Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
047 MENJARAH


__ADS_3

Chapter 047. MENJARAH .


\=


Suasana di kamar itu langsung sunyi senyap, setelah jeritan dan lolongan Rudi Sanggoro hilang.


Hana dan Hani memandangi itu semua hanya dengan diam, mereka sudah cukup di kejutkan dari awal mereka bertarung hingga Riko dan Tama menghancurkan keluarga Sanggoro.


Bruukk..!


"Tuan, tolong jangan bunuh aku! Aku hanya pacaran Rudi. Aku tidak tahu apa-apa!" Ucap Lina begitu ketakutan.


Dia langsung berlutut di hadapan Riko dengan wajah berlinang air mata! Sikap dia dan kelakuan dia langsung berubah 180° seperti rubah betina yang bisa bersandiwara.


Tadinya dia terlihat sangat kejam dan berharap Riko dan yang lainnya mati! Bahkan dia yang mengusulkan membunuh Riko dan yang lainnya menggunakan pembunuhan bayaran.


Namun sekarang setelah terpojok, dia langsung berucap bahwa dia tidak tahu apa-apa! Malah melimpahkan kesalahan semua yang telah dia perbuat kepada Rudi.


Riko hanya diam saja melihat Lina berucap demikian, namun karena dia terus berputar dan menundukkan kepalanya dia melihat belahan dada sendiri lalu kembali melihat Riko dan berulang kali!.


Memang saat ini, Lina sedang memakai baju yang berkerah rendah sehingga belahan itu terlihat jelas karena dia berlutut dan hampir bersujud sehingga gundukan itu berguncang hebat.


Setelah itu Lina tertegun dan tersenyum manis! Lalu berdiri dengan anggun dan memasang wajah menggoda.


Riko dan yang lainnya yang ada di sana melihat kelakuan Lina sempat bingung, namun mereka diam saja.


"Sayang, jika kamu tertarik dengan aku! Maka aku siap melayani kamu sepuasnya." Ucap Lina dengan suara yang manja dan mendesah.


Saat dia berjalan ke arah Riko, dia sedikit mengangkat rok pendek yang di kenakan saat ini, sambil menarik turun kerah bajunya.


"Sial, mati saja sana!" Ucap Riko.


Baaammmm..!


"Hueekk..!"


Dengan kuat Riko menendang perut Lina setelah dia menghardik, Lina terpental mundur dan menabrak dinding di belakangnya lalu memuntahkan seteguk darah yang banyak.


Hani menutup mulutnya dengan satu tangan yang tidak di pegang oleh Dion, dia awalnya berpikir bahwa Dion terus memegangi satu tangannya bahwa dia tertarik dengan kecantikan yang dia miliki, namun setelah melihat Riko tidak tertarik dengan Lina yang terlihat sangat sempurna itu, membuat dia berpikir ulang.

__ADS_1


Jika di bandingkan dengan Lina, dia kalah jauh dengan tonjolan dadanya saja dia sudah kalah lalu lekukan tubuh Lina begitu sempurna, sedangkan dia tidak begitu bagus.


Akhirnya asumsi bahwa Dion tertarik padanya langsung lenyap begitu saja! Dia takut setelah dia menggoda Dion malahan Dion membunuh dirinya tanpa basa basi seperti Riko tadi.


Setelah Lina muntah darah, dia tersengal dan akhirnya mati! Riko mendatangi Rudi dan menginjak dada Rudi dengan kuat hingga bunyi tulang rusuk berpatahan.


Kraakkk...!


Kraakkk..!


Krak..!


Suara yang begitu ngilu untuk di dengar bila melihat langsung kejadian di depan mata orang yang melihatnya.


"Sinta jarah semua harta kepemilikan keluarga Sanggoro untuk mu!" Ucap Riko kepala Sinta yang saat ini tidak fokus.


Dia terus memandangi Alda dari belakangnya, dia terus cemberut melihat kemesraan yang di tunjukkan Alda kepada Hana.


Padahal yang sebenarnya, Alda hanya memegang tangan Hana biar dia tidak kabur dan melawan lagi seperti saat di dalam mobil.


Di dalam mobil itu mending tidak ada yang melihat, jika di luar seperti ini banyak yang melihat takutnya dia mengunci pergerakan Hana dengan cara ambigu lagi sehingga takut orang salah sangka.


"Sinta, apa kamu tidak dengar ucapan ku?" Tanya Riko.


