
Chapter 149. DARAH LEBIH KENTAL DARI PADA AIR.
\=
Acara makan kini kembali berjalan, semuanya mengobrol dengan tenang di ruang pribadi kaisar! Setelah selesai acara makan akhirnya, mereka semua kembali ke kediaman masing-masing.
Tama juga banyak membicarakan apa tujuan dia datang ke kota Mako! Setelah tahu bahwa Keluarga Aditya akan membuka perusahaan jaringan telekomunikasi akhirnya Grup Radcliffe sangat mendukung! Meskipun Grup Radcliffe lebih fokus pada Real Estate, namun dia berusaha ingin bekerja sama dengan keluarga Aditya.
Akhirnya kesepakatan mereka terjalin, kini Grup Brighton dan Grup Radcliffe bersatu mendukung kerjasama dengan keluarga Aditya.
Di tambah, kini Grup Brighton benar-benar membutuhkan jaringan yang sangat bagus dan luas! Karena mereka memiliki industri kargo yang kini sudah semakin besar.
Di mobil off-road besar, tiga orang sedang berbincang ringan! Mereka adalah Alda, Dion dan Tama.
Sedangkan di belakang mereka mengikuti mobil Maserati yang di kemudian oleh Hani.
"Hei Tama! Sebenarnya apa yang di inginkan kakek mu, sehingga mendesak untuk mendirikan cabang yang cukup besar di kota Mako?" Ucap Alda, karena benar-benar penasaran.
Dia yakin ini ada kaitannya dengan perkembangan bisnis dan teknologi di dunia! Bahkan Alda yakin, kota Mako ini kedepannya akan semakin besar dan menjadi pusat transit perdagangan internasional antar negara, bahkan akan menjadi acuan bursa pasar saham di dunia.
"Entah lah, pandangan orang tua itu rumit! Namun aku pernah mendesak bahwa dia pernah berkata, posisi kota Mako sangat strategis sehingga di perebutkan oleh tiga negara di perbatasan, namun kini kota Mako ini sudah masuk ke wilayah teritorial negara kita sehingga kedepannya akan lebih maju lagi." Jawab Tama, mencoba menjelaskan.
Keluarga Aditya sebagai keluarga yang menguasai teknologi terbaru dan jaringan besar di hampir beberapa negara! Sehingga informasi mereka bisa di bilang sangat akurat.
Susah hampir 10 tahun kota Mako aman, mungkin akan saatnya kota Mako be guncangan karena pertumbuhan ekonomi yang pesat.
"Ya, aku tahu itu! Makanya setelah beberapa bulan di sini dan melihat potensi kota Mako! Aku sangat yakin orang-orang beser dari ibu kota tidak akan diam saja tanpa ikut campur urusan di kota Mako! Sekarang hanya Keluarga Jink yang terlihat, namun aku yakin masih banyak keluarga lain yang memandang kota Mako dari kegelapan." Jelas Alda mencoba menerangkan apa yang sedang di pikirkan.
"Sial, bagaimana aku tidak berpikir demikian!" Keluh Tama.
Dia memang saat berbicara dengan kakeknya tidak berpikir sampai ke sana! Karena yang dia tahu kota Mako ini adalah kota pesisir dengan jalur transit terpadat ke tiga di dunia saat ini.
__ADS_1
Sayangnya jalur ini tidak begitu aman dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, karena sering adanya perompak di tengah laut yang di lakukan oleh tentara bayaran maupun negara konflik yang tertinggal.
Karena kehidupan mereka yang sangat keras, akhirnya memilih jalur ini.
"Baiklah, kedepannya kota Mako ini akan di pegang oleh kita-kita ini!" Jawab Alda, dia sudah melihat jauh ke depan bahwa Grup Brighton ini akan berjaya meskipun tidak berpusat di ibu kota.
"Sebaiknya, kita dirikan perusahaan keamanan! Dari yang ilegal menjadi legal, namun pekerjaan mereka tetap hampir mirip dengan kelompok Beruang Hitam." Ucap Dion yang sedari tadi diam mendengarkan keduanya bertukar pikiran.
"Itu sangat bagus! Aku sangat setuju!" Ucap Tama menghancurkan jempol ke arah Dion.
Akhirnya, Alda hanaya bisa mengangguk setuju! Memang itu hampir sama dengan mafia bawah tanah, namun jasa keamanan lebih bagus karena terdaftar di pemerintah dan struktur kota Mako.
