Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
094 MEMBERI TANDA


__ADS_3

Chapter 094. MEMBERI TANDA.


\=


Alda masih terus sibuk dengan komputer miliknya di atas meja dalam ruangan pribadi di villa mewah miliknya, Alda sedang mencoba mencari informasi tentang keluarga Button sekarang.


Setelah 3 jam berselancar di perangkat lunak yang di buat oleh Tama dan tim milik Tama, Alda hanya mengangguk mengerti! Dia merasakan ancaman yang besar jika dia benar-benar langsung kembali ke dalam keluarga Button saat itu.


"Hanya 10 tahun, mereka semua mangalami kemajuan yang sangat mengerikan! Di mulai dari mana aku harus melawan mereka?" Di dalam kepala Alda saat ini dia memiliki tanda tanya besar, karena dalam pemikiran dia keluarga Button yang dulunya tidak seperti itu.


Namun kenyataannya, sangat berbeda jauh! Bahkan dengan kecanggihan perangkat lunak yang di buat Tama saja, Alda sangat sulit untuk mengetahui pergerakan dari keluarga Button.


"Sepertinya aku harus meminta sedikit petunjuk kepada kakek Button!" Gumam Alda.


Dia membuka ponsel jadul lagi, terakhir dia membuka ponsel itu saat dia berada di perguruan terpencil dan dia mengabari bahwa dia akan kembali lalu setelah berpikir lama dia akhirnya memberikan kabar bahwa dia tidak akan kembali sekarang meskipun sudah turun gunung.


Alda mengaktifkan ponsel jadul peninggalan kakeknya, lalu segera memberi tanda bahwa dia ada di kota Mako.


Alda tidak begitu tahu kecanggihan dari ponsel jadulnya karena saat menerima ponsel itu dia masih berumur belasan tahun! Namun pesan dari kakeknya, dia menyarankan bahwa ponsel itu jangan sampai jatuh ke tangan orang lain, dia boleh menggunakan ponsel itu namun hanya di pergunakan untuk menghubungi kakeknya atau orang kepercayaan kakeknya.


Jika tidak, maka akan sangat rumit! Akhirnya Alda hanya bisa patuh.


Namun dia sekarang menemui jalan buntu! Karena dia ingin mengakses langsung tentang keluarga Button namun dia gagal! Sehingga ingin meminta petunjuk kepada kakeknya.


'Kakek, berikan aku kabar situasi terkini keadaan keluarga Button!' Alda mengirimkan pesan singkat seperti itu.


Dia juga menandai bahwa dia ada di kota Mako! Dia berbuat seperti itu agar kakeknya tahu bahwa dia sekarang ada di kota Mako dalam kondisi aman.


Setelah itu, dia kembali menonaktifkan ponsel jadul miliknya! Lalu dia sibuk kembali untuk mencoba peruntungan lainnya dalam mengakses keluarga Button.

__ADS_1


Meskipun kerahasiaan masing-masing dari keluarga Button sangat baik, namun dengan perangkat lunak milik Tama Alda masih bisa mendapatkan sedikit manfaat bagi dia untuk memulai berurusan dengan keluarga Button.


*


Kota Katao.


Tuan besar Button sedang menikmati teh di sore hari di halaman belakang kediaman utama keluarga Button, di halaman belakang sangat sejuk! Karena halaman belakang ini ada bukit yang rendah dan hutan buatan yang cukup lebat.


Di tambah ada air mengalir yang melintasi gazebo keduanya duduk, tuan besar Button menikmati teh bersama Haris Hanaga tangan kanan yang sudah di percaya lebih dari 30 tahun.


Keduanya seperti biasa sedang diskusi banyak hal, karena keluarga Button sangat besar sehingga harus banyak pikiran yang bekerja untuk mengendalikan keluarga itu.


"Haris, bagaimana dengan orang-orangnya Bamtoro apa mereka masih terus mencari keberadaan cucu ku yang tiba-tiba hilang?" Tanya tuan besar Button setelah menyesap teh yang masih panas itu.


