
Chapter 220. ALDA TELAH PINDAH KOTA.
\=
Ruangan pelelangan seketika ramai, orang-orang langsung membicarakan tentang kegilaan dari tuan muda keluarga Readbulld! Karena berani menawar harga di luar nalar bagu mereka.
Meskipun itu harta milik keluarga Kerajaan Big Kingdom pada abad pertengahan! Namun hanya untuk sebuah permata itu sangat gila.
Pembawa acara sang senang! Dia awalnya berpikir bahwa harga akhir dari permata jantung laut hanya kisaran kurang dari 200 miliar, karena mau bagaimanapun kayanya mereka! Mereka tidak akan membuang uang hanya untuk barang yang tidak bermanfaat bagi mereka.
Karena kalung permata jantung laut hanya di kategorikan sebagai perhiasan! Sehingga hanya orang bodoh yang akan membelinya di harga sangat tinggi.
Tapi akhirnya orang bodoh itu muncul siang hari ini, membuat wanita pembawa acara pelelangan langsung merasa beruntung.
Setelah perkiraan Tama berhasil, Tama langsung bersandar ke sandaran kursi! Lalu dia memejamkan matanya sema persis seperti Alda.
Cika Lims yang sejak tadi berdebar kencang sampai-sampai dia lupa untuk menawar permata itu untuk dirinya sendiri! Namun setelah harga itu sudah mencapai 350 miliar, Cika Lims sudah tidak berminat lagi.
Dia juga menengok kembali ke arah Tama dan Tama sudah mulai santai seperti tidak berminat untuk menawar kembali.
Hana dan Hani menahan nafasnya! Karena harga itu bagi keduanya sangat fantastis.
Penasehat keluarga Readbulld langsung melotot mendengar tawaran yang di ajukan oleh tuan muda keluarga Readbulld itu, saat dia mau membatalkan pembawa acara berucap.
"Tuan muda keluarga Readbulld menawar permata jantung laut dengan harga 350 miliar, apa ada yang lebih tinggi lagi?" Ucap pembawa acara dengan riang.
Suasana sepi! Hingga akhirnya pembawa acara pelelangan itu berucap kembali.
"350 miliar pertama....!" Jeda beberapa detik lalu pembawa acara pelelangan kembali berucap setelah tidak ada yang menginterupsinya.
"350 miliar ke dua...!"
Suasana semakin hening, setelah itu penasehat keluarga Readbulld langsung menegur tuan mudanya.
"Tuan muda! Anda telah di jebak oleh mereka!" Keluhannya.
Seketika, Hiski Readbulld langsung sadar dan tahu! Dia akhirnya tahu kenapa Tama berucap bahwa keluarga Readbulld sekarang sudah miskin untuk memancing dirinya emosi, sehingga langsung menaiki harga tinggi seperti yang Tama lakukan.
Namun itu sudah terlambat! Karena sekarang hitungan ke dua sudah di ucapkan.
__ADS_1
"350 miliar rupiah ke tiga....! Selamat untuk tuan muda keluarga Readbulld yang telah memenangkan lelang kalung permata jantung laut ini!" Sambil berucap, dia mengetok palu tanda pelelangan telah terjual dengan harga tertinggi yang sudah di ajukan.
Mendengar permata jantung laut akhirnya di dapat dirinya! Hiski Readbulld sedikit lega, namun setelah ingat harganya dia kembali marah, terutama kepada Tama yang sudah membuat dia masuk dalam perangkap mereka.
Seketika dia menatap ke arah Tama yang sedang duduk sambil bersandar dengan nyaman di sandaran kursi! Bahkan yang tidak bisa Hiski terima Tama seperti sedang bersantai dengan memejamkan matanya seperti tidak peduli dengan kalung permata jantung laut jatuh ke tangan dirinya.
Mengingat kembali ucapan penasehat, akhirnya Hiski Readbulld sangat marah! Dia tidak sadar telah di jebak oleh Tama sampai seperti ini.
Hingga akhirnya, pembawa acara kembali mengeluarkan barang yang ke dua dalam urutan pelelangan kali ini.
*
Di ibu kota.
Kediaman keluarga utama Button.
Seperti hari biasanya, orang-orang di ruang ini pergi bekerja mengurus pekerjaan mereka masing-masing! Ada yang menjadi pejabat negeri ada yang menjadi jendral militer ada juga yang mengurus perusahaan keluarga Button.
Namun tuan besar Button mengontrol semuanya di kediaman ini.
Dia sekarang sedang duduk dengan tenang di salah satu gazebo di halaman belakang! Setelah menyesap teh hangat yang ada di depannya dia melihat ke arah luar.
