
Chapter 106. MELUAPKAN EMOSI .
\=
Malam hari di kota Mako seperti biasa, ramai dan benar-benar hidup! Banyak pedagang pinggir jalan yang buka.
Stan-stan sedaerah berdiri di pinggir jalan, banyak yang menjual jajanan ringan dan makanan enak! Begitu juga pengunjungnya sangat ramai.
Kini Alda dan kedua gadis yang mengikutinya di samping terus mengelilingi tiap seten penjual makanan! Padahal kedua gadis itu sudah banyak makan makanan enak sebelumnya.
"Itu ada permen kapas warna-warni!" Ucap Hani dengan sangat senang, sambil menunjuk ke arah pedagang manisan kapas.
Hani dengan cepat menarik lengan kakaknya! Hana mengikuti Hani karena di tarik begitu kuat. Begitu juga Alda hanya pasrah mengikuti keduanya.
Alda tidak mengira bahwa dua mantan pembunuh bayaran ini seperti anak kecil saat berada di lingkungan penjual makanan di jalan seperti ini.
Area ini tidak ada kendaraan, semuanya berjalan kaki! Karena setiap malam akhir pekan seperti ini jalan budaya di tutup dan di gunakan khusus festival jajanan tradisional.
Sehingga banyak sekali pedagang, membuat acara ini sering di tunggu oleh para kaum muda yang menjalin cinta! Di sini suasananya cukup romantis untuk pasangan kekasih maupun keluarga kecil.
Hana dan Hani merasa sangat senang! Dia merasa kehidupan mereka kembali nyata, tidak seperti sebelumnya hidup di bawah tekanan dan kegelapan.
Setelah mengenal Alda! Hana merasa kehidupan keduanya langsung berbanding terbalik sepenuhnya, sehingga dia langsung memandang Alda yang ada di sampingnya dengan tatapan terimakasih.
"Ada apa?" Tanya Alda keheranan, karena Hana memandangi dirinya dengan cukup lekat.
"Tuan Alda, terimakasih berkat anda kehidupan kami merasa lebih berwarna!" Ucap Hana lirih.
"Apa, aku tidak mengerti maksudnya?" Tanya Alda karena maksud perkataan Hana yang kurang jelas bagi Alda.
Saat Hana ingin menjalankan! Dari depan sana terdapat keributan.
"Minggir-minggir tuan muda keluarga Dorman datang!" Ucap seseorang dengan sangat galak.
Banyak orang di dorong ke pinggir! Hingga menabrak pedagang yang ada di sana, sehingga dagangan mereka langsung berantakan berserakan di jalan karena jatuh.
Namun seperti tidak memperdulikan itu, bagi orang yang mendorong itu orang-orang yang berjualan di sini hanyalah rakyat kecil yang tidak berguna.
Hana dan Alda menengok ke arah keributan, keduanya langsung penasaran karena mendengar teriakkan tentang keluarga Dorman.
Sudah cukup lama keduanya tidak melihat keluarga tuan muda keluarga Dorman! Sehingga ada keributan yang mengatas namakan keluarga Dorman Hana dan Alda penasaran.
__ADS_1
Hani yang sedang menunggu permen kapas saja ikut menengok, karena keributan itu cukup besar.
Banyak para pengawal berpakaian hitam dan berbadan tegap! Sekitar 20 orang berhenti di depan Alda, Hana dan Hani langsung semuanya mengepung ke-tiga orang itu.
Bahkan kerumunan di sana langsung minggir jauh takut terkena masalah! Bahkan pedagang pertama kepas juga ikut pergi dari sana karena suasana di sekitar tempat dagang dia langsung mencekam.
"Ha-ha-ha, akhirnya aku menemukanmu kalian para bedebah!" Terdengar tawa dan suara yang sangat meremehkan.
Reyes Dorman langsung terlihat, dengan dagu yang terangkat tinggi! Bahkan cuping hidung dari depan sana terlihat begitu besar.
Alda melirik Reyes Dorman dan yang lainnya seketika dia tersenyum! Beberapa hari ini dia sangat pusing di buatnya karena keluarga cabang Button yang sangat sulit di lacak.
Alda hendak berlatih dengan Hana dan Hani juga kurang minat! Namun sekarang datang orang-orang sombong, cukup pantas untuk melupakan emosi yang belum tertumpah.
