
Chapter 155. TAMA DI JODOHKAN.
\=
Dua hari telah berlalu.
Grup Aditya sudah terdaftar dan berjalan di kota Mako! Berkat aliansi dengan keluarga Radcliffe dan Grup Brighton urusan di kota Mako cukup muda.
Para pejabat negeri begitu menghormati yang kuat! Sehingga mempercepat segala proses yang ada.
Para keluarga besar di kota Mako juga hanya bisa diam dan terus mengawasi! Mereka juga waspada takut keluarga Radcliffe dan Grup Brighton menargetkan mereka! Namun sejauh ini setelah kehancuran keluarga Dorman dan Grup Champion Ship kota Mako sangat tenang.
Grup Brighton dan yang lainnya tidak agresif sebelumnya, ini membuat 2 keluarga besar di kota Mako bernafas dengan tenang! Karena keluarga Button saja yang sangat kuat sekarang tinggal kenangan.
Tama sudah mengirim semua orang yang mengikutinya saat ke sini pulang! Sedangkan dia menunggu yang di janjikan Alda, bahwa keluarga Jink akan mengirim kekuatan lainnya untuk menekan mereka.
Namun yang membuat Tama tidak sabar sudah lewat dua hari namun mereka semua hanya melakukan latihan saja di atap villa.
Ini membuat Tama bosan, sehingga dia sekarang duduk di kursi yang di sediakan di sana.
"Alda, kapan orang-orang dari keluarga Jink akan datang? Apa kita yang mendatangi mereka saja?" Ucap Tama setelah menyesap juice buah yang ada di meja itu.
Alda yang sedang melakukan pukulan di samsak seketika berhenti, dia menoleh kepada Tama yang terlihat begitu santai dan malas.
"Aku kan sudah bilang, itu hanya kemungkinan! Kalau mereka tidak datang berarti keluarga besar seperti mereka sangat tabah, bahkan setelah anggota keluarganya di pukuli seperti babi." Jawab Alda.
Baammm..!
Praaass..!
Samsak pasir itu langsung pecah! Padahal bahan yang di gunakan untuk membuat samsak itu sangat tebal dan kuat, karena bisa di lihat dengan mata telanjang benang yang pecah pada karung itu begitu tebal dan besar.
"Sial, keluarga sampah!" Keluh Tama.
"Dion juga pergi bersenang-senang sendirian saja! Harusnya mengajak ku jika taku seperti ini." Tama benar-benar merasa bosan.
Sehingga dia terus mengeluh dan menyalakan siapa saja yang menurutnya salah.
__ADS_1
Hana dan Hani hanya diam saja di tempat latihan! Mereka tahu bahwa Tama sekarang sedang tidak baik suasana hatinya.
Alda yang tidak tahu kenapa Tama terus kesal dan memaki hanya diam saja! Setelah itu dia mendekat.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Alda ingin tahu.
"Tidak ada, aku hanya ingin menghajar seseorang sampai mati saja!" Jawab Tama dengan singkat dan wajah masam.
Hana mendatangi Alda, setelah itu dia membisikkan sesuatu hingga akhirnya Alda tertawa terbahak-bahak.
"Ha-ha-ha...!"
"Apanya yang lucu?" Tama langsung marah kepada Alda, karena menurutnya tidak ada yang lucu.
"Teman, apa karena akan di jodohkan sehingga kamu bersikap seperti ini?" Tanya Alda dengan senyum yang mengejek, dia tadi di bisikan okeh Hana bahwa Tama akan di jodohkan.
"Kamu...! Alda dari mana, sial.." Tama terkejut, dia langsung menendang Alda dan mencoba mengunci Alda dengan sekuat tenaga.
Woosss..!
Taaap..!
"Dari mana kamu mendapatkan informasi itu?" Tama kesal, setahu dia tidak ada orang yang mengetahui ini, namun Alda bisa menebak dengan benar pasti dia memang benar-benar tahu.
Alda mendorong Tama, setelah tangannya menahan serangan Tama! Karena Tama memang lebih lemah dari Alda sehingga dia dapat di dorong menjauh dengan mudah oleh Alda.
Tama memang geram, setelah mendengar bahwa dia akan di jodohkan! Dia malu jika teman-teman lainnya mengetahui itu.
Memang biasanya keluar besar selalu bertindak seperti itu, perjodohan putra dan putri mereka di lakukan untuk pertukaran bisnis.
