Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
081 TEMAN SEKELAS DION


__ADS_3

Chapter 081. TEMAN SEKELAS DION.


\=


Dion sedikit terkejut, setelah melihat Luna teman masa sekolah menengah atas! Karena sudah 10 tahun berpisah namun Luna masih kenal dirinya.


"Ternyata benar kamu Dion!" Seru Luna terlihat sangat antusias, dia langsung menyalami Alda.


"Ya, aku Dion! Ternyata kamu masih kenal aku?" Jawab Dion sambil tersenyum.


"Perkenalkan, mereka ini teman kerja ku!" Ucap Luna, sambil menunjuk ke arah orang-orang di belakangnya.


"Hai, aku Dion...!" Ucap Dion singkat, kepada teman kerja Luna.


Namun tatapan teman-temannya Luna seperti meremehkan Dion dan Alda! Karena penampilan mereka yang sangat sederhana, bagaimana tidak sederhana? Mereka keluar sedang dalam penyamaran untuk bertindak memata-matai kelompok kalajengking merah.


Sehingga wajar berpenampilan seperti orang biasa, agar tidak di curigai oleh kelompok mafia bawah tanah terbesar kota Mako itu.


"Kalau boleh tau, di samping kamu siapa Dion?" Tanya Luna sambil melihat ke arah Alda.


"Dia sahabat ku, Alda!" Jawab Dion memperkenalkan.


"Aku Alda, senang berkenalan dengan kamu!" Ucap Alda sambil menyalami Luna, setelah itu Alda mencoba menyelami teman-teman Luna, namun mereka seperti enggan.


Meskipun Luna sudah berumur 27 tahun namun dia masih terlihat begitu muda, begitu juga dia teman wanita Luna. sebenarnya yang di maksud teman kerjanya adalah dua wanita cantik itu.


Sedangkan dua laki-laki yang mengikuti mereka adalah pacar dari dua wanita teman kantor Luna.


"Wida, sepertinya aku tidak bisa menggangu kalian makan! Aku lebih baik di sini saja bersama Dion!" Ucap Luna tiba-tiba.


Sehingga membuat wanita yang di panggil Wida itu terdiam tidak tahu harus berbuat apa, karena dia yang memaksa Luna untuk ikut agar suasana ramai! Lagian dia juga mau sedikit pamer bawah pacarnya adalah salah satu manager di perusahaan Champion Ship.


"Kenapa kita tidak sekalian mengajak mereka saja?" Tanya laki-laki pacar dari Wida.


"Bara, apa tidak apa-apa mengajak teman sekolah Luna?" Wida masih enggan dengan Alda dan Dion, karena menurut dia Alda dan Dion adalah laki-laki kelas bawah.


Laki-laki itu bernama Bara Bramantyo! Seorang manager di perusahaan Champion Ship, sehingga dia banyak di kenal kalangan atas.

__ADS_1


"Tidak masalah, lagian ruang pribadi yang kita pesan cukup menampung 10 orang!" Jawab Bara dengan bangga.


"Baiklah, Luna ajak saja mereka!" Ucap Wida yang sebenarnya enggan, namun dia menjadi akan lebih terlihat wah jika pamer ke banyak orang.


"Manager Bara menang orang yang hebat!" Ucap laki-laki satunya lagi.


"Tino, jangan seperti itu! Aku hanya mengajak teman dari nona Luna ini, jika itu orang lain aku juga tidak bisa berbuat apa-apa." Ucap Bara seperti sedang menikmati pujian dari orang yang sama-sama kerja di perusahaan Champion Ship itu.


Alda melirik keempat orang itu, dia tahu bahwa keempatnya seperti tidak suka dengannya dan Dion.


"Dion apa kalian mau ikut?" Ucap Luna, dia sebenarnya tidak enak dengan suasana seperti ini.


"Kam...!" Ucapan Dion langsung terputus.


"Boleh juga, makan hanya berdua juga kurang seru!" Ucap Alda menjawab pertanyaan Luna.


"Begitu baru bagus! Mari kita ke ruang pribadi!" Ucap Bara seperti bersemangat.


Akhirnya tujuh orang berjalan ke lantai dua untuk masuk ke ruang pribadi, sedangkan Hani sedikit kesal dengan ucapan Alda! Dia langsung menghardik. "Kenapa dia menerima ajakan itu?"


