Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
183 KONFERENSI PERS


__ADS_3

Chapter 183. KONFERENSI PERS.


\=


Malam hari ini telah berlalu, semua orang di kota Mako yang memiliki kepentingan masing-masing bergerak dengan sibuk.


Untuk saat ini mereka tidak saling sikut! Karena pihak pemerintah hanya meluncurkan artikel untuk masa depan kota Mako, belum di realisasikan.


Pagi hari yang dingin menyapu daratan kota Mako! Kota yang sedang di pandang oleh orang-orang besar di negara ini dan beberapa cukong di negeri seberang.


Hari ini di kabarkan pihak pemerintah akan langsung mengesahkan proyek besar ini! Gedung walikota kota Mako sudah ramai di datangi wartawan.


Berkas pengajuan proyek dari berbagai perusahaan juga sudah menumpuk di maja kerja walikota kota Mako! Namun itu tidak di sentuh sama sekali, karena proyek itu sudah di bagi-bagi dari jalur belakang.


Pengumuman itu hanya formalitas belaka! Itu juga agar para petinggi bisa memanipulasi pandangan publik.


Namun saat ini, walikota kota Mako sedang duduk kursi kerjanya tangan satunya bertumpu pada meja kerja yang banyak berkas itu.


Sedangkan tangan satunya memegang ponsel.


"Dengar baik-baik, jika kamu mengumumkan pengumuman proyek di konferensi pers tidak sesuai dengan kinerja dan kemampuan, bahkan mengikuti pengaturan orang-orang di atas! Apa lagi semua proyek jatuh di luar penduduk kota Mako, maka kejadian yang menimpa pada orang-orang organisasi kalajengking merah waktu itu, bisa jadi akan menimpa orang-orang pemerintahan!" Ucap seseorang di sebrang sana.


Tubuh walikota kota Mako yang sedikit gemuk bergetar! Dia sangat tahu dengan kejadian orang-orang dunia bawah kota Mako, namun sebagai orang pemerintah dan bahkan pihak departemen keamanan publik tidak berdaya sehingga mereka hanya bisa menelan ludah ketakutan.


"Aku hanya ingin, kota Mako di kelola oleh orang-orang lokal! Jika kamu sebagai orang lokal bahkan walikota kota Mako berkhianat maka jalan satu-satunya adalah kematian, sehingga akan ada orang lain yang akan menduduki kursi walikota selanjutnya." Lanjut orang itu berucap.


Nomer telpon itu sangat misterius! Sehingga walikota kota Mako saja bingung, di tambah dengan ancaman seperti ini dia akhirnya tambah bingung.


"Baik, saya mengerti!" Jawab walikota kota Mako dengan susah payah.


Hanya jawaban itu yang bisa dia berikan! Jika jawaban lain dia takut hidupnya akan tamat. Setelah itu sambungnya telepon itu langsung terputus.


Mendengar nada di putus, walikota kota Mako langsung mengembuskan napas lega! Namun terlihat sekarang bahwa nafasnya langsung memburu.


Sudah di pastikan, bahwa sejak tadi dia manahan ketakutan! Bayangan mayat yang berserakan di setiap sudut kota langsung terbayang, itu kejadian saat pembantaian besar-besaran kelompok kalajengking merah.

__ADS_1


Sebagai walikota kota Mako dia sangat tahu kejadian berdarah itu! Namun hanya bisa menahan karena tidak tahu siapa pelakunya! Namun kali ini ada orang yang mengancam dirinya secara pribadi dengan kematian seperti kejadian waktu itu.


Tanpa di sadari, ************ dia langsung basah! Setelah itu walikota kota Mako sadar setelah merasakan hangat di paha dan pantatnya.


"Sial, sebenarnya siapa mereka! Apa benar pembantaian itu pelakunya adalah mereka? Jika benar keberadaan seperti apa mereka?" Keluh walikota kota Mako.


Setelah itu dia langsung masuk ke kamar mandi yang ada di sana!.


*


Di sisi lain kota Mako.


Dion dan Tama melihat Alda.


"Apa kejadian pembantaian kelompok kalajengking merah bisa di jadikan ancaman?" Ucap Tama bertanya.


"Mungkin berhasil!" Jawab Alda.


