
Chapter 086. MERUSAK FASILITAS.
\=
Alda masih berdiri di sana, dia sudah tidak berminat lagi untuk memukuli mereka semua! Alda bukannya orang kejam, hanya saja jika mereka mencari gara-gara terlebih dahulu maka dia tidak akan diam dan berbelas kasih.
Setelah wajah pemimpin kelompok itu bengkak seperti babi, lalu Bara terkapar karena isi perutnya seperti terbalik dan beberapa orang yang tadi menerobos masuk sudah patah tangan maupun kaki kini Alda menatap Dion.
"Kita pulang, di sini sudah tidak nyaman!" Ucap Alda.
"Baiklah, aku juga sudah tidak kuat menahan nafas terlalu lama!" Jawab Dion sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Alda melangkah keluar ruang pribadi itu, meskipun ruang pribadi terbuka sedikit sedari tadi namun tidak ada yang berani masuk maupun mengintip karena orang yang tadi masuk secara paksa adalah kelompok kalajengking merah yang ganas.
Jika saja orang-orang di luar tahu, bahwa kelompok yang mereka anggap kuat dan mengerikan di hajar habis-habisan oleh Alda sendirian.
Hana dan Hani juga tidak membantu masuk, karena dia tahu di dalam sana ada dua monster yang sedang bersembunyi! Sehingga keduanya makan dengan tenang sambil terus mengawasi sekitar.
Karena keduanya telah menerima perintah dari Alda untuk mengawasi pergerakan orang-orang dari kelompok kalajengking merah.
Setelah Alda keluar ruangan, Dion menoleh kepada Luna dia berucap." Ayo keluar! Apa kamu masih betah di ruangan yang bau seperti ini?" Tanya Dion.
Seketika Luna sadar dan mengangguk, Dion berjalan dan dia secara alami terseret karena tangannya masih di genggam oleh Dion saat hendak mengentikan Alda.
Setelah ketiganya keluar, Wida, Flon dan Tino maupun semuanya langsung bernafas lega, mereka semua seperti baru saja keluar dari lubang kematian.
Apa lagi bagi orang-orang kelompok kalajengking merah, mereka ingin langsung melaporkan kejadian ini terhadap ketu divisi agar mereka membalas dendam perbuatan Alda itu.
Sedangkan Bara dia langsung pingsan, dia sudah tidak kuat menahan rasa sakit di bagian perutnya! Menurut dia perut itu seperti sudah hancur lebur akibat tendangan Alda.
Orang-orang di luar yang memperhatikan ruang pribadi yang di tempati Alda terkejut melihat ada orang yang sudah keluar dari dalam kamar.
Namun yang mereka merasa aneh, orang-orang itu tidak kenapa-kenapa! Seperti tidak terjadi sesuatu, padahal jelas mereka mendengar perkelahian yang sangat mengerikan di dalam.
Namun anehnya, orang-orang itu tidak luka sedikitpun! Sehingga membuat orang-orang di restoran hot pot itu bertanya-tanya.
Hana maupun Hani keduanya sudah menduga akan seperti ini.
"Tuan Alda memang sangat hebat, sepertinya mereka telah bersenang-senang." Ucap Hana, lalu dia minum bir yang masih tersisa lalu dia berdiri karena sudah akan pulang.
Hani hanya melirik itu semua dengan malas, meskipun dia sudah mengakui Alda namun karena sifatnya itu dia masih sedikit terbawa suasana sebelumnya.
__ADS_1
Melihat kakaknya berdiri, dia ikut berdiri juga.
Lalu tatapan dia jatuh pada tanggal Dion yang memang tangan Luna dengan erat, seketika ada tatapan sedikit kekecewaan di matanya.
Dion berjalan di samping Luna, sedangkan Luna masih tidak bisa mempercayai kejadian ini! Dia tidak bermimpi ketemu dengan orang yang di suka dulu, juga tidak bermimpi akan di gandeng seperti ini! Sehingga pikiran dia benar-benar kosong sekarang.
"Luna, kamu ke sini menggunakan apa?" Dion bertanya seperti itu takut Luna membawa mobil.
"Aku di jemput mereka." Jawab Luna setelah sadar dari lamunannya itu.
