Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
060 AMARAH MELUAP


__ADS_3

Chapter 060. AMARAH MELUAP.


\=


Kini hari benar-benar larut malam.


Gerry sedang duduk di kursi malasnya di kantor miliknya di dekat dermaga kota Emerald, dia sedang memikirkan banyak hal.


Sehingga wajahnya benar-benar kusut, sesekali dia meminum anggur merah yang ada di tangannya! Hingga menurut Gerry anggur itu sudah tidak ada rasanya.


Saat memikirkan apa yang terjadi dengan divisi 10 yang kini hilang entah kemana, ponselnya berdering.


Dengan malas, Gerry menjawab panggilan telfon itu.


"Ketua, kelompok satu yang berpatroli di sekitar kota mereka di bantai orang! Sedangkan mobil dari tim max di temukan di tempat kejadian, namun pelakunya tidak di ketahui." Ucap seseorang di sebrang sana dengan cepat.


Orang itu takut jika tidak cepat di sampaikan, ketua Gerry tidak bisa mendengar laporan darinya.


Buusss..!


Aura samar keluar dari tubuh Gerry, dia sangat marah hingga amarah yang meluap seperti mempengaruhi udara di sekitar ruang kantor milik Gerry, hingga seperti turun beberapa derajat.


Jika saja, ada orang lain di sana! Pasti orang itu akan ketakutan, karena amarah Gerry sangat mengerikan! Seperti sedang ingin membunuh orang.


"Bajingan, selidiki kejadian ini cepat! Jika perlu periksa semua cctv di jalan sekitar sana! Cari pelakunya sampai ketemu, jika tidak kamu yang akan mati." Bentak Gerry lalu langsung memutuskan sambungan itu dengan marah.


Nafas dia langsung tersengal, ini pertama kalinya dia merasa sangat marah! Sebelumnya setiap dia melakukan sesuatu selalu dengan siasat.


Namun sekarang, dia seperti di todongkan belati tajam di depan lehernya bagaimana dia tidak marah.


Jelas-jelas kota Mako adalah kekuasaan terbesar mereka, namun masih saja orang yang berpatroli hingga di bantai oleh orang tanpa di ketahui siapa pelakunya.


Ini membuat dia sangat marah, hingga dia tidak segan-segan mengancam anak buahnya yang tadi melaporkan.


Baaammmm...!


Prang..!


Gerry menghantam meja di depannya, sehingga botol anggur merah dan gelas yang ada di atasnya langsung jatuh ke lantai dan hancur.

__ADS_1


Meja itu juga mengalami keretakan, itu bisa membuktikan bahwa Gerry memiliki kekuatan besar dan beladiri yang mendalam.


"Bedebah, siapa sebenarnya kalian! Beraninya menantang kelompok kalajengking merah di kota Mako ini?" Ucap Gerry dengan suara berat.


Dia lalu mencari ponselnya dan dengan cepat menelfon seseorang.


*


Kini Alda, Hani dan Hana sudah ada di salah satu hotel kota Mako! Namun hotel yang Alda tempati termasuk hotel biasa bukan hotel mewah bintang lima.


Itu karena lokasi hotel ini, tidak jauh dari tempat Alda membantai kelompok kalajengking merah yang sedang berpatroli namun mereka bertemu Alda sehingga mereka tertimpa musibah.


Jarak hotel ini, hanya kurang dari 5 kilo, karena di daerah ini cukup sepi! Sehingga hotel ini tidak bisa berkembang pesat seperti hotel yang berdiri di pusat kota maupun hotel yang ada di dekat dermaga kota Mako.


Alda dan yang lainnya sedang duduk di restoran hotel itu.


Di sekitar mereka banyak orang berbicara mengenai temuan mayat yang tergeletak di jalanan kota.


Ada dua anak muda sedang makan bersama, mereka adalah orang-orang kalangan kelas dua di kota Mako! Biasanya mereka cukup mengetahui kejadian di kota Mako dengan cepat, karena ada grup online yang menyebarkan kepada mereka.


"Apa kamu sudah melihat, di jalan depan sana ada kelompok kalajengking merah yang terbantai!" Ucap salah satu dari anak kuda itu.


