Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
249 UNDANGAN PERTEMUAN


__ADS_3

Chapter 249. UNDANGAN PERTEMUAN.


\=


Setelah menegur dan mengkondisikan orang-orangnya! Rizal langsung mencari tempat sepi, dia ingin segera menghubungi Alda dan memberitahukan kejadian barusan.


Karena menurut Rizal ucapan dari Hansen Readbulld tidak sederhana di permukaannya! Jadi dia memutuskan untuk menyerahkan itu semua kepada Alda.


Karena dia tahu betul, siapa pemilik dari Gurp Brighton ini! Jadi dia tidak menghubungi Jhonatan Brighton yang terdaftar sebagai direktur, namun sebenarnya Jhonatan Brighton juga bekerja seperti dirinya di bawah naungan Dion dan Alda pastinya.


Setelah menemukan tempat di bawah pohon yang rindang dan sepi! Rizal langsung mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Alda.


Dengan cepat dia menekan nomer telpon itu dan menghubunginya.


"Tuan Alda, maaf aku menggangu anda sekarang! Tapi ini ada keperluan sangat mendesak, aku tidak bisa memutuskan seorang diri karena ini menyangkut dua lahan di distrik baru kota Westa." Ucap Rizal langsung ke intinya, karena memang tidak perlu banyak basa-basi bila dengan Alda.


"Hemmm, katakan..!" Ucap Alda di sebrang sana dengan tenang.


Alda tahu! Bahwa masalah ini pasti ada hubungannya dengan keluarga Readbulld, karena dia sudah mendengar dari Tama saat tadi pagi.


Sehingga tebakan Alda langsung benar, karena bagi keluarga Readbulld setelah menerima jawab dari Tama, bawah lahan itu tidak ada hubungannya dengan keluarga Aditya! Keluarga Readbulld langsung mencari orang yang berhubungan langsung dengan Grup Brighton untuk berusaha merebutnya.


Meskipun Grup Brighton besar namun itu jauh berada di kota Mako! Sedangkan ini kota Westa, sehingga mereka langsung berani menekan secara langsung Grup Brighton melalui Rizal.


Bahkan berani mengancam langsung, jika Grup Brighton tidak mau menyerahkan maka keluarga Readbulld akan terus menekan dengan kekuatan mereka yang di miliki.


"Tuan Alda, keluarga Readbulld seperti mengancam Grup Brighton! Mereka ingin mendapatkan salah satu lahan itu, jika Grup Brighton tidak bekerja sama maka keluarga Readbulld akan terus berusaha, bahkan berencana untuk menekan kita." Ucap Rizal mencoba menjelaskan lebih sederhana kepada Alda.


Padahal jika Rizal menyampaikan ucapan yang sesungguhnya yang keluar dari Hansen Readbulld! Alda juga akan tahu, namun dia mencoba merangkai kata agar bisa di telah lebih mudah oleh Alda.


"Jadi seperti itu? Biarkan saja! Oh iya lebih baik kamu buatkan undangan pertemuan untuk keluarga Readbulld!" Ucap Alda kembali.


"Siap tuan Alda!" Jawab Rizal, setelah itu dia langsung memutuskan panggilan telepon dengan Alda.


*


Di restoran kuno, Alda yang sedang duduk bersebelahan bersama Hana juga menurunkan ponselnya.


Padahal susah hatinya tadi sedang tidak enak dan buat sedih! Namun setelah mendengar permasalahan yang di alami Rizal, sekarang Alda sedikit emosi.

__ADS_1


"Apa ada masalah lainnya lagi?" Ucap Hana yang melihat raut wajah Alda kembali berubah.


Entah kenapa, setelah melihat ekspresi wajah Alda yang seperti sekarang! Hana langsung bertanya seperti itu dan merasa khawatir di hatinya.


"Bukan masalah bagi kita, karena itu hanya keluarga Readbulld!" Jawab Alda.


Deg..!


Mendengar ucapan Alda barusan, Hana langsung terkejut! Karena Alda berucap bahwa bukan masalah buat kita.


Setelah itu, hati Hana langsung berdebar dan hangat! Rasanya ingin waktu di sini berhenti agar terus seperti sekarang.


Bahkan, secara diam-diam! Hana mencubit lengannya agar dia tahu bahwa ini hanya sebuah mimpi belaka, namun Hana malah merasakan sakit di lengan yang di cubit itu.


"Apa kamu sudah selesai? Jika sudah, kita pergi sekarang karena Rizal akan membuatkan kita jadwal pertemuan dengan keluarga Readbulld." Lanjut Alda, setelah be ucapan tadi.


Hana yang masih tertegun akhirnya sadar dan segera mengangguk! Tanda dia sudah selesai makan makanan bangsawan jaman kekaisaran.


Keduanya akhirnya pergi dari restoran itu! Sedangkan di sudut jauh, ada seseorang yang mengawasi mereka berdua.


