Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
210 PERGI KE KOTA WESTA


__ADS_3

Chapter 210. PERGI KE KOTA WESTA.


\=


Suasana di ruang tengah villa mewah Alda langsung sepi, itu karena suasana hati Tama seketika berubah murung.


Tama menoleh kepada Alda! "Alda temani aku kembali, mungkin hanya kamu yang bisa membantu situasi ini!" Ucap Tama dengan sorot mata memohon.


Mendengar itu, Alda yang tidak tahu akan seperti ini juga terkejut! Namun jika dia tidak menyetujui permintaan Tama itu, dia merasa tidak enak karena bantuan dari Tama sudah sangat banyak menurutnya.


Alda akhirnya menoleh pada Dion! Karena dia tidak enak dengan Dion, bagaimanapun juga kota Mako adalah kota asal Dion dia hanya tamu.


"Tidak masalah, serahkan kota Mako dan Grup Brighton kepada ku! Toh situasinya susah stabil." Ucap Dion, dia juga tahu kapan harus berucap untuk membantu mencairkan suasana.


Memang benar, kota Mako sudah sangat stabil akhir-akhir ini! Meskipun tidak ada Alda dan Dion secara langsung tidak masalah untuk Gurp Brighton sekarang, apa lagi Dion lebih memilih untuk bertahan di sini sehingga itu tidak jadi masalah sama sekali.


"Baiklah, aku akan ikut dengan kamu ke kota Westa!" Jawab Alda setelah menengok kembali ke arah Tama.


"Alda kamu adalah sahabat yang paling pengertian, bukan seperti si bajingan yang ada di sebelah kamu..!" Tama langsung memeluk Alda dengan cepat, adegan ini terlihat sangat lebai jika orang-orang dari berbagai perguruan melihat itu.


Sebelumnya mereka seperti iblis yang mengamuk, namun sekarang seperti gadis yang di selamatkan oleh pahlawan setelah mendapatkan dirinya berbahaya.


"Riko apa kamu akan ikuti?" Tanya Alda, kepada Riko, setelah melepaskan pelukan lebai Tama dengan cepat.


"Tidak, sebenarnya kakek ku menyuruh ke kota Mako ini untuk mendirikan perusahaan keamanan! Karena sebentar lagi kota Mako ini akan menjadi transit perdagangan internasional sehingga keluarga Setiadi harus ikut andil, jadi aku tidak ikut kamu." Jawab Riko dengan cepat.


Memang benar, Riko datang ke sini bukan untuk bersenang-senang! Ucapan yang di awal hanya untuk basa-basi dan juga sebagai teguran untuk Alda.


"Jadi seperti itu! Mintalah bantuan kepada Dion, dia akan mempermudah jalan di kota Mako ini." Ucap Alda setelah keputusan itu di tetapkan.


"Itu sudah pasti!" Jawab Riko tanpa sungkan.


Saat Dion akan berucap kembali, namun ponsel Tama kembali berdering! Tama yang sudah tahu itu siapa dia menjawab panggilan telepon namun tidak berucap.


"Tuan muda, anda ada di mana? Tuan besar memberikan perintah untuk menjemput anda!" Ucap seseorang dengan hormat di sebrang sana.


"Aku akan kirimkan kordiat tempatnya!" Ucap Tama sangat singkat dan datar.


Biip...!


Bahkan dia langsung mematikan sambungan telponnya dengan cepat, setelah itu dia mengusap layar ponselnya dengan cepat dan menandainya lalu langsung di kirimkan ke orang yang tadi menelpon.

__ADS_1


"Hana, Hani! Kalian berkemas lah ikut dengan ku, apa kalian memilih tinggal di sini?" Ucap Alda, setelah menengok ke arah Hana dia melihat bahwa Hana ingin mengatakan sesuatu tapi dia tidak berani.


Akhirnya dia yang berkata seperti itu setelah melihat ekspresi Hana yang sedih! Entah kenapa dia langsung spontan mengajak Hana dan Hani setelah melihat ekspresi wajah Hana yang kuyu.


Mendengar ucapan Alda yang seperti harapan besar, Hana langsung tersenyum lebar dan melemparkan cemilan di tangannya dengan cepat.


"Baik tuan Alda, terimakasih atas ajakannya!" Ucap Hana, setelah itu dia langsung berlari menuju kamar miliknya.


Sedangkan Hani, hanya menengok ke arah kakaknya dan ke arah Alda! Wajahnya kebingungan.


"Kalau kamu ingin tinggal di sini silahkan!" Ucap Alda acuh tak acuh.


