
Chapter 085. MENGAKU SALAH.
\=
Seketika dentuman keras terdengar dari ruang pribadi itu, meja dengan makanan dan kuah yang cukup panas terkena tubuh pemimpin kelompok yang menyerang Alda! Seketika tubuh besar itu langsung menggeliat ke segala arah.
Sedangkan Bara terjerembab di timpa tubuh besar pemimpin kelompok yang menyerang Alda, dia sekarang terkapar di lantai! Kepala dia langsung berdengung karena membentuk lantai ruangan pribadi.
Alda berjalan ke arah pemimpin itu, dia langsung mengangkat kerah bajunya.
Plaakkk..!
"Katakan, siapa yang mengirim kalian ke sini?" Ucap Alda setelah menampar dengan sangat keras.
Bekas tamparan langsung tercetak di wajah orang itu!
Plaakkk..!
"Cepat katakan, jika tidak tamparan ini akan semakin keras dan bertubi-tubi, hingga kau mati!" Ancam Alda seperti orang yang sangat sadis.
Dion menonton itu dengan santai, sedangkan Luna berdiri di belakang Dion! Kini hatinya sudah mulai tenang, karena teman Dion itu sangat hebat.
"Dion, apa tidak apa-apa teman kamu melakukan cara kasar seperti itu?" Luna khawatir Alda kenapa-kenapa kedepannya karena berani melawan orang-orang itu.
Sehingga dia bertanya kepada Dion seperti itu.
"Tidak masalah, lihat saja! Orang-orang itu pasti akan mengikuti apa yang Alda inginkan." Jawab Dion dengan tenang.
"Tu-tu, tuan! Maafkan aku, jangan bunuh aku..!" Ucap pemimpin itu dengan wajah ketakutan.
"Baiklah, asal kamu katakan! Aku akan melepaskan kalian." Jawab Alda masih dengan nada tenang.
"Tuan jangan berlebihan! Aku adalah anggota kelompok kalajengking merah!" Ucap orang itu masih ingat membuat Alda takut.
Baaammm...!
Setelah mendengar nama kalajengking merah, Alda menendang kepala pria itu dengan sangat kuat hingga kepala itu menghantam lantai sangat keras.
"Aku tidak peduli, meskipun kalian adalah kelompok kalajengking merah maupun kelompok lain! Yang aku ingin tahu, siapa yang mengirim kalian ke sini?" Bentak Alda, kini dia sudah terlihat marah.
Wida dan Flon yang tadinya sangat merendahkan Alda kini langsung ketakutan! Keduanya berlindung di pojokan ruangan tanpa berbicara sepatah katapun.
Sedangkan Tino langsung membantu Bara berdiri, setelah itu keduanya juga berjalan ke pinggir dinding yang lain.
__ADS_1
Kini penampilan Alda bagi mereka seperti iblis yang merangkak keluar dari neraka lalau siap membantai siap saja! Begitu menakutkan, jika saja tahu kan seperti ini, mereka tidak akan memanggil Alda dan Dion makan bersama.
"Apakah kamu yakin?" Tanya pemimpin itu, kini dia sudah semakin putus asa! Sehingga dalam percobaan terakhir dia kembali menunjukkan sikap tegas.
Baaammmm..!
"Banyak omong, segera katakan siapa yang menyuruh kalian menyerang kami! Jika tidak maka mati saja kamu." Ucap Alda setelah menghajar orang itu dengan sangat keras.
Dia lalu siap menghantam kembali, namun suara orang itu langsung terdengar.
"Baiklah, akan ku katakan!" Ucap dia akhirnya mau mengalah dan mangaku salah.
Bara yang mendengar orang itu sudah mengalah, dia semakin ketakutan apa lagi melihat keganasan Alda sebelumnya! Kini dia menyesal telah memprovokasi Alda, jika waktu bisa di putar kembali! Dia lebih baik tidak membuat masalah dengan Alda.
"Katakan...!" Alda berucap dengan dingin.
"Yang memberikan perintah, adalah tuan Bara!" Ucap pemimpin kelompok itu.
Woss..!
Alda langsung menengok ke arah Bara dengan tatapan tajam! Seketika sekujur tubuh Bara menegang, tanpa dia sadari air kencing keluar dari celana bagian bawahnya.
Bau tidak sedap langsung tercium di ruangan pribadi itu.
