Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
255 DI RAMPOK BALIK


__ADS_3

Chapter 255. DI RAMPOK BALIK.


\=


Hana yang kini di peluk oleh Alda dengan pelan malah dia tegang bukan main! Tidak hanya tubuhnya tapi juga hatinya, hati Hana saat ini seakan ingin melesak dan terbang ke angkasa karena dia tidak pernah berharap akan seperti ini.


"Hana tenang lah, itu hanya ucapan tidak bermakna! Kamu boleh marah dan kesal tapi tidak perlu sampai seperti ini." Ucap Alda lirih di samping telinga Hana.


Hanya yang mendengar itu seperti benar-benar melayang, dia langsung tersadar namun dia tidak ingin lepas dari posisi seperti ini.


Sehingga dia tidak menjawab ucapan Alda barusan! Hana masih tetap diam dan air mata kebahagiaan langsung menetes dari matanya yang bening dan indah, karena wajah Hana ada di atas pundak Alda sehingga air mata Hana langsung membasahi kemeja yang di kenakan Alda.


Karena sejak masuk ke ruangan 203, Alda melepas jas yang di kenakan sebelumya! Jadi sekarang Alda hanya mengenakan kemeja biru langit.


Karena merasakan basah di pundaknya, dia langsung menjauhkan pelukan mereka dan melihat wajah Hana yang sayu karena menangis dalam diam.


Alda yang salah paham dengan tangisan Hana, kedua tangannya memegang wajah hanya yang basah lalu menghapus air mata yang jauh dari sudut mata Hana.


"Sudahlah, jangan menangis lagi! Kedepannya aku jamin tidak akan ada lagi orang yang berani berbicara tanpa etika seperti itu lagi kepada mua Hana!" Ucap Alda sambil memandang wajah Hana dengan serius.


"Huhh...!" Malah tangisan Hana pecah.


Kini Hana langsung memeluk Alda dengan sangat erat! Bahkan Alda bisa merasakan dada Hana yang tidak besar dan tidak kecil menekan kuat di dadanya, untuk sesaat dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


Karena jujur saja ini hal baru bagi Alda, dia tidak pernah sedekat ini dengan perempuan sebelumnya jadi bisa di bilang Alda begitu mimin akan pengalaman berinteraksi dengan wanita.


"Hana, apa kamu baik-baik saja?" Ucap Alda setelah beberapa saat dia diam saja sambil mengelus punggung Hana yang putih mulus tanpa cela.


Akhirnya Hana mengangguk! Dia sekarang berhenti menangis setelah merasa puas, namun getaran di tubuhnya masih bisa Alda rasanya.


"Aku baik, Alda terimakasih!" Ucap Hana dengan sulit.


Sekarang Hana merasakan hidupnya penuh dengan warna setelah bertemu dengan Alda! Apa lagi sekarang Hana merasa hidupnya ada yang melindungi, tidak seperti dulu dia dan adiknya saling menjaga untuk bertahan hidup.


Bahkan harus menjalankan misi yang tidak bisa mereka hadapi! Hingga sering kabur ke berbagai negara untuk menghindari penangkapan.


Dia pikir saat menjalankan misi untuk membunuh Alda lalu gagal, terus dia akan mati bersama adiknya! Namun malah Alda membebaskan mereka berdua, sehingga Hana merasa sangat bersyukur dan berhutang nyawa terhadap Alda.


Malah sekarang dia bertemu dengan kehidupan yang selama ini dia impikan siang dan malam! Setelah bertemu dan menjalani hidup dengan Alda.


Sebagai seorang wanita, Hana sebenarnya sangat membutuhkan sosok yang bisa melindungi dari ancaman segala bahaya dan akhirnya Alda memberikan itu semua.


"Baiklah, tenangkan dirimu! Tunggu di sini sebentar Hana." Ucap Alda, lalu dia menuntut Hana untuk duduk di sofa yang tadi mereka berdua duduki.


Alda menengok ke orang yang sekarang sedang tersungkur basah oleh air kencing sendiri! Dia adalah laki-laki paruh baya yang tadi mengikuti Hansen Readbulld dan yang lainnya ke ruangan 203.

__ADS_1


Duk..!


"Hei, jangan pura-pura mati! Apa aku akan membunuh kamu beneran!" Ucap Alda setelah menendang pria paruh baya itu dengan sedikit keras.


"Aaaahhhhkk...! Jangan tuan." Ucap pria paruh baya itu langsung bangun.


Wajahnya benar-benar ketakutan! Dia awalnya ingin sekali tidak sadarkan diri namun karena ketakutan yang berlebihan dan air kencing yang terus keluar membuat dia tidak terkapar pingsan.


"Katakan apa mereka semua sudah merencanakan ini semua sejak awal?" Ucap Alda mengintrogasi.


"Awas, jika kamu berani berbohong!" Lanjut Alda berucap.


Kreeekk..!


Suara genggaman Alda begitu mengerikan, apa lagi di hadapkan di depan wajah yang sedang ketakutan.


"Sudah tuan, mereka sudah berminat untuk tidak membeli sebidang tanah itu!" Jawab pria paruh baya dengan ketakutan.


