
Chapter 090. DIVISI 5 MUSNAH.
\=
Melihat kesadisan Alda, Hana yang kini ada di belakang Alda bersama Dion langsung menutup matanya!.
Sedangkan Hani di kejauhan yang juga melihat kejadian di kamar itu dengan jelas langsung bergidik.
Bagaimana tidak, kepala batang yang masih sedikit mengeras langsung hancur begitu saja! Itu pasti sangat menyakitkan, Hani bukan wanita polos jadi dia melihat itu semua seperti hal yang biasa.
Si laki-laki yang di siksa, hanya bisa mengerang kesakitan! Darah berceceran di lantai dia meringkuk tidak berdaya.
Dret..!
Suara tembakan teredam kembali terdengar, seketika kepala laki-laki itu langsung berlubang dan darah segar langsung mengalir sangat banyak.
Sesuai ucapan Alda, dia akan membuat pesta berdarah!.
Setelah beras ketiga orang itu keluar dari kamar di lantai dua! Melihat banyak kamar lainnya Alda memberikan aba-aba dengan gerakan tangan bawah mereka harus menyebar.
Woss..!
Ketiga orang langsung menyebar ke segala arah, lalu mendobrak pintu yang mereka tuju masing-masing.
Dobrakan itu keras, namun di bawah sana lampu yang redup dan musik yang keras membuat penyerangan diam-diam itu sangat sempurna.
Tidak butuh waktu lama, setelah mendobrak pintu kamar di depan masing-masing! Alda, Dion dan Hana masuk hampir bersamaan namun hanya beberapa detik saja, ketiganya keluar kembali karena sudah beres melakukan pembantaian orang yang ada di kamar itu.
Hana sudah sering membunuh, jadi ini bukan hal berat baginya! Dengan cepat ketiga orang lainnya membereskan orang-orang di lantai 2.
Karena mereka semua berhubungan dengan orang-orang dari kelompok kalajengking merah, sehingga Alda dan yang lainnya menganggap mereka semua satu komplotan sehingga tidak meninggalkan satu orangpun hidup.
Baamm..!
Alda menjatuhkan orang yang ingin lari ke lantai bawah, sehingga setelah jatuh ke lantai pertama orang itu langsung mati seketika karena yang mendarat di lantai yaitu kepalanya terlebih dahulu.
"Aaahhhhh...!" Jerit salah satu wanita yang sedang bergoyang di lantai bawah.
Wanita itu sangat takut, karena melihat orang yang jatuh dari atas tanpa busana dan mati seketika.
Akhirnya keributan terjadi di lantai bawah! Alda, Dion dan Hana menyerbu ke lantai bawah dengan cepat, setelah 10 orang yang ada di lantai dua telah di bantai semuanya.
Pemimpin divisi 5 yang sedang minum di sofa dengan di temani dua wanita cantik di lantai bawah, langsung tersentak kaget.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Ucap dia kepada semuanya.
Setelah pertanyaan di lontarkan, ada tiga orang yang menyerbu dari lantai dua! Setelah ketiganya menyerbu dengan cepat tiga orang langsung mati mengenaskan.
Mereka semua di gorok di leher! Setelah jatuh ke lantai, darah segar menyembur ke mana-mana.
Karena hanya dalam beberapa detik, sudah ada puluhan orang yang mati! Gerakan Alda, Dion dan Hana sangat cepat dan efisien.
"Ada pembunuh, semuanya serang mereka!" Pemimpin divisi 5 langsung membentak setelah dia sadar dari keterkejutan.
Duar...!
Kaca rumah besar itu pecah berhamburan tertembus peluru, lalu orang di samping pemimpin divisi yang tadi ikut bangun dari sofa langsung mati seketika, karena kepalanya di tembus peluru.
Musik di ruangan berhenti, yang tadinya keadaan bising oleh musik, kini di gantikan dengan teriakan orang-orang.
"Sial melesat!" Keluh Hani di sebrang sana.
Dia melesat karena peluru menembus kaca, sehingga arahnya sedikit berubah lalu mengenai orang lain sehingga yang mati adalah orang yang ada di samping pemimpin divisi 5 saat itu.
Pemimpin divisi yang peka, dia melihat kaca di belakangnya pecah berantakan, langsung tahu bahwa ada penembak jitu.
