
Chapter 229. PERTEMPURAN KOTA TUA.
\=
Woss..!
Woss..!
Empat bayangan bergerak, dua ke rah kanan sedangkan dua lainnya ke arah kiri! Bangunan pertokoan di kota tua itu cukup berjauhan, karena konsep susunan bangunan jaman dulu seperti itu.
Namun karena kota tua itu tidak di urus, sehingga rumput ilalang tumbuh di mana-mana! Jika bisa di simpulkan orang juga bisa menyebut itu adalah kota hantu.
Malam ini sunyi, di tambah bangunan kota tua sangat megah! Membuat kesunyian di dalamnya semakin menakutkan.
Di tengah-tengah kota tua.
Terdapat bangunan bergaya kuno, dengan kubah tinggi dan tembok yang tebal! Dari luar rumah ini tidak terurus namun di dalamnya cukup bersih, karena ini di huni oleh kelompok gangster jalanan.
Di dalam kamar yang luas! Beberapa orang sedang berkumpul, bau alkohol menguar di setiap pojokan dalam ruangan itu.
Asap rokok yang tebal terus mengepul keluar dari kamar itu!.
Anak muda dengan tatapan ganas sekarang sedang menyesap anggur dari botolnya langsung, pemuda itu terlihat angkuh dan umurnya tidak lebih dari 35 tahun! Wajahnya cukup tampan dan ada tato naga di bahu sebelah kirinya.
"Apa yang kamu lihat itu benar, ada orang yang berani masuk ke kota tua ini?" Ucap pemuda itu setelah menurunkan botol dari bibirnya.
"Bener, mobil mereka terlihat di depan gerbang kota! Aku mendapatkan informasi ini dari pengawas malam ini, tapi setelah beberapa menit datangnya informasi itu koneksi kami langsung terputus!" Jawab orang yang datang dari luar.
"Sepertinya ada tamu yang tidak di undang!" Ucap pemuda lainnya.
Gerbang utama kota di jadikan mereka sebagai kamuflase belaka! Pintu sebenarnya adalah ruang bawah tanah yang sudah di bangun oleh kekaisaran, dulunya pintu bawah tanah itu untuk jalan kabur rahasia bagi orang-orang kekaisaran.
Setelah di temukan oleh beberapa gangster! Kota tua itu langsung di jadikan markas mereka, karena sangat strategis.
Pintu bawah tanah langsung menuju ke laut dan berada di tekuk yang memiliki perairan tenang! Sehingga sangat bagus untuk menyimpan beberapa perahu motor.
Sehingga jika bukan kelompok dari beberapa gangster yang terbentuk di kota tua itu, para tamu yang tidak di undang akan lewat gerbang utama! Namun jika para anggota lewat melalui jalan bawah tanah.
Sehingga pemuda itu langsung menyimpulkan! Bahwa ada tamu yang tidak di undang.
Yang berkumpul di sana ada tiga orang, pemuda-pemuda itu adalah kelompok masing-masing dari gangster yang menduduki kota tua itu.
Mereka berkumpul sebenarnya ingin membahas tentang pelelangan kota tua ini oleh pemerintah! Setelah mendapatkan informasi sore tadi ketiganya langsung bergerak mengadakan pertemuan seperti sekarang.
Ketiganya adalah teman lama, yang melakukan kejahatan bersama di berbagai kota! Setelah menemukan kota tua ini mereka sepakat menjadikan markas, mereka tidak pernah tumbang padahal sudah sering di grebeg oleh pihak berwenang, namun kebanyakan dari mereka lolos! Karena lari menggunakan jalur bawah tanah.
Setelah keadaan aman mereka kembali lagi ke sini dan membentuk komunitas yang lebih besar! Inilah yang membuat pemerintah kota Westa sudah menyerah kepada mereka.
Apa lagi setelah cukup banyak petugas keamanan publik yang mati karena teror mereka! Pemerintah semakin berhati-hati.
__ADS_1
Di tambah lagi bukan hanya itu! Namun banyak tindak kejahatannya yang selalu mengarah ke sini! Sehingga orang-orang langsung merumorkan kota tua ini sangat berbahaya.
*
Di sudut bangunan yang megah dan sangat kokoh.
Alda dan Hana berjongkok di sana dan tertutup ilalang yang tinggi! Alda menekan alat komunikasi.
"Sebaiknya jangan sampai membunuh mereka, kecuali jika terpaksa! Lebih baik lumpuhkan mereka dengan senyap dan cepat." Ucap Alda.
"Baik..!" Jawab Tama.
"Baik..!" Jawab Hani.
