Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
230 EJEKNA TAMA


__ADS_3

Chapter 230. EJEKAN TAMA.


\=


Setelah membereskan orang-orang di ruangan itu, Alda dan Hana kembali bergerilya! Mereka mencari tempat lain yang sedang di jaga atau di tempati oleh para gangster.


Sedangkan di sini Tama dan Hani saat ini.


Tama sedang menginjak kepala salah satu pemimpin kelompok yang di serang Tama dan Hani saat ini.


Ruangan itu luas, orang di sana juga banyak! Kurang lebih ada 30 orang, namun Tama langsung menyerbu mereka dengan terang-terangan tidak seperti Alda dan Hana yang membuat serangan mereka tidak di ketahui oleh musuh.


Metode Tama terlihat bar-bar, bahkan ada beberapa orang yang mati di tembak Hani! Karena orang itu berusaha menggunakan senjata api, sehingga lebih dahulu di tembak mati oleh Hani.


Kelompok itu yang paling besar di kota tua ini! Sehingga ada beberapa orang yang memiliki senjata api, meskipun negara Trukotan ini mengontrol peredaran senjata api dengan sangat ketat, namun karena mereka pelanggar hukum sehingga mereka masih bisa memiliki beberapa.


Sedangkan orang seperti Tama dan Alda mereka keturunan orang berkuasa di kota-kota besar! Sehingga memiliki jaringan sendiri untuk mendapatkan berbagai ragam senjata api, bahkan bisa di katakan mereka di legalkan jika ada surat izin resmi.


"Cih, aku pikir gangster jalanan kota tua ini sangat berbahaya! Ternyata mereka semua sampah, tapi kenapa orang-orang ini sangat di takuti oleh warga kota Westa? Bahkan bagi keluarga besar di kota Westa dan pihak keamanan publik." Cibir Tama setelah mengalahkan semua orang bersama Hani.


Ada beberapa orang yang masih bisa mendengar! Ejekna Tama itu, bagi mereka ucapan itu begitu menusuk hati.


Sehingga jika mereka bisa melawan! Mereka ingin mencincang Tama menjadi daging cincang yang siap di olah menjadi daging panggang.


"Mungkin mereka memiliki sesuatu yang dapat di andalkan! Sehingga selalu lolos dari pihak keamanan publik." Jawab Hani.


Dia sedari tadi sibuk memungut senjata lawan, namun setelah melihatnya! Ternyata senjata itu hanya model lama dan sangat buruk dalam akurasi targetnya.


"Bisa jadi, sebaiknya kita harus memeriksanya setelah ini!" Ucap Tama setuju.


Baammm..!


Tama langsung menendang orang itu dengan keras, hingga kepala orang itu langsung terkulai.


"Ternyata senjata mereka sangat buruk! Jika tahu seperti ini untuk apa aku tadi menembak mereka sampai mati." Keluh Hani.


Dia langsung membuang senjata mereka, karena bagi Hani itu semua hanya sampah! Orang seperti Hani sudah banyak melihat senjata bagus, sehingga melihat senjata buruk seperti itu langsung tidak berminat.


Jangankan orang yang belum berpengalaman menembak! Dia saja jika menggunakan senjata api itu, akan sedikit meleset dari target.


Jadi setelah tahu senjata itu buruk, Hani menyesal telah mengeluarkan beberapa peluru untuk membunuh mereka, jika tahu biarkan saja! Toh saat mereka menembak dalam keadaan tertekan akurasi paling tinggi 30% mengenai terget.


Tama juga ikut menggeledah! Lalu dia hanya bisa mendesah pasrah.


"Sial, mereka juga benar-benar kere! Tidak ada barang yang bagus di tubuh mereka." Keluh Tama sekali lagi.


"Hani, kita pergi sekarang! Tinggalkan mereka semua." Lanjut Tama berucap, lalu dia segera keluar dari ruangan yang luas itu.


Hani tidak menjawab, dia langsung mengikuti Tama keluar.

__ADS_1


Orang-orang di sini tidak mengirim sinyal seperti orang yang di serang Alda dan Hana! Karena mereka semua sebenarnya meremehkan Tama dan Hani, karena dari cara menyerang Tama! Bagi mereka sangat sembrono jadi berpikir mudah di hadapi.


Namun akhirnya, orang-orang itu di kalahkan Tama dan Hani dengan sangat cepat.


*


Di sisi lain.


Bangunan yang besar dan megah di bagian dalam kota tua! Sedikit memancarkan cahaya terang, karena di sini ada listrik buatan mereka sendiri.


Tiga orang yang tadi meremehkan informasi dari salah satu bawahnya! Kini terlonjak terkejut.


"Sial, apa mereka benar-benar berbahaya? Bagiamana bisa orang-orang bodoh itu mengirim sinyal darurat!" Ucap orang yang tadi meremehkan Alda dan yang lainnya.