Alda hanya tersenyum ringan, karena dia menyadari itu! Namun dia tidak memperdulikan, malah seolah dia tidak tahu menahu bahwa mereka sedang di awasi.


Keduanya langsung masuk ke mobil yang tadi mereka bawa dan langsung melakukan dengan kencang di jalan kota Westa! Kota ini pantas di juluki kota besar lainnya di negara Trukotan, karena kota ini sangat luas dengan di hiasi oleh gedung-gedung tinggi pencakar langit.


Bahkan yang khas dengan kota besar adalah kemacetan di jalan! Dan mobil yang di kendarai Alda juga ikut macet di jalan kota Westa.


Padahal sekarang sedang jam kerja, namun masih saja banyak kendaraan yang berlalu lalang di jalan kota.


Deret..!


Ponsel Alda bergetar! Ada pesan masuk, pesan itu dari Rizal yang mengabarkan jam pertemuan Alda bersama keluarga Readbulld.


Padahal baru beberapa menit bahkan belum lewat satu jam setelah Rizal menghubungi Alda! Namun dia sudah berhasil membuat janji bertemu dengan orang penting dari keluarga besar no satu di kota Westa ini.


Setelah membaca pesan itu Alda bergumam! "Ternyata pertemuan dengan keluarga Readbulld masih lama karena sore hari! Padahal sekarang masih siang." Sambil terus menyetir di jalan yang padat merayap Alda terus fokus ke jalan.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke pusat perbelanjaan! Yang dekat dengan tempat janji pertemuan kamu dengan keluarga Readbulld." Ucap Hana setelah mendengar gumaman Alda tadi.


Mumpung sudah keluar berduaan, sehingga Hana ingin memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin, sehingga dia langsung berucap seperti itu.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya itu lebih baik dari pada tidak ada aktivitas lain hingga malam datang!" Jawab Alda langsung setuju atas saran dari Hana.


Mendengar Alda langsung setuju dan tidak menolak! Membuat Hana semakin senang dan hatinya berbunga-bunga, senyum manisa langsung tercetak di wajah cantik Hana.


Jika saja senyuman Hana seperti itu di lihat oleh banyak pemuda, sudah pasti itu akan membuat keributan mendadak karena saking menariknya senyum Hana.


Bahkan bisa jadi jika pemuda itu sedang menggandeng pacarnya, mereka berdua akan bertengkar karena sang laki-laki tidak bisa memalingkan wajahnya dari senyum Hana itu.


Saat Hana tersenyum manis karena senang, Alda tidak sengaja menengok ke arah Hana karena berniat melihat spion sebelah kiri! Setelah melihat senyum manis Hana, di hati Alda ada getaran halus.


Alda yang terkejut akhirnya hanya langsung tersenyum juga dan memalingkan wajahnya kembali ke arah jalan yang kini sudah mulai lengang.


Di dalam mobil sport itu tidak ada obrolan lagi, karena setelah melihat senyum Hana! Alda merasa sedikit sulit untuk menegur dan saling berbicara.


Akhirnya mobil itu masuk ke dalam parkiran pusat perbelanjaan kota Westa, pusat perbelanjaan ini bukan satu-satunya melainkan ada beberapa lagi di kota Westa dan ini juga bukan yang terbesar! Namun bisa di katakan yang ke dua terbesar di kota Westa.


Kini keduanya langsung turun dari mobil, Alda sengaja tidak parkir di bawah tanah karena cukup ribet jika akan keluar! Sehingga di hadapan mereka kini ada bangunan dengan jumlah 6 lantai, namun bangunan pusat perbelanjaan ini sangat luas.


Saat berjalan, Hana memberanikan diri dengan lebih dekat dengan Alda dan mencoba menggandeng tangannya! Sedangkan hatinya seperti drum pengiring perang namun tangannya sulit sekali untuk menjangkau tangan Alda.


Alda bisa merasakan bahwa Hana sedikit gelisah! Karena Alda sekarang merasakan aura Hana yang sedikit tertekan, dia melirik tangan Hana yang siap menggenggam tangan Alda tapi tidak berani.


Akhirnya Alda yang bergerak menggenggam tangan Hana.


Degg...!


Hati Hana seperti tersengat listrik, dengan cepat dia langsung menoleh ke arah Alda! Namun sialnya Alda sedari tadi sudah menoleh ke arah Hana sambil tersenyum.


"Alda ka-kamu...?" Ucap Hana tersendat.


"Sudah, tenang kan saja hati mu! Cepat kita segera masuk, kamu yang pilih kita akan ke mana." Ucap Alda langsung memotong ucapan Hana.


Mendengar itu, Hana hanya bisa tersenyum senang kembali akhirnya, bahkan setelah mendapatkan persetujuan Alda dia langsung rileks dan bahkan menarik Alda ke pusat perbelanjaan kota Mako dengan berjalan cepat.


Keduanya sudah seperti pasangan baru yang sedang berkencan.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2