Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
112 PERSIAPKAN PERTEMPURAN PENETU


__ADS_3

Chapter 112. PERSIAPAN PERTEMPURAN PENETU.


\=


Dion makin menatap tajam ke arah Alda, dia sedari dulu ingin mendengar ucapan Alda seperti sekarang! Namun baru dengar sekarang, Dion merasakan senang, akhirnya waktu dari balas dendam sudah dekat.


Sebenarnya Dion bisa melakukan sendiri, namun dia takut mengundang banyak masalah seperti mengejutkan biro keamanan kota Mako! Dia takut teman-teman dari kelompok Beruang Hitam akan merasakan dampaknya jika dia melakukan balas dendam tanpa rencana.


Sedangkan Dion yakin, bahwa Alda berbicara seperti itu sudah mendapatkan rencana yang matang! Sehingga dia sekarang sangat senang.


"Ya aku sudah menunggu waktu seperti ini semenjak kembali ke kota Mako!" Jawab Dion.


Keputusan Dion sedang bulat, dia ingin menghancurkan kelompok kalajengking merah hingga ke akarnya.


"Baiklah, bersiap! Kita akan mendatangi mereka." Jawab Alda langsung mematikan komputer di depannya.


Alda melakukan ini karena dia sudah tahu bahwa bahwa Gerry pemimpin tertinggi kelompok kalajengking merah sudah mengerahkan 2 divisi utama untuk menyerang kelompok Beruang Hitam yang baru saja muncul di permukaan.


"Sebentar, aku akan mengabari semua orang di kelompok Beruang Hitam!" Ucap Dion.


Dia bangun lalu mengeluarkan ponselnya, untuk menghubungi seseorang setelah tersambung dia langsung berucap.


"Persiapkan semua orang! Kumpul di markas baru." Ucap Dion langsung mematikan ponselnya.


"Markas Baru?" Ucap Alda ingin tahu.


"Ya, aku sudah membeli tempat! Tempat itu cocok untuk markas kelompok Beruang Hitam." Jawab Dion dengan singkat.


"Baiklah, aku mengerti!" Jawab Alda, dia langsung keluar namun setelah keluar dari ruang pribadi miliknya dia mencari dua wanita bar-bar.


"Kalian di mana? Segera datang ke ruang bawah tanah!" Ucap Alda, karena tidak ingin repot-repot mencari Hana maupun Hani dia menelpon saja.


Karena kedua wanita itu tidak ada, Alda yakin bahwa kedua wanita itu ada di kamarnya! Sehingga dia tidak berniat datang ke sana.


Dion dan Alda sudah berada di ruang bawah tanah! Di sini juga Alda memarkirkan mobil miliknya, mobil yang di beli oleh Hana yang pernah di gunakan untuk misi menghancurkan tiga divisi penyerang kelompok kalajengking merah.


Keduanya sedang mengemasi barang-barang yang akan di bawa untuk melakukan pertempuran penentu malam ini! Karena Dion sudah memutuskan maka segera di lakukan.


Lagian Alda juga butuh properti milik kelompok kalajengking merah untuk memperluas jaringan dan sekala perusahaan Grup Brighton! Karena dia yakin jika di bandingkan dengan perusahaan milik cabang keluarga Button, perusahaan miliknya bukanlah apa-apa.

__ADS_1


Sehingga dia ingin melakukan ini lebih cepat, maka lebih baik! Karena jalan kembali ke kediaman utama keluarga Button adalah jalan darah.


Jalan yang berat, di sana banyak orang-orang berpengaruh di dalam pemerintahan! Hingga bisa memobilisasi tentara, bahkan yang paling besar adalah mafia bawah tanah kota Katao yang paling mengerikan.


Belum lagi sumber daya di ibu kota, itu membuat Alda terus menghela nafas berat.


Saat sedang mengemasi barang-barang yang akan di bawa! Dua wanita cantik datang dengan wajah tidak senang, terutama Hani.


Sedangkan Hana bukannya tidak senang, tapi dia heran ada keperluan apa di panggil di tengah malam seperti ini.


"Tuan Alda, ada perlu apa di tengah malam seperti ini?" Tanya Hana.


"Menjalankan misi!" Jawab Alda singkat.


Setelah itu Hana sadar bahwa sekarang Alda sudah menghubungi pakaian hitam sedikit ketat! Menunjukkan otot tubuhnya yang memang keras.


