Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
265 TIDAK ADA JEJAK


__ADS_3

Chapter 265. TIDAK ADA JEJAK.


\=


Hotel Emperor patut di sebut sebagai hotel paling mewah dan paling beser di kota Westa! Jika bisa di bilang kiblat dari hotel-hotel lain yang ada di kota Westa.


Bukan hanya terkenal, juga sangat megah dan besar! Selain itu keadaan di sini seperti tidak pernah ada tidurnya, bahkan pengawasan 24 jam non stop.


Jadi meskipun waktu sudah malam, para orang-orang keluarga Readbulld dan beberapa teknisi yang di bawanya terus memeriksa ruangan 203.


Setelah memeriksa cukup lama, para orang-orang keluarga Readbulld hanya bisa menggeleng pasrah.


Di dalam kamar 203.


"Tuan Readbulld! Di sini tidak ada jejak sama sekali?" Ucap orang yang sedari tadi memeriksa ruangan 203.


"Tidak mungkin! Aku melihat ada catatan reservasi Hotel Emperor sebelum kejadian di Grup Readbulld, lalu kamu bilang tidak ada jejak apa ini perbuatan hantu? Benar-benar omong kosong." Keluh Ahsan Readbulld dengan bentakan.


Dia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa sudah selama ini dia mencari informasi yang terkait, bahan sudah menggunakan semua sumberdaya dan komunikasi keluarga Readbulld namun semua ini tidak ada hasilnya.


"Maaf tuan, karena rekaman cctv tidak di temukan! Bahkan yang paling sulit, cctv yang di sini benar-benar seperti tidak mereka sebelumnya." Ucap orang itu sambil tertunduk.


Inilah kenapa sebelumnya teknis Hotel Emperor memberikan kesaksian bahwa cctv ruangan 203 rusak! Karena memang tidak memberikan tanda-tanda perekaman sama sekali, jadi hanya bisa di bicarakan dengan alasan rusak.


Wajah Ahsan Readbulld sangat suram! Dia terlihat lebih tua 2 tahun dari sebelumnya, padahal sudah membang banyak tenaga dan waktu tapi hasilnya tidak ada.


Padahal sebelumnya dia sudah yakin, jika memeriksa Hotel Emperor akan mendapatkan jawaban yang memuaskan! Tapi itu semua seperti harapan besar lalu di hempaskan ke bawah dengan sangat kuat hingga membentur tanah dengan benturan sangat keras.


Buka hanya orang itu yang memberikan kesaksian! Tapi banyak orang yang memeriksanya memberikan kesaksian yang sama, sehingga Ahsan Readbulld sedikit yakin bahwa ini bukan permainan dari pihak Hotel Emperor yang di suap oleh Grup Brighton.


Jadi sekarang kemarahan Ahsan Readbulld di limpahkan kepada Grup Brighton.


"Kalian berani merampok keluarga Readbulld, berarti kalian sudah siap menerima kemarahan keluarga Readbulld." Ucap Ahsan Readbulld, setelah merenung akhirnya mereka semua pergi dari Hotel Emperor.


*


Malam hari ini, kota Westa sangat cerah tidak ada kabut sedikit pun! Langit malam yang hitam di taburi dengan cahaya gemerlap bintang, sayangnya tidak ada bulan yang menghiasi.


Tama baru saja sampai di kediaman keluarganya.


Setelah masuk ke dalam rumah, dia mencari keberadaan Alda! Namun sudah menyusuri tempat yang biasanya di tempati Alda, Tama tidak kunjung menemukan.

__ADS_1


Yang paling parahnya, Alda susah di hubungi dari sore hari namun tidak ada jawaban sedikitpun! Bahkan pesan singkat Tama juga tidak di respon, sehingga membuat Tama penasaran.


Apa lagi setelah tahu, Hana dan Hani juga tidak ada di rumah! Membuat pikiran liar Tama kembali terulang, namun dia langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak mungkin, aku tidak boleh terus membayangkan hal itu!" Ucap Tama, dia sekarang duduk di halaman belakang kediaman keluarga Aditya.


Padahal dia tadinya ingin mengobrol kembali bersama Alda! Karena seharian ini dia sudah pusing dengan wanita yang di anggap tunangan oleh keluarganya, sejak pagi dia keluar untuk mengurus bisnis, Cika Lims selalu nempel bersamanya karena dia juga sedang mengurus bisnis yang sama.


Sehingga Tama yang selalu berpikir yang tidak-tidak, langsung mencurigai kakeknya yang berbuat di balik layar agar keduanya menjalin hubungan lebih dalam, dengan di tempatkan dalam satu pekerjaan yang sama.


Karena sudah semakin bingung, Tama mengeluarkan ponselnya kembali.


Dia mencari nama sahabat lainnya di ponsel, setelah melihat nama Dion! Alda langsung mengeklik memanggil.


Tut..!


Tidak butuh waktu lama, panggil itu langsung di angkat! "Dion, pagi ini aku sudah berunding dengan Alda, kamu dan Riko segera ke kota Westa! Apa perlu aku kirim jet pribadi agar kamu cepat sampai ke sini." Ucap Tama dengan cepat.


