
Chapter 243. PERTARUNGAN MENARIK 2.
\=
Riko menendang tempurung lutut dari kakak dua monster, hingga tempurung itu pecah dan masuk ke dalam.
Sehingga suara berderak sangat memilukan, apa lagi di tambah jeritan kesakitan dari kakak dua monster bersaudara yang keras dan melengking, membuat malam yang sunyi senyap langsung sirnas.
Riko masih sedikit menunduk, dari arah samping ada pukulan lain mengarah ke dirinya!.
Baaammmm..!
Braakk..!
Riko terpental dan jatuh ke tanah, namun dengan cepat dia bangun! Meskipun sakit juga namun kali ini dia tidak mengusap lengan yang tadi untuk memblokir pukulan lawan.
Setelah bangun, dia loncat dan menendang ke arah kepala sebelah kiri lawan dengan keras.
Baaammmm..!
Lalu dengan cepat memutar tubuhnya setelah menyentuh tanah! Lalu menendang kembali ke arah sebelah kanan, targetnya masih sama kepala lawan.
Baaammmm..!
"Uhhhh...!" Keluh adik dua monster bersaudara, dia langsung terhuyung ke kiri.
Padahal kekuatan dia dan kakaknya setara, namun di serang dengan beruntun seperti itu dia langsung kualahan.
Sekarang dia tahu, kenapa kakaknya bisa kalah hingga tempurung kaki sebelah kirinya bisa pecah karena kakaknya meremehkan lawan di awal.
Dia saja yang sudah sangat serius masih terdesak, hingga dua lengan miliknya sangat sakit menahan dua tendangan Riko yang sangat cepat dan akurat.
Wosss...!
Baaammmm..!
Kreeek..!
"Ekkkhhhh.." Keluh adik dua monster bersaudara, karena betisnya beradu dengan tendangan Riko kali ini.
Bahkan dia merasa tulang kering betisnya retak ringan sekarang, itu bisa di rasakan bahwa kali ini betisnya berdenyut sakit hingga ke sumsum tulang.
Baaammmm..!
Braakk..!
Tendangan lurus Riko mengarah ke dada lawannya dan dengan cepat adik dari dua monster bersaudara memblokir dengan kedua lengan sebisanya.
Hingga dia terpental jauh ke belakang dan menabrak dinding dari kedi teh hingga hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Riko tidak diam saja di sana, dia langsung menyerang kakaknya yang sekarang sedang terkapar dan merata terus memegangi lututnya yang pacaran.
Wosss..
Braakk..!
Namun tendangan Riko masih bisa di tahan oleh lengan musuh.
"Lengan mereka benar-benar seperti baja..!" Ucap Riko yang sudah mundur dua langkah.
Sedangkan kakak beradik dari dua monster bersaudara semuanya terkapar! Satu di lantai halaman kedi teh.
Sedangkan satu lagi terkena runtuh dinding depan kedai teh! Karena kedai teh di bangun sederhana sehingga bahannya tidak menggunakan yang berkualitas sehingga langsung hancur oleh dorongan orang kuat itu.
Dion terus memperhatikan pertarungan itu, dia tahu keduanya tidak akan sanggup melawan Riko! Meskipun tangan mereka lebih kuat dari milik Riko, namun belum tentu kakinya.
Sedangkan kaki Riko lebih kuat dari tangannya! Jadi pukulan mereka hampir seimbang dengan pukulan Riko, jadi sudah di pastikan kaki Riko lebih kuat dari milik dua monster bersaudara.
Jadi keduanya kalah oleh Riko karena mereka hanya melatih satu kekuatan di bagian tangan! Sedangkan anggota tubuh lainnya milik mereka bisa di bilang rapuh.
Namun ketrampilan Riko adalah petarung gaya bebas, dan semua anggota tubuhnya adalah senjata! Jadi dengan mengandalkan semua anggota tubuhnya yang kuat dan dan kekuatan serang yang tinggi, Riko unggul segalanya.
Jika saja dia ingin pertarungan itu berakhir singkat, Riko sebenarnya sanggup! Namun dia ingin mendapatkan pertarungan yang menarik.
Jadi dia sedang bermain di sini.
Kraakkk..!
"Mana yang bilang akan membuat tulang kaki berderak dengan renyah dan mati tanpa mayat yang utuh? Kenapa hanya beberapa serangan sederhana dari ku kalian sudah tumbang seperti ini?" Ucap Riko dengan acuh.
Orang dari kelompok Beruang Hitam yang bersembunyi di balik mobil sedan hitam milik Dion terkejut dan dia melongo hingga mulutnya menganga sangat lebar.
