
Chapter 084. BARA MEMBUAT MASALAH.
\=
Luna langsung memanggil nama terhadap Alda karena dia menganggap Alda adalah temannya juga, karena dia teman Dion! Apa lagi Luna merasa Alda lebih muda darinya.
Sehingga wajar, jika dia langsung memanggil namanya! Alda juga tidak menolak dia langsung meneguk habis minuman milik Luna.
Bara geram, karena rencananya rusak karena tingkah konyol Alda di sana! Jika dia tahu kejadiannya akan seperti ini, dia lebih baik tidak membawa Alda dan Dion masuk.
Bara lebih memilih memaksa Wida untuk membujuk Luna dia masuk tanpa Dion dan Alda.
Saking geramnya, dia makan saja sudah tidak berselera! Akhirnya dia punya ide, dia ingin menggunakan kelompok kalajengking merah untuk menekan Alda dan Dion.
Dia mengeluarkan ponselnya, lalu mengirim pesan singkat! Setelah itu dia langsung menghapus pesan itu, setelah beres dai langsung makan kembali! Sekarang suasana hatinya sedikit terobati.
Karena setelah ini dia akan melihat Alda dan Dion di hajar oleh beberapa orang dari kelompok kalajengking merah.
Bara ingin membuat Alda yang merusak rencananya di berikan pelajaran keras, sehingga dia membuat masalah untuk Alda dan Dion.
Keduanya yang sudah di incar oleh Bara tidak memikirkan apapun! Mereka masih makan seperti biasa, bahkan ketiga orang itu mengobrol dengan tertawa dan seru.
Setelah cukup lama makan dan mengobrol, bahkan makanan di atas meja sudah hampir hampir.
Baaammmm...!
Tiba-tiba, pintu ruangan pribadi itu langsung di tendang dengan paksa, setelah itu 10 orang dengan wajah garang masuk dengan sangat liar.
Luna terkejut, termasuk Wida dan Flon! Sedangkan Tino diam saja! Namun Bara terlihat bersemangat.
"Siapa di antara kalian yang bernama Alda dan Dion?" Bentak salah satu dari mereka.
Alda yang masih makan mendongak dengan perlahan, kalau mengambil tisu dan menyeka mulutnya yang sedikit basah oleh saus dari makanan.
"Saya..! Alda." Sambil mengangkat tangan, ucapannya masih belum terlalu jelas karena masih mengunyah.
"Aku Dion!" Jawab Dion dengan santai, dia sudah menengok setelah pintu ruang pribadi itu di dobrak.
Orang yang tadi bertanya langsung memelototi Alda dan Dion dengan tatapan membunuh.
"Kalian berdua telah menyinggung orang yang salah!" Bentak orang itu kembali.
Alda penasaran, siapa yang dia singgung dan orang itu tahu bahwa pelakunya dia! Dia berpikir namun tidak menemukan jawabannya.
__ADS_1
Sedangkan untuk berpikir bahwa yang membuat masalah adalah Bara, Alda dan Dion tidak berpikir ke sana.
Sehingga keduanya tidak mencurigakan Bara, keduanya lebih berpihak bahwa Gerry yang melakukan ini! Namun yang Alda tidak tahu kenapa yang datang kelas bawah semua, ini yang membuat mereka bingung.
"Memangnya aku telah menyinggung siapa?" Tanya Alda yang masih tidak mengerti.
Meskipun dia cerdas, namun hal semacam ini dia tidak akan tahu! Karena dia tidak melihat bahwa Bara menghubungi seseorang lewat telfon, melainkan lewat pesan singkat.
"Kalian tidak perlu tahu, yang terpenting kalian menyinggung orang yang salah..!" Bentak dia kembali tidak peduli dengan pertanyaan Alda.
"Teman-teman, berikan pelajaran kepada mereka patahkan kakinya agar dia tahu diri!" Dia langsung mengerahkan orang-orangnya.
Luna sekarang sangat ketakutan, sehingga dia berlindung di balik tubuh Dion sambil memegang lengan bajunya! Sedangkan Bara tersenyum dengan gembira akhirnya rencana dia berhasil.
Alda yang melihat senyum Bara yang tidak bisa di sembunyikan, kini langsung tahu bahwa pelakunya adalah orang yang ada di depannya itu! Melihat ini timbul lah keinginan untuk bermain-main.
"Tunggu-tunggu...!" Ucap Alda sambil mengangkat tangan ke depan tanda mereka untuk berhenti.
