Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
040 SANGAT MARAH


__ADS_3

Chapter 040. SANGAT MARAH.


\=


Setelah Alda terkejut, dia langsung turun dari mobil Hummer H2 karena melihat Tama yang sudah turun juga dari mobilnya.


Begitu juga Dion dan Sinta, mereka juga turun lalu langsung maju ke depan untuk bergabung dengan Riko dan Tama.


Di depan mobil mereka kini ada seseorang dengan pakaian yang terlihat kuno, wajahnya di tutupi dengan kain cadar sehingga tidak dapat di ketahui dengan pasti sudah memiliki umur berapa.


Di pinggangnya terselip pedang panjang, dengan menggunakan pakaian kain yang terlihat kuno dan wajah di tutupi oleh kain membawa pedang panjang membuat Sinta langsung tertegun.


Dia baru-baru ini sering mendengar dari kepala keluarga Setiadi, bahwa ada seorang pembunuh bayaran dari kelompok seni beladiri yang berasal dari gunung sebelah selatan kota Emerald.


Dia langsung berisik pada Alda.


"Kak, sepertinya dia adalah pembunuh bayaran dari kelompok ahli seni beladiri di gunung sebelah selatan kota Emerald." Ucapnya kepada Alda.


Mendengar itu, seketika wajah Alda langsung berubah sedikit terkejut! Karena perguruan terpencil juga termasuk ahli seni beladiri yang berdiri di sana, meskipun tempat perguruan terpencil sangat sulit di jangkau dan begitu tersembunyi.


Begitu juga perguruan lainnya, mereka juga memiliki tempat tersembunyi orang awam tidak ada yang tahu, hanya orang-orang seperti penguasa kota besar yang tahu, namun mereka tidak mengetahui tempat pastinya hanya pengetahuan umum belaka di kalangan para penguasa.


"Siapa di antar kalian yang bernama Riko Setiadi?" Tanya orang itu dengan singkat.


"Aku Riko, kamu siapa?" Tanya Riko.


Dia tidak gentar sama sekali, meskipun sorot mata yang terlihat sangat garang dan aura membunuhnya begitu kejam.


"Kamu tidak perlu tahu, yang perlu kamu tahu adalah! Kamu akan mati sekarang." Jawab orang itu acuh tak acuh.


Dia memang tidak di kenal, namun baru-baru ini nama dia sangat di kenal di kalangan pembunuhan bayaran! Karena aksinya sangat cepat dan selalu membunuh tergetnya tanpa gagal.


Sehingga setelah Hana melihat orang ini, dia juga cukup terkejut! Hana yang sudah tahu ciri-ciri dari dia langsung terkejut karena orang ini biasanya mengambil terget orang yang tinggi.


Namun sekarang, orang yang tidak memiliki nama menjadi targetnya juga! Meskipun pembayaran ini bisa di bilang cukup besar, namun dia sangat heran.


Riko mendengar bahwa dia di ancam seperti itu oleh orang lain kini dia sangat marah.


"Itu juga kalau kamu mempunyai kemampuan untuk membunuh ku!" Jawab Riko mendengar ancaman itu.

__ADS_1


"Riko hati-hati, menurut Sinta dia adalah orang dari ahli seni beladiri di gunung selatan!" Ucap Alda berbisik pada Riko setelah maju beberapa langkah.


"Hemmm, jika seperti itu maka cukup menarik! Apa kalian tidak akan bersenang-senang?" Tanya Riko kepala Alda maupun yang lainnya.


"Jangan banyak bicara, terima kematian mu!" Bentak pembunuh bayaran itu.


Woooss..!


Dia berlari seperti lesatan anak panah yang keluar dari busurnya! Kecepatan itu sangat mengerikan, Riko langsung melangkah maju.


Tinju pembunuh bayaran itu langsung bergerak ke arah Riko, dengan seringai lebar Riko menyambut pukulan itu.


Baaammmm...!


Momentum kuat, langsung menyebar ke berbagai arah dengan sangat kuat.


Dua pukulan saling beradu, Riko mundur dua langkah lalu langsung menyetabilkan tubuhnya, sedangkan pembunuhan bayaran itu terpental mundur cukup jauh, lalu terjungkal ke belakang dan berhenti dengan berjongkok dan memegangi kepalan tangannya dengan tangan satunya.


