
Chapter 267. RIKO MENYERANG TAMA.
\=
Di Hotel Emperor, Alda dan Hana sekarang sedang berlatih di pagi hari! Mereka terlihat oleh orang-orang yang ada di sana seperti pasangan serasi.
Meskipun mereka termasuk kalangan atas, namun kecantikan dari Hana dan ketampanan Alda bisa membuat banyak orang mengalihkan pandanganya mereka kepada keduanya.
Apa lagi, di tambah keduanya menggunakan pakaian sedikit ketat! Ini membuat para pengusaha kaya kota Westa yang sedang ada di Hotel Emperor sedikit bergairah.
Namun mereka tidak berani menggangu keduanya, pikiran mereka hanya bisa di pendam masing-masing.
Karena orang yang bisa masuk ke Hotel Emperor bisa di pastikan bukan orang sembarangan, sehingga mereka menahan untuk mengganggu Hana Aan Alda.
"Sebaiknya, kita segera pulang! Aku khawatir Hani mencari kamu, entah bagaimana dia tidak kembali ke hotel pada dia yang merekomendasikan tempat ini." Ucap Alda.
"Ah, benar' juga bagaimana anak itu tidak kembali, aku sampai lupa!" Hana juga langsung terkejut, karena saking senangnya dia bisa sedekat ini dengan Alda sampai lupa dengan keberadaan Hani sebelumnya.
"Baiklah, kita harus pulang sekarang." Lanjut Hana berucap.
Alda mengangguk, karena entah kenapa sekarang ini Alda kepikiran bahwa dia harus segera pulang! Sehingga dia langsung mengajak Hana segera kembali ke kediaman keluarga Aditya.
Karena sudah setuju, keduanya dengan cepat kembali ke kamar no 100! Setelah itu mereka semua mandi karena sudah berkeringat di pagi hari ini lalu dengan cepat cek out dari Hotel Emperor.
Pagi hari ini keadaan lalu lintas kota Westa macet seperti biasanya! Namun tidak berhenti total, masih jalan namun merayap.
Hingga akhirnya, setelah 45 menikah mereka sampai di kediaman keluarga Aditya! Saat Alda turun dari mobilnya lalu masuk dengan segera ke kediaman keluarga Aditya! Alda mengerutkan keningnya.
Karena ada tiga orang yang sedang duduk di ruang tengah! Alda langsung mengenali mereka semua.
"Hei, kenapa kalian ada di sini? Kapan kalian datang?" Ucap Alda sedikit bingung, dia heran sehingga menatap lurus ke arah Tama.
Sedangkan Tama hanya diam dan seperti tidak tahu menahu, bahkan dia sok sibuk dengan ponselnya seperti tidak punya salah sama sekali.
Hana yang berjalan di samping Alda hanya diam, dia juga sangat mengenal dua orang itu.
__ADS_1
"Alda, apa kamu baik-baik saja?" Ucap Dion yang langsung berdiri sambil melihat Alda dengan lekat.
Memang dulu hang paling dekat dengan Alda di perguruan terpencil adalah Dion, apa lagi setelah Alda membantu membalaskan dendam terhadap kelompok kalajengking merah Dion semakin berterimakasih.
Sehingga setelah mendengar Alda dalam bahaya, dia adalah orang yang pertama ingin membantu Alda! Meskipun dia tahu bantuan itu pasti hanya sedikit meringankan Alda saja, karena jika Alda saja tidak mampu apa lagi dia.
"Aku baik, memangnya apa yang terjadi?" Alda sendiri langsung bingung setelah di tanya seperti itu oleh Dion.
Sedangkan Riko setelah memandang Alda baik-baik saja, dia langsung mengarahkan tatapan tajam ke arah Tama.
Woooss..!
Baaammmm..!
Sofa yang di duduki Tama langsung terdorong mundur jauh beberapa meter! Tama meringis seperti menahan rasa sakit di tangannya.
"Kamu jangan diam saja, jangan pura-pura tidak tahu?" Bentak Riko setelah menyerang Tama dengan pukulan.
Meskipun serangan itu kuat! Bisa di tahan oleh Tama, Riko juga tahu Tama masih orang yang kuat seperti dulu sehingga jika dia menggunakan kekuatan besar juga dapat di tahan dengan mudah oleh Tama.
Apa lagi dia sedari tadi sebenarnya mengawasi gerak-gerik ketiganya! Sehingga setelah serangan Riko datang, Tama langsung memblokir serangan itu dengan mudah.
