Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
214 PERCEPAT TUNANGAN RESMI


__ADS_3

Chapter 214. PERCEPAT TUNANGAN RESMI.


\=


Hana masih memegangi dadanya yang memang tidak sebesar milik Cika! Namun setelah dia mendongak dia melihat Alda sedang memandangi dirinya, membuat Hana langsung tersipu malu dan menurunkan tangannya dengan cepat setelah itu dia menunduk sangat dalam, Hana salah tingkah sampai dia bingung mau menaruh tangannya di mana.


"Alda kamu sangat pintar menilai wanita, namun kenapa kamu tidak menilai wanita yang selama ini berada di sisimu?" Tama melihat kesempatan untuk membalas Alda sehingga dia langsung berucap demikian, sambil menoleh ke arah Hana.


Sudah pasti maksudnya adalah Hana karena wanita itu yang selalu ada di sisi Alda beberapa bulan ini.


Tuan besar Aditya melihat ke arah cucunya! Namun dia tidak mengatakan apapun, setelah itu dia menoleh ke arah Alda dan juga Hana yang sedang tersipu malu.


"Oh ternyata ini pasangan Alda! Memang benar kamu seperti kakek kamu dalam menilai wanita, selalu bisa melihat yang terbaik." Ucap tuan besar Aditya yang salah paham dengan ucapan Tama tadi.


Melihat ini, Tama tersenyum nakal! Di benaknya dia sangat bangga dengan dirinya sekarang 'Ha-ha-ha, bagiamana Alda apa kamu menyesal sekarang karena tidak mengikuti kesepakatan kita sebelumnya?' Sambil tersenyum tipis.


"Tama apa maksudmu wanita itu, Hana?" Tanya Alda ingin memastikan.


"Ya benar, bagiamana dengan dia?" Ucap Tama menanggapi dengan cepat.


"Dia sebenarnya wanita yang baik, pintar dan penyayang! Kalau cantik itu pasti, tapi dia selalu menjadi orang yang kurang percaya diri, itulah kelemahannya." Ungkap Alda, menilai apa yang selama ini ada di kepalanya.


"Bukan itu, maksudnya! Kenapa kamu menilai Cika haya dengan kata 'pasangan yang serasi'?" Tama kesal terhadap Alda.


"Ya memang itu buktinya, coba saja kamu tanya kepada tuan besar Aditya! Beliau pasti setuju." Jawab Alda sambil tersenyum tipis.


Hana yang mendengar penilaian Alda langsung senang! Setelah itu dia mencatat yang di maksud kurang percaya diri itu di kepalanya, dia berniat akan memperbaiki.


Kenapa Hana dan Hani selalu terlihat tidak percaya diri karena dulunya mereka adalah orang yang miskin! Apa lagi pernah menjadi pembunuh bayaran, bahkan sekarang namanya masih terpampang di sana.


Sehingga membuat mereka berdua sering tidak begitu percaya diri saat bergabung di masyarakat umum apa lagi dengan kalangan kelas atas.

__ADS_1


"Alda benar, kalian sangat cocok! Jika seperti itu kita percepat acara pertunangan resmi kalian!" Jawab tuan besar Aditya sambil tersenyum lebar.


Cika Lims hampir melompat karena ke senangan! Tapi akhirnya dia sedikit merasa kecewa setelah mendengar ucapan Tama.


"Tidak, itu terlalu cepat! Aku masih ingat seperti sekarang." Jawab Tama tanpa berpikir panjang.


Tuan besar Aditya menoleh kepada Cika, seperti ingin meminta maaf atas ucapan Tama itu! Namun hanya dengan tatapan itu Cika Lims langsung menjawab.


"Tidak apa-apa, waktu normal dari kesepakatan dua keluarga kita itu juga baik, tidak perlu mempercepat." Cika Lims segera mencairkan suasana.


Menurutnya itu sudah cukup, mendapatkan sambutan baik dari sahabat Tama saja Cika sudah senang, sehingga dia tidak perlu memaksa terlalu cepat! Karena belum tentu yang cepat itu baik untuk mereka.


Pembicaraan ringan mereka terus berlanjut, hingga waktu makan malam tiba! Setelah itu mereka semua makan di kediaman keluarga Aditya yang besar itu dengan nyaman.


Akhirnya semua orang bubar dan menuju ke kamar mereka masing-masing! Alda sedang duduk dengan tenang di kamar yang di sediakan, namun tidak lama kemudian dia langsung di ganggu oleh Tama.