Sedangkan kain hitam yang menutupi wajahnya kini terlihat sedikit noda darah di sana.


Riko hanya membuka kepalan tangannya dan kemudian di kepalkan lagi beberapa kali, karena dia merasa sedikit kesemutan.


'Orang ini sedikit mempunyai kekuatan!' ucap Riko di benaknya.


Setelah Alda melihat momentum itu, dia tidak yakin bahwa orang itu adalah salah satu dari ahli seni beladiri di gunung selatan kota Emerald.


Karena menurut Alda kekuatan itu sangat kecil, sehingga dia tidak yakin! Karena menurut gurunya saat di perguruan terpencil, perguruan lainnya juga mempunyai ketrampilan yang hebat dan unik.


Namun dari gerakan dan bentrokan dengan Riko, gerakan itu terlihat sedikit amatir.


"Pantas saja kamu tidak memiliki informasi detail di kota Emerald ini! Ternyata kamu adalah bagian dari ahli seni beladiri." Ucap pembunuh bayaran itu.


Dia terkejut setelah beradu pukulan dengan Riko, menurut dia dengan kekuatan 80% yang dia keluarkan tadi, seharusnya tangan Riko hancur berantakan. Namun malah dia sendiri yang kini tangannya seperti patah dengan persendian yang langsung terluka.


"Kamu adalah orang pertama yang aku hadapi masih bisa berbicara seperti sekarang, ternyata kamu memiliki sedikit kemampuan." Ucap Riko tanpa menjawab pertanyaan dari lawannya.


"Kurang ajar, baru bisa membuat aku mundur sedikit saja langsung besar kepala!" Bentak orang itu.


Dia adalah orang yang sangat emosional, oleh sebab itu dia baru-baru ini kabur dari perguruan yang ada di pegunungan daerah selatan kota Emerald.

__ADS_1


Karena dia sudah tidak tahan dengan penindasan yang di lakukan oleh para senior di sana.


Sehingga dia hanya bisa menyamar sebagai pembunuh bayaran dengan menggunakan penutup wajah dan tanpa nama agar tidak di kenali oleh para senior di perguruan asalnya.


Karena keluar tanpa izin dari kepala Perguruan adalah kejahatan, sehingga dia takut di incar oleh para senior yang di utus perguruan asalnya.


Dia langsung melupakan rasa sakit di tangannya, dengan cepat dia mengambil pedang panjang yang tergantung di pinggangnya.


Sriiinnngg...!


Suara pedang tajam keluar dari sarungnya, membuat suasana di sana langsung mencekam.


"Gunakan ini...!" Ucap Alda melemparkan belati pendek.


Dengan cepat, Riko menangkap belati pendek yang di lemparkan oleh Alda.


Triinnng...!


Pedang dan belati langsung beradu, percikan bunga api terlihat karena sudah sore hari, bahkan matahari hampir tenggelam di ufuk barat.


Keduanya saling menekan, namun Riko menendang kaki pembunuh bayaran itu dengan keras.


Kraakkk..!


"Aahhkkk..!" Pembunuh bayaran itu langsung berteriak kesakitan.


Namun teriakan itu langsung terputus, karena Riko menebas leher pembunuh bayaran dengan belatinya.


Slaaaz..!


Urat tenggorokan itu langsung terputus begitu dalam, seketika tubuh pembunuh bayaran jatuh ke aspal jalanan darah menyembur seperti air mancur dari leher pembunuh bayaran itu.


*


Di tebing cukup jauh, salah satu pembunuh bayaran yang sudah ada di sana langsung terkejut! Dia sangat kaget, setelah tahu dengan pasti siapa yang bersembunyi di tebing lainnya adalah orang itu, bahkan orang yang sekarang terkenal di jaringan internet pembunuh bayaran mati oleh Riko dia langsung takut dengan targetnya.


"Celaka, ternyata target yang aku incar adalah seorang ahli! Sebaiknya aku langsung mundur saja." Keluh orang itu.


Dia tidak percaya dengan keahlian memanah miliknya, sehingga lebih memilih kabur sekarang.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2