Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
170 BERGERAK TERPENCAR


__ADS_3

Chapter 170. BERGERAK TERPENCAR.


\=


"Bagus, kita sekarang akan memburu mereka! Agar mereka beranggapan bahwa perairan kota Mako cukup dalam." Ucap Alda sambil memandang semuanya.


Makanya sudah jelas, lebih baik membunuh orang yang salah dari pada meloloskan tikus yang berani mencuri di wilayah yang mereka jaga.


Setelah berucap seperti itu, Alda sedikit merenung! Sebenarnya dia enggan membunuh terlalu banyak orang, namun untuk mencapai tujuan dia! Alda ingin menguji seberapa kuat keluarga kelas atas dari ibu kota itu.


Sehingga keluarga Jink sebagai keluarga mafia patut di coba kekuatannya! Hanya Alda yang berani berpikir demikian, jika pemikiran ini di ketahui orang lain Alda akan di maki orang gila.


"Kapan kita akan bergerak?" Tanya Dion ingin tahu.


"Sebaiknya kita bergerak terpencar! Agar lebih cepat dan senyap." Ujar Alda.


"Tama kamu bergerak di distrik timur! Sedangkan Dion kamu di sini di distrik selatan, Hana dan Hani di distrik barat sedangkan aku akan bergerak di dua distrik sekaligus di utara dan pusat." Ucap Alda langsung memberikan pengaturan.


"Tuan, distrik utara itu sangat luas dan kacau! Apa lagi di tambah dengan di pusat, anda pasti akan kerepotan." Ucap Hana memberikan usulan.


Alda mengerutkan keningnya, dia tidak percaya bahwa Hana seperti meremehkan dirinya.


"Apa kamu meremehkan ku?" Tanya Alda sedikit heran.


"Ti, tidak! Bukan itu maksud ku!" Ucap Hana gelagapan.


"Baiklah, tidak perlu di pikirkan! Aku tahu apa yang aku rencanakan." Jawab Alda.


"Hani, ingat lumpuhkan orang yang mencurigakan dari jarak jauh sebisa mungkin jangan mendekat jika itu tidak mendesak!" Tatapan tajam Alda membuat Hani terkesiap.


Tanpa sadar Hani mengangguk mengerti! Karena Alda seperti tidak main-main dalam ucapan barusan.


Jelas Alda tidak main-main, karena dia yakin! Bahwa orang-orang yang di kirim dari organisasi gelap pasti orang yang kejam dan berpengalaman, sehingga jika ada waktu untuk membunuh maka itu lebih baik.


"Ayo berangkat!" Ucap Alda.


Setelah itu dia keluar! Di ikuti semua orang, setelah keluar Dion berbelok ke arah lain, entah apa yang akan dia lakukan.


Alda, Tama, Hana dan Hani langsung kembali pulang ke villa mewah milik Alda! Mereka akan siap-siap memburu tikus besar malam ini.


*

__ADS_1


Kota Mako malam ini seperti di taburi bubuk mesiu! Gelap dengan sedikit bintang.


Di distrik utara yang memang banyak kelompok mafia kecil! Sehingga sekarang makin mencekam.


Meskipun sudah banyak yang di buru oleh kelompok Beruang Hitam! Namun mereka seperti makin menjamur, malah bermunculan dengan subur di berbagai sudut tempat-tempat kumuh.


Di sini banyak pabrik kecil yang tutup dan terbengkalai karena tidak bisa bertahan dengan pasang surutnya pasar! Sehingga banyak bangunan yang di tinggalkan begitu saja.


Di bangunan bekas pabrik yang di tinggalkan! Beberapa orang sedang minimum.


"Aku tidak menyangka bahwa organisasi gelap sampai menurunkan banyak anggota hanya untuk kota kecil seperti ini! Bahkan beberapa tetua harus ikut turun tangan benar-benar sial." Keluh seseorang yang terlihat berumur 50 tahun.


Tubuhnya masih kekar, dia adalah mantan petarung bawah tanah! Namun setelah pensiun malah belajar beladiri secara independen sehingga bisa di sebut master setengah langkah.


Dia adalah tetua ke 4 organisasi gelap! Sebenarnya dia jarang bergerak karena perintah langsung tuan besar Jink sehingga dia patuh.


Kekuatan yang dia miliki tidak beda jauh dengan tetua ke 5! Namun karena dia lebih dulu bergabung dengan keluarga Jink sehingga lebih di berikan kedudukan tinggi oleh tuan besar Jink.


