Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
118 DI SEBUT ELIT TAPI SAMPAH


__ADS_3

Chapter 118. DI SEBUT ELIT TAPI SAMPAH.


\=


Teriakan itu terdengar dari talkie-walkie anggota divisi 1, kelompok ini sering di sebut elit karena bergerak sangat efisien dalam menghadapi musuh.


Orang-orang paling terlatih dari kelompok kalajengking merah, sudah mendominasi kota Mako satu dekade! Sehingga namanya di kenal di seluruh kota Mako.


Bahkan bisa di bilang tabu bagi para preman jalanan! Karena tidak segan-segan membunuh lawannya.


Sehingga meskipun kelompoknya ada yang mati tiga sekaligus! Mereka tidak begitu gentar hanya terkejut saja karena kurangnya informasi.


"Sial, berlindung di balik mobil!" Intrusi dari pemimpin tim.


Brak..!


Woss..!


Woss..!


Pintu mobil yang di buka dari samping! Yang menghadap ke gedung Club malam, setelah itu beberapa orang langsung bersembunyi.


Mengintai sekitar! Namun baru saja kepala dia nongol sedikit langsung tertembus peluru dengan sangat kejam, bahkan kepala itu hampir meledak.


Dor..Dor..Dorr..!


Alda juga menembaki karena musuh juga membawa pistol, sehingga bertarung dengan jarak jauh lebih bagus.


Alda berdiri di balik mobil milik yang masih terparkir di pintu masuk! Setelah melihat orang-orang yang keluar dan terlihat langsung di tembak oleh Alda.


"Musuh di dalam membawa pistol! Hati-hati kalian semuanya." Pemimpin kelompok elit itu meraung di interkom.


Dia masih bersembunyi di mobilnya, namun sudah tahu bagaimana situasi di tempat! Dia juga frustrasi karena anak buahnya sudah mati beberapa setelah mereka baru sampai tempat ini.


Ini adalah pertama kalinya dia mengalami tekanan berat, sehingga pening seketika!


Di sisi lain, Dion malah bergerak masuk! Dia bergerak cepat dengan langkah ringan lalu muncul di belakang pemimpin divisi 4.


Baammm...!


Tanpa berpikir panjang, Dion langsung menendang pemimpin divisi 4 itu! Namun orang itu bisa sedikit mengelak.


Lalu dia melompat lari ke dalam! Tempat di bagian dalam Club malam.


"Aaaahhhh..!" Jerit beberapa orang.


Pengunjung ini bersembunyi di dalam, dia ketakutan untuk keluar dari pintu belakang karena nantinya juga tetap harus lewat parkiran depan, sehingga lebih memilih bersembunyi di dalam.


Namun tidak menyangka, bahwa pertempuran sampai ke dalam! Dion mengajar pemimpin divisi 4.

__ADS_1


Saat dia ingin bersembunyi di balik orang-orang itu.


Dor..!


Punggung pemimpin divisi 4 tertembak, dia langsung tersungkur! Jeritan menggema lagi di ruang itu.


Orang-orang berlarian ke belakang Club malam! Mereka sudah sangat ketakutan, yang tadinya ingin bersenang-senang malah melihat adegan pembunuhan dan baku tembak seperti ini.


Meskipun kota Mako terkenal dengan angka kriminal yang tinggi, namun bagi mereka anak-anak muda dari keluarga kaya tidak pernah mengalami bahaya paling mereka yang membahayakan orang lain.


Namun di saat dirinya yang terancam, mereka ketakutan setengah mati.


"Ternyata pemimpin divisi 4 sungguh pengecut! Tidak seperti pemimpin divisi 10 yang menjaga gudang narkoba." Ucap Dion.


Deg..!


Pemimpin divisi 4 langsung terkejut setelah mendengar penuturan dari Dion itu, sekarang dia tahu bahwa selama ini orang yang mereka cari adalah Dion! Namun tahu sekarang juga tidak ada gunanya.


Kraakkk..!


"Aaaahhhhkk...!" Jerit pemimpin divisi 4.


Dia di injak di bagian bahunya hingga berderak, sehingga luka yang dari peluru tadi terasa lebih menyakitkan.


Kraakkk..!


"Aaaahhhhkk...!" Jeritan dia kembali terulang, setelah sekarang salah satu kakinya patah.


