Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
212 PERGURUAN TANPA NAMA


__ADS_3

Chapter 212. PERGURUAN TANPA NAMA.


\=


Di wilayah selatan, tepatnya hutan belantara dan pegunungan tinggi yang jarang di jamah manusia! Apa lagi sudah jaman modern seperti ini, orang-orang sudah beralih menggunakan mesin di semua aktifitas sehari-harinya.


Sehingga gunung yang tidak memiliki medan jalan yang layak, bahkan untuk jalan kaki saja sangat sulit apa lagi dengan mobil maupun motor! Paling hanya menggunakan helikopter itu juga sangat merepotkan, karena harus memiliki landasan terbuka.


Sedangkan di sisi yang benar-benar rapat akan pepohonan tua dan rindang.


Dua pemuda sedang mencari bahan obat.


"Sudah beberapa bulan ini, kita belum mendapatkan kabar dari Alda dan yang lainnya!" Ucap pemuda yang sekarang sedang menggendong keranjang rotan.


"Itu wajar, kota akan melalaikan mereka!" Jawab pemuda yang lain.


Keduanya adalah teman seperguruan dari Alda, Dion dan yang lainnya! Keduanya adalah seorang yatim piatu sehingga lebih memilih tetap tinggi di perguruan, di tambah sejak kecil hidup dengan kesulitan dan akhirnya sampai di perguruan terpencil hingga membuat mereka sampai seperti ini! Sekarang mereka memandang dunia dengan rendah.


Dulunya keduanya memandang dunia seakan sulit di capai, namun setelah berguru beladiri di perguruan terpencil keduanya sekarang memandang dunia dengan rendah.


Mereka tahu, dunia luar seperti apa! Meskipun jarang ke kota besar namun pernah menjalankan misi berbahaya di kota besar.


"Ya, apa yang kamu katakan benar, aku sangat setuju!" Jawab pemuda yang berbicara di awal.


Setelah itu keduanya sibuk mengumpulkan beberapa bahan obat dan memasukkan ke keranjang rotan di punggung masing-masing! Keduanya memilih tidak turun gunung karena merasa di dunia luar tidak ada keluarga lagi sehingga untuk apa pergi keluar.


*


Di sisi yang lain, namun masih jauh di sebrang barat.


Tepatnya di wilayah perguruan Elang Hitam! Perguruan Elang Hitam yang besar sekarang sedikit ramai.


Di salah satu ruang pengobatan! Ada tabib yang sudah sepuh di lihat dari rambutnya yang sudah putih semua, dia menatap perut tetua Cakar Elang yang masih sedikit meninggalkan warna hitam kebiruan.

__ADS_1


"Apa kamu yakin yang menendang mu seperti ini adalah pemuda?" Ucap tabib sepuh itu dengan tidak percaya.


"Benar tabib..! Anak itu paling-paling baru berumur 24-25 tahun." Jawab tuan Cakar Elang dengan sangat serius.


Tabib sepuh itu menggelengkan kepalanya, lalu bergumam tidak jelas.


"Tapi aku cukup kenal dengan luka serangan ini! Serangan itu di namakan tendangan kuda meringkik." Ucap tabib sepuh itu.


"Tendangan kuda meringkik? Itu jurus dari sekte dan perguruan mana tuan tabib?" Ucap pemimpin perguruan Elang Hitam.


"Jurus sederhana namun mematikan itu milik perguruan yang sangat tertutup! Orang-orang dari dunia beladiri menyebut itu perguruan tanpa nama, bahkan letaknya jarang sekali orang yang tahu! Meskipun letaknya sama-sama di wilayah selatan ini." Ucap tabib sepuh, kembali memberi tahu orang-orang yang ada di perguruan Elang Hitam itu.


Beberapa tetua terkejut dengan penuturan dari tabib sepuh itu! Karena mau bagaimanapun mereka juga orang dari seni beladiri namun tidak begitu mengetahui ini.


"Ya, aku pernah mendengar ini! Aku kira itu hanya mitos tapi ternyata bener adanya?" Ketua perguruan Elang Hitam berucap dengan lirih dan sambil berpikir apa dia melewatkan sesuatu.


"Baiklah, aku umumkan! Kita jangan sampai membuat perselisihan dengan mereka, jika keluarga Button cabang 2 mendatangi perguruan ini kelak, maka kita harus menolak permintaan mereka apapun itu." Ucap ketua perguruan Elang Hitam.


