
Chapter 041. HANA TERTANGKAP.
\=
Orang yang bersembunyi di tebing lain langsung hendak kabur, namun keberadaan dia tertangkap oleh Dion.
Dion yang sedari tadi merasakan ada yang tidak beres langsung tahu bahwa ada orang lainnya yang bersembunyi.
"Serahkan dia kepada ku!" Ucap Dion kepada Tama maupun Alda.
Tanpa menunggu jawaban Alda maupun Tama, dia langsung berlari menuju tebing lain yang di gunakan untuk bersembunyi pembunuh bayaran lainnya.
Hana maupun Hani juga terkejut, keduanya melihat pertaruhan itu dari teropong mereka masing-masing! Meskipun tidak terlihat jelas karena tidak bisa mengikuti pergerakan Riko maupun pembunuh bayaran yang menggunakan pakaian sedikit kuno dan penutup wajah.
Karena Hana penasaran, dia makin mendekat ke arena pertempuran! Meskipun dia mengendap-endap, namun gerakan itu tertangkap oleh Alda.
"Sial, ternyata orang yang datang cukup banyak kali ini!" Keluh Alda lalu berlari setelah melihat Dion mengejar pembunuhan bayaran lainnya.
Setelah Dion dan Alda bergerak, Riko sudah selesai bertarung dengan orang yang menggunakan penutup wajah.
Alda dengan kecepatan tinggi, langsung menghampiri tempat persembunyian Hana! Karena saking fokusnya melihat pertempuran Riko dan pembunuh bayaran, hanya telat bereaksi.
Dia sangat terkejut dengan kedatangan pemuda yang kini sangat dekat dengan dia! Alda yang sudah dekat langsung mengeluarkan tangannya untuk meringkus Hana.
Plak..!
Hana langsung menendang dengan reflek yang dia miliki, namun justru dia menendang seperti itu! Sehingga pergelangan kakinya langsung tertangkap oleh Alda dengan cepat.
Braakk...!
Alda membanting Hana ke tanah, kemudian Alda dengan cepat mengunci tubuh Hana dengan sangat mudahnya.
Ketrampilan seni beladiri yang Hana kuasai, di mata Alda itu sangat mudah di atasi! Jangankan hanya yang memiliki ilmu dasar seni beladiri yang begitu dangkal.
Jika master tingkat tinggi yang Alda hadapi, itu masih cukup mudah bagi Alda untuk melumpuhkan lawannya, apa lagi hanya gerakan amatiran milik Hana.
Sehingga sekarang, Hana tertangkap oleh Alda! Dia langsung kehilangan kekuatan untuk bergerak karena di tekan dan di kunci oleh Alda.
"Sepertinya, kalian para komplotan bergerak dengan sangat baik!" Ucap Alda terhadap Hana.
Hani yang memang terus terhubung dengan kakaknya Hana, langsung terkejut setelah mendengar suara laki-laki! Dia sedang fokus melihat pertarungan Riko namun setelah mendengar suara laki-laki dari jaringan talkie walkie miliknya, langsung mencari keberadaan kakaknya terakhir kali dia tahu.
__ADS_1
Namun setelah mencari dia tidak menemukan keberadaan kakaknya di tempat sebelumnya.
"Kakak, kamu di mana apakah kamu baik-baik saja?" Ucap Hani karena khawatir.
Namun dia terus mencari kakaknya dengan menggunakan teropong di senjatanya.
"Oh, ternyata masih ada yang lainnya! Cukup menarik." Ucap Alda.
Dia melihat di samping tubuh Hana tergeletak teropong teleskop, sehingga dia ambil setelah itu dia melihat sekeliling.
Namun tidak menemukan, keberadaan orang yang berbicara lewat talkie walkie di tubuh Hana.
"Adik cepat pergi, orang-orang ini sangat berbahaya!" Ucap Hana dengan sangat gugup.
Dia tahu, bahwa adiknya masih bisa selamat jika dia kabur sekarang karena jarak dia kini lebih dari 1.5 kilometer, sehingga cukup untuk kabur.
"Kakak, tidak! Akan aku tembak orang yang menyerang kakak sekarang tunjukkan di mana posisi kakak!" Jawab Hani.
Alda dan Hana tidak terlihat oleh Hani, karena tadi Hana mengendap-endap di bawah deretan pohon jalan! Sehingga saat bertarung dan Hana di jatuhkan Alda merasa tidak terlihat.
