
Chapter 104. PAMER KEKAYAAN.
\=
Dion langsung melepaskan cengkraman di tangan ketua kelas Hendi! Setelah di lepaskan oleh Dion Hendi mundur perlahan dan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dengan sangat elegan.
Orang-orang di sana tidak ada yang menyadarinya! Meskipun penerangan di ruang pribadi itu cukup terang namun orang tidak fokus ke jabat tangan mereka.
"Baiklah, karena acara kali ini aku yang mengusulkan! Maka pesan makanan sesuka kalian, biar aku yang traktir." Ucap ketua kelas Hendi Albar.
Meskipun dia hanya berada di keluarga besar kelas 3, namun karena dia sudah bekerja di luar negeri dia bisa di anggap memiliki kekayaan cukup untuk di pancarkan.
Sehingga dia pamer kekayaan! Dia pikir dengan seperti ini akan mengangkat citranya lebih tinggi dan bisa menggaet Luna, namun sayang Luna seperti sudah berpacaran dengan Dion.
Namun ketua kelas belum percaya, selagi keduanya benar-benar mengkonfirmasi! Meskipun sudah benar-benar berpacaran jika bisa dia akan merebutnya.
"Wah ketua kelas Hendi memang hebat..!"
"Ketua kelas Hendi, benar-benar bisa di andalkan..!"
"Ketua kelas Hendi panutan kita..!"
Sehingga pujian bagus di lontarkan oleh teman-teman kelas mereka! Namun yang paling banyak berbicara adalah mereka yang sedari dulu adalah antek ketua kelas Hendi.
Sekolah mereka bukannya sekolah kelas atas, hanya sekolah kelas menengah biasa! Sehingga banyak yang dari kalangan menengah kebawah! Jadi keluarga kelas 3 seperti keluarga Albar menjadi unggulan di sekolah itu.
Luna berasal dari keluarga biasa, namun karena dia sangat cantik dan pintar sehingga banyak yang suka! Setelah lulus kuliah dia langsung bekerja di perusahaan Di Me Com, hingga sekarang menjadi eksekutif di perusahaan itu karena kemampuannya.
"Dion, kemana saja selama ini? Luna selalu mencari mu!" Ucap Vlania setelah Luna dan Dion duduk di sampingnya.
"Vlania..!" Luna langsung akan menutup mulutnya, namun dengan cepat Vlania mengelak.
"Iya kah? Tapi pas pertama bertemu tidak menunjukkan hal seperti itu!" Jawab Dion sedikit menggoda wanita itu.
__ADS_1
Dia tahu bahwa Luna senang dengan dirinya! Namun sebelum bisa membalaskan dendam ayahnya dia tidak akan fokus terhadap wanita dulu.
Sehingga dia tidak mengkonfirmasi hubungan dengan Luna sekarang! Karena menurut dia itu bukan keperluan mendesak.
Bagi Dion, hal seperti balas dendam ini membawa wanita lemah akan menambah beban saja! Namun jika Luna seperti Hana dan Hani maka akan beda cerita.
Karena dunia mafia bawah tanah sangat kejam, nyawa taruhannya.
Melihat Dion dan Luna dengan di tambah Vlania mengobrol begitu intens membuat kemarahan ketua kelas Hendi semakin besar, apa lagi jika tangan kanannya berdenyut sakit, dia makin tambah emosi.
Anak-anak yang lain memesan banyak makanan dan minuman! Bahkan ada yang memesan minuman Romanee Conti 1990 , yang terkenal mahal namun Hendi tidak menyadari itu.
Setelah beres memesan, pelayan dengan cepat membawa banyak makanan dan minuman di atas beberapa meja yang ada di ruang pribadi itu.
Jumlah meja di sana ada 5, di tambah setiap meja ada satu botol minum Romanee Conti 1990 satu botol harganya 300 juta rupiah! Sehingga jika 5 maka akan memakan biaya 1,5 miliar rupiah.
Setelah Hendi melihat itu, seketika hatinya sakit dan tangannya bertambah sakit juga! Namun untuk menjaga citranya dia tetap tenang.