Sehingga bisnis mereka kedepannya akan semakin berkembang, namun banyak juga akibat dari perjodohan pertukaran bisnis ini keluarga besar menjadi hancur karena menerima rubah licik ke dalam keluarga mereka.
"Itu tidak penting, dari mana aku mendapatkannya!" Jawab Alda terhadap reaksi berlebihan dari Tama.
"Apa kamu bersikap seperti itu hanya karena perjodohan? Jika benar kamu pecundang." Lanjut Alda mencibir Tama.
Maksud Alda adalah, kenapa Tama tidak langsung menolak saja! Toh dia mempunyai kekuatan untuk melawan, tapi malah dia ingin melampiaskan ke hal lainnya dan yang paling buruk menggunakan kekuatan itu untuk menghajar orang.
__ADS_1
Bukannya Alda tidak setuju, dia tidak ingin rencana yang dia susun akan hancur hanya karena keegoisan Tama.
Seketika Tama tertegun, setelah mendengar ucapan Alda yang menyindir dirinya seperti pengecut! Dia tahu bahwa dia memang salah, hanya karena itu ingin melampiaskan amarahnya ke hal lainnya.
Itu karena dia menghormati orang tuanya, bahkan kakeknya! Sehingga sangat segan untuk menolak permintaan mereka.
Hana yang ada di sana hanya bisa tertegun, dia memang tidak sengaja mendengar percakapan Tama sebelumnya! Namun dia tidak berpikir bahwa saat dia memberi tahu Alda akan ada perkelahian seperti ini.
Namun untuk menyela mereka, Hana tidak berani dia tidak memiliki keberanian sedikitpun! Meskipun ada orang lain memberikan tambahan keberanian 100 lagi, dia tetap tidak akan berani.
Entah kemana, terhadap Alda dia seperti kucing kecil yang butuh perlindungan. Jangankan mencakar Alda bahkan menatap Alda saja dia kadang salah tingkah.
"Alda kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sehingga sangat mudah berbicara seperti itu!" Keluh Tama.
"Hei, lalu apa yang kamu dapatkan setelah mendapatkan pendidikan dari perguruan terpencil itu? Apakah masih tidak berguna hanya untuk mengatasi masalah kecil?" Tanya Alda menyinggung tentang pelatihan mereka yang bertahun-tahun lamanya di hadapan orang tua itu.
"Sebenarnya ini tentang etika keluarga, ahh sudah lah aku tidak tahu..!" Keluh Tama sambil mengacak-acak rambutnya dengan keras.
"Tama dengar, aku akan mengingat kamu kembali! Jika kamu tidak nyaman maka lepaskanlah namun jika ada orang yang menghalangi mu untuk melepaskan, maka beri mereka penjelasan! Namun jika terus di pojokan olehnya boleh gunakan kekerasan, karena dengan kamu tidak melepaskan itu maka kamu yang akan menderita!" Ucap Alda dengan tegas.
Kata-kata itu mereka pernah denger beberapa kali dari guru tua mereka! Sehingga meskipun terlihat kasar dan arogan namun jika mempunyai kekuatan maka itu masih di bilang masuk akal.
Karena sejatinya, orang yang mempunyai kekuatan tidak ada orang yang akan memaksa dan menghalangi kecuali orang itu adalah musuh.
Setelah mendengar itu, ekspresi Tama berubah! Dia jelas tahu. Namun yang dia pikirkan itu hanya untuk lawan mereka bukan keluarga, bahkan orang tua mereka.
"Aku yakin, kata-kata itu kamu juga ingin! Namun bisa juga di gunakan dalam hal keluarga! Karena kadang keluarga malah lebih kejam dari orang lain." Lanjut Alda berucap.
Namun kata-kata ini, dia sematkan untuk selalu dia ingin sendiri! Karena keluarga dia yang sudah melebihi bajingan.
Sebenarnya, Alda orang yang welas asih! Sepertinya kakeknya maupun ayahnya, namun karena terus di tekan oleh keluarganya, akhirnya dia mendalami kata-kata di atas tersebut.
Sehingga dia sekarang menemukan kesimpulan, jika mereka terus menekan maka gunakan kekerasan.
Itulah yang sekarang Alda tanamkan di dalam pikiran saat ini! Sehingga setelah melihat Tama yang di tekan sedikit sudah kehilangan kesabaran dan mencari pelampiasan lainnya, maka dia bisa di katakan pecundang.
\=
__ADS_1
...