Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
283 12 BAYANGAN HITAM


__ADS_3

Chapter 283. 12 BAYANGAN HITAM.


\=


Alda dan yang lainnya langsung sibuk hari itu.


Karena mereka sudah memutuskan untuk segera pergi ke kota Katao secepatnya, di sini hanya mengurus sisanya saja.


Setelah sudah menyiapkan semuanya di kediaman keluarga Aditya, Alda dan Dion pergi berdua ke kantor Grup Brighton mengendarai mobil off-road milik Tama! Dion dengan serius menyetir.


"Alda apa tidak apa-apa kita meninggalkan toko Westa ini dengan buru-buru seperti sekarang ini?" Ucap Dion.


Dia sedari tadi terus memikirkan, kenapa mereka harus buru-buru! Padahal dia yakin itu semua hanya isu, karena dia percaya bahwa gurunya dan 5 saudara seperguruan lainnya masih bisa membendung kekuatan dari sekte tersembunyi agar tidak masuk ke dalam dunia sekuler.


Jika mereka hanya lewat dan tidak mempunyai rencana dan kebutuhan jangan panjang pasti guru dan saudara seperguruan lainnya tidak mempermasalahkan itu.


"Tidak apa-apa, keluarga Aditya dan keluarga kelas atas lainya sangat mampu menangani sisa masalah yang ada di kota Westa ini. Lagian Tama juga sudah sangat paham kita percaya saja kepadanya." Ucap Alda.


Dia mengeluarkan ponselnya.


Setelah melakukan penggilan yang tidak perlu menunggu lama langsung di terima.


"Rizal, aku dan Dion akan tiba di kantor cabang Grup Brighton dalam beberapa menit! Kamu dan yang lainnya berkumpul kami akan mengadakan rapat sebentar." Ucap Alda.


"Baik tuan...!" Jawab Rizal tanpa basa-basi.


Padahal jika Alda tahu, bahwa Rizal bisa menerima perintah dan permintaan apapun lewat panggilan telepon, dia tidak perlu melakukan perjalanan yang tidak penting seperti ini! Tapi karena dia dan Dion tidak tahu, sehingga mereka harus mengadakan pertemuan singkat.


*


Sedangkan di selatan jauhnya.


Tepatnya di perguruan terpencil, tempat Alda dan yang lainnya dulu tinggal! Tiga orang berdiri tegak menghadap ke satu arah yang sama.


Di depan ketiganya ada seseorang yang cukup tua, namun aura di tubuhnya sulit di tebak dan tatapan matanya tegas lagi tajam.


Dia adalah guru yang sering di sebut orang tua oleh semua saudara seperguruan Alda! Namun jika berhadapan seperti sekarang, mereka diam membisu tanpa berani berucap sembarangan .


"Aku mendapatkan kabar bahwa sekte tersembunyi lainnya melakukan pergerakan apa itu benar?" Ucap orang tua itu.


"Benar guru, terjadi beberapa hari lalu! Itulah kenapa Ewin dan Keen pergi." Ucap salah satu dari mereka.


Master dari sekte terpencil langsung mendongak, dia menatap ke arah orang yang tadi menjawab! Dia tidak menunjukkan perubahan dalam raut wajahnya.


Sehingga seorang akan sulit untuk membaca pemikirannya sekarang! Begitu juga tiga orang yang ada di hadapannya sekarang.

__ADS_1


"David, apa kamu yakini masalah ini masih bisa di tangani berdua oleh mereka?" Ucap orang tua itu kembali, membunuh pemuda yang tidak berbicara segera tertegun.


"Aku tidak tahu..!" Jawab David dengan cepat.


"Jika seperti itu, kalian bertiga pergi sekarang! Ingat jangan biarkan mereka menganggap kita ini sudah tidak ada." Orang yang di sebut guru langsung memberikan perintah.


Ketiga orang itu langsung salah pendang, lalu mengangguk bersama.


"Baik guru..!" Jawab mereka bersama.


Orang tua itu melambaikan tangannya, lalu mereka berita yang berdiri tegak segera pergi dari sana.


Kini ruangan itu kembali sepi seperti sebelumnya, karena sudah tidak ada orang yang saling berbincang.


Setelah menutup matanya, orang tua master dari sekte terpencil itu membuka matanya kembali! "Keluar lah." Ucapnya.


Wosss..!


Seseorang dari balik kegelapan langsung keluar, lalu berlutut dengan satu kaki.


Orang itu menggunakan pakaian hitam dan sangat tertutup! Bahkan aura dia sangat dingin, jika orang-orang dari seni beladiri melihat ini! Mereka akan menganggap bahwa orang ini adalah mesin pembunuh.


"Master, orang-orang dari beberapa sekte tersembunyi benar-benar berniat melampaui batas! Aku sudah membunuh setidaknya 10 master dari beberapa sekte yang nekat." Ucap orang itu dengan suara mendalam.