"Max, sepertinya ini benar-benar berbahaya!" Ucap yang pemuda lainnya, dia bernama Baron.


Sedangkan orang yang meremehkan Alda dan yang lainnya di awal bernama Max Wellin.


Sedangkan pemuda yang sedari awal sangat tenang adalah Josep! Dia adalah orang yang mengusulkan pertemuan ini.


Max orang yang memiliki tampang angkuh langsung ingin pergi karena memikirkan ucapan dari Baron barusan! Namun baru berdiri dari sofa empuk, Josep berucap.


"Sebaiknya kita tanyakan dulu kepada masing-masing orang kepercayaannya kita!" Usul Josep, akhirnya sedari tadi dia yang terus diam langsung memberikan usul.


"Bagiamana aku tidak terpikirkan itu?" Max Wellin langsung mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi orang kepercayaan dia.


Namun setelah beberapa kali menghubungi! Mex Wellin tidak menerima jawaban.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Max Wellin dengan sedikit cemas.


Orang kepercayaan dia ada di dalam kelompok yang di serang Tama dan Hani! Bahkan orang itu di tembak mati oleh Hani karena memiliki senjata api.


Sehingga meskipun Max Wellin mencoba menghubungi sampai kapanpun, dia tidak akan berhasil.


Josep dan Baron menatap Max Wellin dengan serius! Karena kelompok yang paling banyak memiliki anggota adalah kelompok Max Wellin ini.


Namun sayangnya! Karena mereka besar dan ramai akhirnya kenas sasaran amukan Tama! Itu bukan salah Tama tapi salah mereka sendiri karena berkumpul terlalu banyak orang di satu tempat, sehingga menarik minat Tama dan Hani untuk datang.


"Apa ada tanggapan?" Ucap Josep dengan tatapan serius.


"Tidak ada..!" Jawab Max Wellin langsung, dia lalu menatap dua teman seperjuangannya itu.


Hatinya gelisah! Mau bagaimanapun bawahnya bisa di katakan adalah orang terdekat selain dua orang di depannya sekarang, sehingga dia cukup khawatir.


"Aku akan coba menghubungi orang-orang ku!" Ucap Baron, setelah itu dia langsung menelepon.


Menunggu cukup lama, setelah mencoba panggilan yang kedua akhirnya panggilan itu di jawab.


"Halo bos..!" Suara Tama terdengar di sebrang sana.

__ADS_1


"Siapa kamu?" Ucap Baron dengan suara yang tajam.


"Aku, ya aku! Di kontak ini tertulis bos, sehingga aku memanggil kamu bos!" Ucap Tama dengan nada main-main.


"Di mana pemilik ponsel itu?" Baron ingin segera tahu apa yang sedang terjadi dengan orang-orang mereka.


"Dia sedang tertidur! Setelah tidak sengaja aku menginjak kepala dan lehernya!" Ucap Tama.


Yang di katakan tidak sengaja adalah kebohongan dia, sedangkan tentang menginjak kepala dan leher itu benar.


"Bajingan, kamu akan mati malam ini!" Bentak Baron.


Traaak..!


Terdengar suara barang hancur.


Tuuttt...!


Panggilan itu malah langsung putus begitu saja, sehingga membuat Baron marah.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Josep, kini tatapan tenang tadi susah sedikit menghilang.


Tatapan dia menjadi tatapan yang khawatir! Karena kelompok dua temannya sudah di serang sehingga dia juga berpikir kelompoknya di serang juga.


*


Di sisi Tama dan Hani.


Braakk..!


Tama langsung membanting ponsel yang tadi dia gunakan! Ponsel itu milik anak buah Baron.


Ternyata sambungan telponnya langsung terputus karena ponsel itu sudah hancur!.


"Sampah! Jika ada di hadapan ku saat ini dia sudah aku tendang sampai tersungkur." Keluh Tama, dia paling benci di bentak dan di ancam.


Apa lagi Tama adalah orang yang sudah bandel sejak muda! Sehingga sedikit mendapatkan bentakan dan ancaman, orang itu tidak bernasib baik setelahnya.


Itulah kenapa Tama yang dulu di juluki, si iblis kecil kota Westa! Karena Tama selalu menyiksa orang yang memaki dirinya, hingga akhirnya di saat itu orang-orang tidak berni berbicara sembarangan lagi di hadapan Tama.


Kelompok ini cukup kecil, karena memang tersebar di beberapa bangunan lainnya! Hanya saja tempat ini yang paling dekat dengan orang-orang bawahan Max Wellin.


Setelah menumbangkan orang-orang itu! Tama mendengar panggilan telepon, sehingga dia langsung mengangkatnya setelah melihat kontak yang memanggil itu adalah bos mereka.


Namun saat di jawab! Tama menyesal, karena dia mendapatkan ancaman.


\=


\=

__ADS_1


....


__ADS_2