Seketika wajah Hana langsung memerah, hanya melihat dari luar saja dia sudah biasa membayangkan bagaimana tubuh Alda.


"Apa yang kalian pikirkan?" Tanya Dion heran.


"Tidak ada...!" Jawab Hana cepat.


Hani yang sedikit ngantuk dan cemberut di awal, setelah melihat ransel panjang miliknya langsung melebarkan matanya.


Namun tidak ada yang menjawab, karena pertanyaan itu menurutnya konyol! Bagiamana tidak konyol orang sedang melakukan persiapan bertempur malah di tanya apakah akan bertempur? Bukannya itu konyol.


Akhirnya Hana menyodok pinggang Hani, seketika Hani sadar! "Maaf hanya bertanya!" Ucap Hani sambil senyum canggung.


"Kenakan ini!" Ucap Alda sambil melemparkan ransel besar ke pada keduanya.


Hana menangkap ransel itu dengan cepat! Setelah itu dia membuka ranselnya dan mengambil barang di dalamnya! Seketika baju yang kecil dan elastis ada di tangan Hana.


Hana melihat ke arah Alda! Namun Alda tidak menyadari makna tatapan Hana.


"Cepat kenakan itu! Itu pakaian tempur yang sudah di siapkan!" Ucap Alda.


"Baiklah...!" Jawab Hana.


Keduanya langsung masuk ke ruang ganti yang ada di ruangan itu! Hanya beberapa menit berlalu kedua wanita itu keluar.

__ADS_1


Setelah keluar Alda tercengang, hampir saja mimisan melihat pakaian yang di kenakan Hana dan Hani.


Bagaimana tidak, di bagian bawah kedua wanita itu hanya mengenal celana hitam ketat sedikit di hiasi rok pendek sehingga dari kejauhan hanya seperti mengenakan rok mini saja.


Sedangkan di bagian atasnya, hanya kaus lengan pendek, bahkan hanya bisa di bilang bra milik wanita.


Di hiasi rompi kecil untuk menaruh peralatan seperti pisau dan interkom! Sehingga sekali pandangan jika laki-laki itu normal pasti akan berdesing.


Sedangkan di kakinya mengenakan sepatu but yang ramping dan memiliki hak tinggi! Begitu pas dengan setelan yang di kenakan Hana dan Hani.


"Sial Riko menjebak ku...!" Keluh Alda dengan lirih.


Namun Dion mendengar itu, akhirnya dia berbalik melihat kedua wanita yang keluar dari kamar ganti! Dion juga terkejut sebenarnya akhirnya dia senyum.


Pakaian yang di kenakan sekarang adalah pemberian dari Riko, setelah menerima pakaian sebelumnya Alda senang karena sangat membantu! Namun setelah pertempuran pakaian itu sedikit rusak sehingga dia meminta lagi, dia hanya proses tentang pakaian yang di kenakan Hana dan Hani.


Namun tidak di sangka protes yang dia lakukan bukanya membaik makah semakin parah! Ini membuat Alda malu.


Alda takut bahwa Hana dan Hani berpikir lain tentang dirinya! Sehingga keadaan akan canggung.


"Tuan Alda, pakaian ini sangat luar biasa!" Ucap Hana.


Sambil membetulkan rompi kecil yang tergantung di pundaknya! Sehingga sedikit membuat guncangan pada gundukan yang cukup besar milik Hana.


"Benarkah, itu si Riko yang mengirimkannya!" Alda yang memberitahu Hana kebenarannya.


"Punya ku kekecilan!" Ucap Hani.


Padahal tubuh Hani sama dengan tubuh Hana, namun apanya yang kekecilan Alda dan Dion tidak begitu mengerti.


"Apanya?" Dion bertanya tanpa berpikir.


"Bagiamana ini kekecilan, sehingga sedikit sesak jika di pakai!" Ucap Hani sambil membetulkan kaus ketat yang membungkus bagian atas gundukan besar milik Hana.


"Uh..!" Alda dan Dion tidak tahu harus berkomentar seperti apa.


"Tapi tidak masalah hanya sedikit kekecilan, lagian pakai ini beneran-bener keran." Ucap Hani sambil tersenyum kecil.


Semenjak dia bergabung dengan kelompok pembunuh bayaran, menurut Hani pakaian ini yang paling luar biasa.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2