Mereka mempercayai ucapan dari tabib sepuh! Dia adalah orang terhormat dari sekte seribu obat, karena mereka berpengalaman dalam sejarah dan juga beberapa sekte maupun perguruan tertutup.


Setelah pemeriksaan lanjutan! Tabib sepuh meresepkan obat untuk tuan Cakar Elang! Karena dia adalah orang dari pengobatan kuno sehingga obat yang di resep kan adalah herbal alami.


Namun dia tidak yakin tentang luka dalam yang di derita tuan Cakar Elang akan sembuh seperti sedia kala! Karena serangan itu sangat ganas.


Bahkan tabib sepuh itu hanya pernah mendengar orang yang terkena pukulan jurus tendangan kuda meringkik, semua langsung mati.


Namun setelah pemeriksaan yang cukup lama dia akhirnya tahu! Bahwa itu memang benar-benar berbahaya, setelah dia melihat luka di perut tuan Cakar Elang! Tabib sepuh berkesimpulan bahwa si penyerang masih berbelas kasihan terhadap tuan Cakar Elang! Jika tidak, maka jangankan sampai pulang ke perguruan, takutnya malah langsung mati di tempat.


*


Sedangkan di kota Katao ibu kota negara ini, masih sangat ramai tentang berita kelumpuhan dari tuan muda Button cabang 2.


Namun Bramantyo Button tidak menanggapi meskipun sudah banyak cibiran dan hujatan! Dia malah sibuk mencari master kuat di laur negeri.

__ADS_1


Namun setelah sibuk lama, akhirnya ponselnya berdering! Dia langsung menjawab panggilan telepon itu.


"Tuan muda, Alda dan dua wanita yang selalu bersamanya pergi dari kota Mako!" Ucap orang di seberang sana.


Ternyata orang yang tadi mengintai Alda dan yang lainnya di villa mewah Alda dengan teropong adalah orang yang di kirimkan oleh Bramantyo Button, setelah memastikan bahwa Alda pergi dia langsung memberikan kabar terkini kepada Bramantyo Button.


"Pergi dari kota Mako? Coba lacak pergi kemana dia. Jangan biarkan dia kabur seperti dulu lagi." Keluh Bramantyo Button.


Orang yang menelepon hanya bisa menganggukkan kepalanya! Namun dia tetap gak yakin bahwa dia bisa tahu Alda dan yang lainnya akan pergi ke mana.


"Baik tuan muda!" Jawab orang itu.


Bramantyo Button yang sedang duduk di ranjang hanya bisa mengepalkan tangannya! Sorot matanya sangat tajam ada sedikit semburat muncul aura membunuh.


"Alda, meskipun kamu pergi ke ujung dunia sekalipun akan aku kejar! Hanya ada dua jalan untuk mu, pertama menyerah kepada ku dan menerima rasa sakit yang sama bahkan lebih dan pilihan kedua di jemput malaikat maut." Gumam Bramantyo Button.


Dia kembali mengutak-atik laptop di hadapannya sekarang! Karena dia sedang memantau perguruan silat yang ada di luar negeri, meskipun ayahnya yang bekerja kali ini. Namun dia ingin melihat kekuatan tempur mereka sehingga ikut andil dalam hal ini.


"Sial ternyata di luar negeri juga tidak kalah dengan orang-orang di dalam negeri! Tapi kenapa mereka sangat sulit muncul?" Keluh Tama setelah melihat informasi yang tertera di sana.


"Petarung ini sepertinya sangat kuat! Sial harganya sangat mahal untuk sekali misi dari dia!" Yang tadinya senang Bramantyo Button langsung mengumpat.


Karena harga untuk memberikan misi, kepada orang kuat itu sangat mahal! Sehingga dia tidak sadar memaki dengan keras.


Karena harga yang tertera di atas 100 juta dollar! Sehingga itu bisa mengurus sedikit tabungan dari keluarga Button cabang 2! Namun Bramantyo Button tidak peduli, karena yang dia pedulikan adalah dendam ke Alda.


Sehingga untuk mengundang satu orang saja dengan harga setinggi langit seperti itu Bramantyo Button juga jalani.


\=


\=


Terimakasih sudah mendukung novel ini! Hari ini update 4 bab ya, jika masih ada typo mohon maklumi 🙏.

__ADS_1


...


__ADS_2