
Chapter 240. ALDA DI TEMUKAN.
\=
Dion mempersiapkan semuanya di markas baru kelompok Beruang Hitam, akhirnya orang-orang yang di butuhkan telah pergi dengan membawa tugas masing-masing.
Ada yang pergi untuk memeriksa semua cctv kota Mako, ada juga yang menelusuri kota-kota ramai! Karena jika mereka menelusuri kota sepi maka tingkat bahayanya semakin tinggi, sehingga mereka hanya menelusuri kota ramai.
Di tambah mereka hanya patroli di mobil saja ini juga untuk mengecoh para master luar negeri hang suda cukup berpengalaman tentang dunia bawah tanah.
Sehingga Dion membuat ini senatural mungkin bahwa mereka sedang waspada dan menjaga tempat-tempat tertentu! Padahal hal sebenarnya Dion dan Tama akan mulai memburu mereka yang menampakkan diri.
Malam mulai datang di kota Mako, suasana senyap di rasakan oleh beberapa orang dari kelompok Beruang Hitam yang bertugas! Namun kebanyakan mereka masih berkumpul di markas baru, ini juga untuk menjaga agar mereka tidak di bunuh kembali seperti malam-malam sebelumnya.
Dion yakin, para master kuat luar negeri tidak akan berani datang langsung ke markas! Meskipun mereka hebat namun untuk melawan petarung jalanan yang ganas dengan jumlah ratusan banyak, mereka juga akan berpikir dua kali.
Malam semakin larut.
Dion dan Riko sekarang berada di mobil sedan hitam! Dion menggunakan mobil kecil seperti itu agar bisa bergerak lincah saat di butuhkan dengan mendadak.
"Apa belum ada kabar dari orang-orang mu?" Ucap Riko sambil mengelap belati kecil di tangannya sekarang.
"Belum, sepertinya mereka belum beraksi! Atau mungkin penyamaran mereka sangat tinggi sehingga orang-orang ku sulit untuk membedakan dengan rakyat biasa." Ucap Dion namun dia masih terus melihat ponselnya.
Dia terus melihat ponsel karena di sana ada beberapa penanda titik merah! Yang tidak lain adalah bawahan dia yang sedang bertugas.
Dia tidak ingin bawahnya jauh dari pengawasan dia dan Riko! Karena jika jauh maka akan sangat sulit datang tepat waktu.
Riko menggunakan mereka sebenarnya hanya untuk memancing para master yang bersembunyi di kota Mako keluar.
"Baiklah kita tunggu mereka!" Jawab Riko.
Sebenarnya dia adalah orang yang paling tidak bisa menunggu! Namun karena orang-orang itu bersembunyi di kegelapan, sehingga tidak ada pilihan lain hanya bisa menunggu mereka keluar.
__ADS_1
*
Di sisi lain.
Wilayah utama ibu kota negara, tepatnya di kediaman keluarga Button cabang 2.
Ada seorang yang cukup muda lari dengan cepat, dia masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Bramantyo Button.
"Tuan muda dia sudah di temukan! Alda sudah di temukan." Ucap pemuda yang masuk kamar itu dengan wajah berseri-seri.
Pemuda itu sekarang adalah orang kepercayaan Bramantyo Button, setelah Bramantyo Button lumpuh dan sakit dia selalu mengandalkan orang kepercayaannya ini.
Bramantyo Button yang sedang tiduran di ranjang langsung bangun setelah mendengar berita bahwa Alda sudah di temukan.
"Di mana si bajingan itu berada, cepat katakan!" Ucap Bramantyo Button dengan sangat semangat.
Karena dia sudah menyiapkan cukup banyak master yang dia sewa dari laur negeri dengan biaya sangat mahal, namun kekurangan dari rencananya ialah dia kehilangan jejak Alda setelah beberapa waktu berselang.
"Sabar tuan muda! Akan aku tunjukkan sehingga Alda langsung percaya." Ucap pemuda itu dengan semangat.
Lalu dengan cepat dia mengeluarkan ponselnya dan mengusap layar ponsel itu! Tidak lama setelahnya, muncul wajah Alda dalam video di ponsel itu yang sedang menawar harga di dalam pelelangan.