Dia sangat terkejut dengan kekuatan yang di tunjukkan oleh Riko.
"Sial ini adalah monster yang sesungguhnya!" Gumam dia setelah sedikit sadar dari keterkejutan tadi.
Namun dia masih terus bersembunyi, takut ini semua hanya penglihatan dia saja yang kabur karena malam semakin larut.
Kreeekk..!
"Aaaakkkh..!"
Riko menekan labuh kuat injakan di tempurung lutut kakak dua monster bersaudara, hingga dia langsung menjerit kesakitan.
Karena sudah terluka dua kalinya, sehingga kemampuan bertarung dia langsung menghilang! Bahkan tidak berani melawan hanya bisa mengerang kesakitan saja sambil terkapar.
"Katanya siapa yang menyuruh kalian datang ke kota Mako dan mencari informasi tentang Alda?" Ucap Riko.
Meskipun dia tidak pandai dalam hal mengorek informasi, hanya untuk menanyakan hal sepele seperti itu Riko bisa.
__ADS_1
Sehingga dia langsung bertanya dengan tatapan tegas.
"Aku tidak tahu!" Ucap kakak dua monster bersaudara dengan jawaban yang lirih karena menahan sakit karena kaki Riko masih menakan di kakinya.
"Lepaskan kakak ku! Aku akan bicara asalkan lepaskan kakak ku!" Ucap adik dua monster bersaudara setelah keluar dari tumpukan bata dari runtuhnya dinding depan kedai teh.
"Sial jawab saja..!" Banyak Riko masih marah besar.
"Itu tergantung nanti, apa kalian pikir akan bisa lepas dengan mudah setelah banyak membunuh orang-orang ku? Tapi jika jawaban kalian memuaskan akan kami pikirkan kembali." Dion akhirnya maju dan berucap dengan cepat setelah tahu pertarungan ini sudah berakhir.
Dion memang tidak berencana melepaskan mereka berdua! Karena mereka telah membunuh beberapa dari orang-orang kelompok Beruang Hitam.
Jadi dia juga harus siap di bunuh karena sudah berani membunuh orang lain.
"Baik akan aku jawab..!" Ucap adik dua monster bersaudara mendekat ke arah mereka.
"Katakan..!" Jawab Dion yang juga mendak ke arah Riko.
"Yang memberikan perintah kami orang yang mengatas namakan keluarga Button! Bahkan mereka susah membayar setengah harga jika kami bisa menangkap Alda." Ucap adik dua monster bersaudara dengan tatapan lesu.
Dia awalnya berpikir dengan kemampuan mereka berdua, masuk ke negara Trukotan dengan hanya menangkap satu orang akan mudah! Namun kenyataannya yang sebenarnya nyawa keduanya sekarang sudah di ujung tanduk.
"Baiklah, jawaban kalian cukup baik untuk sekarang." Ucap Dion masih dengan tenang.
Baaammmm..!
Braakk..!
Diao langsung melancarkan serangan mendadak! Tendangan kilat dan keras mendarat di leher bagian belakang adik dua monster bersaudara.
Karena keras dan kilat, akhirnya orang itu terkena serangan dengan sangat tekak tanpa bisa menghindar maupun menangkis.
Sehingga dia langsung terkapar tidak sadarkan diri di samping kakaknya yang sudah terkapar lebih dulu.
Kakaknya melihat itu hanya bisa tercengang, dia sekarang tahu bukan hanya Riko saja yang mengerikan ternyata temannya yang sejak awal hanya diam saja sama mengerikan juga.
Sehingga dia langsung pasrah dan memejamkan matanya! Sekarang dia tahu jika dua orang itu maju bersama, dia yakin pertarungan ini akan berakhir lebih singkat dan lebih parah.
"Kabari yang lain, urus dua orang ini!" Dion berbicara sambil menengok ke arah orang dari kelompok Beruang Hitam yang masih belum sembunyi di belakang mobilnya.
"Baik ketua..!" Ucap orang itu dengan cepat.
Setelah itu, Dion masuk ke dalam mobil Riko juga mengikuti Dion masuk! Keduanya tidak khawatir dengan kakak dua monster bersaudara, karena dia sudah lumpuh kedua kakinya! Meskipun tangannya sangat kuat percuma saja jika tidak bisa berdiri karena lumpuh.
Sehingga dia berani meninggalkan dua orang itu kepada anak buahnya.
Suara mobil menderu kencang menjauh dari kedi teh sederhana itu! Mereka pergi untuk mencari mangsa lainnya karena master yang masuk ke kota Mako bukan hanya kedua orang itu.
\=
__ADS_1
\=
...