"Benar-benar lupa diri mereka! Apa mereka pikir aku sudah mati hanya karena tidak melakukan apa-apa selama bertahun-tahun ini?" Keluhannya sambil menggosok janggutnya yang di tumbuhi bulu kasar dan sudah sedikit memutih warnanya.


Orang yang berpakaian serba hitam dan tertutup itu diam saja! Karena dia tahu bahwa orang di depannya sedang berpikir, sehingga dia tidak berusaha menggangunya.


"Baiklah, keputusan kamu sudah bagus! Mereka yang masih melampaui batas segera bereskan! Jika para orang tua itu tidak terima maka aku akan bergerak." Ucapnya kembali.


"Pergilah..!" Lanjut orang yang di panggil master itu.


"Baik..!" Jawab orang yang berlutut dan segera menghilang kembali dari ruangan itu.


Orang-orang sekte tersembunyi lainnya di selatan sangat takut dengan keberadaan 12 bayangan hitam! Tadi adalah salah satu dari mereka.


Itulah kenapa sekte tersembunyi yang dulu di undang oleh keluarga Jink langsung ketakutan! Mereka takut dengan mitos maupun berita yang beredar tentang 12 bayangan hitam ini.


Sehingga langsung memilih mundur! Itu juga karena sekte mereka adalah sekte yang bisa di bilang tidak kuat di wilayah selatan ini.


*


Kembali ke kota Westa.


Alda dan Dion sudah sampai di kantor cabang Grup Brighton! Mereka berdua duduk di ruang yang beser dan megah.

__ADS_1


Meja panjang itu terlihat sangat kosong, karena hanya ada beberapa orang yang datang dari kota Mako saja.


"Tuan Alda silahkan mulai, kami semua sudah ada di sini!" Ucap Rizal.


Alda menengok, dia pikir di sini akan ada 10 orang atau lebih! Namun sekarang hanya ada 6 orang itu juga termasuk dia dan Dion.


Empat pemuda yang kira-kira berumur sekitar 30 tahun duduk dengan tegak namun matanya menunduk! Padahal jika berhadapan dengan orang-orang lainnya dari Grup lain, mereka sangat percaya diri.


Namun setelah berhadapan dengan Alda dan Dion mereka memeras kecil! Itu juga karena ucapan Rizal yang menyampaikan kepada mereka bahwa mereka semua akan rapat dengan bos besar Grup Brighton.


Semuanya sedikit bersemangat! Namun setelah bertemu dengan Alda, mereka langsung deg-degan.


Karena mereka pernah bertemu beberapa kali namun menganggap Alda adalah orang yang memiliki jabatan di bawah mereka! Namun yang tidak menyangka Alda adalah bos besar Grup Brighton yang selama ini misterius.


Itulah kenapa beberapa dari mereka sedikit berat mengangkat kepalanya karena ada sedikit salah paham.


"Ternyata hanya ada beberapa orang, baiklah tidak masalah!" Jawab Alda, lalu dia menatap Rizal dan beberapa orang di sana bergantian.


"Sebenarnya aku hanya akan menyampaikan sedikit penas saja! Karena menurut ku tidak pantas di ucapkan melalui penggilan telepon sehingga kami memilih menemui kelian semua." Lanjut Alda.


Setelah dia berucap seperti itu, Rizal dan yang lainnya langsung menatap ke arah Alda! Mereka tidak menyangka akan mendengar kata-kata seperti itu.


Begitu mereka, ucap bos besar meskipun hanya di balik penggilan telepon itu masuk akal! Namun ini hanya sebuah pesan malah bertatap muka, membuat mereka terkejut.


Mereka pikir, akan membahas masalah panjang lebar yang sedang menimpa kota Westa baru-baru ini! Karena mereka sudah mempelajari kota Westa untuk beberapa hari sehingga setelah adanya kerusuhan juga langsung mendapatkan berita dengan cepat.


Namun datangnya bos besar tidak akan membahas itu! Malah akan memberikan pesan yang sebenarnya bisa di bicarakan lewat panggilan telepon.


Akhirnya mereka hanya bisa menggerutu! Karena mereka sudah mempersiapkan semuanya namun sia-sia, karena tidak akan di tanya tentang masalah.


"Hufff..!" Salah satu dari mereka menghembuskan nafas lega dengan pelan.


"Aku dan Dion akan meninggalkan kota Westa hari ini! Jika ada hal-hal penting Rizal yang akan memutuskan semuanya. Lalu kalian tidak perlu ikut campur dengan kerusuhan yang terjadi di kota Westa ini! Itu semua urusan keluarga kelas atas kota Westa, Grup Brighton tetap berjalan seperti biasanya saja, hanya itu! Sekarang giliran Dion saja yang berbicara." Ucap Alda, membuat Rizal dan yang lainnya hanya bisa terbengong seperti orang bodoh.


Ketiga orang itu mereka kecemasan mereka sebelumnya tidak ada gunanya, akhirnya hanya bisa tersenyum dengan canggung.


\=


\=


Maaf updated sedikit! Karena lagi tidak enak badan.


Sulit merangkai alur juga, jadi maaf🙏


...

__ADS_1


__ADS_2