Untuk menunjukkan kelebihannya dia pamer kekayaan sehingga dia tidak sadar bahwa di sini adalah hotel bintang lima, sehingga menyediakan wine berkelas.
Setelah pelayanan dan para koki hotel permata keluar ruangan pribadi itu! Ketua kelas Hendi tersenyum lebar yang sangat di paksakan.
"Baiklah, mari kita mulai pestanya!" Ucap ketua kelas Hendi.
Di sisi pojok ruangan itu ada musisi yang memainkan lagu dengan piano! Suara dentingan piano yang klasik membuat nuansa mewah lebih terasa, sehingga membuat beberapa orang yang belum merasakan hal mewah seperti ini berjingkrak senang.
"Reuni kali ini sangat mewah berkat ketua kelas Hendi kita! Dia benar-benar pemuda yang sukses, tidak salah jika di jadikan panutan. Bukan seperti seseorang yang pernah menghilang namun datang sok kaya namun ternyata bohong belaka." Ucap Kale dengan lantang.
Semua orang mendengar ucapan Kale, sehingga setelah menelan makanan dan minuman mereka menengok ke arah Kale duduk.
Pandangan Kale menuju ke arah Dion duduk! Sehingga orang-orang langsung tahu bahwa Dion adalah orang yang di maksud berlagak kaya namun nyatanya kebohongan.
"Apa yang di katakan Kale benar?" Bisik salah satu gadis di sana.
__ADS_1
"Entah lah, namun dari ucapannya sepertinya Kale tahu sesuatu!" Jawab orang yang di sebelahnya.
"Kale, apa maksud kamu berbicara seperti itu?" Ketua kelas Hendi pura-pura menghardik Kale.
Padahal dia senang dengan tindakan Kale yang seperti itu.
"Ketua kelas, tadi aku melihatnya bawah Dion ke sini menggunakan mobil Hummer! Bukannya dia ingin di lihat sok kaya?" Jawab Kale namun seperti ingin bertanya balik kebenaran ucapannya tadi.
"Wah, Hummer! Apa kamu tidak salah lihat?" Hendi terkejut, karena Hummer sudah termasuk mobil mewah.
Meskipun dia sendiri ke sini dengan menggunakan Ferrari yang harganya mencapai 8 miliar rupiah! Namun dia cukup terkejut jika Dion menggunakan Hummer.
Meskipun dari pakaiannya Dion cukup bermerek, namun itu bukan merek mewah! Tapi Ketua kelas Hendi masih tidak percaya dengan ucapan Kale karena dia dengar sendiri bahwa tadi Dion bilang sendiri bahwa dia belum sukses.
Karena dia menganggap bahwa dia adalah orang yang paling kaya di kelas ini.
Bisikin di tiap meja terdengar, ada yang kagum ada juga yang tidak percaya seperti Hendi dan Kale.
"Dion, kamu hebat sekali bisa berpacaran dengan Luna gadis tercantik di kelas kita dan memiliki mobil Hummer! Aku jadi iri dengan mu." Ucap Tori sambil makan dan minum.
"Hup...!" Ketua kelas Hendi hampir menyemburkan minuman di mulutnya mendengar pujian Tori terhadap Dion.
"Tori itu mobil hasil dari meminjam kepada bos ku!" Jawab Dion setelah meneguk habis minuman di gelasnya.
Dia sangat tenang meskipun di remehkan ketua kelas Hendi maupun Kale! Karena menurut dia itu hanya hal sepele.
Mental Dion sudah terbentuk keras saat turun gunung! Hanya kata-kata seperti itu bukan apa-apa baginya, namun jika mereka melawan langsung dengan niat menyakiti dirinya maupun orang terdekatnya itu adalah cerita lain.
Dion akan seganas serigala lapar, dia akan menerkam orang itu dengan kekuatan yang dia miliki! Sedangkan mereka hanya menggunakan kata-kata sarkasme dan teman kelas lamanya sehingga bagi Dion itu hal sepel.
\=
...
__ADS_1