"Kau benar, apa lagi! Sekarang kelompok itu seperti tambah aktif, mereka terus berpatroli di kota Mako ini! Sial, orang-orang yang mempunyai kekuasaan bisa seenaknya seperti itu."


"Kemarin, ada keluarga yang di bantai lagi! Mereka di tuduh melawan kelompok kalajengking merah!"


"Sial, penegak hukum kenapa tidak bergerak?" Keluh salah satu dari mereka.


Alda terus mendengar pembicaraan mereka, dia langsung menyimpulkan bahwa kelompok kalajengking merah ini benar-benar sepi tiran di kota Mako ini.


"Aku sudah menemukan semua kekuatan dan semua bisnis kelompok kalajengking merah ini." Ucap Hana.


Dia di suruh oleh Alda melacak semua kekuatan dan bisnis milik kelompok kalajengking merah ini dengan menggunakan kekuatan milik Hana.


Sedangkan Hani, seperti tidak terima! Kini dia merasa bahwa dia dan kakaknya sekarang seperti babu Alda, sebenarnya Hani ingin memberontak namun dia tidak memiliki keyakinan setelah mengikuti Alda selama ini.


Semakin mengikuti Alda, kekuatan dia semakin mengerikan bagi Hani! Tidak hanya Hani, Hana juga tahu bahwa Alda masih terlihat begitu santai setelah membunuh banyak orang, bahkan kekuatan tempur Alda masih belum di keluarkan semaksimal mungkin.


Sehingga Hana, merasa tidak keberatan di perintah oleh Alda seperti sekarang.

__ADS_1


"Katakan apa saja!" Jawab Alda dengan lirih.


Mereka sedang menyelidiki kelompok kalajengking merah yang bisa di bilang tiran di kota Mako ini, sehingga dia tidak mengeraskan suaranya.


Jadi Alda mendekat ke Hana, untuk mendengarkan penjelasan Hana.


"Bisnis utama mereka adalah, penjualan narkoba! Namun itu semua sudah di hancurkan kita, lalu jalur perlintasan laut! Semua barang milik pebisnis yang akan melintasi perdagangan internasional akan melewati mereka...!" Hana terus mejelaskan.


Sekarang Alda tahu, bisnis mereka yang paling besar dan ilegal sudah di hancurkan olehnya! Sehingga dia tidak sabar melihat reaksi dari kelompok kalajengking merah jika tahu yang menghancurkan adalah dirinya dan Dion.


Lalu di susul dengan lintas laut jalur perdagangan internasional, setelah itu beberapa kasino terbesar di kota Mako juga milik mereka.


Beberapa hotel bintang lima, juga milik mereka! Namun melihat banyaknya industri itu Alda tidak bergeming, malah dia memasang senyum samar.


"Baiklah, cukup terimakasih atas kerja keras mu!" Ucap Alda dengan tulus.


Degg...!


Hana langsung tercengang, dia tercengang karena orang seperti Alda yang di kenal brutal dan berdarah dingin kini mengucapkan terimakasih dengan senyum menawan.


Hana seperti tidak bisa terima ini, dia tanpa sengaja mencubit pahanya yang ada di bawah meja! Namun dia merasakan sakit, sehingga dia benar-benar tidak bermimpi.


"Kenapa wajahmu begitu tidak percaya?" Tanya Alda sedikit main-main.


Dia merasa Hana ini sangat lucu, karena hanya dengan dia mengucapkan terimakasih dan tersenyum saja dia seperti melihat hantu.


"Ahh, tidak tuan Alda!" Ucap Hana sedikit tergagap.


Hana lebih rasional dari pada Hani! Sedangkan Hani lebih ke kanak-kanakan dia merasa dirinya dan kakaknya begitu hebat, sehingga tidak perlu menghormati Alda.


Dia tunduk dan diam karena Alda mengancam nyawanya! Jika tidak maka dia kan menginjak-injak Alda kapanpun dia mau.


"Baiklah, sekarang sudah larut malam. Sebaiknya kalian cepat istirahat!" Ucap Alda lalu dia bangkit dan pergi dari restoran yang ada di hotel yang sedang di tempati oleh mereka.


Alda langsung menuju kamarnya! Karena dia sudah merasakan cukup capek seharian ini.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2