"Ehhheee...!"


Setelah meminum habis bir langsung dari botolnya! Dia bersendawa dengan sangat panjang.


Dor..!


"Sial, ada serangan..! Cepat periksa." Ucap tetua ke 4 dengan bengis.


Jika itu orang lain, melihat ada serangan mendadak seperti itu pasti sangat gugup! Namun karena pengalaman dalam pertempuran antar mafia dan arena bawah tanah, dia tidak begitu gugup.


Namun setelah dia membentak! Empat orang yang ada di dekatnya sudah tergeletak kepala mereka di tembak hingga hampir pecah.


Tembakan ke lima itu melesat sedikit karena si tetua ke 4 bergerak setelah meminum habis bir di dalam botol dan peluru terkena kulit kepala orang terlebih dahulu sehingga sedikit goyang.


Namun setelah melihat sekeliling, dia membelalakkan kaget! Bagiamana bisa begitu cepat padahal orang-orang di samping dia saat ini termasuk cukup hebat.


Di sudut jarak sekitar 50 meter, Alda mengeluh.


"Sepertinya aku memang harus banyak belajar menggunakan pistol." Keluh Alda.


Setelah dia mendapatkan kordinator dari Tama di gedung ini ada beberapa sinyal mencurigakan dia langsung bergegas ke sini! Akhirnya melihat beberapa orang sedang bersantai minim sambil mengobrol.


Tidak ingin membuang waktu! Dia langsung menghubungi pistol dengan di lengkapi peredam, namun empat tembakan sukses sedangkan tembakan ke lima melesat! Membuat Alda tidak puas.

__ADS_1


Dia merasakan kemampuan menembak dia kalah jauh dari Hani! Namun dia tidak menyerah, menurutnya itu hanya mengarahkan senjata jadi bisa di latih dengan cepat.


"Keluar bedebah!" Setelah sadar, tetua ke empat langsung marah dan memandang sekeliling dan membentak.


Alda akhirnya keluar! Dia tidak takut dengan tetua ke 4 itu, hany saja dia ingin secara efisien namun gagal sehingga dengan enggan harus membunuh dengan cara manual.


Setelah keluar seperti bayang-bayang, Alda berdiri hanya berjarak 15 meter dari tetua ke 4 itu, dia mengenakan pakaian berwarna hitam sederhana namun mudah untuk bergerak.


Ada rompi kecil di depan dadanya dan beberapa senapan terselip di sana! Dengan magazine peluru.


"Orang tua, sepertinya kamu cukup beruntung tadi!" Ucap Alda setelah keluar dari persembunyiannya.


Tetua ke empat langsung menyipitkan matanya! Ingin tahu lebih jelas siapa yang datang, karena di sekitar sana memang gelap sehingga sulit untuk melihat wajah seseorang.


Namun tetua ke 4 tahu bahwa Alda adalah anak muda berumur di pertengahan 20 tahun! Sehingga dia sangat heran.


"Ternyata hanya bocah! Kamu cukup mampu bisa membunuh orang-orang yang aku tinggalkan di sisiku itu." Berucap seperti itu sambil menunjuk mayat yang tergeletak di sekitar dia.


"Jangankan mereka, untuk membunuh mu juga aku cukup mampu!" Jawab Alda dengan tenang.


"Anak muda memang suka menyombongkan diri, setelah mempunyai sedikit kemampuan." Sanggah tetua ke 4 karena tidak terima dengan ucapan Alda barusan.


"Menganggap lautan ternyata hanya sumur yang sedikit memiliki air!" Lanjut dia berucap.


"Tidak perlu banyak nasehat! Lebih baik buktikan dengan tindakan." Jawab Alda.


Dia mencabut belati kecil yang terselip di rompi kecil di tubuhnya! Jika tidak jeli orang tidak mengira di sana terselip belati kecil.


"Aku suka menindas anak muda yang sombong! Segera maju kamu bocah, akun aku berikan pelajaran agar bisa melihat ke bawah." Ucapan langsung pasang kuda-kuda.


Siapa menahan serangan Alda dengan jurus yang telah dia pelajari selama bertahun-tahun setelah pensiun dari pertarungan bawah tanah.


Alda hanya tersenyum tipis!.


Beeesss..!


Aura mengerikan keluar dari tubuh Alda seketika, di ruangan itu suhu langsung turun dengan drastis! Melihat itu tetua ke 4 hanya bisa terkejut lalu tubuhnya menegang.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2