
Chapter 141. KOMPENSASI BESAR.
\=
Wajah Roland Jink tidak enak di pandang, karena sekarang ini dia benar-benar di pojokan! Jika dia terus melawan maka bisa jadi nyawa dia yang akan melayang, sehingga sekarang pikiran dia sangat bimbang.
Setelah di pikir matang-matang, akhirnya dia lebih memilih untuk memberikan kompensasi yang di ajukan oleh Alda.
Bagi keluarga Jink, khususnya Roland Jink uang bukanlah masalah! Jika masalah bisa di selesaikan dengan uang maka itu bukan masalah besar.
Namun jika dia lolos dari sini, mana jangan salahkan dia akan membalaskan dendam dengan berlipat ganda nantinya! Suruh siapa membiarkan lolos.
"Baiklah, aku memilih untuk memberikan kompensasi!" Ucap Roland Jink kepada Alda yang memang sedari tadi menekannya.
Dia terus memandangi Alda dengan tatapan datar, dia akan mengingat terus wajah Alda sampai kapanpun! Karena sudah menginjak martabat dan kehormatan dia sebagai tuan muda keluarga Jink.
"Baik, untuk kompensasi semuanya adalah sebesar 35 juta dollar!" Ucap Alda dengan datar.
"Ufft...!" Roland Jink hampir tersedak okeh air liurnya sendiri.
Karena kompensasi yang tidak masuk akal, bahkan sampai 35 juta dollar! Jika di uangkan dengan uang negara ini maka lebih dari setengah triliun.
Ini adalah kompensasi besar! Jika yang di sini adalah kepala keluarga Jink langsung, juga akan sedikit terkejut dengan jumlah yang di sebutkan Alda tadi.
Jadi meskipun dia adalah tuan muda dari keluarga Jink, uang segitu juga bukanlah jumlah uang yang sedikit! Sehingga Roland Jink sangat marah.
"Sial apa kamu berpikir keluarga Jink dapat di peras seperti ini?" Tanya Roland Jink dengan membentak Alda.
"Apa satu kaki dari tuan muda Jink yang terhormat ini tidak setara dengan 35 juta dollar?" Tanya Alda kepada Roland Jink wajahnya terlihat mencemooh dia.
"Itu terlalu banyak! Jika kaki ku tidak di patahkan oleh kamu juga, kaki ku akan di patahkan oleh kakek di rumah!" Keluh Roland Jink.
Suaranya seperti tidak terima, dia sangat mementingkan reputasi dirinya maupun keluarga Jink! Namun karena dia adalah keturunan dari cabang ke 2 makanya dia tidak begitu di hargai apa lagi dia kalah hebat dengan kakak sepupunya.
Makanya dia sering bermain, karena seberapa dia berusaha kakeknya akan selalu mengesampingkan dia.
__ADS_1
Namun sekarang dia sedikit di lirik oleh kakeknya, sehingga tidak ingin merusak semua itu! Namun setelah di sini dia di paksa dengan keadaan.
"Berarti itu menandakan bahwa kamu tidak berarti di mata kakek mu! He-he-he-he..." Ucap Alda akhirnya dia tertawa cengengesan.
"Huff...!" Hana menahan senyum sebisanya, dia sebenarnya ingin tertawa meras karena menurutnya ini cukup lucu.
Pikiran Hana dan Hani sangat sederhana, sehingga dia langsung tertawa mendengar lelucon garing seperti itu.
Seseorang yang berlagak berkuasa dan kaya! Namun di tagih kompensasi 35 juta dollar malah langsung terkejut dan dia berpikir bahwa orang-orang dari keluarganya juga tidak akan setuju.
Sedangkan Roland Jink baru saja berpikir dia memang tidak begitu di hargai, lawan di depannya langsung meremehkan bahwa dia seperti anak buangan sehingga emosi dia kembali naik.
Ini memang menunjukkan bahwa hidup dia tidak berharga di mata para tetua keluarganya.