"Ternyata kalian benar-benar berniat merampok, sepertinya seru jika kalian di rampok balik." Alda langsung memiliki ide yang sangat bagus.


"Maksud taun?" Ucap pria paruh baya itu tidak tahu maksud Alda.


"Sebutkan property milik keluarga Readbulld yang menguntungkan! Minimal tiga." Perintah Alda kepada laki-laki paruh baya itu.


"Ada pertambangan nikel di barat laut! Lalu di kota Westa ini ada hote bintang 5, lalu perusahaan energi..! Itu tiga teratas yang paling menguntungkan." Jawab dia karena masih sangat takut.


Deg...!


Pria paruh baya itu sangat terkejut, dia tidak tahu harus bagaimana! Jika dia menolak maka akan di siksa, jika dia melakukan maka akan mendapatkan masalah dari Hansen Readbulld.


Akhirnya dengan kebimbangan itu, dia menengok ke arah Hansen Readbulld yang masih tinggal sadarkan diri dan ke tuan muda yang sepertinya sedang kritis.


"Jika kamu menunda lebih lama lagi, maka nyawa Hiski Readbulld tidak akan tertolong." Alda mengintimidasi lewat Hiski.


"Baik tuan, akan saya lakukan." Ucap pria paruh baya itu.


Dia melakukan pengalihan kepemilikan, dengan klausul akuisisi Grup Brighton! Setelah beres, Alda menganggkat dua kekek dan cucu keluarga Readbulld.


"Menggunakan sidik jari siapa?" Ucap Alda kepada pria paruh baya itu yang terlihat sangat tertekan.


"Tuan besar Readbulld..!" Jawabannya.


Lalu Alda dan pria paruh baya itu menekan sidik jari tuan besar Readbulld ke layar tablet untuk kata kunci penyetujuan! Setelah itu pria paruh baya itu membatu membubuhi tanda tangan yang mirip dengan punya tuan besar Readbulld.


Meskipun tanda tangan tidak begitu mirip, namun karena ada sidik jari pembuka kunci persetujuan sehingga transaksi itu berhasil.

__ADS_1


Hana masih memperhatikan dua orang itu sibuk! Dia tidak tahu apa yang sedang di lakukan Alda, namun Hana tahu itu pasti sesuatu yang besar.


"Bagus, kamu bisa urus tuan muda dan tuan besar itu sekarang! Ucapan terimakasih atas inisiatifnya, he-he-he." Ucap Alda terlihat tawa dia sangat jahat bagi pria paruh baya itu.


Alda berbicara sambil menepuk pelan pipi yang kemarahan karena ketakutan dari pria paruh baya yang di bawa keluarga Readbulld ke sini.


Hingga dia langsung bergidik ketakutan! Karena tiga property paling menguntungkan sudah pindah tangan keluarga Readbulld akan jatuh terpuruk.


Bisa di bayangkan, nilai dari tiga property itu lebih dari 1/3 dari total semua kekayaan keluarga Readbulld, sehingga jika tuan besar tahu dia akan sangat terpukul nantinya.


"Hana mari kita pulang! Urusan di sini udah beres." Ucap Alda kepada Hana.


"Baik..!" Jawab Hana langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu segera mengikuti Alda keluar dari ruangan 203.


Setelah melihat Alda dan Hana keluar, dia langsung ambruk saking tidak kuatnya kali dia menahan beban tubuhnya.


Setelah terkapar, dia meraih ponselnya! Lalu dengan cepat menghubungi orang-orang dari keluarga Readbulld.


Alda keluar Hotel Emperor bersama Hana, mereka berdua berjalan berdampingan di lorong hotel yang sangat panjang.


Setelah sampai di parkiran, Alda langsung teringat Tama! Dia ingin meminta menghapus rekaman cctv di ruangan 203.


Dia mengeluarkan ponselnya, lalu mencari kontak Tama dan menghubungi Tama dengan cepat.


Hanya butuh waktu sebentar, suara Tama langsung terdengar di sebrang sana.


"Alda akhirnya, kamu menghubungi aku juga! Aku sangat penasaran dengan aksi kamu di Hotel Emperor." Ucap Tama sedikit ambigu.


"Sial, apa kamu tahu?" Alda terkejut, dia kaget juga karena Tama bisa tahu aksi dia di hotel Emperor ini.


"Ya, aku tahu..!" Ucap Tama sedikit terawat nakal.


"Sial, jika seperti itu aku minta tolong kepada kamu Tama! Bisakah kamu hapus rekaman cctv ruangan 203?" Alda tidak lagi menutupi faktanya kepada Tama.


"Kenapa harus di hapus? Apa kamu bermain terlalu brutal sehingga orang lain tidak boleh tahu?" Tama salah tanggap.


"Ini...!" Alda juga bingung.


Keduanya orang cerdas, namun masih ada saja salah paham yang terjadi! Alda sedang berbicara mengenai bermain dengan keluarga Readbulld, sedangkan Tama bermain dengan konotasi lain! Tama sudah termakan oleh fantastisnya sendiri sebelum bertanya lebih jelas masalahnya kepada Alda.


\=


\=


Hari ini update 4, semoga kalian terhibur 😁.

__ADS_1


Jika masih ada beberapa typo, maaf 🙏


...


__ADS_2