Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
222 MENAWAR SENDIRIAN


__ADS_3

Chapter 222. MENAWAR SENDIRIAN.


\=


Ruangan pelelangan itu masih ramai, tapi setelah pembawa acara pelelangan mengumumkan harga awal tanah itu seketika suasana sepi.


"Untuk harga awal tanah kota tua, sebesar 50 miliar rupiah! Kenaikan harga tidak boleh kurang dari 3 miliar rupiah." Ucap pembawa acara.


Ruangan pelelangan sepi seketika, meskipun harga awal begitu murah namun para tamu memang sadar sedari awal sudah tidak berminat, sehingga tidak ada yang menawar.


Alda melihat sekeliling, lalu tersenyum samar! Dia melihat ada peluang untuk mendapatkan sebidang tanah itu dengan harga murah.


Pembawa acara masih menunggu, dia melihat sekeliling namun orang-orang itu tidak ada yang menawar sama sekali!! Seketika wajah pembawa acara murung dengan cepat, karena jika tanah ini tidak terjual dirinya akan kena tegur pihak penyelenggara.


Namun saat dia sedang putus asa, dari barisan paling depan ada orang yang mengangkat tangannya.


"53 miliar rupiah!" Ucap Alda dengan tenang.


Dia menawar harga terendah, sebenarnya untuk menguji apa ada yang berminat selain dirinya! Itu Alda gunakan hanya sebuah pancingan belaka.


Namun yang terpancing bukan mereka yang ingin menawar sebidang tanah itu! Melainkan orang di sana malah terkejut.


Banyak orang yang melihat ke arah Alda! Orang-orang itu hendak mulai mencibir bahwa Alda adalah orang yang bodoh dan idiot, namun setelah tahu bahwa yang duduk di sebelah Alda adalah tuan muda keluarga Aditya mereka langsung mengurungkan niatnya untuk mencibir dengan keras dan langsung.


Akhirnya, wanita cantik pembawa acara itu seketika senang! Dia langsung memandang ke arah Alda seperti melihat penyelamat dalam tugasnya ini.


Hiski Readbulld yang duduk dengan tenang juga melihat ke arah Alda, namun dia tidak mengenalnya dan ini juga pertama kali dia memperhatikan Alda, karena sebelumnya dia selalu terfokus pada Tama.


"Tuan muda, sudah cukup bermain-main abaikan saja anak bodoh itu! Sepertinya anak itu ada hubungannya dengan tuan muda keluarga Aditya." Ucap penasehat keluarga Readbulld.


"Ya, aku tahu! Hanya saja penasaran, seperti apa tampang orang yang sedang mencari penyakit." Ucap Hiski Readbulld dengan cibiran yang dalam di wajahnya.


Setelah itu dia kembali tenang! Dia juga takut jika dia ikut bermain takutnya lawan itu langsung mundur, sehingga lebih memilih tidak menawar itu lebih aman.

__ADS_1


Orang-orang lainnya juga tidak berbeda jauh pemikiran mereka dengan Hiski Readbulld dan si penasehat keluarga Readbulld itu.


Sedangkan Hana dan Hani mengerutkan keningnya, keduanya tidak bisa sama sekali membaca jalan pikiran Alda! Namun Hana hanya tersenyum, dia hanya akan mendukung Alda kedepannya.


Sedangkan Cika Lims lebih terkejut, dia menyipitkan matanya ke arah Alda! Dia tidak tahu Alda itu siapa, berasal dari keluarga mana? Namun melihat perlakuan Tama pastinya Alda bukan orang biasa.


Namun Cika Lims sangat paham, kota terbengkalai itu bagaikan kuburan uang jika ingin di restorasi menjadi kota baru! Karena akan memakan banyak dana.


Apa lagi pekerjaan itu belum tentu terlaksana dan akan banyak hambatan karena kota terbengkalai itu markas kelompok gangster jalanan.


Setelah ramai, akhirnya pembawa acara pelelangan sadar dan langsung berbicara.


"Tuan yang duduk di barisan kursi no 10 menawar sebidang tanah kota tua dengan harga 53 miliar rupiah, apa ada yang berani lebih tinggi?" Pembawa acara cantik itu seketika bersemangat, meskipun harga itu sangat rendah namun bisa terjual saja sangat bagus.


Karena masalah pada pelelangan ini, hanya ada di tanah terbengkalai yang sedang di lelang sekarang! Jika ini terjual maka dia akan aman dan mendapatkan banyak bonus setelahnya.


"53 miliar rupiah pertama..!" Ucap pembawa acara pelelangan itu mulai menghitung.