"Katakan saja di mana pelelangan itu di selenggarakan, aku sudah melihat dia dan benar itu adalah Alda." Ucap Bramantyo Button semakin tidak sabar.
Karena sudah melihat Alda, sehingga dia otomatis langsung percaya bahwa orang kepercayaannya ini tidak membohongi dirinya saat mengetakan tadi dia suda menemukan keberadaan Alda.
"Pelelangan ini di adalah di kota Westa! Di hotel Puncak kota Westa, mereka sedang mengadakan pelelangan tanah yang akan di bangun distrik baru kota Westa." Ucap pemuda kepercayaan Bramantyo Button dengan sangat rinci.
"Bagus, langsung perintahkan kepada para master itu! Segera kepung Alda di kota Westa, katakan kepada mereka semua siapa saja yang bisa membawa Alda ke kota Katao ini! Akan mendapatkan bayaran 10 kali lipat." Bramantyo Button langsung mengungkapkan keinginan dia dengan cepat.
Kenapa Bramantyo Button tidak mau langsung membunuh Alda, dia ingin menyiksanya agar Alda merasakan penderitaan yang dia rasakan sekarang.
Video yang di dapatkan oleh orang kepercayaan Bramantyo Button adalah vido yang di ambil oleh orang saat pelelangan berlangganan di kota Westa, meskipun hanya terlihat dari tampak samping dan belakang namun Bramantyo Button sangat mengenali Alda.
__ADS_1
Karena keduanya memang dulu pernah tumbuh bersama di ibu kota dan di bawah naungan keluarga Button! Sehingga wajar Bramantyo Button mengenal Alda sejak mama, apa lagi dengan ambisinya dahulu dan dendamnya sekarang.
Bramantyo Button makin mengingat Alda di benaknya dengan cara dalam-dalam!.
Mendapatkan berita itu cukup sulit bagi orang kepercayaan Bramantyo Button! Karena berita ini hanya beredar di kalangan tertentu dan tidak menampakkan fisual gambar, karena meskipun pelelangan ini umum namun untuk mengambil vido secara legal tidak di perbolehkan.
"Tuan muda apa ini akan efektif, mereka adalah orang-orang yang sangat sombong! Sehingga akan sedikit sulit untuk menggerakkan mereka." Ucap pemuda itu lagi.
"Tutup mulutmu, apa kamu yang berhak memutuskan di sini? Segera laksanakan tugas kamu itu." Bentak Bramantyo Button.
Bramantyo Button marah kepada orang kepercayaan itu karena dia sedang menghayal bahwa Alda sebentar lagi akan di tangkap dan jatuh ke genggamannya, namun belum juga sampai ke tahap yang dia inginkan.
Malahan orang kepercayaan itu menyela keputusan dia, sehingga langsung marah dengan seketika.
Sekarang wajah Bramantyo Button sangat merah padam bahkan bisa di bilang mengelap wajahnya! Tanda dia sedang dalam amarah besar.
Setelah melihat reaksi tuan mudanya, pemdua itu langsung tertegun dan menundukkan kepalanya.
"Baik akan aku lakukan dengan cepat!" Jawabannya lalu langsung bergegas keluar untuk melakukan tugas yang di berikan oleh Bramantyo Button kepadanya.
"Huuufffff...! Sial jaman sekarang, banyak anjing yang melawan majikannya." Keluh Bramantyo Button sambil menghembuskan nafas panjang.
Setelah itu dia kembali mengingat di mana Alda berada, lalu mengepakkan tangannya dengan erat.
"Alda, sebentar lagi kamu akan melihat neraka di dunia ini! Inilah akibatnya jika kamu berani bertindak kejam dengan setengah-setengah kepada ku." Gumam Bramantyo Button lalu dia tersenyum miring.
Seketika, wajah benar-benar terlihat menakutkan! Aura kejam dalam tubuhnya langsung tumbuh meskipun dia telah cacat, namun aura pemimpin yang kejam masih terpancar dari tubuhnya.
\=
\=
...
__ADS_1