"Tuan besar, ada informasi!" Ucap Haris Hanaga setelah sampai di gazebo tempat tuan besar Button duduk tenang.
"Katakan..!" Ucap Charles Button.
"Tuan besar, tuan muda Alda telah pindah kota! Sepertinya usaha kita untuk mengujinya seberapa mampu tuan muda sekarang untuk bertahan di kota Mako hanya sia-sia belaka." Ucap Haris Hanaga dengan sedikit kecewa.
Meskipun itu perintah tuan besar Button, namun sebagian besar pekerjaan di lakukan olehnya sehingga setelah gagal seperti ini dia sedikit kecewa dengan kinerja dirinya.
"Pergi ke kota mana dia sekarang?" Tanya tuan besar Button, dia ingin tahu karena jika cucunya bergerak dia pasti melakukan sesuatu.
Setelah menerima bahwa Alda telah pindah kota, Charles Button tertarik untuk membahasnya! Sedangkan saat informasi bahwa Bramantyo Button lumpuh di kota Mako, tuan besar Button tidak ingin membahas lebih lanjut cukup tahu saja.
Namun setelah Alda memilih pindah kota! Malah tuan besar Button tertarik.
"Tuan muda pindah kota ke kota Westa!" Ucap Haris Hanaga.
"Kita Westa?" Tuan besar Button mengulangi kata itu, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Namun tidak menemukan jawabannya, saat dia ingin bertanya kepada Haris Hanaga! Ponselnya berdering.
Tuan besar Button mengerutkan keningnya, karena sudah berapa lama ponsel dia tidak berdering! Namun kali ini berdering.
Haris Hanaga juga terkejut, karena yang mempunyai nomer telpon tuan besar Button hanya bisa di hitung dengan jari! Jadi saat ada panggilan masuk dia ingin tahu.
Namun tuan besar Button langsung meraih ponselnya dengan cepat! Setelah mengingat kota Westa barusan dia tidak kepikiran orang ini dan nama orang yang tertera di ponselnya membuat dia langsung teringat bahwa dia punya sahabat di kota Westa itu.
"Halo, Saga Aditya! Ada apa kamu menelepon ku setelah sekian lama tidak menghubungi ku?" Ucap tuan besar Button dengan sangat riang.
Dia seperti berbicara dengan seseorang yang sangat dekat dengan dirinya itu.
"Hahaha Charles Button! Kamu masih saja seperti dulu selalu selalu memanggil ku dengan nama lengkap! Padahal sudah ku bilang cukup panggil Saga saja." Ucap orang di seberang sana.
Yang ternyata orang yang menelepon adalah kakeknya Tama.
"Ha-ha-ha, tapi kamu juga mengikuti apa yang aku katakan tadi! Katakan ada keperluan apa kamu menghubungi ku?" Ucap Charles Button.
Haris Hanaga mendengar percakapan mereka dengan cermat! Dia berdiri dengan tenang di samping tuan besar Button.
"Aku bertemu cucu laki-laki mu! Ternyata dia sangat mirip dengan kamu Charles! Cucu tertua ku sampai di buat terdiam saat berbicara dengan cucu kamu, dia benar-benar pemuda yang hebat." Jawab tuan Saga dengan gembira.
"Kamu bertemu dengan Alda, bagiamana bisa?" Ucap Charles Button terkejut, dia sebenarnya berminat untuk meminta tolong kepada Saga Aditya untuk mencari keberadaan Alda dan menjaganya kelak.
Namun tidak di sangka, ternyata temannya itu menghubungi karena sudah bertemu Alda.
"Tentu bisa, dia ternyata bersahabat dengan Tama! Mereka bertemu di perguruan terpencil, Charles ternyata kamu juga melakukan hal itu untuk cucu mu...?" Ucap tuan Saga dengan gembira.
"Ya, dulu sebenarnya terpaksa! Namun setelah 10 tahun lewat aku baru tahu bahwa keputusan ku saat itu paling tepat..!" Jawab tuan besar Button.
Hingga akhirnya mereka terus mengobrol membicarakan tentang Tama dan Alda yang sebenarnya adalah sahabat satu perguruan! Bahkan sekarang Alda sedang ada di kota Westa dan tinggal di kediaman keluarga Aditya.
Membuat tuan besar Button semakin tenang! Akhirnya keduanya melepaskan semua yang mereka inginkan sampaikan, karena keduanya adalah teman masa muda, bahkan sebelum negara ini ada dan masih berbentuk kekaisaran mereka sudah kenal dan bersahabat baik.
\=
\=
...
__ADS_1