"Apa yang terjadi, apa di sana sangat gawat?" Dion terkejut, sehingga dia ingin tahu apa masalahnya.


"Cukup gawat! Makanya Alda dan aku memerlukan bantuan kalian berdua!" Jawab Tama.


"Bagus..! Jangan lupa sampaikan hal yang benar kepada si otak batu agar dia paham." Tama berucap seperti itu, lalu langsung mematikan sambung teleponnya.


Setelah memutuskan sambungan telponnya, Tama bersandar dengan nyaman di kursi yang empuk di halaman belakang kediaman keluarganya! Dia lalu senyum-senyum sendiri.


"He-he-he, akhirnya aku akan terbebas dari pekerjaan yang menyebabkan seperti kemarin." Ucap Tama sambil terkekeh saat dia memikirkan akan pergi dengan Alda ke Ibu kota.


Sebenarnya dia memberikan saran seperti tadi pagi kepada Alda, itu karena dia ingin terbebas dari tuntutan kakek dan ayahnya! Jika tidak menggunakan alasan seperti itu, pihak keluarga Aditya tidak akan percaya dengan mudah.


Itulah dampak kenakalan dia saat kecil! Sehingga ucap dia selalu di anggap kebohongan dan main-main belaka jika kata-kata Tama tidak ada pendukung lainnya, maka kemungkinan besar tidak di percaya oleh keluarganya.


Jadi dia menyusun rencana itu! Seolah-olah dia akan membantu Alda, tapi sebenarnya dia membantu diri sendiri agar lepas dari cengkraman Cika Lims, yang entah setiap dia pergi ke mana wanita bucin itu selalu tahu keberadaan dia.


*


Di kota Mako.


Keadaan sekarang sudah sangat stabil! Semua proyek sudah berjalan lancar, tidak ada lagi gangguan apapun.


Apa lagi setelah Dion dan Riko bersama kelompok Beruang Hitam memberikan tekanan kepada keluarga Yantoro! Seketika keluarga itu langsung menarik tuan muda Yantoro yang memang kendali penuh, hingga puncaknya kepala keluarga Yantoro mendatangi sendiri Grup Brighton lalu bertemu dengan Jhonatan Brighton dan Dion, hingga akhirnya berdamai.

__ADS_1


Kini kota Mako sudah semakin maju! Sedangkan semua hal di pegang oleh kelompok Beruang Hitam.


Ada juga Daniel Radcliffe pernah mencari Alda, namun Dion memilih tidak memberitahukan dia! Karena takut keadaan Alda semakin sulit.


Hingga akhirnya sempai sekarang keluarga Radcliffe tidak ada kabar lagi! Hanya perwakilan kerja saja mereka bertemu dengan para eksekutif dari Grup Brighton.


Kini Dion masih di ruang kerja Grup Brighton! Setelah mendapatkan panggilan dari Tama dia langsung berdiri.


"Paman Jo, ada hal gawat dengan Alda! Aku harus segera pergi ke kota Westa." Ucap Dion setelah terlonjak dari kursinya.


"Apa yang terjadi, bagaimana situasinya?" Paman Jo juga sama terkejutnya.


Jika kedua orang ini tahu sedang di bodohi oleh Tama! Dion akan langsung marah, karena membuat lelucon yang menurut mereka tidak lucu.


"Hei, apa yang kalian ributkan?" Riko terlambat bereaksi, dia masih duduk dengan tenang di sofa ruangan itu.


"Riko, kita siapa-siapa sekarang! Alda membutuhkan bantuan kita secepatnya, kita harus bergerak ke kota Westa." Ucap Dion dia tidak memperdulikan pertanyaan paman Jo.


"Bertarung kah? Ayok pergi." Otak Riko jika berhubungan dengan pertarungan langsung konek, sehingga dia juga tidak ingin menunda.


Akhirnya keduanya langsung pergi dari kantor Grup Brighton.


Paman Jo dan yang lainnya hanya bisa saling pandang dan juga merasa cemas.


Karena dia penasaran! Akhirnya paman Jo langsung menghubungi Rizal.


"Rizal, apa yang sedang terjadi di kota Westa sekarang? Apa ada hal yang membuat heboh dan membahayakan?" Ucap paman Jo setelah sambungan teleponnya terhubung.


"Paman Jo, benar! Tuan Alda di sini lagi-lagi membuat kehebohan, karena keluarga kelas atas di kota Mako di buat kehilangan banyak properti, sehingga suasana di sini sangat ramai! Jika Paman Jo tidak percaya bisa mencari informasi ini di berita internasional, bahkan di sana sudah di muat semua berita kehebohan itu!" Rizal yang salah sangka dengan pertanyaan paman Jo, langsung menceritakan bagaimana situasi gawat di sini yang di buat oleh Alda.


Dia tidak tahu, bahwa yang di masukan paman Jo adalah keadaan gawat yang menimpa Alda dan yang lainnya.


\=


\=


Dukung terus dengan like di setiap babnya ya kawan-kawan.


👍


....

__ADS_1


__ADS_2