*
Di ibu kota.
Kediaman keluarga Button cabang ke 2.
Tidak seperti di tengah kota, padat dengan penduduk dan gedung-gedung pencakar langit! Apa lagi polusi udara sudah lebih meningkat sehingga untuk keluarga kaya tidak begitu berminat hubungi di tengah kota.
Semakin orang itu kaya, semakin dia ingin hidup selamanya! Sehingga mencoba menjaga kesehatan sebisa mungkin.
Di halaman belakang.
Seorang pemuda berumur sekitar, 27 tahun! Dia adalah Bramantyo Button sedang berhadapan dengan dua orang. Bramantyo Button adalah anak generasi ketiga dari keluarga Button cabang ke 2! Bisa di bilang adik dari keluarga besar Alda.
Namun ambisi keluarga ini sang besar, sehingga ingin menduduki posisi kepala keluarga! Padahal kekayaan dari keluarga cabang ini sudah bisa di katakan melebihi keluarga utama.
Namun yang mereka tidak bisa lakukan adalah, mempunyai wewenang dalam keputusan di dalam kenegaraan! Yang pastinya di pihak kekuatan pertahanan maupun dalam pemerintahan ibu kota.
Karena jika bukan dari keturunan utama keluarga Button! Maka tidak bisa, namun setelah dua generasi sebelumnya sudah di ubah sehingga menimbulkan sensasi dan ambisi besar dari keluarga ini.
__ADS_1
"Ayah, kakek! Aku mendapatkan informasi bahwa antek keluarga Jink di kota Mako sudah di hancurkan oleh orang." Ucap Bramantyo Button.
Di depannya seorang paruh baya langsung mendongakkan kepalanya! Sedangkan orang yang benar-benar sudah tua hanya diam sambil memejamkan matanya.
"Benarkah, sayang keluarga Button kita tidak memiliki antek di sana! Jika memiliki aku ingin mencaplok wilayah mereka." Ucap orang yang di panggil ayah oleh Bramantyo Button.
Dia adalah Bamtoro Button! Kepala keluarga Button cabang 2 ini, pemikiran dia sangat licik bahkan bisa di bilang rubah tua karena memiliki banyak cara dan seribu akal.
"Kita singkirkan dulu pemikiran itu, apa kalian sudah menemukan keberadaan anak itu?" Tanya tuan besar Button cabang 2.
Sebenarnya orang yang paling berambisi dalam mencapai menjadi keluarga utama adalah, Certeo Button ini.
Dia adalah adik kandung dari Charles Button, kakeknya Alda yang sekarang menduduki posisi keluarga utama, setelah bersaing lebih dari 50 tahun akhirnya dia hanya bisa menggunakan cara tercela dengan membunuh keluarga Alda satu persatu! Guna memutuskan keturunan langsung mereka.
"Kakek, aku belum menemukan si bajingan Alda itu! Entah dia bersembunyi di mana, Charles tua itu benar-benar sangat lihai." Keluh Bramantyo Button.
Wajahnya menunjukkan ketidak berdayaan, karena dia sudah mencarinya 5 tahun lebih setelah di berikan kepercayaan oleh kakek dan ayahnya.
Itu sejak dia menginjak usia, di atas 20 tahun hingga kini usianya 27 tahun.
"Apa kamu sudah menjalankan apa yang kakek perintahkan dan menelusuri petunjuk yang kakek kumpulan sebelumnya?" Tanya orang tua itu, kini sudah membuka matanya.
Tatapan kejam muncul di mata tuanya itu! Mata ini seperti mata pemangsa yang sudah sejak lama membunuh banyak korban.
Jika saja orang biasa di tatap oleh mata itu, seketika mereka akan merasakan takut! Karena tatapan itu benar-benar mengintimidasi.
Mengapa keluarga Button cabang 2 ini masih aman itu karena kebaikan hati tuan besar Button yang sangat besar! Dia benar-benar menganggap Certeo Button adiknya, sehingga dia tidak bertindak keterlaluan! Meskipun pernah mendapatkan kabar bahwa anak dan mantunya di bunuh keluarga adiknya.
Namun sebelum ada bukti nyata dan pengakuan dari keluarga cabang! Charles Button masih tidak mempercayai sepenuhnya, karena dia yakin darah lebih kental dari pada air.
\=
__ADS_1
...