
Chapter 082. MENGOREK INFORMASI.
\=
Itulah alasan kenapa dia sangat khawatir saat Luna tidak ingin ikut ke ruang pribadi yang dia pesan, karena acara makan malam ini hanya untuk mengorek informasi dari mulut Luna.
Jadi dari pada dia gagal, lebih baik dia berkompromi mengajak Dion dan Alda! Sehingga dia dan Tino langsung memasang wajah tidak suka.
Di tambah Alda dan Dion seperti orang dari kalangan ekonomi lemah, sehingga jejak penghinaan lebih jelas.
"Kenapa kamu begitu gugup, tenang saja lah!" Wida meras tidak salah sama sekali.
Sedangkan teman satunya masih memandangi Alda dan Dion, dia seperti tidak sudi berbicara dengan Dion dan Alda karena menurut dia tidak penting.
Dia adalah Flon, teman baik Wida! Sehingga dia bisa dekat dengan Luna karena Wida.
Jika saja Flon tau, bahwa bos sebenarnya dari Grup Brighton adalah Alda dia akan langsung menjilat Alda dan Dion! Karena sekarang bos dia yang sebenarnya adalah Alda.
Itu karena perusahaan tempat dia bekerja saat ini sudah di akuisisi oleh Grup Brighton.
Luna tidak menjawab, melainkan dia langsung menenangkan pikirannya dan sesekali mencuci pandang kepada Dion.
Bara yang ingin cepat-cepat melakukan aksinya, dia terbatuk terlebih dahulu!.
"Ehm, Luna! Aku tidak menyangka dengan berita yang beredar luas itu?" Ucap Bara seperti sedikit canggung.
Dia sudah bertanya kepada Wida, namun karena posisi Wida begitu rendah sehingga dia tidak tahu apa-apa.
"Berita apa maksudnya?" Tanya Luna karena ingin menghilangkan rasa canggung sebelumnya.
"Berita apa lagi kalau bukan Grup Brighton, dengar-dengar perusahaan yang kamu dan Wida bekerja saat itu dalam keadaan pailit, namun setelah di akuisisi oleh Grup Brighton saham perusahaan itu langsung kembali bangkit." Tanya Bara kembali pada Luna.
"Oh, soal itu! Grup Brighton langsung menutupi rantai model yang terputus! Sehingga kita bisa bangkit." Jawab Luna mencoba menjelaskan.
__ADS_1
Lagian itu hanya pengetahuan umum, sehingga dia tidak menyembunyikan hal seperti itu! Mendengar percakapan mereka menyinggung Grup Brighton, Alda dan Dion langsung penasaran.
"Apa kamu tahu perusahaan Grup Brighton itu berasal dari mana?" Bara sudah mulai mengorek informasi yang ingin dia dapatkan.
"Entah lah, menurut direktur utama! Perusahaan Grup Brighton itu milik orang lokal kota Mako, namun entah itu benar apa tidak beluk di pastikan." Luna masih menjawab apa yang dia tahu.
Mendengar pertanyaannya terus di jawab dengan memuaskan, dia langsung bersemangat.
"Siapa direktur utama Grup Brighton itu?" Bara ingin sekali mendapatkan jawaban ini.
"Waktu aku bertemu dengan direktur utama Grup Brighton, kalau tidak salah bernama Jhonatan Brighton! Ya itu namanya." Jawab Luna seperti tidak tahu bahwa dia sedang di gali infomasinya.
"Apa kamu yakin?" Tanya Bara ingin memastikan dengan benar.
Namun sebelum Luna menjawab, pelayan restoran hot pot membawa troli masuk ke ruangan pribadi untuk menyajikan semua bahan makanan.
Daging seger yang sudah di iris tipis langsung terusan rapi di atas meja, ada juga berbagai macam hasil laut! Seperti udang, kerang dan ikan jenis bermacam-macam ada, semuanya sudah di bersihkan tinggal langsung di masak ke dalam kuah panas yang sudah di siapkan.
Pembicaraan mereka terhenti, karena ada banyak pelayanan yang masuk membawa bahan makanan di sana.
"Luna apa kamu yakin?" Bara bertanya kembali ingin memastikan.