"Kalian di suruh siapa, bagaimana kalau aku membayar ganti rugi dengan kalian sebanyak yang kalian mau!" Ucap Alda dengan wajah ketakutan.
Dion yang melihat ini wajahnya langsung heran, kenapa Alda bersikap seperti ini? Sehingga dia memiliki pemikiran bahwa Alda sedang menjalankan trik.
Ketika mendengar Alda menawarkan biaya ganti rugi besar, orang-orang itu saling pandang! Lalu menatap orang yang memimpin mereka.
"Ha-ha-ha, si miskin ingin membayar ganti rugi berapapun? Sungguh konyol." Tawa Bara dengan kerasnya.
Alda yang sudah memastikan bahwa ini benar-benar perbuatan dari bara, kini tidak memasang wajah menyediakan lagi! Melainkan wajah tanpa ekspresi.
"Baiklah, jika kalian meminta di lumpuhkan!" Ucap Alda dengan seringai tajam.
Orang-orang itu tidak memperhatikan Alda, karena mereka menganggap bahwa Alda hanyalah orang cacat.
"Haaaaa...!"
Dua orang maju bersama dengan berteriak keras.
Baammm..!
Kraakkk..!
"Aaaakkkh...!"
"Aaaaaahhhhh...!"
__ADS_1
Jeritan dua orang seketika bergema di ruangan itu setelah terkena pukulan di wajah dan satunya lagi kakinya langsung patah.
Hanya ada suara jeritan itu, sedangkan suara lainnya benar-benar hening! Mereka terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Wida dan Flon yang sedari tadi hanya diam memperhatikan, mereka berharap Alda akan di siksa! Akhirnya keduanya hanya bisa terkejut, karena Alda yang seharusnya di siksa sampai sekarat malah dia yang mendominasi.
Namun setelah melumpuhkan kedua orang itu, Alda tidak berhenti di sana dia langsung menyerbu yang lainnya.
Buk..!
Bamm..!
Kraakkk ..!
Gerakan Alda singkat sederhana dan sangat mematikan, ini tidak seperti gaya beladiri tradisional yang menunjukkan keanggunan gerakan! Namun serangan Alda sederhana dan benar-benar mematikan.
Setiap dia bergerak, pasti ada satu orang yang tumbang! Sehingga setelah 9 pukulan sembilan orang itu juga tumbang. Hanya tersisa pemimpin yang tadi membentak Alda.
Alda juga menghampiri dia dengan cepat tanpa celah! Setelah itu dia langsung mencengkram leher orang itu dengan satu tangan.
"Katakan, siapa yang mengirim kamu ke sini jika tidak berkata jujur maka leher mu ini akan patah seketika!" Ucap Alda dengan nada sangat dingin.
Pemimpin itu langsung menegang, dia seperti tidak bisa bergerak karena takut! Anak buahnya di lumpuhkan dalam hitungan detik, saat dia baru akan sadar sudah menjadi sandra lawannya.
Seketika, keringat dingin langsung bercucuran di dahi dan punggungnya! Mulut dia bergetar sedikit, seperti ingin mengatakan sesuatu namun tetap diam.
Kerk..!
Cengkraman tangan Alda semakin kuat seperti penjepit baja, seketika nafas pemimpin kelompok itu langsung tersengal karena susah untuk bernafas! Dia langsung mencengkram lengan Alda berusaha melepaskan, namun kekuatan dia sangat lemah karena di cengkram sangat kuat di bagian lehernya.
Bahkan kaki dia saja seperti sudah tidak menapak di lantai! Dia ingin mengatakan sesuatu namun hanya nafas yang terputus-putus yang dia bisa lakukan.
Orang-orang di sana langsung terkejut bukan main, kedua wanita Widi dan Flon ingin berteriak namun bibir dia kelu.
Alda mengendurkan cengkraman tangannya, lalu dia berkata lagi.
"Katakan siapa yang menyuruh kamu menyerang aku?" Tatapan Alda sangat tajam seperti dia akan membunuh orang itu.
"Tuan Bara, dia yang menyuruh kami datang ke sini!" Ucap pemimpin itu setelah mendapatkan nafasnya kembali, dia seperti di tarik dari lubang kematian.
Braakk..!
Alda langsung melemparkan tubuh pemimpin itu ke arah Bara dengan sang kuat! Hingga tubuh besar itu menabrak Bara yang masih terkejut, karena tidak menyangka.
__ADS_1
\=
...