
Chapter 135. BERLUTUT MINTA MAAF.
\=
Alda cukup berkesan, karena orang ini tidak sadar bahwa sudah di pojokan! Salah namun masih ngotot benar, sedangkan kekuatan yang dia banggakan sudah di lumpur.
"Nak apa maksud mu?" Tanya pak Topik tidak senang, karena dia kira tadinya akan selesai dengan cepat.
"Aku tidak terima, apa kalian tidak kenal aku? Aku adalah tuan muda Keluarga Kamto!" Ucap Aenan Kamto dengan bangga.
Padahal wajahnya sudah bengkak, namun setelah berucap seperti itu dia berpikir bahwa dia sangat tampan.
'Sial, tuan muda Keluarga Kamto! Jika itu ayah dan kakek mu di sini harus rendah diri dengan tuan Brighton.' Keluh pak Topik di hatinya.
Dia sangat kesal namun masih di tahan.
"Lalu kenapa kalau kamu adalah tuan muda keluarga Kamto?" Tanya pak Topik dengan berani.
Mendengar ini, Aenan Kamto hanya bisa tertegun dia diam tidak bisa bersuara lagi! Karena kekuatan terbesar yang dia andalkan adalah keluarga Kamto, namun orang di depannya tidak takut maupun menghormati sama sekali.
Gadis yang tadi bersaksi dengan palsu, dengan langsung menyudutkan Alda kini mundur perlahan dia langsung berbaur dengan kerumunan yang banyak agar tidak di ingat oleh Alda.
Alda juga tidak akan memperdulikan karakter kecil sepertinya.
Akhirnya Aenan Kamto hanya bisa menggertak.
"Pak Topik, anda harus ingat! Keluarga Kamto tidak mudah di tindas sebaiknya kalian memberiku muka setelah itu keluarga Kamto akan berterimakasih kepada kalian." Ucapan seperti bersahabat namun itu adalah gertakan.
"Siapa keluarga Kamto itu, bagaimana bisa sekarang keluarga kelas dua menjadi begitu berkuasa di kota Mako ini?" Pak Topik bertanya dengan retorika.
"Sial...!" Keluh Aenan.
Dia langsung mengeluarkan ponselnya, pak Topik ingin menghentikan itu namun di tahan oleh Alda.
"Ayah, aku ada di pusat perbelanjaan terbesar kota Mako! Namun di sini banyak orang yang tidak memandang keluarga Kamto kita! Bahkan pengawal keluarga Kamto kita di habis oleh mereka." Keluh Aenan Kamto kepada ayahnya, agar terlihat bahwa dia sangat tertindas.
Di sebrang sana hanya hening, tidak ada jawaban sama sekali! Setelah itu terdengar bentakan dari kepala keluarga Kamto.
"Anak bodoh, segera minta maaf kepada orang-orang itu! Jika tidak mendapatkan ampunan mereka dan membahayakan keluarga! maka akan ku bunuh kamu dengan tangan ku sendiri." Suara kepala keluarga Kamto sangat menggelegar di ponsel Aenan .
__ADS_1
Dia langsung menjauhkan poansel itu dari telinganya.
Kepala keluarga Kamto memiliki dua penerus, namun anak sulung ini selalu membutuhkan masalah di dalam keluarga sehingga ayahnya membunuh dia pun tidak ragu jika bisa menyelamatkan keluarga Kamto dari kehancuran total.
"Aenan, turuti saja kemauan ayah mu!" Ucap manager toko pakaian itu.
Dia tahu, karena dia yang menelpon kepada kepala keluarga sebelumnya setelah melihat keadaan semakin runyam.
Sehingga setelah dia mendengar Aenan menelpon ayahnya dia tahu apa yang di inginkan ayahnya itu! Karena dia juga yang menyarankan.
Dia sudah siap kehilangan posisi menager! Namun tidak siap jika semua keluarga hancur hanya gara-gara Aenan mengikuti kemauan perempuan saja! Dia tahu bahwa sifat Aenan Kamto seperti ini karena dia selalu terobsesi oleh wanita cantik.
"Paman, apakah kamu?" Tanya Aenan Kamto berhenti.
Dia tidak percaya, bahwa pamannya akan memberitahukan kejadian ini kepada ayahnya terlebih dahulu! Sehingga kejadian seperti ini terjadi.
Wajah Aenan Kamto seketika menggelap! Dia menahan amarah yang seakan mau meledak saat ini.
"Ayah, apa ayah akan terima jika keluarga Kamto kita di remehkan?" Ucap Aenan Kamto dengan keras kepala ayahnya.
