
Chapter 195. HARGA KEPALA ALDA 200 JUTA DOLLAR.
\=
Alda dan yang lainnya sudah sampai di kediaman mereka kali ini! Sekarang di garasi bawah tanah merah susah ada tiga mobil yang rusak! Apa lagi mobil-mobil itu semuanya bisa di bilang mewah, sehingga jika masyarakat tingkat bawah melihat ini mereka akan sangat patah hati.
Sedangkan Hana langsung mengurus adiknya yang mabuk berat, kini di ruang tengah hanya ada Tama yang sedang sibuk dengan ponsel dan laptopnya sedangkan Dion duduk dengan tenang menunggu hasilnya.
Alda bermain ponselnya, dia sedang melihat laporan dari Grup Brighton! Namun hanya sebentar, setelah itu dia mematikan ponselnya dan melihat ke arah Tama.
"Apa sudah ketemu?" Alda sudah tidak sabar.
"Sebentar lagi, ucap Tama." Dia kembali serius.
Sebenarnya ketiga orang itu tidak perlu repot-repot melakukan pembobolan seperti itu! Seharusnya Alda langsung bertanya kepada Hana saja, karena mereka belum keluar secara resmi sehingga dia masih bisa melihat saluran daftar target calon korban.
Apa lagi orang-orang yang di targetkan dengan biaya mahal akan muda di temukan oleh pembunuh bayaran daftar langit.
Namun kadang orang cerdas juga bisa bodoh, haya karena hal sepele! Itu hanya karena Alda tidak tahu sistem dari organisasi pembunuh bayaran internasional.
Setelah lewat beberapa menit, Tama langsung berseru.
"Ketemu..!" Ucap Tama dengan senang.
"Mana tunjukkan, aku ingin melihatnya!" Ucap Alda, dia langsung melongok ke arah laptop di depan Tama.
Dion juga bergeser, dia ingin melihat apa yang sebenarnya mereka cari sejak tadi.
"Sial, ternyata harga kepala Alda 200 juta dollar! Bagiamana bisa begitu mahal?" Tama sangat terkejut.
"Apa kamu bisa melihat dari mana perintah itu datang?" Ucap Alda ingin tahu sebenarnya siapa musuh dia kali ini.
"Itu tidak bisa, ini saluran yang sangat rentan!" Keluh Tama. "Namun uang yang di sediakan itu di transfer dari bank kota Katao!" Lanjut Tama berucap.
Sebenarnya Tama ingin bercanda, jika dia yang menyerahkan Alda kepada pihak organisasi pembunuh bayaran, maka mereka akan langsung kaya.
Namun itu Alda, bukan Riko! Sehingga Tama tidak mengatakan hal-hal bercanda seperti itu.
"Kota Katao?" Gumam Alda, dia langsung berpikir bahwa itu keluarga Jink yang sedang bermain berlanjut dengan dirinya saat ini.
Kali ini tebakan Alda salah total! Karena keluarga Jink sudah angkat kaki dengan urusan apapun di kota Mako, setelah tahu bahwa lawan yang dia lawan bukan orang sembarangan.
__ADS_1
Saat mereka bertiga sedang mengobrol di ruang tengah itu! Hana keluar dengan menggunakan piama yang sangat menarik bagi pria.
"Apa sebenarnya yang kalian bicarakan?" Ucap Hana, setelah mendekat kepada ketiganya.
"Kami sedang mencari informasi tentang, siap orang yang memasang buruan untuk kepala Alda!" Ucap Dion menjelaskan apa kesibukan mereka bertiga.
"Apanya harus seheboh itu?" Hana tidak begitu mengerti, karena dia bisa melihatnya dengan mudah.
Namun tiga laki-laki di hadapannya ini malah terlihat sangat serius saat mencari informasi yang sangat mudah itu.
"Karena kamu mencari ini hampir satu jam penuh, sampai akhir di temukan!" Ucap Alda.
"Tuan Alda! Jika kamu mau? Aku bisa membuka itu hanya dalam waktu satu menit!" Ucap Hana, merah bersalah karena tidak tahu dari awal apa yang mereka kerjakan sedari tadi.
"Bufff...!" Tama yang sedang minum langsung menyemburkan minuman di mulutnya, dia marasa bahwa keahlian dia dalam dunia heking di injak-injak.
"Apa kamu sangat hebat dalam hal internet sehingga membobol program organisasi internasional hanya dalam satu menit?" Tama langsung sedikit tetangga.