Pembawa acara menjeda waktu sedikit lebih lama beberapa detik! Namun akhirnya tidak ada yang menawar lagi, sehingga dia langsung mengucapkan hitungan yang ke tiga.


"53 miliar rupiah ke tiga...! Selamat tuan yang duduk di kursi 10 mendapatkan tanah kota tua dengan harga 53 miliar rupiah." Ucap pembawa acara pelelangan dengan senyum lebar.


Setelah itu suara palu di ketok tiga kali berturut-turut, menandakan bahwa tanah itu sudah resmi terjual.


Mendengar pengumuman dari pembawa acara Alda tersenyum bahagia di hatinya! Dia tidak menyangka akan mendapatkan tempat bagus dan strategis, hanya saja ada sedikit hama.


Namun harga yang di tawarkan sangat murah sehingga hama itu tidak berarti dan sepadan! Bahkan Alda berminat karena hama itu akan menjadi pupuk di masa depan.


Melihat hasil akhir seperti ini, Alda yang menawar sendirian membuat dia merasa pelelangan ini sangat lucu.


"Alda tanah ini cukup beresiko! Apa kamu akan menghubungi kekerasan untuk mengatasi masalah di sana?" Ucap Tama, dia juga pemuda yang sangat cerdas sehingga langsung tahu apa tujuan Alda sebenarnya.


"Ya, ternyata kamu langsung tahu!" Jawab Alda dengan senyum menawan.

__ADS_1


Orang-orang di sana mencibir Alda hanya di dalam hatinya! Mereka takut akan di seret ke dalam masalah keluarga Aditya, jadi tidak berani secara langsung mencibir Alda dengan terang-terangan.


Alda merasakan orang-orang yang hadir seperti memandang dirinya dengan tatapan aneh! Namun dia tidak peduli, toh dia senang karena mendapatkan sebidang tanah bagus dengan harga sangat murah.


Orang-orang hanya fokus kepada masalah yang sudah tumbuh di sana dan kerusuhan yang sering terjadi! Namun mereka tidak tahu penyelesaian dalam masalah itu sehingga pemikiran mereka itu masalah yang sangat serius dan merepotkan.


Namun bagi Alda, sesuatu masalah yang dapat di selesaikan dengan uang dan tinjunya maka itu bukan masalah.


Karena di tanah kota tua itu berisikan orang-orang kasar dan tidak masuk akal dalam hal hukum! Maka Alda akan menjadi orang yang lebih tidak masuk akal lagi.


Hiski Readbulld mencibir lebih dalam, dia seperti sangat meremehkan Alda yang duduk di kursi keluarga Aditya! Meskipun dia duduk di sana Alda bukan bagian dari keluarga Aditya sehingga tidak di anggap oleh Hiski Readbulld.


"Bocah yang berlagak!" Ucap Hiski Readbulld sambil duduk dengan malas di kursinya.


"Tuan muda, tidak perlu memikirkan tanah itu! Sebaiknya kita fokuskan saja dengan pelelangan selanjutnya! Keluarga Readbulld harus mendapatkan salah satu dari sebidang tanah yang akan di jual kali ini, jika bisa mendapatkan keduanya maka akan lebih baik tapi jika harga melambung tinggi kita hanya bisa mundur." Ucap penasehat keluarga Readbulld.


"Ya aku tahu, sudah berapa kali kata-kata itu aku dengan sebelumnya! Apa tidak ada kaya lain yang bisa kamu katakan?" Ucap Hiski Readbulld sedikit emosi.


Dia emosi karena sudah mendengar kata-kata itu beberapa kali, sehingga Hiski pikir dia di anggap bodoh oleh si penasehat keluarga.


"Maaf tuan muda, aku hanya mengingatkan!" Jawab penasehat keluarga Readbulld itu langsung menundukkan kepalanya tanda dia mengaku salah.


Di belakang Alda orang-orang terus mencibir! Mereka mengatakan "Meskipun sudah di beli pemuda itu tidak akan bisa mendapatkan kesepakatan untuk mengubahnya! Karena jika bisa maka pemerintah kota Westa akan terlihat lebih buruk dari pemuda itu."


Orang-orang mengungkapkan pendapat masing-masing! Mereka semua rata-rata penduduk kota Westa sehingga tahu keadaan kota tua itu, jadi mereka langsung mencibir karena sudah puluhan tahun lamanya kota itu di kuasai oleh kelompok gangster jalanan, jadi tidak mungkin dapat di ubah fungsinya.


Alda di barisan depan hanya mendengarkan cibiran itu dengan tenang! Dia sangat yakin dengan kekuatan yang dia miliki, jika masih kurang ada Tama, Dion bahkan Riko bisa di undang ke kota Westa untuk menyelesaikan masalah gangster jalanan itu.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2