Sedangkan Hana hanya mengangguk mengerti, karena dia sekarang berada di dekat Alda.
Alda melihat ada cahaya kecil di sebuah ruang di bangunan yang kokoh itu! Sehingga Alda dan Hana memilih berhenti di sini.
Cahaya itu hanya beberapa lilin! Namun gelak tawa beberapa orang terdengar meriah.
Di dalam ruangan! Banyak anak muda dan beberapa orang yang sudah mendekati paruh baya sedang bermain kartu.
Terlihat ada beberapa pasang orang bermain kartu! Setiap kelompok menyalahkan lini satu-persatu, sehingga kartu yang di lemparkan di atas meja benar-benar terlihat.
"Flash...!" Ucap seseorang yang melempar kartu di tangannya.
"Ha-ha-ha, aku menang!" Tawa panjang langsung menggema di ruangan itu.
"Ha-ha-ha aku kaya kali ini!" Ucapnya lagi.
Orang-orang yang satu kelompok dengannya langsung cemberut! Mereka menatap dengan iri temannya itu yang telah memenangkan ronde panjang itu.
Tak...!
"Sial, kenapa kalian menimpuk ku dengan batu? Jika kalah jangan seperti ini!" Keluh orang yang menang.
"Aku tidak melakukan apapun! Bagiamana kamu menuduh seenaknya?" Ucap pemuda yang lainya.
"Apa kamu yang melakukannya?" Ucap pemuda yang menang sambil menunjuk.
Trak..!
"Ahhhkkk...! Kamu menyerang ku." Bentak pemuda yang sekarang di tunjuk.
Dia pikir dia di serang oleh pemuda yang tadi menang! Padahal itu serangan dan konspirasi Alda, setelah mengendap-endap Alda langsung bertindak.
Setelah membentak, dia langsung menerjang! Seperti itulah gangster, hanya kejadian kecil saja langsung bertindak kasar meskipun terhadap temanya sendiri.
Baammm..!
__ADS_1
Pukulan orang yang di serang Alda cukup kuat langsung meluncur dan mengenai dengan telak di wajah pemuda yang menang taruhan.
Seketika, adu jotos dua orang terjadi! Teman lainnya ingin memisahkan malah di pukul sehingga dia juga ikut berkelahi.
Setelah keributan terjadi, orang-orang yang ada di sana melihat itu! Alda masuk dengan cepat.
Woss...!
Baaammmm..!
Lalu menghajar orang yang sedang menonton hingga orang itu langsung tumbang.
Baammm..!
"Siapa...?" Ucap orang yang ada di sana namun langsung terputus karena di hantam oleh pukulan Alda.
Di sudut lain, Hana juga sudah beraksi! Dia sudah merobohkan satu orang, dua orang, tiga orang.
Hingga kelompok yang sedang main kartu di sudut itu tumbang semua oleh serangan Hana.
Alda melihat itu hanya tersenyum! Karena kekuatan Hana sudah berkembang pesat akhir-akhir ini.
Setelah melihat itu, Alda juga langsung menjatuhkan sisa orang di sana dengan beberapa gerakan ringan.
Di tempat lain di sisi Tama dan Hani juga sudah terjadi pertempuran! Pertempuran kota tua itu seperti pertempuran anak-anak yang di tindas orang dewasa.
Di ruangan Alda dan Hana bertarung.
Setelah beberapa menit, ruangan yang tadinya ramai dengan orang bermain kartu, sekarang hanya terdengar suara erangan kesakitan dari beberapa orang yang masih dasar.
Kebanyakan dari mereka yang mengerang kesakitan adalah orang yang di serang Hana! Sedangkan orang yang di serang Alda langsung tidur nyenyak.
Karena Alda menyerang ke titik vital kesadaran, sehingga hanya gerakan serangan sederhana dari Alda kesadaran dan mata mereka semua langsung menghitam sepenuhnya.
"Kekuatan kamu semakin baik!" Ucap Alda setelah membereskan lebih dari 16 orang di ruangan itu.
Orang yang mengerang kesakitan, menjulurkan tangannya di saku celananya meskipun dengan susah payah.
Tit..!
Akhirnya tombol yang ada di saku celana salah satu orang itu berhasil di tekan, setelah usahanya berhasil! Dia langsung tidak sadarkan diri.
Alda dan Hana tidak tahu itu! Itu adalah tombol darurat yang sering mereka gunakan jika sedang di kepung oleh pihak keamanan publik.
Fungi lain bisa juga di artikan bagi mereka untuk meminta bantuan, jika tidak di deteksi oleh penjaga masing-masing kelompok, bahwa mereka tidak di kepung sekarang.
\=
\=
__ADS_1
...