Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
272 SERGAPAN BERDARAH


__ADS_3

Chapter 272. SERGAPAN BERDARAH.


\=


Tiga master luar negeri yang melihat keganasan Alda langsung tercengang, mereka mundur dengan cepat karena insting mereka merasa bahaya! Sebagai seorang ahli beladiri terkemuka di negara masing-masing, semuanya telah mengalami pertarungan hidup dan mati.


Apa lagi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang bermasalah! Bisa melakukan apapun jika di bayar, itulah kenapa mereka semua tertarik dengan tawaran keluarga Button cabang 2, karena di tawarkan harga tinggi hanya untuk menangkap satu orang.


Namun setelah melihat kemampuan bertarung Alda, mereka semu merasa telah di bodohi oleh orang-orang dari keluarga Button cabang 2, karena tidak melampirkan kekuatan lawan.


Namun setelah di pikir kembali, mereka juga salah! Karena bagaimanapun orang yang lemah tidak mungkin di buru oleh keluarga kuat, bahkan mereka sampai menyewa jasa banyak master hanya untuk menangkap satu orang.


Sehingga bisa di pastikan, orang itu pasti seorang ahli yang kuat.


"Adik bertahan lah! Aku akan segera menyelamatkan mu." Ucap orang yang bertubuh besar, orang itu tepat di sebelah kiri Alda.


Melihat adiknya yang di injak tidak berdaya, sang kakak langsung bergegas melawan dengan cepat maju! Dengan tinju dan tubuhnya yang beser dia seperti binatang buas.


Kini dia tidak meremehkan Alda, dia langsung menggunakan seluruh kekuatan yang dia miliki! Sebagai petarung bebas di aren bawah tanah, keduanya sangat sombong. Namun setelah melihat Alda di depan kepalanya sendiri dia sebagai kakak langsung serius.


Slazz..!


Braakk..!


"Eeekkhhh...!" Keluh orang itu menahan kesakitan.


"Hei, kalian jangan melupakan keberadaan ku di sini!" Ucap Hana dengan tatapan dingin, dia malah langsung membunuh orang itu dengan kejam.


Alda melihat itu hanya bisa meringis ngeri! Hana terlihat sangat mendominasi, padahal kemarin saat di ranjang dia terlihat seperti gadis kecil yang perlu perlindungan.


Namun sekarang dia seperti malaikat pembunuh! Membuat Alda terkesiap.


Kini sangat Kaka di serang dari samping oleh Hana saat dia sangat mewaspadai Alda saat menyerang tadi! Namun dengan tindak terduga ada belati panjang yang melintas di depan lehernya dengan begitu tiba-tiba, hingga dia tidak bisa mengelak sama sekali.


Hingga akhirnya dia mati penasaran! Bahkan dia mati tidak tahu apa yang terjadi, hanya merasakan tubuhnya langsung membentur tanah dan lehernya dingin seketika, bahkan ingin berteriak saja tidak sanggup.


"Hiss..!" Master luar negeri yang memegang belati kecil di tangannya langsung gemetar.


Dia juga master terkemuka, namun metode membunuh seperti itu dia tidak bisa memilikinya, sehingga melihat adegan mengerikan di depan matanya dia tidak sadarkan mendesis ringan.

__ADS_1


"Kakak...!" Teriak adiknya dengan histeris.


Setelah itu dia menggunakan semua kekuatannya kembali yang dia miliki untuk memberontak dari tekanan Alda, setelah bisa lepas sedikit dia langsung menyerang Alda.


Kraakkk..!


"Eekkh.." Suara tenggorokan terkunci.


Karena leher orang itu langsung di patahkan oleh Alda, hingga seketika pandangan orang itu langsung gelap dan berputar lalu mati mengikuti jejak kakaknya.


"Mengejutkan saja..!" Ucap Alda.


Dia sedang tertegun sebelumnya karena serangan ganas Hana tadi! Namun tidak menyangka orang yang sedang di tahan di tanah langsung memberontak dan menyerang dengan membabi buta, sehingga dia tidak sengaja langsung mematahkan lehernya dengan memutar kepala orang itu sangat kuat.


Deg..!


Kini master yang mengenakan pakaian sederhana dan membawa pedang hanya bisa tertegun, dia pikir orang-orang ini masuk bisa di kalahkan meski salah satu dari mereka mati.


Namun sekarang sudah ada dua yang mati! Lalu apa gunanya terbentuk aliansi di awal jika pihaknya malah di bantai pada saat awal penyerangan.


