yakini bahwa orang-orang itu benar-benar bisa menemukan tempat ini dengan cepat?" Ucap Baron yang kini sedikit tegang.


Baron tegang karena dia sendiri yang menerima telepon dari Tama! Apa lagi dia sedikit terintimidasi oleh suara Tama yang sedikit berat dan terdengar marah.


"Aku sebenarnya tidak terlalu percaya, seberapa banyak mereka? Sedangkan anak buah kita sangat banyak." Ucap Baron sedikit berpikir.


"Jangan khawatir, aku belum menerima kabar dari para pengintai yang di perbatasan." Ucap Josep dengan percaya diri.


Namun yang sebenarnya orang-orang yang di harapkan Josep untuk mengirimkan kabar itu sudah di habisi oleh Alda dan Hana! Sehingga mereka sebelum sibuk melawan Alda dan Hana, mereka juga tidak melaporkan kepada Josep karena mereka dari awal sudah meremehkan Alda dan Hana yang hanya ber dua saja.


Sehingga orang-orang yang berjaga dan berpatroli di perbatasan kota tua sudah di bikin tepar oleh keduanya.


"Ya bener, apa kata Josep! Kita harus tetap tenang, apa kamu tidak tahu kita sudah menghadapi orang-orang kota Westa dari puluhan tahun lalu, bahkan sudah sering mengahadapi departemen keamanan publik kota Westa, kenapa kamu begitu takut hanya di telpon oleh orang yang sok seperti itu?" Ucap Mex.


Dia di awal sebenarnya sedikit gelisah! Seperti Baron, namun setelah di yakini oleh Josep, Baron langsung merasa lebih tenang.


Akhirnya hanya minum anggur yang sudah ada di sana kembali.


Beberapa menit berlalu! Akhirnya Josep tersenyum miring.

__ADS_1


"Lihat, sudah selama ini orang-orang kita tidak memberikan kabar kepada kita! Berarti kondisi ini masih dalam kategori aman." Ucap Josep.


Josep begitu sombong, karena dia sudah sering berpesan! Jika ada lawan yang berat bagi mereka, maka mereka harus memberi tahukan itu kepada Josep dan yang lainnya.


Namun jika orang itu mudah di hadapi! Maka tidak perlu melapor, itu hanya buang-buang waktu bagi mereka.


Namun saat sedang memikirkan itu semua! Dari arah pintu yang ada di ruangan itu langsung terdengar suara keras.


Baaammmm...!


Pintu besar itu langsung hancur dan terbang ke arah tengah ruangan! Bahkan hampir mengenai meja yang ada di depan ketiganya yang sedang menikmati minuman masing-masing.


"Bedebah, siapa kalian?" Bentak Josep langsung marah.


Di awalnya Josep sangat tenang! Namun setelah melihat ada dua orang yang mendobrak pintu tempat mereka berkumpul langsung emosi.


Josep berdiri dengan seketika! Saat melihat pintu yang hampir terbelah dua itu terbang ke arah mereka, ketiganya langsung berdiri dan siap menghindari karena mereka juga sudah belajar beladiri sejak masih muda.


Kenapa ketiganya bisa menjadi bos dari para berandalan jalanan! Karena ketiganya memang memiliki kekuatan itu untuk mendominasi mereka semua.


Namun saat melihat orang yang menerobos masuk adalah dua orang yang masih muda! Apa lagi salah satu dari keduanya adalah perempuan.


"Wah-wah, ternyata kalian benar-benar orang yang menjengkelkan!" Ucap Tama, dia sudah mengepalkan tangannya erat-erat.


Sehingga keduanya masuk ke ruangan ini dengan sangat mudah! Karena Hani mendapatkan persetujuan dari Tama untuk membunuh dua orang itu agar jalan mereka mulus.


Tama melakukan itu karena emosi dia sudah sampai di ubun-ubun! Hingga sampai sekarang saja di menggunakan kekuatan besar untuk menendang pintu yang terkunci dari dalam itu.


"Sial, kamu adalah orang yang tadi menjawab telpon dari ponsel anak buah ku!" Ucap Baron dengan tatapan sedikit terkejut.


Dia tahu anak buahnya berjaga di daerah mana, sehingga setelah tahu Tama sampai begitu cepat ke tempat ini! Dia sangat terkejut.


"Oh ternyata kamu yang mengancam ku sebelumnya?" Ucap Tama.


Tap..!


Woooss..!


Tama melangkah dengan sangat cepat ke hadapan Baron! Hanya dalam satu tarian nafas jarak 8 meter sudah di tempuh hanya dalam beberapa langkah saja.


Baron yang di serang mendadak belum siap, sehingga dia mundur hanya dengan mengandalkan refleks dari otaknya yang terkejut.


Baaammmm..!

__ADS_1


Tama yang melompat sambil mengayunkan tinjunya langsung menghantam Baron dengan keras.


Braakk....


Baron terpental hingga sofa besar yang di duduki sebelum langsung ikut terjungkal ke belakang karena terdorong oleh tubuh Baron Yeng terpental akibat serangan Tama.


Josep dan Max hanya terbengong, keduanya merasa ketrampilan beladiri mereka seperti tidak berguna di hadapan Tama, hingga tidak bisa bergerak! Keduanya tidak bisa melihat gerakan dari serangan Tama sama sekali.


Namun sebelum keduanya tersadar, Tama langsung menendang keduanya satu persatu dengan gerakan begitu cepat! Dengan gerakan satu putaran penuh Tama menendang keduanya hingga sama-sama terpental jauh ke belakang, Josep yang di serang terakhir oleh Tama.


Baammm..!


Baammm..!


Namun yang paling mengerikan! Josep malah terdorong ke belakang hingga menabrak dinding di belakangnya, karena di tendang dengan tendangan telak di atas perutnya.


Buukkk..!


"Uhuk...!"


Setelah rubuh Josep menabrak dinding, Josep langsung memuntahkan darah seger!.


"Aku adalah orang yang tadi kalian ancaman!" Ucap Tama setelah memukul ketiganya hingga ketiganya terkapar.


Di antara ketiganya yang paling parah adalah Josep! Dia merasa perutnya seperti hancur lebur, karena dia merasa saat di tendang oleh Tama seperti tertabrak truk besar.


Mata Josep langsung meredup! Bahkan ingin rasanya tangan dia menelusup ke balik bajunya karena di sana dia menyimpan senjata yang selalu dia andalkan ketika dia terdesak, namun tangannya bergetar tidak bisa di gerakan sesuai keinginan dia.


Sedangkan Baron merasa lehernya patah! Dia di tepis oleh kaki Tama dan kepalanya seperti berputar, untung saja leher dia tidak patah karena dia juga orang yang bisa di bilang ahli dalam gerakan beladiri.


Ketiganya menatap Tama ketakutan! Karena melihat Tama yang mendominasi pertempuran saat ini. Mental ketiganya langsung runtuh karena di serang oleh Tama dengan brutal dan hanya dengan satu gerakan saja namun mereka sudah tumbang semua.


\=


\=


Maaf banget cuma bisa update 1 bab, dan kemarin dua hari tidak update.🙏


Karena lagi ada acara mendadak.


Sekali lagi maaf 🙏🙏.


....

__ADS_1


__ADS_2