
Chapter 200. KABUR DENGAN CEPAT.
\=
Riko berdiri dari kursi yang di duduki saat ini! Dia maju dengan perlahan, kini posisi dia berdiri dengan tuan Cakar Elang hanya sekitar tinggal 5 meter.
Sedangkan Tama melihat Riko maju untuk melawan orang lain, dia langsung berhenti makan dan kini memilih fokus untuk memperhatikan pertarungan itu.
Yang lainnya juga sama, apa lagi Hana dia semakin antusias! Kini dia memperhatikan jari tangan tuan Cakar Elang, karena dia juga tadi mendengar ucapan dari Alda.
Setelah memperhatikan tangan tuan Cakar Elang, Hana langsung tertegun! Karena jari tangan orang itu terlihat sangat kuat dan pasti sangat mengerikan, bahkan terlihat sedikit hitam di ujung jarinya.
Tuan Cakar Elang tersenyum miring, dia meremehkan Riko dari lubuk hatinya! Sehingga dia merasa santai saat Riko berjalan ke arahnya.
"Padahal aku hanya di utus untuk membunuh dia, tapi kamu lebih memilih mati duluan! Tapi ya, tidak masalah karena kalian semua akan mati di sini hari ini." Ucap tuan Cakar Elang.
"Kamu ingin membunuh Alda, itu hanya mimpi di siang bolong!" Jawab Riko dengan senyum penghinaan yang sangat dalam.
Sebelum tuan Cakar Elang sempat berbicara lagi, Riko sudah berucap kembali.
"Sepertinya kamu melawan ku saja akan kesulitan! Tapi bisa-bisanya datang ke sini dengan sangat santai." Riko kembali berucap.
"Banyak omong!" Bentak tuan Caka Elang.
Woosss..!
Setelah membentak, tuan Cakar Elang bergerak ke arah Riko! Dengan cakar kebanggaan miliknya yang sudah terkembang di udara, mengarah ke tenggorokan Riko.
Traak..!
Tangan kanan Riko langsung memblokir cakar yang di bentuk dari tangan tuan Cakar Elang! Namun dia memblokir dengan menepis lengan tidak dengan, beradu telapak tangan dengan jari-jari yang membentuk Cakar Elang itu.
Baammm..!
Setelah menepis dengan kuat, Riko langsung menendang ke bahu tuan Cakar Elang, tendangan itu mengenainya dengan tekak.
Namun tangan lainnya dari tuan Cakar Elang mencoba meraih kaki Riko yang menendang! Sehingga Riko langsung menarik kembali, sehingga tendangan itu hanya mengenai tuan Cakar Elang dengan kekuatan setengah saja.
__ADS_1
Namun masih membuat tuan Cakar Elang mundur beberapa langkah ke belakang! Setelah itu wajah taun Cakar Elang menunjukkan keterkejutan.
Karena dia tidak menyangka, karena dalam posisi seperti itu Riko masih bisa menyerang dengan tendangan yang sangat kuat! Itu yang membuat tuan Cakar Elang bisa terkena serangan telak, karena dia tidak menyangka sedikitpun Riko bisa bergerak seperti itu.
"Sepertinya, tubuh mu sangat fleksibel meskipun bentuk tubuhmu cukup besar, aku tidak menyangkanya!" Ucap tuan Cakar Elang dengan santai, sambil menepuk pundak yang di tendang oleh Riko tadi.
Di bahu itu rasanya sedikit kebas dan sakit! Itu menandakan tendangan Riko meskipun sudah sedikit lemah namun masih cukup kuta untuk serangan dadakan.
"Sayangnya, tadi aku hanya sedikit menggunakan kekuatan ku! Jika tidak, sepertinya salah satu tangan mu tidak bisa di gunakan lagi." Ucap Riko dengan sangat percaya diri.
Alda tersenyum menyaksikan serangan dari Riko itu, karena menurutnya itu sangat bagus! Bisa bergerak cepat dalam ruang lingkup yang sangat sempit bisa di bilang kemampuan yang baik.
Woosss..!
Riko yang sekarang bergerak duluan! Setelah itu dia melancarkan tendangan ke arah kaki tuan Cakar Elang, karena menurut Riko pertahanan tuan Cakar Elang yang paling rentan di tubuh bagian bawah.
Tap.. Woooss..!
Tuan Cakar Elang melompat ke atas, dia langsung berjungkir balik! Namun bukannya menjauh ke posisi semula, malah lari ke arah Alda dan yang lainnya.
