Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
262 RENCANA BERHASIL


__ADS_3

Chapter 262. RENCANA BERHASIL.


\=


Kini Alda, Hana dan Hani datang ke Hotel Emperor! Itu saran dari Hani, karena Hani terus berusaha memohon kepada kakaknya bahkan sedikit memaksa Alda juga agar pergi makan ke hotel saja.


Sehingga Hana menyetujui keinginan Hani! Jadi dengan sedikit terpaksa Alda memesan salah satu ruangan di Hotel Emperor! Kini ketiga orang itu sudah berada di ruangan Hotel Emperor yang di pesan oleh Alda.


Mereka sekarang berada di ruangan nomer 100.


Karena sebelumnya Alda sudah masuk dengan namanya, sehingga dia dengan mudah bisa masuk kembali! Jika tidak pasti harus ada jaminan atau harus mendaftar jadi member dan membeli salah satu kartu akses.


Meskipun seperti itu, bagus Alda sebenarnya mudah! Namun karena tidak perlu lagi jadi Alda tidak membuat kartu akses, itu karena dia dan yang lainnya mungkin tidak akan lama di kota Westa karena Alda sudah bertekad saat berbincang dengan Tama pagi hari tadi.


"Kakak, aku keluar dulu! Karena ada sesuatu yang ketinggalan, jika kakak akan makan terlebih dahulu maka makanlah tidak perlu menunggu aku." Hani terlihat seperti sedang buru-buru.


"Apa itu?" Ucap Hana bertanya dia ingin tahu, apa itu hal penting.


Alda yang melihat gerak-gerik Hani yang sedari tadi sedikit berbeda dan mencurigakan hanya bisa mengerutkan keningnya! Tapi dia tidak peduli, toh itu hanya Hani.


Mau seberapa janggal dia! Tidak mungkin bisa mencelakai dirinya dan di sini juga ada kakaknya, dia tidak mungkin berbuat macam-macam.


Akhirnya Hani keluar dari ruangan itu, sehingga di kamar itu hanya tinggal mereka berdua saja! Hana dan Alda mengobrol ringan kenapa dia di pagi hari tadi tidak keluar.


Hana hanya bisa berkata jujur, bahwa dia dan Hani sedang bertengkar ringan sehingga dia malas untuk keluar! Jadi Alda sekarang tahu.


"Oh pantes saja Hani hari ini sedikit beda, ternyata kalian sedang bertengkar ringan!" Ucap Alda, kini dia tidak lagi curiga dengan gerak-gerik Hani yang mencurigakan.


Tidak lama kemudian, makanan di antara ke dalam ruangan no 100 yang di tempati Alda dan Hana! Namun Hani sampai sekarang belum juga kembali.


Keduanya mengobrol kembali cukup lama, namun Hani belum juga kembali.


"Sebaiknya kita maka saja cepat! Mungkin Hani sedang mengerjakan sesuatu." Ucap Hana, itu juga karena dia sudah lapar karena belum makan apapun dari semalam.


"Baiklah..!" Jawab Alda.


Keduanya makan dan minum dengan lahap! Setelah selesai, Hana merasa udara di sekitar semakin panas.


Alda belum merasakan apa-apa, namun melihat Hana gelisah seperti itu dia mengerutkan keningnya.


"Hana, apa ada sesuatu yang tidak nyaman?" Ucap Alda keheranan.


"Ya, apa kamu tidak merasakan udara di sini semakin panas?" Tanya Hana yang masih belum mengerti.


"Panas, tidak!" Jawab Alda.


Namun setelah lebih lama, Hana terlihat semakin tidak karuan! Begitu juga Alda merasakan hal berbeda, dia juga merasakan sedikit gerah dan ada rasa yang menggebu.

__ADS_1


Saat melihat Hana kembali, wajah Hana sekarang bersemu merah! Bibirnya bergetar dan dia seperti menahan sesuatu yang sulit di katakan.


"Alda..!" Suara Hana terdengar bergetar.


"Hana sadar, kamu tidak apa-apa?" Ucap Alda yang khawatir.


Dia dengan cepat memeriksa keadaan Hana, dengan menekan denyut nadi di lengan Hana.


Deg..!


Alda terkejut, dia merasakan aliran darah Hana sangat kacau dan denyut nadinya sedikit tidak teratur, namun itu bukan tanda-tanda sakit! Akan tetapi orang yang terkana rangsangan obat.


Akhirnya Alda membawa Hana ke dalam kamar yang ada di ruangan 100! Karena jika aliran darah yang terlalu cepat seperti itu terus berdiri akan berbahaya jadi dia membawa Hana ke kamar.


Hana memeluk erat tubuh Alda, dia terus bergumam pelan menyebut nama Alda! Hingga Alda juga merasakan sensasi yang berbeda.


Setelah masuk ke kamar, Alda dengan cepat merebahkan tubuh Hana! Namun yang merepotkan Hana tidak melepaskan tubuh Alda sama sekali.


Malah kini Hana sibuk melepaskan pakaian yang di kenakan! Hingga Alda hanya bisa melongo.


