
Chapter 050. KOTA MAKO.
\=
Sehari telah berlalu.
Kini di bandara internasional kota Mako, empat orang sudah berdiri di pintu keluar! Dua wanita muda cantik dan dua laki-laki tampan orang-orang mengiranya keduanya adalah sepasang kekasih.
Karena salah satu dari mereka memegangi tangan wanita di sampingnya! Sehingga mereka mengira keduanya sedang melindungi pasangannya itu.
Sedangkan dua wanita yang di pegang tangannya, berwajah cemberut tangan yang satuannya menyerat koper besar.
Keempat orang itu adalah Alda, Diao dan Hana, Hani! Setelah selesai makan Alda dan Dion berpamitan kepada Riko lalu mengantarkan Hana, Hani menuju ke apartemen milik mereka untuk berkemas.
Akhirnya setelah beras, mereka bergegas menuju bandara untuk terbang menuju kota Mako, sehingga keempatnya sekarang ada di sini.
"Taksi...!" Dion menghentikan taksi di pinggir jalan depan bandara internasional kota Mako.
"Tuan menuju ke mana?" Tanya pengemudi taksi itu.
Dion tidak menjawab lantang, melainkan menunjukkan ponselnya kepada pengemudi taksi itu.
"Tuan apa benar tuan dan nona akan menuju ke sana?" Supir taksi itu ingin memastikan, karena dia cukup terkejut dengan tujuan Diao dan yang lainnya.
"Antarkan saja kita ke sana, jika anda tau tempatnya!" Ucap Dion sedikit mendesak.
"Baiklah, tapi ke sana tarifnya berbeda!" Ungkap supir taksi itu dengan sedikit enggan.
"Katakan berapa?" Dion tidak peduli dengan berapa ongkos taksinya.
Supir taksi itu mengangkat tangannya menunjukan tiga jar! Namun tidak berucap berapa nilainya.
"Tidak masalah!" Ucap Dion dengan cepat, dia tidak peduli apa supir taksi ini mau main-main dengan dia atau berbuat benar.
Setelah itu, mobil taksi itu langsung melaju kencang di sana! Taksi yang di naiki juga termasuk mobil mewah jika di kota-kota kecil lainnya.
Sedangkan di sini di jadikan taksi, namun bagi Dion dan Alda itu sama saja.
Kota Mako adalah kota persimpangan nasional, sehingga di sini bisa menggunakan beberapa jenis uang untuk pembayaran! Namun yang paling banyak di gunakan adalah uang dolar, karena uang itu uang perdagangan internasional.
__ADS_1
Sedangkan di kota Mako ini hampir semua di legalkan, sehingga keadaan di sini termasuk paling kacau dari negara Trukotan.
Banyak pembunuh, penculikan! Perampok dan pencurian di mana-mana, dari beberapa negara juga bisa berkumpul di kota ini, karena untuk visa turis cukup mudah membuatnya asalkan punya uang.
Yang paling mengerikan, perjudian pelacuran di biarkan! Sehingga banyak sekali kasino dan bar maupun club' malam berdiri di sepanjang jalan utama kota Mako.
"Sial, kota Iki masih juga belum berubah sejak dulu!" Ucap Dion.
Duluan kota ini di perebutkan oleh beberapa negara, namun sekarang di kukuhkan oleh negara Trukotan namun negara lain masih sedikit mengangkanginya sehingga pemerintahan di sini sulit di atur! Jadi siapa yang kaya dan berkuasa maka penguasa kota Mako bisa siapa saja.
Bahkan hampir tidak bisa di sentuh hukum, namun yang paling heran di sini banyak sekali turis asing yang berkunjung sehingga dari tahun ke tahun kota ini makin maju.
"Aku baru pertama kali melihat kota seperti ini!" Jawab Alda sambil memperhatikan jalanan sekitar.
"Aku sudah beberapa kali ke sini, jika ingin bersenang-senang." Ucap Hani.
"Wah, ternyata kamu mempunyai banyak pengalaman aku mengandalkan kamu kedepannya di kota ini." Alda menyahuti.
Hana hampir memaki adiknya, namun dia hanya bisa memaki di benaknya! Karena jika dia seperti itu maka akan terlihat membenarkan ucapan adiknya.