Dia bertanya seperti itu karena Sinta tidak kunjung menjawab, namun setelah di tegur ulang Sinta langsung terlonjak kaget.


"Ya, ya apa yang kakak Riko katakan tadi?" Tanya Sinta memang dia tidak mendengar ucapan Riko karena terlalu fokus dengan pikirannya sendiri.


"Jarah semua harta milik keluarga Sanggoro ke atas nama mu!" Ulangi Riko berucap.


"Baiklah, nanti akan aku coba urus! Namun butuh tanda tangan pemilik!" Jawab Sinta.


"Pakai saja sidik jari miliknya! Pasti bisa berguna." Saran Alda.


"Ahh, benar bagaimana aku bisa lupa!" Sinta langsung tersenyum canggung.


Dia malu, karena seperti terlihat bodoh di depan Alda! Sehingga dia seperti menyesal saat Alda memberikan usul barusan.


"Apa setelah Rudi dan ayahnya mati, kita tidak di incar lagi oleh para pembunuh bayaran?" Tanya Tama yang saat ini mulai berkeliaran di kamar itu.

__ADS_1


"Tidak, itu harus di stop melalui akun pemilik permintaan! Karena Riko sudah mati, maka itu akan berlaku cukup lama setelah perintahnya tidak valid baru pembunuh bayaran berhenti." Ucap Hana mencoba menjelaskan.


Dia paling tahu akan sistem itu, karena dia dulu juga korban atas pembunuh bayaran yang menewaskan kedua orang tuanya.


Sehingga setelah dia memilih cukup kemampuan, dia akhirnya masuk ke anggota pembunuhan bayaran untuk melampiaskan dendamnya.


Sayangnya Hana dan Hani tidak tahu siapa yang mengirim pembunuh bayaran kepada kedua orang tuanya! Dia terkejut awalnya setelah Riko dan yang lainnya tahu bawah yang memberikan perintah adalah keluarga Sanggoro.


"Sial cukup rumit juga ternyata, apa yang membuat permintaan itu tidak valid?" Dion ingin tahu jadi dia langsung bertanya.


"Itu cukup berat, jika nilai imbalan atas kematian kalian tidak cukup seimbang! Maka organisasi tidak akan menerbitkan lagi, karena mereka juga tidak ingin anggota pembunuh bayaran banyak yang mati." Jawab Hana.


"Jelas dari awal juga tidak seimbang! Sudah ada dua pembunuh bayaran yang di bunuh kalian!" Hani menimpali ucapan kakaknya.


Ucapan Hani terlihat sangat ketus, jika orang-orang di sana penuh emosi Hani sudah di bunuh.


"Baiklah, agar permintaan itu lebih cepat di batalkan. Setelah ini kalian yang selanjutnya di bunuh." Jawab Alda.


"Tuan jangan, kamu sudah berjanji akan membiarkan kami hidup! Bagiamana sekarang berubah pikiran." Hani ketakutan.


Sedangkan Hana diam saja, dia tidak ingin berdebat dengan Alda maupun yang lainnya.


Sinta langsung menghubungi orang-orang kepercayaannya dari keluarga Setiadi untuk menjalankan perintah dari Riko.


"Hey, sepertinya si bedebah ini sedang membuka web hitam itu! Apa jika di batalkan dari sini langsung bisa berhenti?" Ucap Tama yang melihat halaman di layar komputer milik Rudi.


"Bisa, jika itu di halaman utama maka cukup membatalkan misi maka permintaan langsung di hapus, tapi uang yang sudah di setorkan akan ikut hangus!" Hana berbicara dengan gembira.


Mendengar Riko sedang membuka web hitam pembunuh bayaran, Hana sangat senang berarti dia dan adiknya bisa sedikit berdamai dengan Riko dan yang lainnya.


"Baiklah, mari kita lihat!" Jawab Tama.


Lalu dia memperhatikan itu sebentar dan mengoperasikan komputer milik Rudi setelah itu dia langsung membatalkan misi yang Rudi perintahkan di web hitam.


Tama cukup ahli dalam mengoperasikan komputer, karena dia adalah anak dari pebisnis handal dia juga menguasai kemampuan itu sebelum akhirnya sampai di perguruan terpencil.


Itulah kenapa umur Tama yang paling tua di antara keempatnya itu, karena dia bergabung dengan mereka sudah cukup dewasa.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2