"Kalian tidak menyangka bukan? Jika kalian mau berlutut dan meminta maaf kepada ku akan aku lupakan kesalahan saat itu! Yang terpenting para wanita naik ke ranjang ku! Ha-ha-ha..." Reyes Dorman langsung mengumbar keinginan dia.
"Huffff ..!" Hani langsung mendengus dingin, dia paling tidak suka orang sombong yang tidak memiliki kemampuan.
Sehingga Hani emosi di buatnya! Dia ingin maju langsung tapi di tahan oleh Hana kakaknya.
"Kita tunggu keputusan tuan Alda dulu!" Alda mendengar ucapan Hana, padahal Hana berkata sangat lirih.
"Apa kalian ingin sekali menghajar mereka?" Tanya Alda kepada keduanya.
"Baiklah, hajar saja!" Ucap Alda.
Woosss...!
"Plak..!" Suara tamparan keras terdengar.
Tawa Reyes Dorman langsung terhenti, karena merasakan rasa sakit yang amat sangat di pipi bagian sebelah kiri.
Dia langsung terhuyung ke belakang dan jatuh ke jalan dengan keras.
Suasana hening seketika!
Gerakan Hani sangat cepat, bahkan para pengawal yang mengapung mereka saja tidak bergerak karena tidak tahu apa yang tadi terjadi.
Alda mengangguk, dia terkesan dengan perubahan Hani yang sangat drastis ini! Padahal baru beberapa hari keduanya mulai berlatih serius.
"Aaaakkkh...! Wanita ****** bunuh dia sekarang." Bentak Reyes Dorman setelah tahu siapa yang menampar hingga terhempas ke belakang.
__ADS_1
Seketika pipi tuan muda keluarga Dorman menggembung dan berwarna merah, ada sedikit darah yang keluar bersama air liur yang menetes.
Reyes Dorman terus memegangi pipinya yang bengkak! Ini pertama kalinya dia di hajar sangat keras.
Awalnya dia berlaga karena membawa pengawal sangat banyak! Padahal bagi Reyes Dorman sudah membuat persiapan matang.
Setelah tahu informasi orang yang di cari selama ini! Dia langsung bergegas untuk membuat perhitungan, namun malah dirinya yang di buat seperti ini! Sehingga membuat Reyes Dorman kehilangan kesabarannya lagi, dia tidak akan memaafkan ketiga orang itu.
Mendengar teriakkan Reyes Dorman, orang paling dekat dengan Hani langsung menyerang Hani dengan keahliannya.
Baamm..!
Hani memukul wajah orang itu hingga terpental jauh ke belakang, lalu dia segera menendang orang terdekat hingga terkapar! Hana juga tidak tinggal diam.
Dia langsung menyerang orang terdekat, sedangkan Alda karena sudah menahan emosi cukup lama! Hanya dengan gerakan sederhana lima orang sudah terkapar dengan kaki mereka yang patah.
Orang-orang di sana yang berkerumun langsung heboh! Karena pemikiran mereka bahwa tiga anak muda yang di kepung akan bernasib buruk.
Namun kejadian selanjutnya malah membuat semuanya terkejut! Sehingga kehebohan terjadi.
Buk..!
Plak..!
Baammm...! Kraakkk..!
Suara mengerikan dari pukulan keras hingga tendangan keras, bahkan suara tulang patah terdengar nyaring.
Membuat orang-orang di sana menegang takut! Padahal orang lain yang terluka namun mereka juga ikut merasakan ngeri.
Hanya sekitar satu menit, 20 orang pengawal berbadan besar sudah terkapar semuanya! Kini Reyes Dorman hanya bisa melongo seperti orang idiot.
Bagaimana tidak, 20 orang itu di siapkan ayahnya untuk membuat pergerakan dalam menyerang Grup Brighton bersama kelompok kalajengking merah, namun semuanya kini di buat cacat.
Sehingga Reyes Dorman langsung gemetar ketakutan! Sikap agung dan sombong sebelumnya langsung sirna.
Hani menghampiri Reyes Dorman yang kini terduduk di jalanan yang sekarang sudah kosong dari orang-orang! Setelah tiba di hadapannya Reyes Dorman sangat ketakutan.
Hani mengangkat kaki yang menggunakan sepatu hak tinggi! Dengan sekali injak mengenai ************ Reyes Dorman.
\=
__ADS_1
...