"Di mana kamu tinggal sekarang, apa masih di rumah lama?" Dion kembali bertanya.
"Masih di rumah lama!" Jawab Luna, dia tidak tahu lagi yang akan dia obrolkan dengan Dion.
"Baiklah, aku antar! Tapi menggunakan taksi tidak apa-apa kan?"
"Tidak apa-apa, itu bukan masalah!" Jawab Luna dengan cepat.
"Alda aku antar dia kembali pulang dulu, kalian duluan saja pulang!" Dion berucap kepada Alda.
"Ya, pergilah!" Jawab Alda tanpa menoleh ke belakang.
Tak butuh waktu lama, taksi datang lalu Dion dan Luna akhirnya pergi.
Alda masih terus berjalan, lalu melirik taksi itu pergi! Di belakang Alda sekarang ada Hana dan Hani yang berjalan cepat untuk menyusul Alda.
*
Di dermaga.
Banyak orang-orang yang bersembunyi di geladak kapal yang sedang bersandar! Kapal ini adalah fasilitas dari kargo milik perusahaan yang di akuisisi oleh Grup Brighton.
Kapal ini sangat besar, banyak kontainer bertumpuk di atasnya! Sehingga jika seseorang menyelinap tidak akan ketahuan dengan mudah.
Orang-orang yang sedang bersembunyi itu membawa koper berisi bahan peledak, mereka di kerahkan oleh Grup Champion Ship.
Champion Ship ingin memberikan sedikit tekanan, sehingga mengerahkan kelompok kalajengking merah untuk membakar kapal milik Grup Brighton.
Meskipun kapal ini hanya armada lama, namun kegunaannya masih sangat penting! Karena ini kargo utama miki perusahaan yang baru beberapa hari di akuisisi.
Grup Champion Ship yakin karena mereka perusahaan baru, jika armada kargo mereka di hancurkan maka akan mengalami tekanan, tujuan mereka saat ini adalah merusak fasilitas yang penting.
__ADS_1
Beberapa orang bergerak dengan cepat, mereka menanamkan tiga bom peledak dengan daya ledak cukup besar! Setelah beres semua, orang-orang itu langsung pergi dengan teratur.
Orang terakhir melemparkan korek api ke dalam bahan bakar yang sudah di tumpahan di geladak kapal.
Bluubbb..!
Seketika, api menjilat besar di geladak paling depan! Setelah api membesar banyak orang yang tahu, begitu juga para penjaga pelabuhan.
Akhirnya mereka semua sibuk untuk menelfon pemadam kebakaran terdekat, karena bahan bakar yang di tumpahan sangat banyak sehingga api langsung menjalar besar.
Saat orang-orang mulai panik.
Boooommm..!
Boooommm..!
Boooommm..!
Ledakan yang sangat besar meledak tiga kali berturut-turut! Seketika kontainer yang ada di sana ada yang berhamburan ke segala arah.
Kapal besar itu langsung berguncang sangat kuat, hingga menghantam dinding tempat kapal itu bersandar.
Setelah adanya ledakan itu, orang-orang yang ada di dermaga langsung heboh seketika! Karena kejadian ini baru saja terjadi di pelabuhan kota Mako ini.
Sehingga orang-orang sangat antusias ingin mengetahui apa yang terjadi.
Api langsung membesar seketika! Karena banyak kontainer yang pecah akibat boom itu! Di tambah isi kontainer ada banyak bahan yang mudah terbakar.
Dengan cepat, kapal pemadam kebakaran langsung datang! Begitu juga mobil pemadam kebakaran juga sudah tiba.
Orang-orang banyak yang merekam tragedi ini, karena ini sangat janggal bagi mereka! Bagaimana bisa janggal? Setelah kebakaran langsung ada dentuman tiga kali yang sangat besar yang memperparah kerusakan dari kapal kargo itu.
"Sail, aku pikir tadi itu boom dari sebuah rudal!" Ucap seseorang yang ada di dermaga itu.
"Kau bodoh, itu memang benar-benar bom namun bukan dari rudal." Yang lainnya berkomentar.
Seketika orang di sana berdiskusi ramai, mereka menebak-nebak apa tiga dentuman yang sangat besar barusan.
\=
...
__ADS_1