*


Di luar dan di ruangan utama Club, terdengar beberapa tembakan! Karena kelompok elit divisi 1 membalas tembakan yang di lakukan oleh Alda, setelah banyak rekan mereka yang mati.


Sedangkan setelah mereka menembak, orang-orang itu di tembak mati oleh Hani karena bergerak dan memunculkan dirinya! Jadi jumlah mereka langsung berkurang banyak.


Alda bersembunyi di depan kap mobil off-road sambil mengamati sekeliling! Dia menghela nafas berat.


"Pertarungan yang tidak menyenangkan jika hanya mengandalkan senjata seperti ini!" Keluh Alda.


Setelah itu dia menyilangkan tangannya! Dan dengan cepat menembak tiga kali tembakan.


Dor..Dor..Dor..!


Dua di antaranya langsung mengenai musuh, sedangkan satu tembakan meleset.


Kelompok yang di sebut elit ini melawan Alda dan Hani seperti tidak berkutik, di sebut elit tapi sampah jika berhadapan dengan mereka berdua.


Karena jumlah mereka langsung menyusut tajam hanya dalam beberapa menit saja setelah kedatangan mereka.


Di luar kini semakin banyak kendaraan yang datang! Namun mereka hanya anggota biasa.

__ADS_1


Sehingga setelah datang, turun dari mobil dengan megah seperti orang paling hebat! Si paling jagoan rasanya namun setelah turun dan beberapa langkah saja dari mobil mereka banyak yang mati tertembak, setelahnya.


Akhirnya kelompok itu kocar-kacir berlarian setelah berteriak-teriak histeris karena ketakutan, di sebabkan mereka baru pertama kali mengalami pertarungan hidup dan mati seperti ini.


Mereka gabung di kelompok kalajengking merah di akhir-akhir, setelah nama kelompok kalajengking merah melambung tinggi di kota Mako! Sehingga selalu menggertak menggunakan nama besar kelompok dan itu berhasil.


Sekarang juga berminat seperti itu, namun baru muncul di berondong oleh peluru yang melesat di sela-sela hujan lebat.


Sehingga jika di hadapkan dengan pertarungan sungguhan seperti ini mereka bagaikan pengecut.


Namun karena berlarian di jalanan dan sekitar bangunan Club malam inilah yang paling fatal, mereka di tembak dengan mudah dan kebanyakan mati karena tertembak oleh senapan milik Hani.


Dia mengingat pesan Alda! Habisi semua orang yang terlihat olehnya, sehingga sekarang banyak orang yang menampakkan diri jadi dia menembak mati mereka semua.


Bahkan, kini rekor pertama Hani menembakkan peluru yang begitu banyak saat melakukan misi.


Dulu Hani paling banyak menggunakan tembakan kurang dari 10 peluru! Karena tembakan Hani sangat tepat sasaran, sehingga mengirit peluru miliknya. Namun sekarang terget sangat banyak meskipun berlarian tetap saja Hani bisa mengenainya dengan tepat.


Meskipun ada beberapa yang melesat, sehingga tidak mengenai titik vital musuh, namun mereka tetap sekarat di tempat.


Hanya sisa beberapa dari kelompok elit divisi 1, mereka ketakutan! Ini pertama kalinya mereka menghadapi pertempuran seperti ini.


"Sail, sebenarnya mereka itu siapa? Jumlah mereka berapa banyak?" Keluh salah satu tim elit divisi 1.


"Tenang, tunggu bala bantuan lainnya! Aku sudah mengirimkan pesan kepada ketua!" Jawab pimpinan tim elit itu.


"Semuanya, berhitung...!" Perintah pemimpin tim.


Dia ingin tahu berapa sisa orang yang bertahan dari tim yang di kirim ke sini! Karena dia menyadari bahwa situasi ini sangat sulit.


"Satu..!"


"Dua..!"


"Tiga..!"


"Empat..!"


"Lima..!"


Setelah itu tidak ada lagi yang berbicara, jadi pemimpin tim langsung tahu sisa anggota miliknya kini tingga 5.


Padahal jumlahnya ada 30 orang dengan dirinya saat berjalan ke sini.


"Bedebah, bagiamana situasi ini bisa terjadi?" Teriak pemimpin tim elit.


Trakk..!


Kaca mobil miliknya pecah, karena terkena tembakan! Padahal dia hanya mengeluh dan melambaikan tangan menepuk kursi mobil itu.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2