Hanya dengan dua langkah lebar setelah berjungkir balik dua kali, tuan Cakar Elang sudah sampai di dekat meja makan di mana Alda dan yang lainnya duduk.
Traak...!
Buummm...!
Botol itu di cengkraman dengan kuat, lalu langsung pecah berkeping-keping! Itu menandakan cengkraman tuan Cakar Elang sangat kuat sehingga botol anggur yang tebal dan keras langsung pecah, bahkan tangan itu tidak mengalami luka sedikitpun .
Namun setelah itu suara tendangan yang sangat kuat terdengar.
Tubuh tuan Caka Elang langsung terbang ke belakang seperti bola meriam yang di lontarkan dari selongsongnya, meletup keluar dengan sangat ganas dan cepat.
Setelah Alda memblokir tangan yang berbentuk cakar dengan botol anggur, Alda melancarkan tendangan lurus lalu bunyi seperti bom meledak keluar dari benturan perut dan kaki Alda.
"Bufff...!" Tuan Cakar Elang langsung menyemburkan darah segar setelah tubuhnya terhempas di lantai ruang tempat makan itu.
Tatapan matanya langsung menyorotkan ketakutan yang amat sangat! Dia menatap Alda seperti monster, tatapan itu terlihat sangat terkejut dengan kekuatan serangan Alda kepada dirinya tadi.
__ADS_1
Jika saja dia tidak melatih tubuhnya dengan sangat keras, akan di pastikan tukang rusuk bagian bawah dan tulang pinggang akan hancur! Bahkan dia yang sudah berlatih saja sekarang masih terkapar hanya bisa mundur perlahan dengan dorongan kakinya yang tidak seberapa itu.
Hana dan Hani terkejut, mereka baru pertama kali melihat serangan kejam dari Alda seperti sekarang! Jika saja di depan mereka yang di serang Alda bukan master hebat, pasti orang itu akan mati seketika.
Karena master yang sekarang saja seperti langsung tidak memiliki kekuatan untuk bertarung lagi, padahal tadi di awal dia sangat arogan dan mendominasi.
Namun setelah di serang Alda sekali! Master itu langsung kabur dengan cepat.
Membuat Hana langsung mengacungkan jempol kepada Alda! Dia sekarang tambah begitu mengagumi Alda dari lubuk hatinya.
Hani juga terkejut setengah mati, jelas-jelas master yang datang kali ini terlihat begitu hebat, namun di jatuhkan oleh Alda hanya sekali gerakan! Sungguh mengagumkan.
Sedangkan Tama, Dion dan bahkan Riko yang jelas-jelas sedang melawan tuan Cakar Elang tidak menunjukkan keterkejutan di mata dan wajah mereka.
Karena ketiga orang itu memang sudah tahu kekuatan Alda dari awal! Jangankan hanya melumpuhkan jika Alda mau, dia bisa langsung membunuh orang itu di tempat.
Setelah mendapatkan sedikit kekuatan di kakinya! Tuan Cakar Elang langsung berdiri dan berlari keluar, dia langsung kabur.
Dia tidak lagi memikirkan misi membunuh Alda, dia sekarang tahu jangankan membunuh! Bahkan dia mendekati Alda saja tidak bisa.
Setelah tuan Cakar Elang keluar dari ruang makan itu, Alda berucap!.
"Mari kita ikuti dia, sepertinya dia datang ke sini tidak sendirian!" Ucap Alda, setelah itu dia bangun dan bergegas keluar mengikuti tuan Cakar Elang yang keluar dengan jalan gontai.
Yang lainnya tidak menjawab namun langsung mengikuti Alda keluar dengan cepat.
Tuan Cakar Elang, berlari dengan susah payah! Setelah sampai di halaman luar dia kini sampai di pagar yang tinggi, dia segera menggunakan Cakar Elangnya untuk memanjat dinding itu.
Setelah berhasil, dia langsung menjatuhkan dirinya ke tanah di depan pagar bagian luar!.
"Tuan muda, cepat bantu aku! Kita segera kabur!" Ucap tuan Cakar Elang lang dengan sangat kencang.
Alda dan yang lainnya yang kini mengikuti dari belakang mendengar teriakkan itu dengan jelas, semuanya bergegas ke gerbang utama untuk melihat siapa yang di panggil tuan muda itu.
Namun Alda tahu siapa orang yang di panggil tuan muda oleh tuan Cakar Elang.
\=
__ADS_1
\=
...