"Sial, kamu anak durhaka! Cepat minta maaf dengan orang itu! Jika tidak maka kamu akan ayah usir dari keluarga!" Bentak kepala keluarga Kamto.
Aenan melirik ke arah Angela Chelin, wajahnya seperti sangat bersalah lalu menengok ke arah Alda dan Hana.
"Tuan, maafkan aku! Sekarang aku tahu bahwa aku sudah salah." Ucap Aenan Kamto.
"Kenapa sekarang seperti ini, bukanlah tadi bilang ingin membunuh ku dan membuat aku keluar dari sini dengan merangkak?" Tanya Alda dengan senyum tipis.
Alda tidak merasa orang baik, sehingga dia tidak akan memaafkan dengan mudah setidaknya bisa membuat ini sebagai pelajaran anak kaya seperti Aenan Kamto itu.
"Berlutut minta maaf kepada Hana! Setelah itu kalian berdua keluar dari sini dengan merangkak!" Ucap Alda dengan dingin kepada Aenan Kamto dan Angela Chelin.
Deg...!
Angela Chelin mundur ketakutan, dia tidak mau di permalukan seperti ini! Jika itu terjadi popularitas dirinya akan turun bahkan akan berbalik memilih reputasi buruk.
"Sayang, bagiamana ini?" Ucap Angela Chelin keringat dingin mengucur di dahinya.
Dia takut sekarang, merasa menyesal telah kembali memprovokasi Alda dan Hana! Saat dengan Reyes Dorman dia tidak begitu puas karena Reyes Dorman tidak melawan langsung! Namun kali ini dia merasa menyesal.
__ADS_1
Sehingga jika waktu bisa di putar kembali, maka dia ingin hal seperti ini tidak terjadi saja.
"Diam, ini semua gara-gara kamu!" Bentak Aenan Kamto kepada Angela Chelin.
Bruukk...!
Bruukk..!
Akhirnya Aenan Kamto berlutut, sambil menyeret Angela Chelin di sampingnya untuk berlutut juga.
Setelah keduanya berlutut, wajah Angela Chelin langsung merah padam karena malu! Orang-orang di luar langsung mengambil gambar dengan ponsel mereka masing-masing.
"Tuan Alda, nona Hana saya meminta maaf, saya mengaku salah!" Ucap Aenan Kamto sambil menunduk dalam.
"Tuan Alda, nona Hana saya salah maafkan saya! Saya tidak akan mengulangi lagi kedepannya." Ucap Hana dengan sangat malu.
Hana hanya diam, setelah itu dia menoleh ke arah Alda! Alda tersenyum lalu berkata. "Apa kamu setuju dengan pendapat ku? Jika keduanya keluar dari ini dengan merangkak! Jika masih kurang berat kamu bisa tambahkan."
"Tidak, aku mengikuti saja!" Kata Hana, dia lalu mundur ke samping Alda dan memegang lengan Alda.
"Dengar! Jika tidak melakukan seperti itu maka permasalahan di sini belum selesai! Ayo tuan Brighton kita pergi dari sini." Ucap Alda.
Setelah itu dia melangkah pergi di ikuti oleh Jhonatan Brighton dan Rizal, setelah itu beberapa eksekutif dari Grup Brighton pergi dari sana.
Orang-orang di depan toko langsung menyingkir, begitu Alda dan Hana lewat yang di ikuti oleh orang-orang Grup Brighton dan manager umum pusat perbelanjaan terbesar itu.
Meskipun Alda dan Hana sudah pergi, wajah Aenan Kamto dan Angela Chelin masih saja memerah karena malu! Orang-orang yang ada di sana menunggu tontonan seru, bahwa ada tuan muda dan artis lokal akan keluar dari pusat perbelanjaan dengan merangkak.
Mereka ingin memposting video itu di sosial media masing-masing agar akun miliknya bisa naik pesat.
"Aenan, sebaiknya kamu lakukan saja! Jika ayahmu tahu ini belum selesai maka kamu sendiri yang akan celaka." Paman dari Aenan Kamto mengingatkan.
"Aku...!" Aenan Kamto ingin mengucapkan keberatan, namun tidak ada kata-kata yang keluar.
Akhirnya keduanya hanya bisa mengikuti kemauan dari Alda merangkak keluar. Rasa malu di hati keduanya sudah sampai di puncaknya hingga akhirnya meskipun baru beberapa meter jauhnya Angela Chelin terjatuh tidak sadarkan diri.
\=
...
__ADS_1