Dia yang tadinya sudah bangun akan melawan tiga orang yang menyerang dari lantai dua! Yaitu Alda, Dion dan Hana dia malah langsung berlindung di balik sofa.
Namun baru saja mereka keluar beberapa langkah, mereka tertembak di bagian kepalanya dan mati seketika.
Inilah kegunaan Hani, jika ada yang lolos dari pembantaian ketiga lainnya! Maka Hani sebagai eksekutor terakhir.
Setelah ada lima orang yang mati di teras rumah! Orang-orang yang mau kabur langsung menghentikan langkah masing-masing.
Alda sudah membunuh puluhan orang hanya kurang dari satu menit! Yang lainnya juga tidak berbeda jauh, karena ini pesta sehingga banyak orang di sana.
Orang yang tadinya mabuk langsung sadar, karena ada pembunuh yang datang menyerang mereka! Seketika pengaruh alkohol menghilang, namun itu tidak berguna karena serangan Alda, Dion dan Hana sangat sederhana.
Setiap mereka bergerak pasti ada yang mati.
Alda berdiri di hadapan pemimpin divisi 5, dia langsung tersenyum mengejek.
"Apa ini yang di sebut mafia paling berkuasa di kota Mako? Semuanya sampah!"
Mendengar ucapan Alda yang besar dan begitu merendahkan, pemimpin divisi 5 mendongak! Wajahnya ketakutan.
"Kalian tahu kami, tapi masih berani menyerang?" Tanya pemimpin divisi 5 tidak percaya.
__ADS_1
Karena dia yakin, orang-orang di kota Mako tidak ada yang berani mengusik kelompok kalajengking merah, namun sekarang ada orang yang berdiri dengan angkuh di depan dia membuat hati dia bergetar.
Meskipun dia tertegun dan ketakutan, dia masih melirik ke semua sudut ruangan! Dia semakin takut karena tidak ada dari mereka yang berdiri lagi, semuanya sudah di musnahkan oleh tiga orang di hadapannya saat ini.
Seketika, pemikiran bahwa divisi 5 musnah langsung berdengung di kepala pemimpin divisi.
"Ya, karena kalian adalah kelompok kalajengking merah! Sehingga kami ada di sini untuk memuaskan kalian!" Jawab Alda dengan santai.
"Tidak mungkin, siapa kalian sebenarnya?" Pemimpin divisi 5 masih tidak percaya.
"Kami adalah mimpi buruk bagi kalian!" Alda berucap seperti itu dengan suara lambat dan sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan.
Sreet...!
Setelah berucap, pemimpin divisi 5 langsung di gorok oleh Alda! Dia memegangi lehernya yang langsung mengucurkan darah segar dengan tatapan mata melotot seperti tidak percaya dengan kejadian ini.
Dion melihat ini hanya memejamkan matanya, dia langsung mendongakkan kepalanya ke atas.
"Ayah, balas dendam ini sudah di mulai!" Ucap Dion di pikirannya.
Melihat ini padahal hati kecil Dion merasa bahwa kehidupan begitu rentan! Mereka hanya memikirkan egonya semata namun tidak memikirkan dampak setelahnya, dia tahu bahwa banyak orang terbunuh seperti ini akan banyak hati yang kecewa dan sakit! Namun itu tanggung jawab mereka karena berbuat kejam terlebih dahulu.
Jika dia tidak membalaskan dendam ini, maka siapa yang akan bertanggung jawab tentang sakit hati yang telah dia lalui 10 tahun lalu.
Inilah kehidupan, saling membunuh hanya untuk kepentingan pribadi.
"Hani kemasi barang kamu, kita pindah lokasi!" Ucap Alda dengan tenang, setelah dia berbalik menghadap ke Hana dan Dion.
Mendengar instruksi itu Dion dan Hana menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti.
Hana membuka ransel kecil di punggungnya! Lalu mengeluarkan bom kecil dan menempelkan di beberapa tempat yang rawan di dinding rumah itu.
Setelah selesai, ketiganya keluar dengan cepat! Setelah jauh dari rumah besar itu.
Boooommm..!
Ledakan besar seketika langsung membumbung tinggi, api dan asap mengepul di pinggiran dermaga kota Mako.
Di kejauhan dari pusat ledakan terlihat mobil Land Rover Defender melaju dengan kencang di jalan dermaga kota Mako.
\=
...
__ADS_1