Dion dan Alda yang duduk di samping Luna terus memperhatikan percakapan mereka, namun keduanya tidak menyela maupun ikut campur! Mereka berdua kini terlihat sibuk meracik makanan yang ada di hadapannya.
"Ya, aku yakin! Karena aku tidak sebodoh itu untuk melupakan siapa bos kami!" Ucap Luna sedikit tidak senang, dia merasa bahwa dia sedang di interogasi namun seperti tidak di percaya.
"Baiklah, seperti apa orang yang bernama Jhonatan Brighton itu?" Tanya Bara kembali, dia seperti ingin cepat dapat informasi sehingga tidak membuang banyak waktu.
"Sulit untuk di deskripsikan jika wajahnya seperti apa! Yang intinya dia adalah orang paruh baya yang terlihat luar biasa!" Jawab Luna.
Lalu dia juga mulai mengambil beberapa daging tipis dan memasukkan kedalam kuah panas yang ada di sana.
Melihat Luna seperti tidak ingin di interogasi lagi, Bara akhirnya mengalah! Agar rencana dia tidak terbongkar, namun dia tidak tahu bahwa Alda dan Dion sudah tahu bahwa dia ingin mengorek informasi.
__ADS_1
Meskipun paman Jo tersebar ke seluruh penjuru negeri, Alda tidak takut! Karena dia memang di siapkan untuk wajah dengan sebuah perusahaan, dengan keyakinan dirinya Alda mempercayai paman Jo untuk beraksi.
Sejauh ini pekerjaan paman Jo dan Rizal sangat memuaskan, bahkan menimbulkan sensasional di kota Mako! Membuat Alda sedikit kagum dengan pergerakan paman Jo ini.
"Dion ini sangat enak, coba lah!" Ucap Luna sambil memberikan daging sapi yang sudah dia siapkan cukup lama ke dalam mangkuk milik Dion!.
Perlakuan seperti ini belum pernah di lihat oleh Wida dan Flon selama mereka kenal di perusahaan 5 tahun lalu.
Ini membuat minat keduanya terusik, dia penasaran dengan Dion sekarang! Karena bagaimana Dewi di kantornya tempat bekerja tertarik dengan seorang biasa yang hanya bilang bahwa dia menganggur.
Bara dan Tino juga memandang itu, namun mereka tidak terlalu intens! Karena tujuan dia adalah melakukan misi mencari info tentang perusahaan Grup Brighton.
Dia dekat dengan Wida saja, karena ingin mencicipi wanita yang terlihat liar itu lagi pula dia sambil menjalankan rencananya! Begitu juga Tino, dia dekat dengan Flon karena sering pergi bersama Bara sehingga dia akhirnya menjalani hubungan dengan Flon hanya kesenangan sementara.
Bagiamana bisa, seorang yang ada di posisi manager Grup Champion Ship bergaul dengan wanita sembarangan untuk hal serius! Itu hanya omong kosong.
Keduanya mendekati eksekutif perusahaan itu untuk mengetahui dalamnya seperti apa, hingga dari keduanya perusahaan itu berhasil di tekan hingga dalam keadaan pailit dan hampir bangkrut.
Wida tertantang dengan kemesraan Dion dan Luna! Sehingga dia melakukan hal sedikit sama terhadap Bara, dia adalah tipe wanita yang tidak ingin kalah.
Jika saja kecantikan dia dan keanggunan dia bisa mengalahkan Luna maka akan dia lakukan! Namun sayangnya sudah di coba beberapa kali tidak berhasil, akhirnya dia menyerah.
Namun Bara tidak begitu menghiraukan Wida, dia malah menghadap ke arah Luna.
"Luna, berapa persen pastinya perusahaan tempat kamu bekerja menjual saham mayoritasnya kepada Grup Brighton?" Tanya Bara sambil makan sesekali memandang ke arah Luna seperti pertanyaan acuh tak acuh.
"Apa itu hal yang perlu kalian tahu?" Tanya Luna sudah enggan menjawab.
"Itu 70 %, sehingga semua keputusan sudah berada di tangan Grup Brighton!" Jawab Wida.
Luna terkejut, dia tidak percaya bahwa Wida akan memberi tahu keadaan seperti ini.
\=
__ADS_1
...