"Mungkin ada pertimbangan menentu dari tuan Alda, sebaiknya kita urus urusan kita si sini!" Ucap Hana memperingati Hani.


Meskipun tempat duduk mereka berjauhan, namun Hani cukup jelas dengan percakapan Alda di sana.


*


Bara masuk ke dalam ruang pribadi yang sudah dia pesan.


Kini ke tujuh orang itu duduk di depan meja bundar yang sangat besar! Di depan mereka ada tungku yang sudah menyala, restoran hot pot seperti ini memang paling istimewa makan bersama di ruangan seperti ini.


"Sayang, apa kita tidak mengubah menu pesanan kita?" Ucap Wida sangat manja kepada Bara.


"Kenapa harus di ubah?" Tanya Bara yang pura-pura bingung.


"Kita kan kedatangan dua tambahan orang, bagaimana tidak mengubah menu yang sudah kita pesan sebelumnya?" Wida mencoba menjelaskan kepada Bara.


"Aku sampai lupa dengan hal sepele seperti itu!" Bara seperti terkejut dengan kebodohan dirinya.

__ADS_1


Setelah itu Bara langsung sibuk memanggil pelayan restoran hot pot, dia langsung menambah menu dari daging segar dan makanan jenis lautnya! Lalu dia juga meminta bir yang cukup karena jika makan hot pot paling enak dengan bir.


"Dion sekarang kamu kerja di mana? Bagiamana selama 10 tahun ini aku tidak pernah melihat kamu?" Luna langsung bertanya seperti itu kepada Dion.


Dia memang dari saat sekolah menyukai Dion, namun setelah lulus dia tidak tahu Dion menghilang entah kemana? Hingga dia lulus dari perguruan tinggi juga dia tidak bertemu Dion.


Sampai 10 tahun ini baru melihatnya, setelah melihat Dion dia sangat senang! Hati yang tadinya sudah seperti putus asa sekarang berbunga kembali.


Makanya saat dia bertanya bahwa laki-laki itu Dion apa bukan, dia sangat berharap itu Dion! Akhirnya setelah benar dia ingin sekali langsung memeluk Dion namun emosinya masih bisa menguasai dirinya.


Luna selama ini tidak pernah pacaran, dia selalu menunggu Dion! Sehingga setelah bertemu dia ingin mendapatkan penjelasan masuk akal.


"Untuk kerja di kota Mako ini, aku belum menentukan! Kalau selama 10 tahun ini aku pindah kota." Jawab Dion asal saja.


Namun memang bisa di katakan seperti itu, dia belum menentukan kerja di mana! Sedangkan untuk pindah kota itu benar-benar nyata.


"Pantas saja aku tidak melihat kamu selama 10 tahun ini!" Jawab Luna seperti ada kesedihan.


"Ternyata ini alasan kamu tidak pernah ingin pacaran Luna?" Wida bertanya seperti itu karena dia ingat perkataan Luna pada dirinya saat itu.


Baha Luna tidak akan berpacaran sebelum memastikan sesuatu, karena dia sudah punya seseorang! Akhirnya Wida paham apa yang Luna maksud.


Mendengar perkataan Wida itu, Luna seketika langsung memerah wajahnya! Dia sangat malu langsung di ungkit rahasia terbesarnya, apa lagi di depan Dion.


"Wida, kenapa kamu seperti itu? Aku, aku..!" Ucap Luna tergagap.


Dion juga terkejut dengan maksud pertanyaan dari Wida! Karena dia juga dulu merasakan bahwa Luna seperti suka terhadap dirinya, setelah cukup lama dia juga tertarik dengan Luna! Namun kejadian besar membuat hidup dia langsung hancur, akhirnya dia melupakan perasaan itu.


Dion langsung melirik ke Luna, setelah sadar bahwa Dion melihat ke arahnya! Luna menjadi semakin malu, dia menunduk.


Bara yang melihat ini menjadi sedikit geram! Dia mengajak Luna, karena Luna adalah salah satu eksekutif perusahaan yang di akuisisi oleh Grup Brighton, sehingga sebagai orang penting perusahaan Champion Ship dia di beri tugas untuk mencari tahu tentang Grup Brighton.


Hingga akhirnya, dia memiliki pemikiran seperti ini! Namun semua ini terganggu oleh Dion dan Alda.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2