
Chapter 089. PESTA BERDARAH.
\=
Dion sampai di villa mewah milik Alda, dia masuk dengan tenang! Namun saat dia masuk dia melihat Alda sibuk dengan ponsel dan laptopnya dia langsung mendekat.
"Alda ada apa, kenapa sekarang begitu sibuk?" Tanya Dion yang mendekat.
"Ya, aku sedang melacak orang yang meledakan kapal kargo milik Grup Brighton sore ini!" Ucap Alda masih sibuk.
"Ha, ada kejadian seperti itu?" Dion belum melihat ponsel maupun berita sehingga dia tidak tahu ada berita heboh di kota Mako.
"Ya, kapal kargo milik perusahaan Di Me Com di hancurkan oleh kelompok kalajengking merah!" Alda mendongak ke arah Dion.
Mata Dion langsung melotot, dia langsung mengerti masalah apa yang di hadapi oleh Luna barusan! Karena dia mengantar Luna ke perusahaan Di Me Com.
Sehingga dia langsung tahu apa yang sedang Alda kerjakan, dia juga tahu sekarang bahwa perusahaan yang di akuisisi beberapa waktu lalu adalah perusahaan tempat Luna bekerja.
"Bagaimana situasinya?" Tanya Dion ingin tahu lebih dalam.
"Siap-siap, kita nanti malam akan menyerbu mereka! Kita akan memberikan kejutan kecil buat para bajingan ini!" Jawab Alda dengan yakin.
Karena dia sudah mendapatkan tempat mereka sebelum ini, di tambah dengan pencarian sekarang dia langsung paham bahwa yang melakukan ini adalah divisi 5 milik kelompok kalajengking merah.
Alda sangat berterimakasih kepada Tama, karena perangkat lunak yang di buat oleh tim dari keluarga Tama sangat berguna.
"Baiklah Alda, aku menantikan ini!" Ucap Dion dengan sangat senang.
Tak lama setelahnya mereka berdua mengobrol, deru mesin yang ringan dan bertenaga langsung terdengar oleh keduanya.
Alda melongok ke arah jendela, dia bisa melihat ada Land Rover Defender berwarna hitam pekat berhati di halaman.
Melihat ini Alda tersenyum, sekarang hari sudah mulai gelap! Sudah waktunya mereka berangkat.
"Kerja Hana sangat cepat!" Ucap Alda setelah tersenyum.
"Mobil yang bagus!" Ucap Dion.
Karena kota Mako adalah kota perdagangan, sehingga mudah bagi orang-orang membeli mobil mewah dan langsung siap di bawa! Harganya juga lebih murah daripada kota-kota lainnya.
Hana masuk, dia langsung melempar kunci mobil yang dia bawa kembali.
"Apa mobil itu sesuai permintaan tuan Alda?" Ucap Hana setelah duduk di sofa.
__ADS_1
"Ya, kerja kamu cukup baik! Ayo kita siapa-siapa, ikut aku." Alda melangkah terlebih dahulu.
Dia kembali ke ruang bawah tanah, setelah sampai di sana dia melihat Hani sedang mencoba menggunakan alat-alat yang ada di sana.
"Hani, apa semuanya berfungsi dengan baik?" Tanya Alda setelah masuk.
"Ya, ini sangat mengagumkan! Bagiamana anda bisa membeli semua ini?" Tanya Hani penasaran.
"Itu semua di sediakan oleh Riko!" Jawab Alda jujur.
Dion mengangguk, dia mengambil pistol kecil lalu melihatnya setelah puas meletakkan itu kembali, dia mengambil belati kecil! Belati itu seperti milik militer yang berukir melengkung dan memiliki tiga sisi yang tajam seperti mata bor.
"Ini belati yang berbahaya!" Ucap Dion, lalu mengambil belati kecil lainnya.
"Ambil yang di perlukan, gunakan pakaian ini! Kita akan berangkat setelah malam tiba!" Alda melemparkan pakaian berwarna hitam, lengkap dengan penutup kepala dan wajah.
Seperti setelan pakaian prajurit yang sering beredar, namun terlihat cukup tipis.
Waktu berjalan cepat! Semuanya sudah selesai bersiap-siap.
Dari keempatnya Hani yang terlihat paling repot, dia membawa beberapa senapan kecil di tubuhnya di tambah dia membawa tas besar berisi senapan runduk.