"Tuan besar, mereka masih belum menyerah! Sepertinya mereka benar-benar ingin menggunakan cara licik dalam menggulingkan anda dan memutus jalur pewaris keluarga Button." Jawab Haris Hanaga dengan lirih.


"Meskipun karena keputusan ini keluarga Button menjadi sangat besar dan kompleks, namun sekarang sangat sulit untuk di atur! Apa lagi dengan perebutan pewaris kepala keluarga berikutnya, mereka semua seperti kesetanan tidak memperdulikan cara apa, yang terpenting ego mereka tercapai." Keluh tuan besar Button.


"Tuan besar, sebenarnya ini hal bagus! Karena aku percaya dengan kemampuan tuan muda Alda, dia pasti bisa bersaing dengan para pewaris lain!" Jawab Haris Hanaga dengan yakin.


"Entah lah, anak itu sekarang seperti apa? Namun aku yakin dia melebihi ayahnya bahkan bisa melebihi aku di saat masih muda....!" Saat sedang berbicara ponsel milik Haris langsung berdering dengan nada yang berbeda.


"Tuan besar, Alda mengirimkan pesan!" Ucap Haris dengan cepat, sehingga ucapan tuan besar Button terputus.


"Cepat lihat, apa yang dia sampaikan." Ucap tuan besar Button.


Dengan cepat, Haris langsung membuka ponsel dan membuka pesan yang di kirim khusus oleh Alda itu.


Setelah membaca, Haris langsung mengerutkan keningnya! Dia melihat koordinat di ponselnya bahwa tuan muda Alda berada di kota Mako.

__ADS_1


"Apa yang dia sampaikan?" Tuan besar Button tidak sabar sehingga dia langsung bertanya lagi.


"Tuan besar, tuan muda Alda ingin mengetahui situasi keseluruhan keluarga Button saat ini!" Ucap Haris.


"Dia juga memberikan tanda koordinat, tuan muda sekarang berada di kota Mako." Lanjut Haris setelah dia menjeda sebentar.


Tuan besar Button merenung sebentar, dia langsung mengelus dagunya yang sekarang di tumbuhi janggut yang sudah berwarna putih.


Itulah kenapa keluarga cabang Button sangat gencar sekarang, karena mereka memperkirakan bahwa tuan besar Button sudah tidak kuat mengurus keluarga Button yang besar ini! Sehingga mereka sekarang makin menjadi-jadi.


"Berikan yang dia mau, apa yang kamu ketahui tentang semua keluarga cabang dari keluarga besar Button berikan saja! Aku yakin dia akan membuat pergerakan setelah tahu kondisinya!" Ucap tuan besar Button dengan sungguh-sungguh.


Dia langsung mengambil keputusan, dia memang bisa menentukan siapa pewaris yang akan naik! Namun jika tidak di dukung oleh para tetua keluarga maka akan sulit untuk memegang tampuk kepemimpinan di keluarga Button.


Sedangkan para tetua keluarga, berasal dari berbagai keluarga cabang! Mereka juga ada yang sangat berambisi untuk menjadikan anggota inti mereka menjadi kepala keluarga berikutnya.


"Baik tuan besar Button, kalau begitu aku permisi untuk menyusun apa hang akan di berikan kepada tuan muda!" Jawab Haris.


Lalu dia segera pamit dari halaman belakang, padahal teh miliknya belum di minum sedikitpun! Karena menurutnya tugas ini lebih penting.


Haris Hanaga mendedikasikan dirinya kepada tuan besar Button karena dia merasa berhutang banyak kepada beliau! Sehingga dia sampai bersumpah bahwa beberapa generasinya akan mengikuti keluarga Button dari generasi tuan Charles Button, sehingga dia sangat menghormati Alda yang memang keturunan langsung dari tuan besar Button.


Taun besar Button melihat kepergian Haris, dia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan! Setelah itu dia kembali menyesap teh hangat yang ada di atas meja.


"Nak, kakek tunggu kejutan dari mu!" Harapan tuan besar Button sangat kuat terhadap Alda.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2