Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
277 SANGAT MUDAH


__ADS_3

Chapter 277. SANGAT MUDAH.


\=


Resepsionis itu terkejut, karena di hadapan dia adalah wanita karir yang sudah terkenal di kota Westa ini! Bahkan dia juga berangan-angan seperti Cika Lims, namun dia sadar dia bukan anak orang berpengaruh seperti Cika Lims, jadi angan-angan agar seperti Cika Lims dia kubur dalam-dalam.


Karena dalam hal karir bagus, pasti ada penduduk keluarga besar di belakangnya! Tidak mungkin orang biasa lalu langsung menjadi sukses hanya karena kerja keras dan kemauan, harus ada faktor pendukung seperti keluarga berkuasa dan keluarga pebisnis yang sudah besar.


Omong kosong jika seseorang mengatakan, mulai dari bawah karena kerja keras dan kemauan besar lalu menjadi pebisnis yang di perhitungkan.


Setelah tertegun sebentar, akhirnya resepsionis itu langsung sadar.


"Ah, baik nona Cika! Akan saya bantu hubungi dulu taun Rizal nya." Jawab resepsionis cantik itu dengan senyum anggun.


Dia langsung percaya, karena bagaimanapun Cika Lims adalah orang terpandang! Sehingga sangat mungkin bahwa mereka sudah membuat janji di awal, sehingga resepsionis kantor Grup Brighton tidak banyak mempertanyakan hal yang tidak penting.


Jika saja orang lain yang datang! Pasti resepsionis itu akan sedikit lebih banyak bertanya, untuk meyakinkannya agar dia tidak di bohongi! Sehingga tidak menggangu pekerjaan orang-orang penting di balik Grup Brighton ini.


Setelah beberapa menit menghubungi dan akhirnya beres.


"Nona Cika Lims! Mari ikut saya untuk menemui pak Rizal." Ucap resepsionis cantik itu.


Dia dengan cepat keluar dari tempat kerjanya! Karena semua orang sedang sibuk menyambut pertemuan bisnis yang ada di aula utama, sehingga dia di suruh langsung mangantar Cika Lims.


Kebetulan, Rizal belum turun ke aula pertemuan! Sehingga dia langsung ingat menjalankan perintah dari Alda untuk memprioritaskan keluarga Lims, terutama Cika Lims ini.


*


Di ruangan kantor yang sangat besar dan mewah! Rizal sedang sibuk dengan laptopnya, karena memang banyak sekali laporan yang masuk hari kemarin, karena sudah banyak keluarga menengah yang bergantung bekerja sama dengan Grup Brighton.


Itu karena pembangunan distrik baru kota Westa sangat sulit! Sehingga perlu dukungan banyak pihak agar proyek ini berjalan dengan sangat baik.


Ceklak..!


Pintu di buka, setelah Rizal mendengarnya dia langsung melihat Cika Lims yang berjalan di dampingi oleh tiga orang bawahnya, sedangkan resepsionis cantik tadi tidak ikut masuk, karena hanya berani mengantarkan sampai depan pintu saja.

__ADS_1


Melihat Cika Lims yang begitu anggun dan menawan seperti mempunyai aura yang membuat orang ingin mengaguminya, Rizal langsung mengangguk.


"Hemm, tidak heran keluarga teratas bisa sangat mendominasi! Hana seorang wanita muda saja dari keturunan mereka, bisa memiliki aura seperti ini." Ucap Rizal dengan lirih.


Akhirnya dia berdiri dan menyambut Cika Lims! "Selamat datang di kantor cabang Grup Brighton, nona Cika Lims." Ucap Rizal sambil berjabat tangan.


Merasakan tangan halus Cika Lims dan senyuman darinya itu begitu menawan, Rizal semakin yakin bahwa wanita ini sudah berhasil menggoda taun Alda! Hingga bisa mendapatkan hak khusus di Grup Brighton.


Ternyata Rizal langsung salah sangka! Padahal Cika Lims Alda berikan hak khusus karena dia milik Tama, sahabat satu perguruan yang sudah di anggap sudara oleh Alda.


"Terimakasih, tuan Rizal!" Ucap Cika Lims, masih dengan senyum tipis yang membuat dunia para pemuda runtuh seketika.


Rizal juga mengagumi Cika Lims! Namun dia langsung sadar diri, karena Cika Lims adalah seseorang yang tinggi.


Bahkan setelah melihat Cika Lims ini, aura Nia Daniaty langsung di kalahkan! Padahal sebelumnya Rizal merasakan Nia sangat berbeda dari wanita bisnis biasanya.


Akhirnya mereka semua duduk di sofa yang ada di ruangan ini.