Tino mundur dengan cepat, dia merapatkan tubuhnya ke dinding cukup jauh dari Bara yang masih duduk di lantai karena takut.
Luna mendengar pengakuan dari pemimpin kelompok yang menyerbu masuk itu terkejut, dia tidak menyangka tapi itu kenyataannya.
Seketika tatapan dia langsung tidak suka dengan Bara, dia juga memandang ke arah dia temanya.
Wida dan Flon langsung menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tahu apa-apa, dia hanya tau bahwa dia di mintai tolong oleh Bara untuk mengajak Luna makan, setelah itu dia yang sebagai pacarnya Bara akan di belikan mobil.
Sebagai wanita yang memandang kekayaan, Wida sangat senang! Sehingga dia langsung setuju! Sedangkan Flon adalah sahabat Wida dari dulu selalu bersama jadi dia mendukung Wida apa adanya.
"Oh, jadi kamu yang memberikan perintah kepada mereka?" Ucap Alda kepada Bara.
Tak..Tak..Tak..!
Langkah Alda sangat mantap, dia beru melangkah beberapa langkah saja Bara sudah seperti di tekan ke lantai! Bayangan kejam Alda saat menyerang orang suruhannya langsung di putar di benaknya.
Kaki dia seperti sudah tidak merasakan apa-apa lagi, bahkan hangatnya air seni dia saja tidak terasa.
"Alda, aku adalah orang dari perusahaan Grup Champion Ship! Kamu jangan berani-beraninya." Ucap Bara dalam pembelaan terakhirnya.
__ADS_1
"Memangnya ada apa dengan Grup Champion Ship?" Tanya Alda ingin lebih tahu tentang perusahaan itu.
"Al..!" Ucap Luna terputus.
Luna ingin memberi tahu kehebatan perusahaan Grup Champion Ship, namun di hentikan oleh angkatan tangan Dion dan memegang bahu Luna yang ingin maju dan satu tangan Dion memegang tangan Luna.
Karena itu jantung Luan langsung berdebar seperti genderang mau perang! Dion yang memang pundak Luna sedikit menegang, dia melirik mata Luna.
Seketika Luna langsung tersipu dan menundukkan kepalanya begitu cepat, dia seperti gadis yang kepergok oleh orang yang di sayangi.
"Kamu orang baru di kota Mako, jangan macam-macam dengan perusahaan Grup Champion Ship!" Setelah Alda bertanya, kepercayaan diri Bara langsung meningkat, dia pikir Alda takut dengan Grup Champion Ship sehingga dia langsung berdiri.
Tidak memperdulikan lagi celananya yang sudah basah oleh air seni sendiri, dia merasa sudah menguasai keadaan.
"Memangnya apa kehebatan Grup Champion Ship?" Alda masih kembali bertanya.
Alda melakukan ini dan sebelum juga karena ingin mengetahui Kelompok kalajengking merah maupun Grup Champion Ship lebih dalam, dari orang dalam kelompok mereka sendiri.
Namun sayangnya, sepertinya mereka semua adalah kelas bawah semua! Sehingga tidak tahu apa-apa tentang mereka.
"Kamu orang miskin, tidak akan tahu apa itu Grup Champion Ship." Hanya kata-kata itu yang di ulang.
Bahwa Alda tidak akan bisa memprovokasi Grup Champion Ship.
Baammm...!
"Uhuk-uhuk..!" Bara langsung terpental dan menabrak tembok lalu sudut mulutnya berdarah.
Dia terpental karena tendangan di perut oleh Alda, tendangan itu sangat keras hingga Bara terbang sampai 2 meter lebih.
Kini dia terkapar dan mengerang.
"Hanya itu yang kamu ulang, apa hebatnya?" Ejek Alda sangat mendominasi, dia sudah kecewa sehingga tidak mempedulikan lagi Bara dan yang lainnya.
Tino takut, begitu juga pemimpin dan semau orang yang dia bawa semuanya terus tengkurap di lantai, mereka semua tidak berani bangun.
Hanya merasakan sakit dari luka yang di berikan oleh Alda dan ketakutan akan keganasan Alda saja membuat mereka langsung ciut nyalinya.
Meskipun semua itu termasuk gengster jalanan kota Mako, namun jika bertemu dengan orang kuat mereka tetap takut mati.
Dion diam saja sedari awal, dia tahu jika Alda bertindak semuanya akan beres.
\=
__ADS_1
...