Tap..!


"Sial, ternyata kita sudah di kepung!" Keluh master yang memegang belati kecil.


Kini dia mundur lebih jauh lagi, karena dia bisa merasakan aura Riko yang sangat kuat! Itu karena Riko datang ke sini untuk menunjukkan dominasinya sehingga dia langsung meledakkan aura kuat dan hawa pembunuhan yang kuat terpancar.


Alda langsung menepuk jidatnya! "Orang-orang ini sangat agresif!" Keluhannya dalam benak Alda.


Namun dia tidak tahu harus senang apa tidak! Namun jika sudah seperti ini maka dia hanya bisa membiarkan sergapan biasa, akan menjadi sergapan berdarah.


Setelah Riko muncul, Dion jauh langsung muncul! Dia hanya bisa tersenyum canggung.


"Alda maaf, dia langsung keluar tanpa mengatakan apa-apa." Ucap Dion.


"Ya aku tahu, jika dia berbicara sebelumnya juga akan terdengar oleh kita." Jawab Alda.


"Dua orang itu giliran kita." Riko langsung menyela pembicaraan Alda dan Dion.


Hana masih berdiri dengan tenang sambil memegang belati panjang yang sudah berlumuran darah, dia tadi bergerak seperti itu karena ingin melindungi Alda saja! Meskipun dia tahu Alda bisa melindungi diri sendiri, tapi sebagai wanitanya dia tidak ingin orang yang dia sayangi terluka sedikitpun.

__ADS_1


Sehingga dia langsung bersikap kejam untuk menunjuk bahwa dia peduli pada Alda, namun pandangan Alda malah Hana sangat mengerikan.


Dua master luar negeri yang masih hidup sangat tertekan! Karena orang-orang kuat ini malah berdiskusi tentang siapa yang menghabisi mereka.


Mereka berdua kaget setelah mendengar ucapan Riko, karena Riko langsung menyerang salah satu dari mereka tanpa menunggu persetujuan yang lainnya.


Hanya butuh waktu kurang dari beberapa detik, master tua yang mengenakan pakaian sederhana memegang pedang panjang langsung di hajar habis-habisan oleh Riko tanpa di berikan kesempatan untuk menarik pedangnya keluar dari sarungnya.


Dion juga bergerak melawan orang yang memegang belati kecil sebagai senjatanya! Namun serangan Dion senyap dan menyerang titik vital! Sehingga hanya dalam beberapa serangan orang itu langsung jatuh terkapar dan tidak memiliki daya tempur lagi untuk melawan Dion.


Sedangkan Riko terus menyiksa master luar negeri yang menggunakan senjatanya pedang panjang hingga orang itu tidak berbentuk, semua giginya tanggal lalu wajah bengkak dia tidak bisa di kenali lagi dan semu tulang dari pinggang, hingga lengan dan kaki patah.


"Hiis...! Ini sangat kejam." Ucap Alda.


Dor..dor.. dor..!


"Ada tiga terget yang bersembunyi langsung melarikan diri! Sepertinya hanya satu orang yang terkena tembakan." Ucap Hani di sambungan saluran mereka.


"Mereka ada di sisi selatan!" Lanjut Hana berucap, saat ini Hani dia tidak yakin mengenai terget karena jaraknya sangat jauh lebih dari 1400 meter.


Apa lagi di sana sangat gelap! Hana saja hanya menggunakan sinar infra merah yang ada di senjatanya untuk mendeteksi orang-orang itu.


"Aku yang mengejarnya..!" Riko langsung sadar setelah mendengar ucapan Hani di sambungan suara mereka semua.


"Hei... Tunggu!" Alda berteriak agar Riko berhenti.


Namun Riko tidak peduli! Di karenakan di belum puas mengamuk karena ada terget lain dia langsung bergegas.


Setelah lari sejauh 2 kilometer dengan hanya rentan waktu kurang dari 5 menit Riko tidak menemukan apa-apa, sehingga hanya mendesah kecewa di sana.


"Para bajingan itu lolos!" Keluh Riko.


Alda sudah tahu karena jarak itu sangat jauh! Apa lagi di malam hari seperti ini di tambah hutan perbukitan yang ada di sekitarnya membuat pelarian dua orang yang di kejar Riko semakin mudah untuk lolos.


Kini dari empat orang yang datang terang-terangan dan tiga yang sembunyi hanya dua yang lolos dan dua yang sekarat.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2