"Tidak, kakak adalah saudara ku satu-satunya! Kemampuan dia pergi aku harus ikut dan berada di sampingnya!" Jawab Hani setelah tersadar.


"Ingat, bawa barang seperlunya saja! Setelah sampai di kota Westa biar aku yang urus!" Tama langsung mengingatkan kepada Hana dan Hani yang sudah berlari ke kamar mereka.


*


Tidak butuh waktu lama.


Beberapa mobil sudah sampai di depan villa mewah milik Alda! Tama menyuruh mereka untuk masuk.


"Tuan muda, tuan besar sudah berpesan agar kita berangkat secepatnya!" Ucap pelayan tua itu.


"Ya aku tahu!" Ucap Tama sambil melambaikan tangan, dia tidak bangun dari sofa yang di duduki saat ini.


"Bufff, ha-ha-ha-ha-ha ini yang namanya tuan muda sungguhan!" Ucap Riko sambil memegangi perutnya setelah tertawa lepas.


Trap...!


Beberapa pengawal sudah melangkah satu langkah untuk menyerang Riko! Namun di hentikan oleh Tama.


"Berhenti, abaikan saja orang bedebah itu." Ucap Tama dengan santai.


"Ha-ha-ha, aku suka sikap kamu yang seperti ini Tama, pertahankan lah!" Jawab Riko sambil tertawa.


Hari ini Riko sangat senang! Dia lebih banyak tertawa karena ulah Tama yang menurutnya sangat lucu.


"Riko bukannya kondisi kamu juga sama seperti ini saat di kota Emerald?" Alda memotong ucapan Riko.


Hap...!

__ADS_1


Riko langsung mengatupkan mulutnya saat dia hendak tertawa kembali setelah mendengar ucapan Alda yang menurutnya sangat menohok itu.


Saking senengnya dia lupa tentang kondisi dirinya saat itu, setelah mendengar ucapan Alda Tama yang tadi sedikit muram langsung menyeringai.


Namun dia tidak memilih untuk berucap kembali, karena dia sekarang sedang tidak ingin bertengkar dengan Riko.


Saat ini, dari lantai dua turun dua gadis cantik! Mereka adalah Hana dan Hani, memang kecantikan keduanya bisa di sandingkan dengan nona muda keluarga kaya yang di perebutkan oleh banyak pemuda dari keluarga terhormat.


"Baiklah, kami sudah siap!" Ucap Hana setelah sampai di bawah.


"Kita berangkat sekarang!" Ucap Tama, setelah itu dia bangun.


Dengan cepat pelayan tua dan para pengawal mengikuti Tama keluar yang bareng bersama Alda dan yang lainnya.


Di luar mobil sedan hitam yang sedikit lebih panjang terparkir di depan mereka! Alda menengok ke arah Dion. "Jika ada sesuatu yang janggal kamu bisa menghubungiku, lalu waspada lah terhadap tuan muda keluarga Yantoro, dia seperti sangat berambisi." Ucap Alda mengingatkan Dion.


Semua mendengar itu, namun Alda tidak khawatir dengan para pengawal maupun pelayan tau milik Tama! Meskipun mereka tahu mereka tidak akan membocorkan apapun.


Toh mengingatkan seperti itu, jika semua orang di kota Mako tahu juga tidak masalah! Karena itu hal lumrah untuk mewaspadai keluarga tertentu yang sangat berambisi.


"Baiklah, itu hanya lawan yang remeh! Aku tahu dengan pasti Keluarga Yantoro itu, jadi jangan pedulikan kita, tapi jika ada hal-hal yang penting pasti aku akan menghubungimu dengan cepat." Jawab Dion, toh Grup Brighton adalah milik Alda bukan miliknya.


Sehingga dia pasti akan terus melaporkan berita terbaru terhadap Alda apapun yang terjadi kedepannya.


"Baiklah, sampai jumpa kembali!" Ucap Alda, setelah itu dia masih ke dalam mobil yang sudah di buka.


"Aku akan berusaha tetap memantau kota Mako ini dari sana, tenang saja!" Ucap Tama sok hebat.


Dion mengangguk tanda mengerti, sedangkan Tama terhadap Riko hanya memicingkan matanya dan tersenyum menyeringai.


Riko hanya bisa mendengus, sepertinya dia menjawab seringainya Tama itu dengan kesal.


Setelah perpisahan yang santai, akhirnya beberapa mobil itu langsung pergi dari sana menuju bandara kota Mako.


Tanpa di ketahui oleh semuanya, di sudut yang jauh dari villa mewah Alda ada seseorang yang mengawasi mereka dengan teropong.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2