"Baiklah, nona Cika aku tidak akan berbasa-basi lagi! Karena tuan Alda sudah memberikan arahan maka aku hanya bisa langsung menyetujuinya." Ucap Rizal dengan tenang dan senyum ramah.


Deg..!


Karena dia tahu, Rizal ini adalah orang yang sudah di perhitungkan oleh orang-orang besar di kota Westa ini! Bahkan ayahnya, akan melihat Rizal sebagai orang besar meskipun dia hanya perwakilan dari Grup Brighton.


Namun jika Cika Lims tahu, bahwa Rizal mereka rendah diri di hadapannya karena dia mendapatkan rekomendasi dari Alda! Dia akan lebih terkejut lagi.


"Tuan Rizal, apa arahan dari Alda itu?" Cika Lims sangat penasaran.


Cika Lims tidak menyebutkan tuan di depan nama Alda di depan Rizal, membuat dia semakin yakin bahwa keduanya pasti memiliki hubungan yang dekat.


Namun dia tidak mempermasalahkan itu, karena itu bukan kapasitas dia untuk ikut campur! Jadi dia hanya tersenyum tipis saja.


"Silahkan baca sendiri, aku sudah menyusun ini beberapa waktu lalu sesuai instruksi dari tuan Alda." Jawa Rizal.


Mendengar, Rizal selalu menyebut nama Alda dengan sebutan tuan dan seperti sangat patuh dengan perintah Alda, Cika Lims sedikit mengerutkan keningnya dan mulai berpikir keras.

__ADS_1


Karena setahu dia, Alda hanyalah bagian dari eksekutif dari Grup Brighton! Namun seperti memegang kekuasaan yang tinggi, ini membuat Cika Lims yang cerdas mulai curiga identitas apa yang sebenarnya di miliki Alda itu.


Namun karena dia lebih memikirkan kerja sama dengan Grup Brighton, dia akhirnya mengambil dokumen yang ada di depannya.


Akhirnya, Cika Lims serius membaca semua isinya! Semakin dia membaca lebih banyak semakin dia keharaman, karena jika seperti ini tidak lazim dalam dunia bisnis.


Beberapa bawahan Cika Lims juga menunggu dengan cermat, setelah Cika Lims selesai membaca dia menengok ke arah wanita yang sepertinya seumuran dengan dirinya.


"Coba kamu baca dan periksa, apakah pendapat kalian tentang ini!" Ucap Cika Lims dengan heran.


Sedangkan wajahnya masih memperlihatkan keterkejutan yang tinggi! Karena sambil menunggu beberapa bawahnya memeriksa dokumen yang dia baca sebelumnya, dia menengok ke arah Rizal.


"Tuan Rizal, apa perjanjian itu tidak salah nulis?" Ucap Cika Lims berharap Rizal bertanya balik, 'apa ada yang salah dengan dokumennya ' namun sayang, harapan di terbantahkan.


"Tidak, itu semua benar! Isi dari dokumen itu sesuai yang di sarankan oleh tuan Alda." Ucap Rizal.


Padahal dia hanya di berikan pesan singkat oleh Alda, bahwa nona Cika Lims di berikan wewenang penuh dalam proyek pengembangan kota Westa.


Melihat pesan singkat itu, Rizal langsung tahu! Sehingga dia menambahkan banyak klausul yang sedikit condong ke Cika Lims tanpa melibatkan nama keluarga Lims kota Mako.


Sehingga seperti kekuasaan penuh dari Cika Lims lebih tinggi dari pihak lain, sedangkan Cika Lims posisinya sejajar dengan perwakilan Grup Brighton seperti Rizal ini.


Namun yang membuat Cika Lims heran, keputusan tertinggi ada di tangannya! Sehingga ini seperti dia yang akan memimpin pengembangan distrik baru kota Westa yang ada di bawah wewenang Grup Brighton.


Cika Lims kembali heran, namun setelah mengingat siapa Alda dan hubungan Alda dengan Tama, lalu dia teringat bisikan Tama kepadanya saat di kediaman keluarga Aditya.


Sehingga dia langsung tersipu malu! Seketika wajah sedikit memerah, membuat Rizal sekejap tidak bisa berkata-kata.


Akhirnya pemikiran liar Rizal muncul kembali dan semakin parah! Karena setiap dia berbicara menyebut nama Alda, Cika Lims seperti salah tingkah.


Apa lagi puncaknya sekarang dia seperti sangat tersipu, saat dia kembali membicarakan nama Alda di hadapan Cika Lims.


Jadilah Rizal semakin yakin, tuan Alda mempunyai hubungan khusus dengan nona muda Cika Lims.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2