"Itu terlalu banyak!" Ucap Roland Jink dengan murung.
"Tuan, kompensasi ini tidak masuk akal!" Sem Broko langsung angkat bicara, karena menurutnya itu tidak wajar dan begitu semena-mena.
"Lalu berapa yang tidak banyak bagi keluarga Jink kalian?" Tanya Alda.
"Cih, itu uang receh! Lebih baik aku mematahkan kaki tuan muda Jink saja." Jawab Alda sambil mencibir.
Alda tidak kekurangan uang, namun dia juga tidak akan berbelas kasih terhadap musuh! Apa lagi Keluarga Jink, dia tahu lambat laun akan bermusuhan dengan keluarga ini.
Karena keluarga Jink, adalah sekutu dari cabang ke 2 keluarga Button.
"Apa kamu berani?" Tanya Roland Jink terlihat dia sudah benar-benar tidak sabar, seketika dia hilang kendali lagi jadi langsung membentak lagi.
Keganasan Alda sebelumnya sudah tidak terbayang di kepalanya lagi, kini hanya amarah yang besar saja yang dia rasakan saat ini.
"Apa perlu aku mencoba, baru kalian percaya?" Alda masih ingat bermain sedikit.
"Alda, sebaiknya patahkan saja kakinya tidak perlu banyak bicara lagi! Saran ku sekaligus dua biar dia tahu seberapa berharga kakinya." Ujar Dion yang sudah tidak sabar.
Jhonatan Brighton, Rizal dan yang lainnya tetap berdiri di depan gedung perkantoran Grup Brighton.
__ADS_1
Mendengar ketua mereka saat ini berbicara dengan begitu tegas, membuat mereka merasakan sosok ketua Luis Narendra ada pada diri Dion saat ini.
Orang-orang di sekitar juga masih melihat, mereka ingin tahu kelanjutan dari perselisihan ini! Mereka sebenarnya berharap Grup Brighton sedikit mendapatkan tekanan, sehingga sedikit membuat keuntungan bagi mereka.
"Tunggu...!" Ucap Sem Broko kepada Alda, dia takut jika benar-benar Roland Jink lumpuh di sini apa lagi di hadapan mata kepalanya.
Dia bingung mau bagaimana bersikap kepada tuan besar Jink kedepannya! Karena dia sudah di titipin untuk memberikan arahan kepada Roland Jink bagaimana menangani masalah sepele di kota Mako.
Wajar saja tuan besar Jink, menganggap masalah kota Mako ini sepele! Karena dia sudah sering menghadapi masalah yang besar dan berbahaya namun semua bisa di lewati.
"Bagiamana apa sekarang setuju?" Tanya Alda kembali.
"Apa bisa di rundingkan ulang?" Sem Broko masih mencoba berunding, niatnya agar kompensasi lebih murah.
"Baik sekarang, 50 juta dollar!" Jawab Alda setelah ucapan dari Sem Broko terdengar oleh semua orang di sana.
"Sial, cari mati kamu?" Bentak Roland Jink.
Woosss..!
Plaakkk...!
Suara tamparan sangat nyaring, kini Roland Jink langsung terjatuh karena di tampar oleh Alda! Padahal jarak dia dan Alda sangat jauh namun gerakan ada begitu cepat.
Sehingga orang-orang tidak bereaksi, hanya bisa tertegun melihat tuan muda keluarga Jink di pukul seperti anjing.
"Sekali lagi, berbicara kasar. Tidak ada lagi negosiasi dengan kompensasi akan langsung di patahkan kaki mu! Ini hanya peringatan ringan." Ucap Alda setelah menampar pipi Roland Jink.
Sem Broko langsung menghampiri tuan muda itu, lalu membantunya berdiri.
"Tuan muda, apa anda tidak apa-apa?" Ucap Sem Broko.
Namun Roland Jink hanya diam saja, dia memandang lurus ke arah Alda! Ingin sekali dia membunuh Alda saat ini.
\=
__ADS_1
...