"Sial, kamu masih berlagak bodoh! Gara-gara kamu kita sampai sedikit membuat kekacauan di bandara kota Mako." Keluh Riko.
Meskipun dia cuek, sebenarnya dia tahu dengan resiko penerbangan mendadak seperti yang mereka lakukan.
Pasti ada beberapa pesawat yang harus di undur penerbangan mereka dalam beberapa menit! Sehingga memberikan dampak yang besar dengan pengaturan yang sudah di setujui sebelumnya.
"Sebenarnya ada apa? Tama katakan yang kamu tahu?" Alda langsung tahu ini kelakuan Tama yang membuat orang pasti pusing.
"Itu, aku..!" Tama tidak langsung menjawab dengan gamblang dia hanya terus berpikir.
"Apa? Yang jelas." Riko karena kesal masih saja terus menyela.
Biasanya jika orang lain dia lebih senang bertindak dengan pukulannya! Namun jika dengan Tama dia semakin kesal karena pukulan dia juga masih bisa di tahan, sehingga hanya bisa berbicara banyak.
__ADS_1
"Alda, Tama bilang kamu dalam bahaya! Bahkan akan segera pergi ke ibu kota untuk membuat perhitungan dengan keluarga Button cabang 2." Dion yang langsung memberikan penjelasan.
Tama yang akan berucap akhirnya menelan kata-katanya kembali! Namun dia hanya tersenyum canggung.
"Dalam bahaya, aku berbicara dengan Tama kemarin itu hanya rencana! Bahwa aku kedepannya harus bergerak cepat jika ingin hidup dengan damai tanpa gangguan kecil dari mereka." Jawab Alda kepada Dion.
"Huff, ternyata kalian baik-baik saja! Padahal kami semalam langsung terbang ke ini karena mendengar kabar darurat dari Tama, di tambah ponsel kamu tidak bisa di hubungi sejak siang kemarin." Ucap Dion sambil menghembuskan nafas lega.
Mendengar ucapan itu, Hana yang ada di samping Alda wajahnya langsung memerah! Karena dia tahu saat waktu itu keduanya bermain dengan liar, karena tidak ingin ada yang menggangu Alda dan Hana mematikan ponsel masing-masing.
Karena teringat hal itu, Hana sangat malu! Dia menunduk kepalanya dalam-dalam agar orang tidak melihat wajahnya yang sedang memerah.
"Hei, kakak kalian berdua baru pulang?" Suara Hani tiba-tiba.
Dia juga baru pulang, Hani menenangkan diri dan takut rencana itu di ketahui oleh kakaknya dan yang paling utama adalah Alda.
Namun setelah dia masuk, Hani yang di tatap tajam oleh Alda! Sedangkan Hana malah semakin malu dia takut adiknya tahu bahwa dia dan Alda sudah berhubungan badan.
Melihat tatapan Alda yang seperti akan membunuh! Pikiran Hani langsung kacau, dia berpikir macam-macam.
"Kaka, mereka sedang membicarakan hal penting! Sebaiknya kita ke kamar segera." Ucap Hani, dia menarik kakaknya dengan cepat.
Hani melakukan itu karena takut dengan Alda, melihat reaksi Alda seperti itu! Hani langsung tahu bahwa Alda sudah menyadari apa yang dia lakukan sebelumnya di Hotel Emperor, sehingga hanya bisa menghindar dari Alda untuk sementara.
Tama melihat reaksi dua wanita itu yang aneh hanya menatap Alda! Dia ingin bertanya kemana saja mereka semua, namun dia kembali teringat bahwa dia sedang di interogasi oleh Riko dan Dion bahkan Alda bisa jadi ikut bertanya juga apa yang dia lakukan.
"Baiklah, karena kalian sudah di sini! Sebaiknya apa yang aku dan Tama bicarakan sebelumnya, lebih baik di jalankan dengan cepat." Ucap Alda setelah mengalihkan tatapan dia yang sebelumnya menatap tajam ke Hani.
"Lalu bagaimana dengan para master yang datang ke kota Westa dari kota Mako itu, apa mereka sudah di bereskan?" Dion masih penasaran.
"Oh tentang itu, baru ada satu yang bergerak! Setelah di bereskan, aku biarkan saja di jalan, setelahnya aku mendapatkan berita bahwa mereka di amankan oleh pihak keamanan publik." Jawab Alda.
Mereka langsung duduk kembali dan membahas tentang rencana Alda yang akan pergi ke kota Katao! Namun sebelum itu mereka berempat menyusun rencana untuk mengurus para master yang datang ke kota Westa ini.
\=
__ADS_1
\=
...