Yang paling sederhana adalah Alda, dia hanya menggunakan penutup wajah! Lalu menggunakan alat komunikasi dan satu pistol kecil dan belati yang terselip di pinggangnya.
Dion dan Hana juga tidak jauh berbeda dengan Alda! Namun Hana mengunakan pelindung kepala dan ransel kecil, dia tertutupi dengan sangat rapi namun pakaian yang di kenakan dia wanita itu sangat terlihat melekat, sehingga menonjolkan lekuk tubuhnya.
"Sial, apa Riko sengaja membelikan baju itu untuk mereka?" Ucap Alda di benaknya.
Dia tidak tahu, bawah pakaian yang di kirim oleh Riko, ternyata saat di kenakan oleh Hana dan Hani begitu menggoda, jika tahu Alda tidak akan memberikan kepada mereka pakaian itu.
"Ayo berangkat..!" Ucap Alda.
Dia, langsung masuk ke dalam mobil off-road yang di beli oleh Hana! Sedangkan Dion langsung masuk ke kursi pengemudi, Hana dan Hani di belakang.
Mobil itu ada di garasi bawah tanah sekarang! Setelah semua persiapan beres Dion langsung menjalankan mobil itu.
*
Di rumah besar di samping pelabuhan kota Mako persis, bahkan tidak jauh dari rumah itu terdapat banyak sekali tumpukan kontainer yang berjajar rapi.
Kini rumah itu sangat ramai, karena sedang mengadakan pesta! Tampak orang-orang di dalam rumah cukup banyak tanpa di ketahui ada tiga bayangan di atas rumah besar itu.
"Hani, di lantai atas ada berapa orang?" Ucap Alda di alat komunikasi dengan lirih.
__ADS_1
"Ada 10 orang, sedangkan di lantai satu cukup banyak!" Jawab Hani setelah melihat melalui teropong senjata miliknya.
Hani berada kurang lebih satu kilometer dari rumah mewah itu, dia sekarang berada di atas kontainer yang bertumpuk tinggi di pinggiran pelabuhan.
"Baiklah, mari kita buat perta berdarah." Ucap Alda kepada semuanya.
Ketiga orang yang mendengar ucapan Alda hanya diam saja! Mereka tahu jika sudah menyinggung Alda maka konsekuensinya sangat berat.
Musik di dalam ruang besar itu terdengar sangat keras, banyak wanita yang berpakaian terbuka berjoget meliuk seperti ular mengikuti irama musik, sedangkan laki-laki yang mengelilinginya minum dengan puas.
Praaang...!
Kaca kamar yang posisinya paling atas pecah, lalu tiga bayangan masuk dengan cepat.
Woosss..!
Woosss..!
Woosss..!
Tap...Suar orang mendarat dengan mulus di lantai kamar, sedangkan dua orang yang sedang mendesah di dalam kamar itu terkejut! Si laki-laki langsung membentak.
"Bajingan, siapa kalian?" Meskipun penerangan di kamar itu redup namun karena dia di ganggu saat sedang tanggung-tanggungnya sehingga mata yang tadi hampir terpejam karena nikmat, kini langsung nyalang dengan kilatan dingin.
Dret..!
Suara tembakan yang teredam langsung terdengar, wanita yang sedang di atas ranjang yang tadinya bergoyang liar kini terkapar karena kepalanya tertembak.
Wanita itu mati seketika! Sedangkan mata laki-laki tadi yang membentak dan sudah melotot kara marah kini hampir keluar karena terkejut.
Alda yang menembak wanita itu berjalan, ke arah laki-laki yang sudah menghampiri lemari ingin mengambil senjata.
"Siapa kalian, ini adalah markas kelompok kalajengking merah kalian jangan berani-beraninya!" Ucap laki-laki itu yang kini masih tidak mengenakan apa-apa.
Batang yang tadi mengeras dan akan mencapai puncak kenikmatan, karena terkejut dan ketakutan! Kini langsung loyo dan mengeluarkan isinya yang tadi akan keluar dengan tidak nikmat.
"Aku memang mengincar kalian! Hehehe...!" Ucap Alda dengan nada berat tidak seperti suara Alda sebelumnya.
Keringat dingin muncul di dahi orang itu, dia masih menggapai laci di belakangnya.
Det..!
"Aaaahhhhkk..!" Dia menjerit karena kepala bawahnya hancur terkena tembakan dari pistol Alda.
__ADS_1
\=
...