"Tidak, bukan itu! Aku kan masih memiliki akun di sana sehingga mudah untuk mencari informasi itu!" Jawab Hana dengan cepat, dia takut dengan Tama yang salah paham.
Karena dia sekilas melihat tatapan Tama yang membara tadi.
Pla...!
"Ha-ha-ha, aku malah berpikir lain!" Tama akhirnya tertawa terbahak-bahak, karena dia sudah salah sangka sebelumnya.
Dion hanya menggelengkan kepalanya! Karena memang dia orangnya jarang berucap.
Alda dan yang lainnya mengobrol sebentar! Setelah itu langsung istirahat di kamar masing-masing.
*
Malam ini berlalu dengan dami.
Kini pagi hari sudah datang di kota Mako.
Kota Mako semakin hari semakin ramai! Orang datang silih berganti di stasiun dan bandara.
Di pintu keluar bandara kota Mako! Seorang pemuda dengan dagu yang tegas dan tubuh yang kekar, terlihat tubuhnya sangat proporsional.
Dia adalah Riko, setelah melihat berita menarik dari kota Mako akhirnya dia ke sini! Sayangnya Sinta tidak ikut, karena di larang oleh orang tuanya! Padahal dia senang maksa ingin ikut karena ingin bertemu dengan Alda kembali.
__ADS_1
Riko datang dengan percaya diri, meskipun kota Mako sangat jauh dari kota Emerald! Bahkan di kota Mako ini keluarga Setiadi tidak miliki cabang usaha apapun, namun karena kekuatan mutlak dia, jadi Riko sangat percaya diri.
Setelah berdiri, Riko mengeluarkan ponselnya dia menghubungi Alda! Setelah beberapa saat akhirnya panggilan itu terhubung.
"Alda, kamu sangat keterlaluan! Sedang melakukan kegiatan bersenang-senang di kota ini tidak mengundang ku!" Keluh Riko.
"Tunggu sebentar, di kota ini? Apa kamu berbicara tentang kota Mako?" Ucap Alda di sebrang sana.
"Ya, aku ada di kota Mako sekarang! Katakan di mana alamat mu, aku akan ke sana sekarang." Ucap Riko.
Dia tidak seperti para pemuda dari keluarga kaya lainnya! Riko tidak ingin mencolok dalam hal kekayaan namun dia ingin mencolok dalam hal beladiri dan pertarungan.
Itulah sebenarnya dia sangat mengagumi orang kuat seperti Alda, sehingga dia tidak ingin merepotkan Alda secara langsung.
"Tidak perlu, akan aku jemput! Kamu sedang di bandara kota Mako kan?" Jawab Alda dengan cepat, sambil langsung melemparkan pertanyaan.
"Ya benar." Riko berucap dengan cepat.
"Tunggu sebentar! Paling lama 10 menit." Ucap Alda, langsung mematikan ponselnya.
Padahal Riko ingin jawab ucap Alda tadi! Namun malah sambungan telponnya di tutup langsung.
Akhirnya Riko hanya bisa mencari bangku kosong yang ada di sekitarnya! Dia menunggu dengan tenang.
Benar saja! Hanya butuh waktu 5 menit, Alda sudah datang dengan mobil sedan hitam yang ada di garasi bawah villa mewah miliknya.
Mobil itu sebenarnya milik keluarga Radcliffe, namun keluarga Radcliffe tidak membawa dengan mereka setelah villa mewah ini dia jual ke Alda.
Melihat Alda datang sendiri, Riko hanya bisa tersenyum kecil saja.
"Ayo masuk! Tama juga ada di sini." Ucap Alda, setelah wajahnya terlihat oleh Riko.
"Bocah tua itu! Ayok pergi sepertinya kalian bermain permainan menarik namun tidak ada niat untuk menggunakan aku bergabung!" Keluh Riko lagi, sambil masuk ke dalam mobil yang di bawa Alda.
Setelah riko masuk, Alda langsung mencap gas mojok sedan hitam itu di jalan utama kota Mako.
Meskipun Alda tidak begitu mahir dalam mengemudikan mobil! Namun karena dulunya dia adalah keturunan kaya sehingga dia sudah membawa mobil sejak Alda remaja.
Alda menggunakan mobil ini juga untuk membuat dia mengecoh pandangan dari para pembunuh bayaran, sehingga beberapa gangguan kecil bisa di singkirkan sementara.
\=
__ADS_1
\=
...