"Sial, jangan-jangan! Aku dan Hana telah menelan obat afrodisiak?" Gumam Alda, dia tidak berpikir itu perbuatan Hani, yang dia pikirkan dia sedang di jebak oleh para master luar negeri.


Padahal itu rencana jahat Hani, dia melakukan itu agar Alda berhubungan **** dengan kakaknya! Sehingga Alda merasa bersalah dan akan bertanggung jawab, karena Hani tahu bahwa Alda adalah orang yang memiliki komitmen yang tinggi, jadi dia tidak khawatir Alda meninggalkan kakaknya setara dia menidurinya.


Setelah Hani keluar dia menghubungi staf Hotel Emperor dan menaburkan bubuk obat itu dengan dosis tinggi! Dia tahu Alda adalah orang kuat, sehingga dia takut Alda akan bertahan jadi dia menambahkan dosisnya.


Sekarang Hana sudah tidak peduli lagi, karena pengaruh obat itu sangat kuat! Jadi dia langsung mencium Alda yang sekarang ada di pelukannya.


Karena Alda juga sama-sama terkena obat itu meskipun sedikit lambat! Tapi setelah terkena rangsangan dari bibir lembut Hana yang terus menciuminya, dia juga tidak tahan lagi akhirnya dia terkenal.


Hana kini sudah membuka baju bagian atasnya! Dada Hana yang tidak begitu besar langsung terpampang di hadapan Alda, karena dia sudah sepenuhnya terbawa suasana dan pengaruh obat, dia langsung melayani Hana juga.


Kini keduanya saling memuaskan satu sama lain! Keduanya benar-benar seperti tidak sadar namun sebenarnya mereka masih sadar, tapi karena itu hal yang nikmat keduanya melakukan.


*


Dia luar kamar no 100, Hani berdiri di sana! Setelah mendengarkan percakapan Alda dan Hana di dalam, Hani langsung tersenyum lebar.


"Rencana berhasil..!" Ucapnya sambil mengayunkan tangannya dengan kencang.


Hani menunggu di depan pintu cukup lama, hingga akhirnya dia memilih untuk pergi dari sana.


Malam hari telah tiba.


Alda terbangun dari tidurnya, dia memegang kepalanya yang sedikit pusing! Setelah bisa melihat dia akhirnya sadar sepenuhnya.


Saat menengok ke arah samping, Hana masih tertidur dengan pulas nya sambil memeluk dia tanpa sehelai benang menutupi mereka berdua.

__ADS_1


Seketika Alda merasakan tubuh halus Hana yang menempel di tubuhnya! Dia langsung ingat apa yang terjadi dengan keduanya siang tadi setelah dia makan.


"Oh tidak, sepertinya aku telah membuat kesalahan!" Keluh Alda dengan lirih.


Namun melihat wajah cantik Hana dan masih terlihat kelelahan, Alda hanya bisa mengeluh rambut Hana yang masih berantakan itu.


Merasakan kepalanya di sentuh, akhirnya Hana bangun dari tidurnya! Saat bangun tidur melihat wajah Alda ada di depannya, Hana terkejut.


"Alda, aku?" Ucap Hana, tapi otaknya coba berpikir apa yang telah dia lakukan.


Seketika dia teringat dengan kejadian siang tadi.


"Aaahhhhh...!" Jerit Hana, dia langsung masuk ke dalam selimut.


Wajahnya sangat merah, apa lagi saat menyentuh tubuhnya dia merasa tidak memakai apapun dan tadi memeluk Alda dengan nyaman.


"Hana, tadi kamu..!" Ucap Alda namun terpotong oleh suara Hana di dalam selimut.


"Alda maafkan aku..!" Ucap Hana memotong langsung.


"Tidak, tapi sepertinya makanan tadi mengandung obat afrodisiak." Alda kembali berucap.


Kepala Hana keluar dari selimut! Namun karena Alda juga sama-sama tidak memakai apapun, wajah Hana langsung merah padam dia sangat malu.


"Iya, kayaknya seperti itu! Maafkan aku, aku tidak bermaksud." Ucap Hana.


"Tidak, itu bukan salah kamu!" Jawab Alda sambil memeluk Hana yang masih di dalam selimut.


Hana hanya diam tertegun di peluk seperti itu, karena dia memang senang jika seperti ini.


"Kamu tidak membenci aku kan?" Hana menunduk, sambil bertanya dia takut Alda akan menjauh darinya.


"Tidak, seharusnya aku yang meminta maaf!" Alda menjawab seperti itu, dia melirik ke arah selimut yang di gunakan untuk menutupi tubuh Hana, di sana ada bercak darah yang sudah mengering.


Hana hanya diam, akhirnya Alda lanjut berkata.


"Apa kamu merasakan sakit di area tertentu?"


Hana menggeleng dengan cepat, dia memang tidak merasa sakit di area tertentu! Mungkin karena dia sering melakukan gerakan berbahaya, sehingga area itu semakin elastis.


Alda melepaskan pelukannya dengan Hana, dia tidak memikirkan tubuhnya yang masih tidak berpakaian, lalu menatap Hana dengan serius.


Keduanya saling bertatapan, hingga akhirnya Alda mencium bibir Hana.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2