Melihat Tama masuk ke kamarnya dia tidak heran, paling Tama akan protes dengan sikapnya tadi.


"Alda, bagiamana kamu membuat keadaan ini menjadi lebih buruk? Padahal aku mengajakmu ke sini untuk membantu ku, bukan memperburuk!" Keluh Tama, setelah itu dia langsung ambruk ke sofa yang ada di kamar itu.


"Cika baik! Dia terlihat sangat berharap banyak dengan kamu! Sehingga aku tidak bisa menghancurkan harapan besarnya." Jawab Alda seperti tanpa merasa salah sedikitpun.


"Sial, sedangkan kamu juga seperti menghancurkan harapan Hana? Lalu apa yang akan kamu katakan untuk menyangkalnya?" Ucap Tama sedikit tinggi nada bicaranya.


"Siapa yang menghancurkan harapan Hana, aku tidak menolak dia! Bahkan aku tidak menjauhinya, malah aku bisa di katakan sering melindungi dia di saat-saat berbahaya! Di mana aku menghancurkan harapan dia?" Ucap Alda dengan mantap.


Mata Tama seketika melebar, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan untuk menyangkal ucapan Alda itu, karena yang di ucapkan Alda memang benar! Itu sudah terjadi sejak mereka ada di kota Emerald saat itu.


Jika saja ucap Alda itu di dengar oleh Hana, pastinya hati Hana akan langsung berbunga-bunga! Wajahnya akan langsung bersemu merah, sikap dingin dan seperti tidak bisa di dekati orang akan langsung sirna, bahkan aura membunuh milik Hana sebelumnya juga bisa langsung hilang dia akan seperti gadis kecil yang lemah dan butuh perlindungan.


Bahkan Hani sebagai adiknya akan sulit untuk mengenali Hana lagi, padahal keduanya sudah tinggal begitu lama! Namun untungnya Hana tidak ada di sini.

__ADS_1


"Aku, ah sudahlah berbicara dengan kamu seperti ini sangat sulit!" Keluh Tama, dia biasanya mendominasi jika adu argumentasi dengan Riko.


Sehingga sering membuat Riko marah, namun anak bandel seperti Tama malah di tekan hanya dengan beberapa kata oleh Alda.


Jika di bandingkan dengan program IT, Alda akan kalah oleh Tama namun dengan berlogika dan bertarung Alda tidak akan kalah sama sekali.


"Baiklah, saran ku jangan tinggalkan Cika! Dia adalah gadis yang baik, kalian adalah pasangan yang serasi." Jawab Alda sambil tersenyum lebar.


Setelah itu dia kembali fokus ke pada ponselnya! Dia sedang memeriksa sesuatu yang berhubungan dengan kota Mako akhir-akhir ini.


Setelah tiga hari bersantai dan hanya mengamati, Alda lebih tahu kondisi kota Mako saat ini! Sehingga setelah mengumpulkan informasi yang ada dia tahu sebelumnya, bahwa sepertinya kota Mako menjadi seperti sekarang ada hubungannya dengan kakeknya.


Namun untu menghubungi kakeknya, Alda sangat segan sekarang! Dia tidak tahu harus berbicara apa.


Tama masih di sana dengan tatapan yang masih suram! Pikiran dirinya sekarang entah kemana, dia awalnya berharap Alda akan membantu menjauhkan Cika Lims dengannya namun hasilnya malah sebaliknya.


Malahan Alda mendukung penuh keputusan keluarganya dan kagum dengan Cika, ini membuat Tama sedikit pusing.


Namun setelah Tama menengok ke arah Alda, Tama malah melihat Alda seperti tidak peduli dengan nasibnya! Hingga akhirnya dia berdiri.


"Aku kembali ke kamar ku dulu!" Ucap Tama.


"Ingat jangan kecewakan Cika!" Jawab Alda sambil tersenyum ke arah Tama.


Tama hanya bisa mendesah, dia menolak perjodohan ini karena sebenarnya dia masih ingin sendiri dan masih ingin berlatih beladiri, namun keluarga Cika malah mendesak lebih cepat.


Sehingga membuat Tama sedikit sakit kepala.


Tama akhirnya keluar, sedangkan Alda juga membereskan tempat tidur! Sebelum tidur dia mandi terlebih dahulu karena seharian ini sudah banyak beraktivitas, sehingga tubuhnya terasa lengket.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2