Karena setelah di jatuhkan tubuh keduanya terhalang oleh deretan pohon yang cukup banyak.
Dia melihat ke seluruh tebing yang tinggi, namun tidak melihat hal-hal yang mencurigakan! Setelah itu dia berputar dan akhirnya Alda melihat gedung dengan jarak cukup jauh.
Dia langsung menemukan Hani, meskipun persembunyian Hani sangat rapi tapi dia tetap tidak bisa bersembunyi dari tatapan tajam Alda.
Alda langsung mematikan sambungan talkie walkie milik Hana, sehingga dia langsung kehilangan kontak dengan kakaknya.
Alda mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi Sinta! Setelah sambungan telfon di angkat, Alda langsung memberikan aba-aba.
"Kalian semua, langsung berlindung di belakang mobil, ada penembak jitu di gedung terdekat."
Mendengar ucapan Alda, Sinta langsung melihat gedung terdekat dan dia melihat gedung itu namun karena jaraknya jauh dia tidak melihat orang di sana.
Namun karena yang memberi tahu Alda, Sinta langsung menyerat Riko dan Tama yang masih sangat marah.
Keduanya langsung di serat sambil di beritahu bahwa ada penembak jitu di gedung tinggi paling dekat.
Hani yang panik karena sambungan sinyal yang selalu terhubung dengan kakaknya mati, dia terus berteriak kepada kakaknya namun tidak ada respon.
Setelah cukup lama, akhirnya terhubung kembali.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan terhadap kakak ku?" Bentak Hani setelah terhubung kembali.
"Aku tahu posisi kamu sekarang kamu ada di atap gedung, sebaiknya menyerah lah jika tidak ingin kakak mu terbunuh oleh ku!" Jawab Alda sambil tersenyum kecil.
Alda merasa lucu, karena anak gadis kecil seperti mereka hingga jadi pembunuh bayaran, hanya dengan mengandalkan ketrampilan biasa seperti ini.
Namun dia setelahnya terkejut setelah melihat senapan runduk yang di pegang oleh Hani, karena kemampuan menembak tidak bisa di ukur hanya dengan usia dan kekuatan.
Cukup keahlian dalam membidik sasaran dengan akurat dan sering berlatih, maka penembak jitu akan sangat mematikan.
"Hani kabur sekarang, tidak perlu pedulikan kakak di sini!" Ucap Hana sangat khawatir.
Dia berbicara dengan susah payah, karena belati sudah menempel ke leher putihnya! Belati itu padahal miliknya namun kini di gunakan untuk mengancam nyawanya sendiri.
Ini bisa di sebut senjata makan tuan.
Alda kini berbicara lagi.
"Jika kamu tidak peduli dengan nyawa kakak mu, silahkan kabur sekarang!" Ucap Alda.
"Jika tidak percaya pada ku, maka lihat lah aku di sini!" Alda keluar dari persembunyian sambil menyerat Hana sebagai tameng hidup.
Dia kini tahu, jarak mereka 1,5 kilometer! Meskipun Hani bisa menebak dengan akurat, namun jika sedang gugup pasti akan gemetaran! Apa lagi yang di jadikan sandra dan tameng adalah kakaknya.
Sebenarnya bagi Alda menggunakan cara seperti ini sangat tidak perlu! Namun dia ingin membuat pelajaran pada dua wanita cantik ini yang menjadi pembunuh bayaran.
Alda tahu dia bukan orang suci, namun melihat gadis yang masih sangat muda di awal umur 20 an menjadi pembunuh bayaran pasti hidupnya sangat tidak mudah.
Dia merasakan hal yang sama seperti itu, sehingga dia hanya bisa di sembunyikan oleh kakeknya ke perguruan terpencil untuk belajar seni beladiri, agar nantinya tidak mudah di tindas oleh orang-orang yang licik dari keluarga jauhnya maupun orang luar.
"Apa kamu sudah melihatnya?" Ucap Alda sekali lagi.
"Ya aku melihatnya, sebaiknya kamu lepaskan kakak ku atau kamu aku tembak dari sini!" Ancam Hani pada Alda.
"Ahh, tembak saja! Apa kamu tidak khawatir yang tertembak adalah kakak mu sendiri?" Ucap Alda dengan main-main.
"Uh...!" Hani langsung tertegun.
\=
...
__ADS_1