"Tidak...!" Jawab Hani ketus.
Ujung mulut Hani, seperti langsung berkedut! Dia tidak habis pikir kenapa bisa terjerat oleh dua laki-laki yang seperti tidak tertarik berbicara dengan wanita.
Akhirnya di taksi itu kini hanya terdengar dengungan halus mesin mobil, kini laju taksi mulai menjauh dari pusat kota Mako.
Namun meskipun menjauh, masih saja daerah itu tetap ramai dan gemerlap penuh dengan orang-orang maupun warna berbagai gedung tinggi.
Setelah hampir 30 menit taksi itu berjalan, kini sudah mulai memasuki wilayah yang sedikit kumuh! Supir taksi itu terus melirik spion dari waktu ke waktu.
Dia takut ada yang mengikuti jika masuk ke wilayah yang di minta Dion antarkan, benar saja setelah mereka melewati tikungan pertigaan ada beberapa mobil yang mengikutinya.
Weng..weng..!
Ciiiittttt..!
Laju taksi itu langsung di potong oleh tiga mobil Van yang sudah bobrok! Namun tenaga mesinnya masih sangat mengerikan, mungkin mobil itu sudah sering menyerempet sesuatu atau menabrak mobil lain dengan keras.
Seketika sekelompok orang langsung turun dari mobil Van itu! Dengan cepat mereka mengerumuni taksi yang di tumpangi oleh Dion dan Alda.
__ADS_1
"Buka kaca..!" Ucap salah seorang dari mereka.
Supir taksi langsung mengikuti perintahnya, dia membuka kacanya.
"Turunkan semua penumpang di sini, setelah itu kau pergi dari sini!" Bentak orang itu kembali.
Supir taksi ketakutan, dia hampir menangis! Padahal dia tadi nekat mau mengantarkan Dion dan semuanya dengan tujuan yang di tunjukkan Dion sebelumnya, namun karena dia nekat dia akhirnya setuju dengan harga nego.
Berharap mendapatkan untung besar malam ini, malah yang di dapat musibah! Sebenarnya dia sudah waspada sedari awal namun tetap saja bisa di ikuti dan di begal di jalan.
Supir taksi itu memandangi Alda dan yang lainnya dengan tatapan wajah yang bersalah, karena dia ingin bebas sendirian.
Namun Alda hanya menatap orang-orang di luar dengan senyum meremehkan! Mereka mau di rampok, apa itu sesuatu yang menakutkan? Jelas sesuatu yang sebaliknya yaitu menyenangkan.
Dion keluar pertama, karena dia duduk di kursi penumpang depan! Setelah itu Hana dan Hani.
Sedangkan Alda merogoh saku celananya dan meninggalkan uang 300 dolar, setelah itu dia baru keluar dari mobil taksi tersebut.
Alda memberi uang 300 dolar karena saat supir taksi itu di tanyai berapa banyak biaya untuk mengantarkan mereka, supir itu hanya mengulurkan tiga jarinya.
Sehingga dia memilih pemikiran 300 dolar, jadi dia meninggalkan uang sejumlah itu.
Mereka sengaja menukar uang dolar, karena di umumnya menggunakan itu! Meskipun beberapa mata uang berlaku termasuk mata uang negara Trukotan.
Alda turun, lalu mobil taksi itu di paksa segera pergi oleh para bandit yang kini mengerumuni Alda, Dion, Hani dan Hana.
Keempatnya hanya memandangi mereka dengan tatapan lucu, karena bagi keempatnya bandit jalanan seperti ini bisa di anggap sampah oleh keempatnya.
"Ha-ha-ha...! Serahkan semua barang bawaan kalian, lalu masing-masing dari kalian jongkok." Ucap seseorang yang sepertinya dia adalah ketuanya.
Kepala dia botak dan di atasnya ada tato, Scorpion berwarna merah kehitaman! Tato itu sangat seram bagi orang-orang biasa.
Sehingga wajahnya yang berwarna sedikit coklat, menjadi lebih menyeramkan.
"Bos, dua wanita cantik itu bisa kita jual, setelah kita nikmati!" Ucap salah seorang dari belakang kerumunan.
Setelah itu gelak tawa terdengar di sana!.
\=
__ADS_1
...