Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
223 PERANG HARGA


__ADS_3

Chapter 223. PERANG HARGA.


\=


Aula pelelangan masih ramai karena sensasi Alda sebelumnya! Namun setelah suara wanita cantik pembawa acara pelelangan bergema, orang-orang yang menghadiri pelelangan itu seketika terdiam dan fokus dengan ucapan pembawa acara.


"Baiklah, sekarang waktunya masuk ke pelelangan puncak! Di sini ada sebidang tanah kosong, tempat ini di kabarkan paling strategis di wilayah distrik baru kota Westa, karena di sini akan di bangun jalan utama dari kota Westa langsung! Bisa di bilang tanah ini adalah muka utama dari distrik baru kota Westa." Ucap pembawa acara.


Suaranya masih menggema di seluruh aula, kara soundsystem di aula itu bagus! Namun orang-orang tidak perduli lagi, mereka hanya peduli dengan pembukaan harga awal yang di tawarkan untuk lahan kosong distrik baru kota Westa.


"Untuk lebih jelasnya, kita lihat penjelasan tentang tanah kosong ini dari video yang akan tayang!" Lanjut pembawa acara pelelangan sambil menunjuk ke arah belakang panggung.


Setelah itu, di belakang panggung layar kaca besar langsung menampilkan video yang meliput tanah kosong yang sangat luas, jelas tanah ini sangat bagus! Karena berjarak sangat dekat dengan kota Westa hanya terhalang oleh bukit-bukit kecil.


Membangun sebidang tanah itu untuk distrik baru dan beberapa pusat perbelanjaan maupun basis kota modern jelas sangat mendukung! Karena struktur tanah yang tinggi dan sumber air yang bagus.


Sedangkan kota tua yang di beli oleh Alda bertepatan dengan garis pantai yang besar dan kaki pegunungan! Namun berbatasan langsung dengan lahan kosong yang sekarang akan di lelang.


Orang-orang berpikir bahwa kota tua yang di beli Alda berada di belakang tanah kosong yang sekarang sedang di tayangkan di layar belakang panggung.


Namun bagi Alda, berbatasan langsung dengan laut adalah hal yang sangat bagus! Karena dari laut lah jalur yang paling bagus untuk sebuah perdagangan, itulah kenapa bekas kota kekaisaran Trukotan di bangun di sepanjang pesisir seperti itu, namun karena kota tua itu di tempati gangster sehingga harganya langsung menurun drastis.


Karena jaman dulu untuk melakukan perdagangan ke benua lain hanya dengan kapal layar yang pasti hanya bisa dengan jalur laut.


Orang-orang fokus melihat ke layar di belakang panggung! Hingga akhirnya selesai di tampilkan, orang-orang kini tahu bahwa tanah itu sekarang membutuhkan investor besar.


Luas tanah itu bahkan bisa mencapai ribuan hektar! Sebidang tanah itu siap di jadikan distrik baru, jika distrik baru ini sudah di resmikan! Maka kota Westa adalah kota terbesar ke dua setelah ibu kota negara ini.


"Baiklah, karena semuanya sudah tahu tentang sebidang tanah ini! Harga awalnya adalah 400 miliar rupiah, kenaikan harga tidak boleh kurang dari 20 miliar." Ucap pembawa acara pelelangan itu dengan senyum cerah.


Seketika orang-orang langsung gempar! Karena harga itu sudah cukup tinggi dari awal, lalu bagaimana dengan harga akhirnya.


"Ya tuhan, harga awal sudah setinggi itu! Bahkan dana siap pakai yang aku miliki saja sudah tidak cukup untuk ikut berpartisipasi!" Keluh seseorang paruh baya di barisan paling belakang.


Orang-orang yang duduk tidak jauh dari pria paruh baya itu juga ikut berkomentar, mereka sama saja berpendapat seperti itu.


"Penawaran bisa di mulai sekarang!" Lanjut pembawa acara pelelangan itu.


"450 miliar..!" Ucap orang yang ada di barisan tengah.

__ADS_1


Dia buru-buru menawar pertama kali karena agar bisa ikut berpartisipasi dalam penawaran puncak pelelangan ini, karena jika tidak menawar sekarang maka harga itu akan langsung melambung tinggi.


Sehingga jika harga sudah tinggi dan dia ikut berpartisipasi akan sangat janggal dalam penawarannya! Orang-orang akan meragukan penawarannya itu.


"600 miliar rupiah..!" Yang lain langsung menyahuti tanpa jeda.


"700 miliar..!"


"800 miliar..!"


Padahal harga kenaikan dalam penawaran bisa cukup 20 miliar, namun orang-orang langsung menaiki harga lebih dari 50 miliar bahkan ada yang langsung 100 miliar.


Mereka langsung perang harga! Karena semua orang tahu bahwa harga itu akan naik lebih tinggi bahkan perkiraan mereka harganya bisa tembus 2 triliun.