Orang yang mengancam adalah Alda, dia tahu bahwa orang-orang di atas sudah bermain belakang dengan kekuasaan dan uang! Sehingga dia mencegah itu dengan ancaman kematian.


Alda tidak mengincar proyek yang akan di umumkan! Namun dia ingin yang mendapatkan adalah perusahaan yang baik dan benar-benar mampu yang akan mengelola kota Mako kedepannya.


"Aku yakin berhasil, karena pembantaian besar-besaran itu sangat tertutup dan orang anggap itu sebagai misteri! Sehingga walikota pasti akan takut, kita lihat saja di konferensi pers siang ini." Jawab Dion.


Ketiganya setelah semalam berdiskusi dengan Daniel Radcliffe, langsung merencanakan bahwa semua proyek yang akan datang harus jatuh ke tangan perusahaan lokal kota Mako! Sehingga rencana sekarang di jalankan.


"Baiklah, saatnya kita juga datang ke konferensi pers! Sepertinya orang-orang yang menarik akan muncul di sana." Ucap Alda, setelah itu dia bangun.


Ketiganya keluar dari ruang rahasia milik Alda di dalam villa miliknya! Setelah keluar, Hana dan Hani langsung mendatangi mereka bertiga.


"Tuan Alda, apa kita akan pergi hari ini?" Ucap Hana.


"Ya, kita akan keluar untuk bekerja hari ini!" Jawab Alda, dia langsung lanjut melangkah menuju ke parkiran bawah tanah di villa mewah itu.


Villa itu langsung sepi, karena orang-orang yang ada di sana pergi! Dua mobil keluar dari villa itu, menuju ke pusat kota Mako.

__ADS_1


*


Sekarang kantor pemerintah sudah sangat ramai, karena konferensi pers akan di mulai sebentar lagi.


Banyak pejabat kota dan pengusaha yang sudah berusaha keras dalam beberapa hari lalu berkumpul di aula pertemuan.


Panggung kecil di depan sana, sudah ada beberapa meja dan banyak kamera dari awak media kota Mako yang akan meliput.


Namun walikota kota Mako belum keluar! Hanya ada para bawahannya, namun para penonton dan tamu undangan sudah penuh.


Dari luar, Alda, Tama, Dion, Hana dan Hani masuk ke aula pertemuan! Setelah mereka melihat sekeliling banyak para pengusaha dengan pakaian yang rapi dan ada yang mewah, mungkin itu keluarga terpandang kota-kota besar dari berbagai kota di sekitar kota Mako.


Alda sekarang melihat, dia melihat di sisi Jhonatan Brighton dan Rizal masih ada beberapa kursi kosong! Mungkin mereka menyiapkan untuk mereka.


Dengan cepat mereka manuju ke posisi Grup Brighton berada, setelah sampai paman Jo menyambut mereka! Banyak orang yang melihat ini.


Di sudut lain ada keluarga Radcliffe, keluarga Luton, keluarga Chamber mereka adalah keluarga besar kota Mako saat ini, namun mereka semua memandang ke arah Grup Brighton saat Alda dan yang lainnya datang.


Saat Rendy Luton melihat ke arah Alda, matanya langsung menyipit! Dia melihat wajah Alda seperti melihat orang yang pernah dia kenal.


"Sepertinya anak muda itu wajahnya tidak asing tapi siapa?" Ucap Rendy Luton dengan aura lirih.


"Ayah, mana yang ayah maksud?" Ucap laki-laki sekitar umur 37 tahun, dia adalah anak Rendy Luton.


"Orang yang berjalan paling depan! Namun siapa aku lupa!" Jawab Rendy Luton.


"Mungkin seseorang di suatu tempat, atau di keluarga besar kota lain!" Jawab laki-laki anak Rendy Luton.


"Thimoti, sebaiknya kamu cari identitas dia! Ayah penasaran, bisa duduk dengan para petinggi Grup Brighton dia pasti tidak bisa." Ucap Rendi.


"Baik...!" Jawabannya singkat.


Thimoti Luton anak dari Rendy Luton hanya mengangguk mengerti setelah menjawab dengan singkat, karena orang yang biasanya di perhatikan oleh ayahnya pasti orang hebat.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2