Alda masih santai, dia tidak berharap bisa mendapatkan tanah itu! Karena dia sudah mendapatkan kota tua, menurutnya itu cukup.


Namun untuk memeriahkan pelelangan Alda juga akan ikut menaikkan harga juga! Karena hal yang seru adalah memancing emosi orang yang sangat berambisi untuk mendapatkan sebidang tanah itu.


Hiski Readbulld sudah duduk tegak! Namun dia belum berniat akan masuk sekarang, karena menurutnya kelas dia belum pantas untuk masuk sekarang.


Pemikiran Hiski Readbulld sama dengan orang-orang kaya lainnya! Karena mereka juga belum menawar harga.


Setelah beberapa menit harga semakin tinggi, bahkan sudah sampai 1,5 triliun rupiah.


Dia adalah kepala keluarga dari salah satu keluarga kelas 2 kota Westa! Sehingga menaikkan harga tinggi juga terlihat mudah dan santai.


"Menurut kamu, berapa harga akhirnya sebidang tanah ini?" Ucap Alda kepada Tama.


"Entah, aku tidak peduli! Toh kakek juga tidak berminat dengan sebidang tanah itu." Jawab Tama acuh tak acuh.


"Kenapa, apa tuan besar Aditya tidak berminat untuk bersaing?" Alda masih sangat penasaran.


"Mungkin, sepertinya kakek sudah tidak berambisi lagi." Ucap Tama sambil memerhatikan pelelangan yang sedang berjalan.


"2 triliun rupiah..!" Hiski Readbulld langsung ikut berpartisipasi dalam penawaran.


Setelah Tama berucap, suara lantang Hiski Readbulld terdengar di hampir seluruh ruangan aula pelelangan, suaranya terdengar sombong dan arogan.


Perang harga terus berlanjut, Cika Lims menengok ke arah Tama! Namun melihat Tama seperti tidak berminat dengan pelelangan ini.

__ADS_1


"2,5 triliun rupiah..!" Alda mengangkat tangannya sambil berucap tenang.


Seketika orang-orang di barisan belakang langsung gempar! Karena Alda menaikan harga sampai 500 miliar.


Hiski Readbulld melihat ke arah Alda! Dia tidak menyangka bahwa orang yang tidak di perhatikan ternyata membuat kegemparan di pelelangan kali ini.


"Sial, apa anak muda itu benar-benar mempunyai uang 2,5 triliun?" Cibir orang yang di barisan pertama namun berada di urutan 20 dan di pojok.


Dari urutan kursi satu hingga 7 adalah para pejabat! Mereka juga mengok ke arah Alda, meskipun pejabat kota memiliki kekayaan melimpah mereka tidak akan mampu untuk berinvestasi di distrik baru seperti ini.


"Gila, harga langsung naik 2,5 triliun banyaknya! Sepertinya harga akhir pelelangan ini bakal di atas 3 triliun." Beberapa orang langsung berkomentar dengan jalannya pelelangan kali ini.


Hana dan Hani hanya menjadi penonton saja! Toh dia di sini di ajak oleh Alda, sehingga cukup menikmati saja.


Cika Lims yang awalnya akan menawar akhirnya dia membatalkan! Karena harganya sudah tinggi.


Dia sebenarnya menerima perintah dari kakeknya untuk bisa mendapatkan sebidang tanah ini, namun jika harganya sudah di luar nalar maka lebih baik mundur! Karena bisa memperburuk keadaan keuangan keluarganya.


Meskipun keluarga Lims termasuk keluarga kelas 1 tapi jika di bebankan dengan dana yang besar, keluarga kelas satu juga bisa goyah.


"Urutan kursi no 10 menawar harga 2,5 triliun! Apa ada penawaran yang lebih besar lagi?" Pembawa acara pelelangan berucap, sehingga orang-orang yang tadi berdiskusi dengan ramai langsung terdiam.


"2,6 triliun rupiah..!" Ucap Hiski Readbulld.


"2,7 triliun..!" Seseorang menimpali lagi.


"3,5 triliun rupiah..!" Alda berucap kembali.


"Sial..!" Keluh Hiski Readbulld kesal.


"Tuan muda, sepertinya anak ini sengaja menaikkan harga dengan asal! Aku perkirakan harga akhir akan sangat besar tuan muda harus hati-hati." Keluh penasehat keluarga Readbulld.


Ruangan aula pelelangan kembali di gemparkan oleh penawaran Alda yang menurutnya parah! Karena menaikkan harga langsung 500 miliar sampai 1 triliun.


Diskusi mulai ramai kembali dari para pengusaha dan kepala keluarga besar kota Westa! Pelelangan kali ini benar-benar meriah.


Pembawa acara langsung senang! Dia menatap Alda seperti mesin uang yang datang menghampirinya, karena semakin tinggi harganya semakin banyak dia mendapatkan bonus di akhir acara.


\=

__ADS_1


\=


..


__ADS_2